4:46 pm - Thursday July 17, 2014

Wiridan Angawaruhi

Friday, 14 January 2011 12:43 | Kajian Online | 6 Comments | Read 1054 Times

Tanbihun.com – Sudah manjadi kelaziman sehabis sholat fardlu selalu diiringi dengan zikir yang biasanya disebut dengan wiridan, wiridan secara berjamaah atau wiridan sendiri-sneiri. Wiridan berjamaah secara rame-rame yang dipimpin imam, dan itu menjadi ciri dari kalangan santri NU. sedang kalau sehabis sholat tidak ada wiridan berjamaah, itu biasanya dari kalangan diluar NU. Wiridan bisa aja yang pendek ada juga yang panjang . Kalau ditanya pasti banyak jawaban kenapa orang itu wiridan secara berjamaah rame-rame dengan suara keras, kenapa ada yang wiridan secara sendiri-sendiri tanpa terdengar suaranya , dan tentu ada juga yang tidak wiridan bar salam langsung lari, semuanya punya argument.

Dari cara wiridan ini biasanya kita bisa tahu, dari mana jamaah ini berasal. Menariknya lagi dengan mengikuti cara wiridan kita bisa tahu hubungan ataupun keterkaitan jamaah di tempat itu dengan daerah-daerah lain. Karna pola wiridan itu punya spesifikasi tertentu. Jadi kalau sampean ikut shoalt berjamaah di suatu tempat yang disitu ada wiridanya, sebaiknya ikuti sampai selesai, nanti sampean akan bisa mengerti dan bisa melihat hubunganya dengan daerah lainya.

Di tarjumah juga punya pola wiridan tertentu, salah satu yang paling membedakan adalah, di dalam wiridanya, ada wirid khusus yaitu “angawaruhi atiningsung” . sejak dulu saya tidak pernah bertanya kenapa dalam wiridan tarjumah ada “angawaruhi……………”. Biasanya wiridan itu semuanya dalam bahasa arab, berisi pujian, sholawat dan do’a, dan dzikir khusus lainya. Sejak dulu belum ada yang protes atau bertanya, kenapa wiridan di tarjumah pake angawaruhi, wiridan kok pake bahasa jawa. Boleh apa tidak ya?

Tadinya dalam tulisan ini saya mau protes dan bertanya, ternyata dengan menulis artikel ini, pertanyaan saya tersebut sudah terjawab- subhanallah (tapi menurut saya – tidak tahu kalau menurut yang lain). Menurut saya wiridan seperti yang sudah berlaku di tarjumah dengan meng-insert “angawaruhi” ya boleh saja, dasarnya logika sederhana , lha wong habis sholat langsung ceramah/kultum saja boleh dan tidak ada yang protes hukumnya. Ikhwan-ikhwan yang pinter dalil bahasa arab, dan punya koleksi dalil2 , mungkin bisa memperkaya tulisan ini, agar nanti siapa tahu suatu saat ada yang bertanya, kenapa begini (kenapa wiridan sholat di tarjumah kok pake angawaruhi? ), tanbihun-com sudah punya jawabanya.

Jika di suatu masjid atau musolla, atau langgar, nan jauh di suatu tempat yang belum pernah kita kunjungin, Disana terdengar Wiridan “angawaruhi” , tanpa nanya-nanya, sudah pasti jamaah tersebut orang tarjumah rifaiyah. Ternyata dengan cara Wiridan kita tahu siapa anda.(zid)

Oleh : Zaenal Asikin

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

wiridan

Anda mungkin juga menyukaiclose