Syarat-Rukun Jual beli | Media Dakwah Rifaiyah

Syarat-Rukun Jual beli

Oktober 26th 2009 | Posted by admin

Sahabat-sahabat yang berkenan ikut mengkaji kitab Tasyrihatal Muhtaj atau yang familiar disebut kitab be’ silahkan langsung posting di form commentar. Diawali dengan translite ke bahasa Indonesia, dilanjutkan dengan penjelasan.

Syukur-syukur di kasih maroji’ kitab-kitab arabnya. Semoga ini bisa menjadi langkah awal yang baik buat kemajuan khazanah ilmu kita, terutama ilmu tentang jual-beli dan mu’amalah.

Silahkan yang mau usul juga boleh………

Nanti Insya Alloh kalau sudah kumpul, akan kami tulis ulang sesuai bab-babnya.

br,

redaksi tanbihun.com

4 [Desktop Resolution] halaman 5

Artikel Terkait

Syarihul Iman : Syaratnya Iman Itu Pasrah dan Tunduk

Ini tulisan lanjutan dari translite kitab syarihul iman bagian iftitah, yang belum membaca dari awal silahkan klik disini Syarihul Iman : Iftitah Adapun orang mukmin yang tidak melakukan maksiat dosa besar dan kadang bebuat dosa kecil dan tidak melanggengkannya. Dia mati tetapi sebelum melakukan tobat, maka boleh saja Allah menyiksanya [...]

SHALATLAH KAMU SEBELUM KAMU DISHALATI

Oleh    : Ahmad Rifa'i " Pembeda antara orang mukmin dan orang kafir adalah Shalat " H.R Bukhori Cuplikan hadits diatas seolah menegaskan kepada kita bahwa orang yang meninggalkan shalat adalah KAFIR, pendapat ini dikemukakan oleh para sahabat utama diantaranya adalah Syayyidina Umar bin khottob, Abu Hurairoh, Ibnu Mas'ud [...]

Syarat-Rukun Jual beli : Sesi 2

silahkan dilanjutkan untuk translite bahasa indonesianya. Semoga Alloh Memberikan kemudahan dalam menuangkan maksud hati kita, رب اشرح لى صدرى ويسر لى امرى واحلل عقدة من لسانى يفقهوا [...]

Syarihul Iman : Iftitah

[1]Peringatan inilah kitab yang bernama Syarikhul Iman. Kitab terjemah Bahasa Jawa oleh KH. Ahmad Rifa'I ibn Muhammad, bermadzahab Syafii, dan thariqahnya Ahlussunah. A'laam wabillahi taufiq. Bismillahirrahmaanirrahiim Bab, inilah bab di dalam menerangkan Iman dan Islam. Iman itu berarti mempercayai kepada segala hal yang datangnya dari [...]

14 Responses to “Syarat-Rukun Jual beli”

commenter

inilah kitab tarajumah agama Islam
jadi pegangan bagi kaum awam
mengajarkan ilmu syara’ lekas difaham
hasil memilih yang halal ninggal yang harom

bermula dari rukun-nya bai’ perhatikan
ada empat perkara, yang pertama
orang yang menjual (penjual) pada sesuatu barang
yang kedua orang yang membeli (pembeli) dengan sengaja.

ketiga barang yg dijual benar memilikinya
ke-empat adanya akad ijab qobulnya
kesemunya itu ada syarat yang menyertainya
maka itulah pahami penjelasannya

[Balas]

ibn khasbullah | Oktober 27th, 2009 at 16:20
commenter

Kang maman, bagus terjemahannya. Teruskan kang agar rampung SYARAT SAH IJAB DAN QOBUL JUAL BELI nya.

[Balas]

ibn khasbullah | Oktober 27th, 2009 at 16:32
commenter

Oh- ya.. tiap bait agar diberi nomor. Agar nanti kalau akan diberi dalil, akan menjadi mudah.
Contoh; (Bait) 5: Qolyubi wa Umairoh III/ shohifah……..

[Balas]

commenter

terjemahan model gini kok aku susah mahamin ya…gimana klo kang maman terjemahin dg metode tafsiri…biar gampang dicerna.matur nuwun

[Balas]

commenter

jangan hanya komentar donk…. ayo ikut share,
terjemahan bisa dalam berbagai fersi, saya coba terjemahin nadhomnya dulu, dan itu yg susah, karna disitu ada muatan sastranya. itu juga harus di ungkapkan. agar yg lain jg bisa menikmati dzauq or taste kitab tarajumah.
klo terjemahin secara bebas mungkin lbh gampang ya. mungkin kalo terkemajan tafsirinya, kang ibn khasbullah yang ustz lebih mumpuni.
tapi mungkin masing2 kita yang pernah diajarin ngaji kitab ireng, lafal makno sampai yang lbh advance, bisa menerjemahkan kok.
ayo kit amulai ya….

[Balas]

commenter

nuwun sewu….nderek urun dua baris…mungkin bisa jadi penjelas atau malah jadi pembingung.

Inilah kitab terjemahan (tentang ajaran) agama Islam
(kitab ini, ditulis) untuk pegangan orang awam
(Kitab ini juga) untuk mengetahui hukum syariat (agar orang awam) cepat paham
Supaya (orang awam) berhasil dalam memilih yang halal dan meninggalkan yang haram.

