<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>
<channel>
	<title>Komentar di: Syarat-Rukun Jual beli</title>
	<atom:link href="http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 14:50:25 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Oleh: guruh</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1577</link>
		<dc:creator>guruh</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 16 Nov 2009 08:02:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1577</guid>
		<description>mana nih terjemahannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mana nih terjemahannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1540</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:54:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1540</guid>
		<description>kang yazid
alhamdulillah dah rampung tuh 2 halaman yag ada di ats. selanjutnya mohon dibuat satu wall khusus saja, dengan content "mengalih bahsakan kitab tarajumah" (sekedar usul) agar mudah mencarinya.
mungkin kalo ada ikhwan2 yang mau dan berkenan menghaluskan bahasanya, or nambahin maksudnya, agar lebih mudah difahami.
kita bareng- share sekalian mendalaminya.
maturnuwun semuanya ya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kang yazid<br />
alhamdulillah dah rampung tuh 2 halaman yag ada di ats. selanjutnya mohon dibuat satu wall khusus saja, dengan content &#8220;mengalih bahsakan kitab tarajumah&#8221; (sekedar usul) agar mudah mencarinya.<br />
mungkin kalo ada ikhwan2 yang mau dan berkenan menghaluskan bahasanya, or nambahin maksudnya, agar lebih mudah difahami.<br />
kita bareng- share sekalian mendalaminya.<br />
maturnuwun semuanya ya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1539</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 14:47:10 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1539</guid>
		<description>Tidak sah orang yang jualan mengingkarinya 
(Atas) akad harga dan akad jatuh tempo pembayaranya 

Yang ketiga tidak boleh adanya taklik (akad bersyarat) digantung
Dengan (waktu) datangnya bulan yang di tentukan
Dan (juga taklek )sejenisnya, hal yang demikian akadnya tidak sah
Yang ke-empat (yang melakukan akad) harus sudah mukalaf, maka tidak sah akad

Ijab qobulnya anak-anak dan (juga) orang gila
Dan demikian juga tidak sah hukumnya
Ijab qobulnya orang yang di paksa
Dan ada persaratkan lagi (tambahan)

(yang menerima akad) Qobulnya  harus orang islam
Untuk akad jual beli budak Islam
(bila dijual)Kepada  orang kafir sebagai pembeli yang akan memilikinya
Maka itu ketahuilah wadlo’nya sara’ panggeran

Yang kelima tidak ada wewangenan
(saya gak ngerti arti wewangenan, saya nanya, apa arti wewangenan)
Jd yg ada kata wewangenan saya belum bisa terjemahkan.
yg ngerti di terjemahin ya.- tks)

Penjelasan akad bagi penjual dengan ucapan benar (ijab)
“(barang) ini milikku saya jual kepada kamu
Sedirham harganya - (sebagai contoh ucapan akad )
Kemudian (barang) ini saya milikkan kepadamu “
Atau “ milikku (ini) segini harganya
Saya tukarkan kepadamu (dengan harga) sedirham
Itulah setengah dari contoh akad orang jualan
(Dan) inilah contoh akad orang yang menerima  jualan – (qobul sebagai pembeli)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Tidak sah orang yang jualan mengingkarinya<br />
(Atas) akad harga dan akad jatuh tempo pembayaranya </p>
<p>Yang ketiga tidak boleh adanya taklik (akad bersyarat) digantung<br />
Dengan (waktu) datangnya bulan yang di tentukan<br />
Dan (juga taklek )sejenisnya, hal yang demikian akadnya tidak sah<br />
Yang ke-empat (yang melakukan akad) harus sudah mukalaf, maka tidak sah akad</p>
<p>Ijab qobulnya anak-anak dan (juga) orang gila<br />
Dan demikian juga tidak sah hukumnya<br />
Ijab qobulnya orang yang di paksa<br />
Dan ada persaratkan lagi (tambahan)</p>
<p>(yang menerima akad) Qobulnya  harus orang islam<br />
Untuk akad jual beli budak Islam<br />
(bila dijual)Kepada  orang kafir sebagai pembeli yang akan memilikinya<br />
Maka itu ketahuilah wadlo’nya sara’ panggeran</p>
<p>Yang kelima tidak ada wewangenan<br />
(saya gak ngerti arti wewangenan, saya nanya, apa arti wewangenan)<br />
Jd yg ada kata wewangenan saya belum bisa terjemahkan.<br />
yg ngerti di terjemahin ya.- tks)</p>
<p>Penjelasan akad bagi penjual dengan ucapan benar (ijab)<br />
“(barang) ini milikku saya jual kepada kamu<br />
Sedirham harganya - (sebagai contoh ucapan akad )<br />
Kemudian (barang) ini saya milikkan kepadamu “<br />
Atau “ milikku (ini) segini harganya<br />
Saya tukarkan kepadamu (dengan harga) sedirham<br />
Itulah setengah dari contoh akad orang jualan<br />
(Dan) inilah contoh akad orang yang menerima  jualan – (qobul sebagai pembeli)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1536</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 09:05:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1536</guid>
		<description>Utawi sarat sah akad ijab kobulan
Yaitu ada lima perkara, dan yang pertama
Tidak ada antara keduanya (ijab qobul) terpisahkan
(dengan)Pembicaraan yang tidak ada kaitanya dengan keduanya
Tidak sah (juga) diam yang cukup lama (diantara ijab dan qobul)

