Tanbihun Online

Kriteria Menjadi Mukmin Sejati

Kriteria Menjadi Mukmin Sejati

Kriteria Menjadi Mukmin Sejati
April 11
15:43 2013

stop-maksiatOLEH : Abi Azka Ar Rifa’i

Tanbihun.com-Menjadi mukmin sejati adalah dambaan setiap muslim, hanya saja Allah Swt telah memberikan kriteria-kriteria khusus yang harus dimiliki sehingga seseorang mendapat predikat mukminuuna haqqon dari Allah jalla wa ‘ala. Dalam surat Al-Anfal Allah berfirman:

{ إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ (2) الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلاةَ وَمِمَّا رَزَقْنَاهُمْ يُنْفِقُونَ (3) أُولَئِكَ هُمُ الْمُؤْمِنُونَ حَقًّا لَهُمْ دَرَجَاتٌ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ (4) }

2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.

3. (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menafkahkan sebagian dari rezki yang Kami berikan kepada mereka.

4. Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. mereka akan memperoleh beberapa derajat ketinggian di sisi Tuhannya dan ampunan serta rezki (nikmat) yang mulia.

Al Baghowiy dalam tafsirnya mengemukakan bahwa seseorang tidak berhak mengklaim bahwa dirinya adalah seorang mukmin sejati, sebab Allah Aza Wa jalla telah menshifati dengan ayat ini kaum tertentu dengan sifat-sifat tertentu pula. Ibnu Abi Najih berkata, jika anda ditanya apakah anda seorang yang beriman?, maka jawablah jika yang dimaksud itu adalah beriman kepada Allah, beriman kepada para malaikat, beriman kepada kitab-kitab Allah, beriman kepada para rasul, beriman kepada hari kiamat dan beriman kepada qadha dan qadar, maka saya telah beriman. Namun jika yang dimaksud dalam pertanyaan adalah beriman sesuai dengan firman Allah, innamal mukminuuna idzaa dzukirallohu wajilat quluubuhum…maka jawablah saya tidak tahu apakah saya orang yang beriman atau tidak.(Al Baghowiy, 3/327)

Al Maraghi mengatakan bahwa seorang mukmin sejati yang imannya murni yaitu mereka yang dalam dirinya terkumpul lima perkara yaitu :

1. Apabila disebut nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Imam Al-Qurthubi menyatakan bahwa hal ini adalah keadaan para ahli makrifat kepada Allah dan orang-orang yang takut akan adzabnya (Al-Qurthubi,1/2273). Keadaan semacam ini hanya terjadi karena sempurnanya makrifat dan kuatnya keyakinan kepada Allah Swt. Orang yang sempurna makrifatnya, dia seolah-olah dapat melihat Allah dengan kejernihan hatinya, sehingga ketika nama Allah disebut rasa rindu dan cintanya membuat hatinya bergetar hebat. Mahabbah yang bercampur dengan khouf akan berbuahkan rasa kepatuhan dan keinginan untuk melaksanakan apa yang dititahkan olehNya dan takut jika yang dicintainya murka sebab durhakanya. Sehingga air matapun berlinang terurai mengiringi bibirnya yang bertalu-talu menyebut asmaNya.

Tidak seperti yang dilakukan oleh sebagian orang-orang bodoh dan para pembuat bid’ah, lanjut Al Qurthubi dalam al jami’ li ahkamil qur’an, yang dalam berdzikir mereka seperti orang ketakutan dan meraung-raung layaknya khimar. Maka dikatakan kepada mereka yang menjalankan hal itu dan menyangka bahwa itu adalah wujdu (ketertarikan hati kepada Allah) dan khusyu’, anda belum sampai untuk menyamai keadaan rasulullah dan sahabat dalam makrifat, khauf dan mengagungkan Allah Swt, bersamaan dengan itu tingkah mereka ketika memberikan nasehat adalah memahamkan tentang Allah dan menangis karena takut kepadaNya (Al_qurthubi,1/2273).

2. Apabila dibacakan ayat-ayat Allah maka  bertambahlah iman mereka. Mustafa Al-Maraghi dalam tafsirnya menjelaskan , ketika dibacakan ayat-ayat Allah yang diturunkan kepada NabiNya Saw, maka bertambahlah keyakinan dalam imannya, dan bertambah kuat ketenangannya serta bertambah gesitnya dalam mengerjakan amal sholih (Al-Maraghi,1/1997). Iman terus bertambah akan sampai kepada maqom thuma’ninah (ketenangan). Inilah yang di raih oleh Ibrahim As ketika ditanya oleh Allah  أَ وَلَمْ تُؤْمِنْ ؟ قالَ بَلى وَلكِنْ لِيَطْمَئِنَّ قَلْبِي(apakah kamu tidak beriman? Ibarahim menjawab, tidak tapi untuk menentramkan hatiku).

3. dan hanya kepada Allah mereka bertawakkal, maknanya adalah sesungguhnya mereka hanya bertawakkal kepada Tuhannya semata dan tidak menyerahkan segala urusannya kepada selain Allah. Siapapun yang yakin bahwa Allah yang mengatur urusannya dan urusan alam raya ini, maka tidak atut baginya untuk bertawakkal kepada selain Allah. (Al-Maraghi, 1/1997).

4. dan orang-orang yang mendirikan sholat, maksudnya adalah mereka yang menjaga sholatnya dengan benar, sesuai dengan syarat dan rukunnya.

5. Dan terhadap sebagian hartanya mereka menginfakkan, orang yang beriman akan gemar berderma. Imam Nawawi dalam syarah arbain nawawinya mengatakan bahwa shodaqoh adalah bukti keimanan. Dan shodaqoh serta infak inilah yang membedakan antara orang mukmin dan munafik dan infak atau shodaqoh yang paling utama adalah menginfakkan sesuatu yang kita sendiri masih membutuhkannya.

About Author

Rifai Ahmad

Rifai Ahmad

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

Related Articles

Hubungi Kami:

Admin1:
Admin2:
Admin3:
Admin4:
Admin5:
Admin6:

Home Office :
Jl.Napak Tilas No.2 Cepokomulyo Gemuh
Kendal Jawa Tengah 51356
Email: admin@tanbihun.com
Phone: +62 85781738844

Who's Online

78 visitors online now
Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site