Pendidikan dan Metode Pembelajaran

Oleh Pada Thursday, 1 April, 2010 10:29 PM. Under Pendidikan  

islamSetiap orang pasti pernah mengalami menjadi guru. Karena menurut istilah Jawa Guru itu berarti digugu lan ditiru, atau didengarkan kata-katanya, dan ditauladani perilakunya. Orang tua yang ucapanya didengarkan, dan perilakunya ditauladani anak-anaknya ia secara otomatis menyandang gelar guru. Bahkan dalam filsafat Jawa mengajarkan bahwa setiap hati nurani pada diri manusia adalah guru sejati bagi dirinya (sejati ning guru iku ono ing diri).

Peran guru sekarang sudah bergeser ke arah yang condong negatif, maka istilah guru pun mengalami perkembangan arti, yang pada akhir ini guru juga dikenal sebagai Wagu tur Saru.

Istilah tersebut terbangun dari rangkaian realitas yang terjadi di beberapa kota, dan akhirnya menjadi kenyataan yang lazim. Misalnya, di Pekalongan sendiri, ada beberapa kepala sekolah yang suka ngentit uang BOS, baik dengan modus mark up, atau dengan rekayasa data laporan.

Terdengar juga kenyataan seorang guru yang tega menghamili muridnya sendiri. Menghajar murid sampai cedera. Banyak guru yang sekarang mengedepankan orientasi banyaknya gaji, ketimbang pengabdian dalam pendidikan, tak ayal guru-guru di beberapa kota yang bermaksud mengejar sertifikasi sebagai syarat menaikkan gaji, rela menjual harga diri dengan memplagiat sertifikat, piagam pelatihan: sebagai syarat sertifikasi.

Rangkaian kenyataan itulah yang menjadi pondasi terbentuknya istilah minor: Guru: Wagu tur Saru. Adagium pahlawan tanpa tanda jasa pun, berubah menjadi istilah: Pahlawan harus berijazah minimal S1, sehingga banyak ibu-ibu guru TK dan PAUD yang berumur 50 an masih sibuk menyelesaikan skripsi: yang kebanyakan berfungsi sebagai pengisi rak perpustakaan semata.

Terlepas dari kenyataan itu semua, masih berjuta guru yang laku pengabdiannya terlihat ikhlas, walau hakikat keikhlasan hanya Allah yang tahu. Sangat gamblang disekeliling kita para pengabdi pendidikan, khususnya guru Madrasah Diniyah, TPQ, Pesantren, guru ngaji Mushola, dan guru-guru di Sekolahan swasta yang lupa akan haknya: menerima bisyaroh. Kenapa lupa? Karena kalau toh diingat-ingatpun bisa semakin kecewa, karena kadang satu bulan para mukhlisin itu tak menerima bisyaroh, atas keterlambatan murid membayar uang syahriah.

Kadang juga sebagai ujian kesabaran bagi para mukhlisin itu, orang-orang yang tak tahu perasaan selalu nyinyir menanyakan kas uang Madrasah yang harus setiap saat di laporkan ke masyarakat. Padahal setiap saat pula ustadz-ustadzah itu siap patungan menambal kebutuhan madrasah demi kelangsungan pendidikan anak-anak mereka di Madrasah. Mungkin ada sebagian kecil masyarakat yang diutus oleh Allah sebagai penguji kesabaran dan keikhlasan para pelaku suluk mukhlishin.

Paradigma yang harus menjadi pegangan para mukhlisin adalah setiap peran buruk apapun dari manusia, itu tak lebih hanya ekspresi cinta Allah kepada kita, sehingga ia menyodorkan manusia untuk perantara ujian kesabaran. Dan setiap perilaku buruk apapun dari manusia itu pasti mengandung arti, hikmah yang bisa dipelik mutiara himahnya untuk memperkaya batin kita. Sesungguhnya Allah mencintai setiap makhluknya, maka khayal kalau Allah menghendaki kejelekan pada makhluknya. Mudah-mudahan cara berfikir semacam ini adalah cara berfikirnya generasi ulil Albab yang didefinisikan dalam Al-Qur’an sebagai:

أَلَّذِيْنَ يَذْكُرُونَ اللهَ قِيَمًا وَقُعُوْدًا وَعَلَى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فَىْ خَلْقِ السَّمَوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَاخَلَقْتَ هَذَا بَطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارَ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata) : “Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.”