Ataupun tersisipi dengan pembicaraan lain
Tetapi tidak apa-apa (tetap sah)kalaupun tersisipi
Sedikit pembicaraan yang membawa muslihat/menguatkan (terhadap akad tersebut)
Kedua adanya sepakat ijab

Dan qobul, membicarakan harga (menyepakati harga)
(dan) sistim pembayaran, misalnya secara kontan atau tempo
Tidak sah (suloyo)……tobe continue..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Utawi sarat sah akad ijab kobulan<br />
Yaitu ada lima perkara, dan yang pertama<br />
Tidak ada antara keduanya (ijab qobul) terpisahkan<br />
(dengan)Pembicaraan yang tidak ada kaitanya dengan keduanya<br />
Tidak sah (juga) diam yang cukup lama (diantara ijab dan qobul)</p>
<p>Ataupun tersisipi dengan pembicaraan lain<br />
Tetapi tidak apa-apa (tetap sah)kalaupun tersisipi<br />
Sedikit pembicaraan yang membawa muslihat/menguatkan (terhadap akad tersebut)<br />
Kedua adanya sepakat ijab</p>
<p>Dan qobul, membicarakan harga (menyepakati harga)<br />
(dan) sistim pembayaran, misalnya secara kontan atau tempo<br />
Tidak sah (suloyo)……tobe continue..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1534</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 29 Oct 2009 08:50:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1534</guid>
		<description>Yang kelima harus jelas wujud barang nya
(atas)keadaan sesuatu barang yang dijual
Tidak sah jualan barang yang tersembunyi (majhul)wujudnya
Inilah yang lima sudah tuntas penjelasanya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yang kelima harus jelas wujud barang nya<br />
(atas)keadaan sesuatu barang yang dijual<br />
Tidak sah jualan barang yang tersembunyi (majhul)wujudnya<br />
Inilah yang lima sudah tuntas penjelasanya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asep</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1531</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 09:26:08 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1531</guid>
		<description>terjemahannya MANTAAAAAAAP,...LANJUTKAAAAANNNN MAS...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>terjemahannya MANTAAAAAAAP,&#8230;LANJUTKAAAAANNNN MAS&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1529</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 08:00:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1529</guid>
		<description>Syarat sah barang yang di jual
Ada lima perkara, yang pertama
Barangnya (object yang di jual) harus suci dan (bila ) terkena najis
(barang tersebut) Bisa dibersihkan sampai menjadi suci

Tidak sah jualan barang yang hukumnya najis 
Dan barang terkena najis yang tidak bisa disucikan
Kedua (barang tersebut) harus mempunyai  manfaat secara syar’i
Tidak sah jualan (sesuatu ) yang tidak memiliki manfaat. (syar’i)

Seperti jualan semut 
Dan (juga) binatang buas yang mendatangkan kamedlaratan
Dan jualan alat-alat lahan (seperti ) gamelan /alat musik

Walaupun rongsokan (alat lahan tersebut) ada nilainya
(Tetap saja) tidak sah jualan gamelan karena harom
Ketiga mampu menyerahkan barang yang dijual
Kepada pembeli, maka tidak sah
Jualan seperti burung yang masih terbang di angkasa
Dan juga seperti jualan sesuatu yang tidak mampu 
Diserahkan miliknya kepada pembeli
Hingga tidak ada hasil maksud (jual beli itu)

Keempat sudah menjadi hak milik tetap
Tidak sah jualan (barang) yang belum dimiliki secara pasti
Seperti oaring akad membeli barang yang belum diterima
Dan (akad) sejenisnya maka perhatikan

