TANBIHUN ONLINE

Wiridan Angawaruhi

 Breaking News
  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Tanbihun.com- Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan...
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Tanbihun.com- “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri...
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com- Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa...
  • Petunjuk Nabi saw Tentang Konflik Yaman (antara hijrah dan iqomah) Tanbihun.com- al iimaanu Yamaanun wal hikmatu Yamaniyyatun, Yaman adalah poros dan gambaran kuatnya iman dan hikmah.. Hingga Nabi saw pun menegaskannya Ditengah konflik perang “saudara seislam”, banyak ijtihad ulama dalam...
  • Kartini apa ‘Aisyah? Tanbihun.com- Jika Kartini dianggap mendobrak kejumudan berpikir wanita, Aisyah yg jauh-jauh hari melawan mainstream Jahiliah yang mendiskreditkan wanita. sampai beliau mengatakan: وقالت عائشة نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء...
January 14
12:43 2011

Tanbihun.com – Sudah manjadi kelaziman sehabis sholat fardlu selalu diiringi dengan zikir yang biasanya disebut dengan wiridan, wiridan secara berjamaah atau wiridan sendiri-sneiri. Wiridan berjamaah secara rame-rame yang dipimpin imam, dan itu menjadi ciri dari kalangan santri NU. sedang kalau sehabis sholat tidak ada wiridan berjamaah, itu biasanya dari kalangan diluar NU. Wiridan bisa aja yang pendek ada juga yang panjang . Kalau ditanya pasti banyak jawaban kenapa orang itu wiridan secara berjamaah rame-rame dengan suara keras, kenapa ada yang wiridan secara sendiri-sendiri tanpa terdengar suaranya , dan tentu ada juga yang tidak wiridan bar salam langsung lari, semuanya punya argument.

Dari cara wiridan ini biasanya kita bisa tahu, dari mana jamaah ini berasal. Menariknya lagi dengan mengikuti cara wiridan kita bisa tahu hubungan ataupun keterkaitan jamaah di tempat itu dengan daerah-daerah lain. Karna pola wiridan itu punya spesifikasi tertentu. Jadi kalau sampean ikut shoalt berjamaah di suatu tempat yang disitu ada wiridanya, sebaiknya ikuti sampai selesai, nanti sampean akan bisa mengerti dan bisa melihat hubunganya dengan daerah lainya.

Di tarjumah juga punya pola wiridan tertentu, salah satu yang paling membedakan adalah, di dalam wiridanya, ada wirid khusus yaitu “angawaruhi atiningsung” . sejak dulu saya tidak pernah bertanya kenapa dalam wiridan tarjumah ada “angawaruhi……………”. Biasanya wiridan itu semuanya dalam bahasa arab, berisi pujian, sholawat dan do’a, dan dzikir khusus lainya. Sejak dulu belum ada yang protes atau bertanya, kenapa wiridan di tarjumah pake angawaruhi, wiridan kok pake bahasa jawa. Boleh apa tidak ya?

Tadinya dalam tulisan ini saya mau protes dan bertanya, ternyata dengan menulis artikel ini, pertanyaan saya tersebut sudah terjawab- subhanallah (tapi menurut saya – tidak tahu kalau menurut yang lain). Menurut saya wiridan seperti yang sudah berlaku di tarjumah dengan meng-insert “angawaruhi” ya boleh saja, dasarnya logika sederhana , lha wong habis sholat langsung ceramah/kultum saja boleh dan tidak ada yang protes hukumnya. Ikhwan-ikhwan yang pinter dalil bahasa arab, dan punya koleksi dalil2 , mungkin bisa memperkaya tulisan ini, agar nanti siapa tahu suatu saat ada yang bertanya, kenapa begini (kenapa wiridan sholat di tarjumah kok pake angawaruhi? ), tanbihun-com sudah punya jawabanya.

Jika di suatu masjid atau musolla, atau langgar, nan jauh di suatu tempat yang belum pernah kita kunjungin, Disana terdengar Wiridan “angawaruhi” , tanpa nanya-nanya, sudah pasti jamaah tersebut orang tarjumah rifaiyah. Ternyata dengan cara Wiridan kita tahu siapa anda.(zid)

Oleh : Zaenal Asikin

Tags
Share

Artikel Terkait

6 Comments

  1. ibn khasbullah
    ibn khasbullah January 14, 16:30

    Karena pengunjung situs ini belum tentu semuanya jama’ah Rifa’iyah, maka harus dijelaskan dulu yang dimaksud dengan DZIKIR ANGAWERUHI. Angaweruhi dalam bahasa Indonesia artinya: MENGETAHUI/ MEYAKINI, yakni mengetahui dan memahami makna dan kandungan SYAHADATAIN sebagaimana pernyataan Imam Ad- Dasuki dalam Ummul Barohin: “Ai- a’tarifu I’tiroofan qolbiyyan ‘an yaqiinin”
    (Arti Asyhadu adalah: Aku mengetahui (angaweruhi) dengan pemahaman Qolbu yang disertai keyaqinan).

