Perkiraan 1 Syawal 1434 H,Adakah Potensi Perbedaan?

Oleh: KH.Khaeruddin Khasbullah

Visible

Keadaan Kemungkinan Rukyatul Hilal Pada Rabo,tanggal 07- Agustus- 2013

new moon

Keadaan Kemungkinan Rukyatul Hilal Tanggal 8 Agustus- 2013
(1 Syawal- 1434 H)

Silahkan cek moonsighting.com

Keadaan Kemungkinan Rukyatul Hilal Akhir Romadhon – 1434 H

Berdasarkan Kitab Irsyadul Murid

Markaz Karawang,

Latitude: -6.3963 dan Longitude 107.4110.

Ijtima’ Akhir Bulan Romadhon Tahun 1434 Hijriyah, Insya Alloh jatuh pada:
Hari Selasa- Pahing malam Rabo Pon  (dinihari), 07- Agustus- 2013.
Jam Ijtima’
21
51
56.87
GMT
Waktu WIB
4
51
56.87
WIB
Tinggi Hilal Pada Rabo Sore Ketika Ghurub
3
45
40.26
Berarti sudah Imkan Rukyat  (> 2 derajat)
Umur Bulan
13j
02m
Letak Matahari Terbenam
16
12
23
Disebelah utara titik barat
Hilal Pada
-5
-56
-48.28
Diselatan  Matahari
Atau
10
21
34.72
Diutara titik Barat

Mari kita bandingkan dengan hasil hisab Ephemeries sesuai software ICMI dengan Markaz Karawang,

Latitude: -6.3963 dan Longitude 107.4110 dengan hasil sebagai berikut:

Ijtimak/ Conjunctie Akhir Bulan Romadhon Tahun 1434 H
Terjadi pada         : Rabo dini hari, 7 Agustus 2013 M
Terjadi pukul
04
51
WIB
Terbenam Matahari
17
53
WIB
Tinggi Hilal Haqiqi
Tinggi Hila Mar’i
04
08
Hilal sudah IMKAN   RUKYAT (>2 derajat).
Azimut Matahari
73
35
 16.24′.30″ diutara titik barat
 Azimut Bulan
79
44
 10.15′.14″ diutara titik barat
Kedudukan Hilal
06
09
 diselatan matahari
Keadaan Hilal
 miring keselatan
Lama Hilal Diatas Horizon
16.75

Karena Hilal sudah diatas 2 derajat yang berarti sudah IMKAN RUKYAT menurut kriteria/ kesepakatan (semacam ijma’?) MABIMS (menteri- menteri agama Brunei-Indonesia- Malaysia- Singapura), maka InsyaAlloh:

Tanggal 1 – Syawal- 1434 H akan jatuh pada:

Hari  Kamis Wage, tanggal 8- Agustus – 2013

Kecuali bagi yang berketetapan harus melihat hilal karena memegang teguh qoul yang mu’tamad (Hadist: Shuumu liru’yatihii wafthuru liru’yatihii), maka bila gagal merukyat, mereka akan menyempurnakan bulan Romadhon hari Kamis Wage bagi yang puasanya baru 29 hari dan mereka akan merayakan hari raya Iedul Fitri 1434 H, besoknya yakni pada hari Jum’at Kliwon.

Namun dari semua qoul yang mu’tamad, yang paling mu’tamad adalah perintah tentang menjaga persatuan karena jelas dilandasi beberapa ayat Al- Qur’an dan hadist- hadist yang sohih.

Mari kita tunggu dan kita taati keputusan pemerintah kita, seraya menghormati perbedaan yang mungkin terjadi.(zid/13)

3 Comments on Perkiraan 1 Syawal 1434 H,Adakah Potensi Perbedaan?

  1. misykat cahaya // 6 Agustus 2013 at 9:17 pm // Balas

    dengan melihat hilal hanya menyatukan satu kawasan saja. tetapi dengan wujudul hilal (hisab) kita bisa mempersatukan seluruh umat islam. kl yg diutamakan persatuan tentu harus harus memilih opsi ke dua.

  2. ibn khasbullah // 9 Agustus 2013 at 6:14 am // Balas

    Mengapa tidak memakai kriteria Imkanurrukyat saja, yakni: Moon altitude >2, Elongation>3 dan Moon age 8? Itu berdasar hisab yang pasti dan telah memenuhi ketinggiaan posisi hilal? bukankah itu berarti mengadopsi ijtihad pengamal hisab dan rukyat sekaligus? Ingat, pengamal hisab wujudul hilal itu satu- satunya hanya ada di Indonesia.Negara lainnya bahkan hanya pakai rukyat. lihat:http://moonsighting.com/1434shw.html

  3. ibn khasbullah // 9 Agustus 2013 at 6:52 am // Balas

    Seandainya pengamal wujudul hilal berkenan memakai kriteria ini, yakni:Moon altitude >2, Elongation>3 dan Moon age 8, maka persoalan perbedaan awal bulan hijriyah di Indonesia sudah selesai, karena sebagian besar organisasi Islam di Indonesia (bahkan Malaysia dan Singapura serta Brunei) sudah berbesar hati menerima kriteria ini karena sudah memenuhi unsur syar’i dan scientific astronomic sekaligus. Tinggal pengamal wujudul hilal. Semoga kebesaran hati dan ukhuwah dapat mengalahkan ego kita masing- masing. amin.

Leave a comment

Your email address will not be published.

*