Friday 3 September 2010
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa, Semoga Ibadah Syiam Kita Diterima Oleh Allah SWT. amin ya Robbal 'Alamiin

Syarat-Rukun Jual beli

Sahabat-sahabat yang berkenan ikut mengkaji kitab Tasyrihatal Muhtaj atau yang familiar disebut kitab be’ silahkan langsung posting di form commentar. Diawali dengan translite ke bahasa Indonesia, dilanjutkan dengan penjelasan.

Syukur-syukur di kasih maroji’ kitab-kitab arabnya. Semoga ini bisa menjadi langkah awal yang baik buat kemajuan khazanah ilmu kita, terutama ilmu tentang jual-beli dan mu’amalah.

Silahkan yang mau usul juga boleh………

Nanti Insya Alloh kalau sudah kumpul, akan kami tulis ulang sesuai bab-babnya.

br,

redaksi tanbihun.com

4 [Desktop Resolution] halaman 5

Incoming search terms:

Share and Enjoy:
  • Facebook
  • Twitter
  • Google Bookmarks
  • Technorati


Artikel selanjutnya

Masukkan email disini, untuk mendapatkan artike gratis:

Delivered by FeedBurner

Reader Feedback

14 Responses to “Syarat-Rukun Jual beli”

  1. maman says:

    inilah kitab tarajumah agama Islam
    jadi pegangan bagi kaum awam
    mengajarkan ilmu syara’ lekas difaham
    hasil memilih yang halal ninggal yang harom

    bermula dari rukun-nya bai’ perhatikan
    ada empat perkara, yang pertama
    orang yang menjual (penjual) pada sesuatu barang
    yang kedua orang yang membeli (pembeli) dengan sengaja.

    ketiga barang yg dijual benar memilikinya
    ke-empat adanya akad ijab qobulnya
    kesemunya itu ada syarat yang menyertainya
    maka itulah pahami penjelasannya

    [Reply]

  2. ibn khasbullah says:

    Kang maman, bagus terjemahannya. Teruskan kang agar rampung SYARAT SAH IJAB DAN QOBUL JUAL BELI nya.

    [Reply]

  3. ibn khasbullah says:

    Oh- ya.. tiap bait agar diberi nomor. Agar nanti kalau akan diberi dalil, akan menjadi mudah.
    Contoh; (Bait) 5: Qolyubi wa Umairoh III/ shohifah……..

    [Reply]

  4. Joko Mbeling says:

    terjemahan model gini kok aku susah mahamin ya…gimana klo kang maman terjemahin dg metode tafsiri…biar gampang dicerna.matur nuwun

    [Reply]

  5. maman says:

    jangan hanya komentar donk…. ayo ikut share,
    terjemahan bisa dalam berbagai fersi, saya coba terjemahin nadhomnya dulu, dan itu yg susah, karna disitu ada muatan sastranya. itu juga harus di ungkapkan. agar yg lain jg bisa menikmati dzauq or taste kitab tarajumah.
    klo terjemahin secara bebas mungkin lbh gampang ya. mungkin kalo terkemajan tafsirinya, kang ibn khasbullah yang ustz lebih mumpuni.
    tapi mungkin masing2 kita yang pernah diajarin ngaji kitab ireng, lafal makno sampai yang lbh advance, bisa menerjemahkan kok.
    ayo kit amulai ya….

    [Reply]

  6. asep says:

    nuwun sewu….nderek urun dua baris…mungkin bisa jadi penjelas atau malah jadi pembingung.

    Inilah kitab terjemahan (tentang ajaran) agama Islam
    (kitab ini, ditulis) untuk pegangan orang awam
    (Kitab ini juga) untuk mengetahui hukum syariat (agar orang awam) cepat paham
    Supaya (orang awam) berhasil dalam memilih yang halal dan meninggalkan yang haram.

    [Reply]

  7. maman says:

    utawi sarat sah bagi yang berjualan
    dan juga pembeli ada dua perkaran
    pertama baligh tidak sah yang masih kekanakan
    kedua Aqil tidak sah yang aqalnya kerusakan
    sebab gila atau ayan (epilepsi)keadaanya
    atau mabok, maka tidak sah …(tinemune)
    orang yang jual dan orang yang membelinya
    atas sesuatu hak milik…..(wicarane)

    to be contineu…..