    Dzikir pakai bahasa Jawa ini biasa dilakukan setelah “DZIKIR NAHDLIYYIN”, yakni: Istighfar- Allohumma antas Salam- Subhanalloh 33x …dst…dst…dst. Dengan suara agak keras.

    Adapun kandungan DZIKIR ANGAWERUHI ini adalah:

    1. Tajdiidus Syahadatain/ memperbaharui Syahadatain, sebagaimana perintah Rasul:” Jaddiduu iimaanakum biqouli Laa ilaaha Illalloh”= Perbaharuilah senantiasa iman kalian dengan mengucapkan Laa ilaaha Illalloh”.
    2. Pelajaran Aqidah/ Tauhid secara terus menerus dan kontinyu yang meliputi:

    Rukun Iman/ Islam- Syarat Sah Iman- Yang membatalkan Iman- Kewajiban setiap mengamalkan Syari’at- Thoriqot- Haqiqot/ Iman- Islam Ihsan secara simultans. Dll.

    Berdasarkan Qur’an Terjemah Depag dalam menafisiri Surat Ibrohim 24 dan Surat Al- Fathir dalam Foot note no 786 dan 1250 menyatakan:

    “Allah membuat perumpamaan “Kalimah Thoyyibah” itu bagaikan sebatang pohon yang bagus, akarnya menghunjam dalam….”.

    (786)- Termasuk dalam Kalimah Yang Baik ialah Kalimat Tauhid, dan segala ucapan yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran…….

    Surat Al- Fathir 10: “ Kepada Allah lah naik segala Kalimat Yang Baik…..”

    (1250)- Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa perkataan yang baik itu ialah Kalimat Tauhid yaitu: Laa Ilaaha Illalloh – , dan ada pula yang menyatakan semua perkataan yang baik yang diucapkan karena Allah.

    Imam Nawawi dalam Muqoddimah Al- Adzkarnya menyatakan bahwa: Dzikir itu tidak hanya sekedar do’a tapi meliputi segala amaliayah yang dilakukan karena mengingat Allah…

    Demikian juga Syekh Hasan Al- Bana menerangkan yang demikian itu dalam MA’TSUUROT nya.

    Jadi Dzikir ANGAWERUHI ini dilakukan oleh jama’ah Rifa’iyah sebagai bentuk Continuous Training, sebagai bentuk “Ta’lim Berkelanjutan” tentang Syahadat dan Aqidah seorang Muslim, dan ini termasuk bagian Kalimah Thoyyibah yang insya Allah pahalanya akan naik dan diterima Allah Swt. Kemudian setelah itu semua dzikir ditutup dengan DO’A JAMA’I yang juga biasa dilakukan oleh kaum Nahdliyyin….…( monggo dipun terasaken).

    Reply to this comment
  2. maman
    maman January 16, 09:39

    mungkin itu salah satu alasan, kalau kita mertamu ke tempat orang lain, dan disana diminta untuk menjadi Imam sholat, etikanya kita menolaknya dan cukup jadi makmum saja, karna mungkin siapa tahu tatacara wirid after sholatnya tidak seperti yang kita amalkan, kan nannti makmum yg lain bingung. kalau di tempat yang sehabis sholat gak diikuti wiridan berjamaah, lebih gampang tentunya……

    Reply to this comment
  3. AMRI Sapugarut
    AMRI Sapugarut January 16, 12:05

    ‘Tan tentu wirid zikir ing ALLAH luhur ‘Iku ngucap laa ilaaha illALLAH tinutur ‘Balik akeh warnane zikir ing ALLAH jujur ‘Lamun wong zikir ing ALLAH boso arab masyur Ora paham anging boso jawi rinetenan ‘Moko boso jawi luwih kahutaman ‘Malah wajib lamun tentu kenyataan ‘Dadi eling maring ALLAH pangeran.. (Abyan_Alhawaij, Syaikh H.Ahmad Rifai)

    Reply to this comment
  4. bejo
    bejo January 24, 17:06

    wis suwe dak denger wiridan seperti itu, masih ada ya kang wiridan angaweruhi itu ya…. kangen meh ngikut wiridan

    Reply to this comment

Write a Comment

Latest Comments

Melu nimbrung... amber Olih tambah ilmu ...

Assalamu'alaikum W W Kepada Admin Yth. ini sangat bagus sekali karena masyarakat luas bisa menikmati hasil karya...

maaf izin share, terima kasih :) ...