sambil nnt di haluskan bahasanya ya
insya Allah lama2 nerjemahinya akan semakin lancar
ayo di coba....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Syarat sah barang yang di jual<br />
Ada lima perkara, yang pertama<br />
Barangnya (object yang di jual) harus suci dan (bila ) terkena najis<br />
(barang tersebut) Bisa dibersihkan sampai menjadi suci</p>
<p>Tidak sah jualan barang yang hukumnya najis<br />
Dan barang terkena najis yang tidak bisa disucikan<br />
Kedua (barang tersebut) harus mempunyai  manfaat secara syar’i<br />
Tidak sah jualan (sesuatu ) yang tidak memiliki manfaat. (syar’i)</p>
<p>Seperti jualan semut<br />
Dan (juga) binatang buas yang mendatangkan kamedlaratan<br />
Dan jualan alat-alat lahan (seperti ) gamelan /alat musik</p>
<p>Walaupun rongsokan (alat lahan tersebut) ada nilainya<br />
(Tetap saja) tidak sah jualan gamelan karena harom<br />
Ketiga mampu menyerahkan barang yang dijual<br />
Kepada pembeli, maka tidak sah<br />
Jualan seperti burung yang masih terbang di angkasa<br />
Dan juga seperti jualan sesuatu yang tidak mampu<br />
Diserahkan miliknya kepada pembeli<br />
Hingga tidak ada hasil maksud (jual beli itu)</p>
<p>Keempat sudah menjadi hak milik tetap<br />
Tidak sah jualan (barang) yang belum dimiliki secara pasti<br />
Seperti oaring akad membeli barang yang belum diterima<br />
Dan (akad) sejenisnya maka perhatikan</p>
<p>sambil nnt di haluskan bahasanya ya<br />
insya Allah lama2 nerjemahinya akan semakin lancar<br />
ayo di coba&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1528</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 06:24:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1528</guid>
		<description>utawi sarat sah bagi yang berjualan
dan juga pembeli ada dua perkaran
pertama baligh tidak sah yang masih kekanakan
kedua Aqil tidak sah yang aqalnya kerusakan
sebab gila atau ayan (epilepsi)keadaanya
atau mabok, maka tidak sah ...(tinemune)
orang yang jual dan orang yang membelinya
atas sesuatu hak milik.....(wicarane)

to be contineu.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>utawi sarat sah bagi yang berjualan<br />
dan juga pembeli ada dua perkaran<br />
pertama baligh tidak sah yang masih kekanakan<br />
kedua Aqil tidak sah yang aqalnya kerusakan<br />
sebab gila atau ayan (epilepsi)keadaanya<br />
atau mabok, maka tidak sah &#8230;(tinemune)<br />
orang yang jual dan orang yang membelinya<br />
atas sesuatu hak milik&#8230;..(wicarane)</p>
<p>to be contineu&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: asep</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1527</link>
		<dc:creator>asep</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 03:02:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1527</guid>
		<description>nuwun sewu....nderek urun dua baris...mungkin bisa jadi penjelas atau malah jadi pembingung.

Inilah kitab terjemahan (tentang ajaran) agama Islam
(kitab ini, ditulis)  untuk pegangan orang awam
(Kitab ini juga) untuk mengetahui hukum syariat (agar orang awam) cepat paham
Supaya (orang awam) berhasil dalam memilih yang halal dan meninggalkan yang haram.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>nuwun sewu&#8230;.nderek urun dua baris&#8230;mungkin bisa jadi penjelas atau malah jadi pembingung.</p>
<p>Inilah kitab terjemahan (tentang ajaran) agama Islam<br />
(kitab ini, ditulis)  untuk pegangan orang awam<br />
(Kitab ini juga) untuk mengetahui hukum syariat (agar orang awam) cepat paham<br />
Supaya (orang awam) berhasil dalam memilih yang halal dan meninggalkan yang haram.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Oleh: maman</title>
		<link>http://tanbihun.com/kajian/syarat-rukun-jual-beli/#comment-1525</link>
		<dc:creator>maman</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 28 Oct 2009 00:37:02 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://tanbihun.com/?p=2350#comment-1525</guid>
		<description>jangan hanya komentar donk.... ayo ikut share, 
terjemahan bisa dalam berbagai fersi, saya coba terjemahin nadhomnya dulu, dan itu yg susah, karna disitu ada muatan sastranya. itu juga harus di ungkapkan. agar yg lain jg bisa menikmati dzauq or taste kitab tarajumah.
klo terjemahin secara bebas mungkin lbh gampang ya. mungkin kalo terkemajan tafsirinya, kang ibn khasbullah yang ustz lebih mumpuni.
tapi mungkin masing2 kita yang pernah diajarin ngaji kitab ireng, lafal makno sampai yang lbh advance, bisa menerjemahkan kok. 
ayo kit amulai ya....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan hanya komentar donk&#8230;. ayo ikut share,<br />
terjemahan bisa dalam berbagai fersi, saya coba terjemahin nadhomnya dulu, dan itu yg susah, karna disitu ada muatan sastranya. itu juga harus di ungkapkan. agar yg lain jg bisa menikmati dzauq or taste kitab tarajumah.<br />
klo terjemahin secara bebas mungkin lbh gampang ya. mungkin kalo terkemajan tafsirinya, kang ibn khasbullah yang ustz lebih mumpuni.<br />
tapi mungkin masing2 kita yang pernah diajarin ngaji kitab ireng, lafal makno sampai yang lbh advance, bisa menerjemahkan kok.<br />
ayo kit amulai ya&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