[Balas]

commenter

utawi sarat sah bagi yang berjualan
dan juga pembeli ada dua perkaran
pertama baligh tidak sah yang masih kekanakan
kedua Aqil tidak sah yang aqalnya kerusakan
sebab gila atau ayan (epilepsi)keadaanya
atau mabok, maka tidak sah …(tinemune)
orang yang jual dan orang yang membelinya
atas sesuatu hak milik…..(wicarane)

to be contineu…..

[Balas]

commenter

Syarat sah barang yang di jual
Ada lima perkara, yang pertama
Barangnya (object yang di jual) harus suci dan (bila ) terkena najis
(barang tersebut) Bisa dibersihkan sampai menjadi suci

Tidak sah jualan barang yang hukumnya najis
Dan barang terkena najis yang tidak bisa disucikan
Kedua (barang tersebut) harus mempunyai manfaat secara syar’i
Tidak sah jualan (sesuatu ) yang tidak memiliki manfaat. (syar’i)

Seperti jualan semut
Dan (juga) binatang buas yang mendatangkan kamedlaratan
Dan jualan alat-alat lahan (seperti ) gamelan /alat musik

Walaupun rongsokan (alat lahan tersebut) ada nilainya
(Tetap saja) tidak sah jualan gamelan karena harom
Ketiga mampu menyerahkan barang yang dijual
Kepada pembeli, maka tidak sah
Jualan seperti burung yang masih terbang di angkasa
Dan juga seperti jualan sesuatu yang tidak mampu
Diserahkan miliknya kepada pembeli
Hingga tidak ada hasil maksud (jual beli itu)

Keempat sudah menjadi hak milik tetap
Tidak sah jualan (barang) yang belum dimiliki secara pasti
Seperti oaring akad membeli barang yang belum diterima
Dan (akad) sejenisnya maka perhatikan

sambil nnt di haluskan bahasanya ya
insya Allah lama2 nerjemahinya akan semakin lancar
ayo di coba….

[Balas]

commenter

terjemahannya MANTAAAAAAAP,…LANJUTKAAAAANNNN MAS…

[Balas]

commenter

Yang kelima harus jelas wujud barang nya
(atas)keadaan sesuatu barang yang dijual
Tidak sah jualan barang yang tersembunyi (majhul)wujudnya
Inilah yang lima sudah tuntas penjelasanya

[Balas]

commenter

Utawi sarat sah akad ijab kobulan
Yaitu ada lima perkara, dan yang pertama
Tidak ada antara keduanya (ijab qobul) terpisahkan
(dengan)Pembicaraan yang tidak ada kaitanya dengan keduanya
Tidak sah (juga) diam yang cukup lama (diantara ijab dan qobul)

Ataupun tersisipi dengan pembicaraan lain
Tetapi tidak apa-apa (tetap sah)kalaupun tersisipi
Sedikit pembicaraan yang membawa muslihat/menguatkan (terhadap akad tersebut)
Kedua adanya sepakat ijab

Dan qobul, membicarakan harga (menyepakati harga)
(dan) sistim pembayaran, misalnya secara kontan atau tempo
Tidak sah (suloyo)……tobe continue..

[Balas]

commenter

Tidak sah orang yang jualan mengingkarinya
(Atas) akad harga dan akad jatuh tempo pembayaranya

Yang ketiga tidak boleh adanya taklik (akad bersyarat) digantung
Dengan (waktu) datangnya bulan yang di tentukan
Dan (juga taklek )sejenisnya, hal yang demikian akadnya tidak sah
Yang ke-empat (yang melakukan akad) harus sudah mukalaf, maka tidak sah akad

Ijab qobulnya anak-anak dan (juga) orang gila
Dan demikian juga tidak sah hukumnya
Ijab qobulnya orang yang di paksa
Dan ada persaratkan lagi (tambahan)

(yang menerima akad) Qobulnya harus orang islam
Untuk akad jual beli budak Islam
(bila dijual)Kepada orang kafir sebagai pembeli yang akan memilikinya
Maka itu ketahuilah wadlo’nya sara’ panggeran

Yang kelima tidak ada wewangenan
(saya gak ngerti arti wewangenan, saya nanya, apa arti wewangenan)
Jd yg ada kata wewangenan saya belum bisa terjemahkan.
yg ngerti di terjemahin ya.- tks)

Penjelasan akad bagi penjual dengan ucapan benar (ijab)
“(barang) ini milikku saya jual kepada kamu
Sedirham harganya - (sebagai contoh ucapan akad )
Kemudian (barang) ini saya milikkan kepadamu “
Atau “ milikku (ini) segini harganya
Saya tukarkan kepadamu (dengan harga) sedirham
Itulah setengah dari contoh akad orang jualan
(Dan) inilah contoh akad orang yang menerima jualan – (qobul sebagai pembeli)

[Balas]

commenter

kang yazid
alhamdulillah dah rampung tuh 2 halaman yag ada di ats. selanjutnya mohon dibuat satu wall khusus saja, dengan content “mengalih bahsakan kitab tarajumah” (sekedar usul) agar mudah mencarinya.
mungkin kalo ada ikhwan2 yang mau dan berkenan menghaluskan bahasanya, or nambahin maksudnya, agar lebih mudah difahami.
kita bareng- share sekalian mendalaminya.
maturnuwun semuanya ya

[Balas]

commenter

mana nih terjemahannya

[Balas]

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Jangan Lupa Jawab Ini:

Copyright @ 2010 Media Dakwah Rifaiyah | Tegakkan | Syariat | Tharikat | Hakikat | Hubungi Kami | fbkcl twt