Andai kau jadi Ustadz atau Ustadzah baru di salah satu diniyah, atau Sekolahan. Pertama kali yang dilakukan bukan langsung menyampaikan isi pelajaran, tapi lebih dulu, diawali dengan perkenalan (taaruf), karena antara guru dan murid belum saling mengenal. Perbedaan umur, pengalaman, pengetahuan itu untuk saling mengenal dan menularkan ilmu pengetahuan, juga untuk saling berbagi dan memberi, bukan untuk saling menguasai, mengendalikan dan menindas. Semoga semaksud dengan Firman Allah:

يَأَيُّهَاالنَّاسُ إِنَّاخَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوْبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوْا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللهَ عَلِيْمٌ خَبِيْرٌ

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.

Perkenalan dilakukan dengan berbagai cara. Taaruf merupakan pembuka silaturahmi bagi manusia. Perkenalan itu bisa menjadi daya tarik siswa untuk semangat belajar pada pertemuan-pertemuan sesudahnya. Walaupun ada istilah don’t judge book by cover (jangan terjebak pada cover buku), tapi ternyata cover buku juga mempengaruhi daya tarik pembaca kepada buku. Demikian juga pada perkenalan pertama seorang guru, kalau ia terkesan galak, serem, minta dihormati, murid akan protes dengan berbagai cara: kurang merespon guru, juga bisa membolos, rame pada waktu diterangkan, tidak berangkat sekolah.

Yang perlu ditekankan pada pertemuan pertama bagi seorang guru adalah bagaimana silaturahmi guru dengan murid beres tanpa ada masalah. Kalau perlu terjadi canda tawa penuh kemesraan pada waktu guru berkenalan dengan murid.

Dalam arti jalinan kasih sayang guru murid mulai tumbuh. Kehadiran guru tidak merisaukan murid, juga murid merasa tak terusik dengan segala perangai guru. Sementara ini banyak guru yang pada awalnya mementingkan mengajarkan pelajaran. Sehingga ia harus mempressure muridnya dengan berbagai cara, untuk tujuan agar pelajaran itu bisa masuk di ingatan murid. Menurut penulis pelajaran tak akan gairah untuk dipelajari, saat diri murid perasaannya tertekan oleh tekanan yang diberikan guru, entah melalui ketentuan nilai yang akan diberikan, atau melalui sanksi yang lain.

Proses taaruf kadang membosankan bagi murid karena cerita dilakukan secara monolog dan monoton, alias intonasi, greget perasaan, dan ekspresi tak hadir dalam penceritaan tentang data hidup diri seorang guru. Guru yang menceritakan dirinya dan terus bercerita tentang dirinya akan membuat murid jenuh, karena pada dasarnya setiap manusia ingin di dengar. Karena itu Allah menjadikan manusia mempunyai dua telinga, dan satu mata. Guru sebaiknya hanya menceritakan dirinya hal yang paling inspiratif dan menarik untuk diteladani muridnya, dan selanjutnya seorang guru secara interaktif menanyakan dan mempersilahkan murid-murid untuk memperkenalkan diri.

Malu dan berbelit-belit sering ada pada diri setiap murid dalam memperkenalkan dirinya. Untuk mengatasi hal ini dengan cara mengemas proses taaruf agar berjalan menarik. Seandainya mereka sudah saling mengenal, maka yang perlu mengenalkan adalah teman yang ada disebelahnya. Mereka menceritakan siapa namanya, tanggal lahir, hobi, buku yang diminati, bacaan yang menjadi minat, temannya, seakan dirinya memperkenalkan dirinya. Dalam proses perkenalan tersebut, guru jangan lupa Tanya-tanya tentang berbagai hal yang ingin ditanyakan, murid lain juga diperbolehkan untuk mempertanyakan hal yang kadang semestinya tak ditanyakan. Tapi biarlah untuk menambah keakraban mereka, kadang keluar pertanyaan nakal, misalnya sering mangkal dimana?

Hal itu dilakukan secara bergantian. Biasanya teman yang ada disebelahnya akan menyangkal apabila perkenalan dirinya yang diwakili temannya itu tidak sesuai dengan apa yang diharapkan teman sebelahnya itu. Maka disitu akan terjadi canda tawa penuh kemesraan.

