Tanbihun Online

Wiridan Angawaruhi

Wiridan Angawaruhi

Wiridan Angawaruhi
January 14
12:43 2011

Tanbihun.com – Sudah manjadi kelaziman sehabis sholat fardlu selalu diiringi dengan zikir yang biasanya disebut dengan wiridan, wiridan secara berjamaah atau wiridan sendiri-sneiri. Wiridan berjamaah secara rame-rame yang dipimpin imam, dan itu menjadi ciri dari kalangan santri NU. sedang kalau sehabis sholat tidak ada wiridan berjamaah, itu biasanya dari kalangan diluar NU. Wiridan bisa aja yang pendek ada juga yang panjang . Kalau ditanya pasti banyak jawaban kenapa orang itu wiridan secara berjamaah rame-rame dengan suara keras, kenapa ada yang wiridan secara sendiri-sendiri tanpa terdengar suaranya , dan tentu ada juga yang tidak wiridan bar salam langsung lari, semuanya punya argument.

Dari cara wiridan ini biasanya kita bisa tahu, dari mana jamaah ini berasal. Menariknya lagi dengan mengikuti cara wiridan kita bisa tahu hubungan ataupun keterkaitan jamaah di tempat itu dengan daerah-daerah lain. Karna pola wiridan itu punya spesifikasi tertentu. Jadi kalau sampean ikut shoalt berjamaah di suatu tempat yang disitu ada wiridanya, sebaiknya ikuti sampai selesai, nanti sampean akan bisa mengerti dan bisa melihat hubunganya dengan daerah lainya.

Di tarjumah juga punya pola wiridan tertentu, salah satu yang paling membedakan adalah, di dalam wiridanya, ada wirid khusus yaitu “angawaruhi atiningsung” . sejak dulu saya tidak pernah bertanya kenapa dalam wiridan tarjumah ada “angawaruhi……………”. Biasanya wiridan itu semuanya dalam bahasa arab, berisi pujian, sholawat dan do’a, dan dzikir khusus lainya. Sejak dulu belum ada yang protes atau bertanya, kenapa wiridan di tarjumah pake angawaruhi, wiridan kok pake bahasa jawa. Boleh apa tidak ya?

Tadinya dalam tulisan ini saya mau protes dan bertanya, ternyata dengan menulis artikel ini, pertanyaan saya tersebut sudah terjawab- subhanallah (tapi menurut saya – tidak tahu kalau menurut yang lain). Menurut saya wiridan seperti yang sudah berlaku di tarjumah dengan meng-insert “angawaruhi” ya boleh saja, dasarnya logika sederhana , lha wong habis sholat langsung ceramah/kultum saja boleh dan tidak ada yang protes hukumnya. Ikhwan-ikhwan yang pinter dalil bahasa arab, dan punya koleksi dalil2 , mungkin bisa memperkaya tulisan ini, agar nanti siapa tahu suatu saat ada yang bertanya, kenapa begini (kenapa wiridan sholat di tarjumah kok pake angawaruhi? ), tanbihun-com sudah punya jawabanya.

Jika di suatu masjid atau musolla, atau langgar, nan jauh di suatu tempat yang belum pernah kita kunjungin, Disana terdengar Wiridan “angawaruhi” , tanpa nanya-nanya, sudah pasti jamaah tersebut orang tarjumah rifaiyah. Ternyata dengan cara Wiridan kita tahu siapa anda.(zid)

Oleh : Zaenal Asikin

Tags
Share

About Author

admin

admin

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Related Articles

Hubungi Kami:

Admin1:
Admin2:
Admin3:
Admin4:
Admin5:
Admin6:

Home Office :
Jl.Napak Tilas No.2 Cepokomulyo Gemuh
Kendal Jawa Tengah 51356
Email: admin@tanbihun.com
Phone: +62 85781738844

Who's Online

51 visitors online now
Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site