    [Reply]

  8. maman says:

    Syarat sah barang yang di jual
    Ada lima perkara, yang pertama
    Barangnya (object yang di jual) harus suci dan (bila ) terkena najis
    (barang tersebut) Bisa dibersihkan sampai menjadi suci

    Tidak sah jualan barang yang hukumnya najis
    Dan barang terkena najis yang tidak bisa disucikan
    Kedua (barang tersebut) harus mempunyai manfaat secara syar’i
    Tidak sah jualan (sesuatu ) yang tidak memiliki manfaat. (syar’i)

    Seperti jualan semut
    Dan (juga) binatang buas yang mendatangkan kamedlaratan
    Dan jualan alat-alat lahan (seperti ) gamelan /alat musik

    Walaupun rongsokan (alat lahan tersebut) ada nilainya
    (Tetap saja) tidak sah jualan gamelan karena harom
    Ketiga mampu menyerahkan barang yang dijual
    Kepada pembeli, maka tidak sah
    Jualan seperti burung yang masih terbang di angkasa
    Dan juga seperti jualan sesuatu yang tidak mampu
    Diserahkan miliknya kepada pembeli
    Hingga tidak ada hasil maksud (jual beli itu)

    Keempat sudah menjadi hak milik tetap
    Tidak sah jualan (barang) yang belum dimiliki secara pasti
    Seperti oaring akad membeli barang yang belum diterima
    Dan (akad) sejenisnya maka perhatikan

    sambil nnt di haluskan bahasanya ya
    insya Allah lama2 nerjemahinya akan semakin lancar
    ayo di coba….

    [Reply]

  9. asep says:

    terjemahannya MANTAAAAAAAP,…LANJUTKAAAAANNNN MAS…

    [Reply]

  10. maman says:

    Yang kelima harus jelas wujud barang nya
    (atas)keadaan sesuatu barang yang dijual
    Tidak sah jualan barang yang tersembunyi (majhul)wujudnya
    Inilah yang lima sudah tuntas penjelasanya

    [Reply]

  11. maman says:

    Utawi sarat sah akad ijab kobulan
    Yaitu ada lima perkara, dan yang pertama
    Tidak ada antara keduanya (ijab qobul) terpisahkan
    (dengan)Pembicaraan yang tidak ada kaitanya dengan keduanya
    Tidak sah (juga) diam yang cukup lama (diantara ijab dan qobul)

    Ataupun tersisipi dengan pembicaraan lain
    Tetapi tidak apa-apa (tetap sah)kalaupun tersisipi
    Sedikit pembicaraan yang membawa muslihat/menguatkan (terhadap akad tersebut)
    Kedua adanya sepakat ijab

    Dan qobul, membicarakan harga (menyepakati harga)
    (dan) sistim pembayaran, misalnya secara kontan atau tempo
    Tidak sah (suloyo)……tobe continue..

    [Reply]

  12. maman says:

    Tidak sah orang yang jualan mengingkarinya
    (Atas) akad harga dan akad jatuh tempo pembayaranya

    Yang ketiga tidak boleh adanya taklik (akad bersyarat) digantung
    Dengan (waktu) datangnya bulan yang di tentukan
    Dan (juga taklek )sejenisnya, hal yang demikian akadnya tidak sah
    Yang ke-empat (yang melakukan akad) harus sudah mukalaf, maka tidak sah akad

    Ijab qobulnya anak-anak dan (juga) orang gila
    Dan demikian juga tidak sah hukumnya
    Ijab qobulnya orang yang di paksa
    Dan ada persaratkan lagi (tambahan)

    (yang menerima akad) Qobulnya harus orang islam
    Untuk akad jual beli budak Islam
    (bila dijual)Kepada orang kafir sebagai pembeli yang akan memilikinya
    Maka itu ketahuilah wadlo’nya sara’ panggeran

    Yang kelima tidak ada wewangenan
    (saya gak ngerti arti wewangenan, saya nanya, apa arti wewangenan)
    Jd yg ada kata wewangenan saya belum bisa terjemahkan.
    yg ngerti di terjemahin ya.- tks)

    Penjelasan akad bagi penjual dengan ucapan benar (ijab)
    “(barang) ini milikku saya jual kepada kamu
    Sedirham harganya – (sebagai contoh ucapan akad )
    Kemudian (barang) ini saya milikkan kepadamu “
    Atau “ milikku (ini) segini harganya
    Saya tukarkan kepadamu (dengan harga) sedirham
    Itulah setengah dari contoh akad orang jualan
    (Dan) inilah contoh akad orang yang menerima jualan – (qobul sebagai pembeli)

    [Reply]

  13. maman says:

    kang yazid
    alhamdulillah dah rampung tuh 2 halaman yag ada di ats. selanjutnya mohon dibuat satu wall khusus saja, dengan content “mengalih bahsakan kitab tarajumah” (sekedar usul) agar mudah mencarinya.
    mungkin kalo ada ikhwan2 yang mau dan berkenan menghaluskan bahasanya, or nambahin maksudnya, agar lebih mudah difahami.
    kita bareng- share sekalian mendalaminya.
    maturnuwun semuanya ya

    [Reply]

  14. guruh says:

    mana nih terjemahannya

    [Reply]

Leave a Reply