Guru memaparkan sedikit cerita tentang perjalanan hidupnya. Dalam penceritaan ini, sebaiknya guru menceritakan peristiwa-peristiwa yang bisa dijadikan inspirasi keteladanan bagi murid. Misalnya tentang proses kemandiriannya mencukupi kebutuhan pendidikannya sejak mulai SMP, dengan berbagai usaha yang telah dilakukan untuk mendapatkan uang untuk disisihkan sebagian untuk membiayai pendidikannya sendiri. Juga misalnya cerita tentang keteladanan dirinya untuk terus bersabar dan kuat dalam menghadapi beberapa hambatan hidup selama sang guru menjadi manusia yatim sejak kecil, seandainya guru itu memang dulu sebagai anak yatim, maka keyatimannya harus dibanggakan karena dengan keyatiman itu, si guru bisa mandiri.

Setelah pertama kali pertemuan berlangsung dan silaturahmi mulai terjalin. Besoknya mungkin ada proses belajar mengajar. Ada beberapa metode pembelajaran yang ditawarkan banyak tokoh pendidikan. Diantaranya metode yang sudah dijalani dari dulu adalah metode ceramah, diskusi, resitasi, dan beberapa metode pembelajaran yang lain.

Akhir-akhir ini dikenal metode pembelajaran aktif interaktif. Asumsi dasar metode pembelajaran aktif ini adalah setiap penyampaian materi pelajaran harus melibatkan siswa. Guru hanya sebagai fasilitator dan motivator bagi murid-muridnya. Karena sejatinya setiap siswa adalah mempunyai multi kecerdasan dan mempunyai karakter yang satu-satunya didunia.

Asumsi lain metode pembelajaran aktif lainnya adalah semakin semua indera murid terlibat dalam proses belajar, maka daya ingat terhadap materi pelajaran akan semakin melekat. Misalnya ada anggapan siswa hanya mengingat 20 persen dari materi yang disampaikan guru, seandainya siswa hanya mendengarkan ceramah guru. Tetapi daya ingat itu bisa tambah sampai 30 persen saat siswa mencatat apa yang disampaikan guru, bisa sampai mencapai 80 persen seandainya siswa berpartisipasi berpendapat, menyangkal, berargumentasi, dan ikut menerangkan, kemudian apresiasi dari guru mendorong murid selalu belajar, karena apa yang diungkapkannya mendapat pengakuan dari teman-temannya, dan apresiasi dari guru.

Salah satu metode pembelajaran yang kami kembangkan dalam mengajarkan pelajaran tarikh, diantaranya membuat permainan pertanyaan dan jawaban yang dibagikan kepada masing-masing murid. Diantaranya aturan permainannya seperti di bawah ini:

Aturan Permainan Tarikh

  • Murid-murid mengambil 1 lembar pertanyaan dan 1 lembar jawaban tentang tarikh Nabi Muhammad SAW, kemudian mempelajarinya. (waktu 10 menit)
  • Setelah itu, murid segera melakukan hompimpah: murid yang menang hompimpah dia yang pertama kali memberikan pertanyaan dari lembar pertanyaan kepada teman-temannya. (waktu 1 menit).
  • Pertanyaan disampaikan tidak harus urut nomor seperti yang ada di lembar pertanyaan.
  • Semua murid penjawab pertanyaan harus saling mendahului untuk menjawab pertanyaan dari lembar jawaban tarikh.
  • bagi yang berhasil menjawab bertanya, dialah yang berhak memberikan pertanyaan selanjutnya.
  • Kalo ada murid menjawab pertama tetapi salah, maka murid yang lain boleh menyusul jawaban yang benar. Seandainya benar, maka dia mendapat satu skor nilai: BENAR.
  • Bagi yang skor menjawabnya selalu paling awal, maka dia berhak untuk giliran memberikan pertanyaan, pada sesi tanya jawab berikutnya.
  • Permainan tarikh ini terdiri dari empat sesi. Sesi pertama adalah pertanyaan dan jawaban harus mengacu pada lembar pertanyaan dan jawaban. Sesi kedua diisi pertanyaan dan jawaban yang dibuat sendiri tanpa mengacu kepada lembar jawaban. Sesi ketiga adalah pertanyaan dan jawaban tidak harus mengacu kepada lembar pertanyaan dan jawaban, berarti murid harus membuat pertanyaan, kemudian yang lainnya saling mendahului untuk menjawab, sesi berikutnya gurulah yang memberikan pertanyaan-pertanyaan sedangkan murid berebut untuk menjawab pertanyaan tersebut.
  • Dalam aturan permainan ini harus disepakati apabila pertanyaan tidak bisa dipahami oleh sebagian besar teman-teman, dan apabila jawaban disampaikan berbarengan antar teman. Maka pertanyaan harus diulang.
  • dianjurkan pertanyaan bukan tentang apa, tetapi mengapa, agar murid melakukan rasionalitas terhadap peristiwa yang terjadi, dan agar mereka bisa mengambil ibrah dari setiap peristiwa.

