Tanbihun – Dalam setiap langkah kehidupan pasti akan selalu ditemukan kendala, Orang-orang akan berbeda dalam menamai dan mendudukkan kendala tersebut, ada yang menyebutnya penghalang, masalah dan ada yang memposisikannya sebagai tantangan yang harus dihadapi dan ditaklukkan. Apapun namanya itulah realitasnya, gerak langkah takkan sepi dari sesuatu yang akan membuat langkah kita melambat, atau terhenti sejenak, bahkan tak jarang langkah kita surut kebelakang.
Tak terkecuali dalam dunia dakwah, disana akan kita temui berbagai macam kendala,masalah,tantangan dalam berbagai bentuk. Mari kita simak sebentar perjalan seorang aktifitis dakwah berikut ; Sebut saja namanya husain, dia lulusan salah satu pesantren tertua di Rifaiyah,bahkan masih dilanjutkan sampai ke jawa timur, bukan itu saja, dia pun mampu menyelesaian program S1-nya disebuah perguruan tinggi negeri dengan nilai yang memuaskan.
Alkisah, setelah pulang kekampung halamannya,seperti aktifis-aktifis lainnya, gelora semangat dakwahnya sungguh luar biasa, kelihaiannya dalam bidang agama dan organisasi benar-benar ia terapkan dalam strategi dakwahnya, berbagai majlis ta’lim dan ormas terbentuk dengan kegiatan yang terbilang sukses. Namun bersama berjalannya sang waktu, ujian pun datang, saat husain sudah berkeluarga,bisnis yang dilakoninya diterpa ujian berat, bisnis pun hancur berantakan menyisakan hutang yang menumpuk.
Husain yang dulu penuh semangat, sangat idealis, mendadak loyo, dia pun memutuskan mundur dari dunia dakwah tanpa pernah bisa pamit sebab dikejar-kejar oleh penagih hutang. Ia kesana-kemari mencoba peruntungan barunya, anak istrinya pun tak sempat ia pikirkan, yang ada dalm benaknya hanyalah “bagaimana hutang-piutang itu bisa lunas?”.
Inilah realitasnya, faktor ekonomi selalu jadi faktor penentu, tapi apakah karena faktor itu lantas gairah dakwah kita akan kendur? apa sebab ekonomi lemah lalu akan membuat langkah kita dalam berdakwah surut? apakah untuk berdakwah harus menunggu kaya dulu?
Wallahu a’lam.(nanank_syaputra).



ada juga istilah “biri” ,,,,bar rabi mari (setelah punya istri berhenti).
Subhanallah, … Demi Allah Jika kita tidak bersama dengan dakwaah, … maka dakwah akan bersama dengan yang lain yang Allah ganti dengan hambanya yang jauh lebih istiqamah, sabar, …
Saudaraku, … kita ”kita Bagaimana ??? kita mau bersama siapa ?
semoga Allah mengistikomahkan kita dijalan dakwah ini, Amnn