Pertanyaan-Pertanyaan Tarikh

  • Mengapa kelahiran Nabi Muhammad jatuh pada tahun gajah? kok bukan tahun unta ya…? Hayo kenapa…..?
  • Mengapa Raja Abrahah dengan pasukan gajahnya bernafsu ingin menghancurkan kabah? kok tak bernafsu menghancurkan Spink Firoun saja yang banyak emasnya itu?
  • Mengapa Abdul Mutholib paman Rasulullah SAW ingin menyembelih Abdullah putranya sendiri yang paling ganteng itu? …..Mungkin karena kegantengannya kale….!!!
  • Mengapa Nabi Muhammad dijuluki al-amin, dan peristiwa apa yang pertama kali mengawali sebutan “dapat dipercaya itu”.
  • Eh….ngomong-ngomong kalian cinta gak sama Kanjeng Nabi Muhammad SAW yang keren itu….kalo cinta, tolong berikan ungkapan satu baris kalimat yang mewakili perasaanmu sama Rasulullah dong…. Misalnya: Oh….Rasulullah junjungan kami, aku selalu kangen sama belai syafaatmu….aku mencintaimu sampai akhir hayat…(kalimatnya paling sedikir lima kata, juga harus ngarang sendiri, gak boleh niru-niru temannya…)
  • Allah selalu menjaga Nabi Muhammad dari sentuhan hal-hal yang munkar, keji, dan perbuatan tak terpuji. Ayo…sebutkan buktinya apa? jangan ngomong tho!!!!
  • Mengapa sih…kok masyaarkat Makkah dulu dijuluki sebagai masyarakat jahiliyah? Bisa digambarkan gak? Keadaan masyarakat Makkah waktu itu.
  • Perubahan apa saja yang dialami masyarakat Makkah – Madinah, setelah kedatangan Nabi Muhammad dengan membawa syariat dan nilai-nilai Islam.
  • Kata Pak Ustadz, Nabi Muhammad berakhlak mulia….kira-kira bukti, atau fakta sejarahnya apa ya…?
  • Bedanya Nabi Muhammad dengan Nabi Nuh ketika menghadapi kedlaliman ummatnya gimana? Bisa jelasin gak….?
  • Sebutkan tiga perilaku dan kenyataan tentang Nabi Muhammad SAW, sehingga Nabi dikatakan sebagai orang yang sangat sederhana, apalagi matre…aaaa non sense gak mungkin lah….?

Jawaban-Jawaban Tarikh

  • Suatu ketika Nabi Muhammad setiap kali berangkat ke Masjid untuk melakukan shalat jamaah selalu dihadang oleh seorang Yahudi. Kemudian orang itu meludahi diri Nabi atau melempari Nabi dengan kotoran unta. Tetapi Nabi tak membalasnya, malah dia tersenyum. Saat pemuda Yahudi itu sakit, dan tak kelihatan lagi menghadang perjalanan Nabi. Nabi malah menanyakan perihal keberadaan pemuda Yahudi itu, setelah mengetahui bahwa pemuda itu sakit, maka Nabi menengok ke rumah si Pemuda. Sampai akhirnya pemuda terharu atas perlakuan Nabi kepadanya. Ia mengucapkan dua kalimat syahadat.
  • Waktu itu orang-orang menyembah berhala yang mereka buat dari emas, perunggu, perak, dan juga buah kurma, kemudian mereka menyembah berhala-berhala itu yang mereka Namai sebagai Latta, Mannat, Uzza, Hubal, dll. Orang-orang juga akan marah ketika mendengar kelahiran bayinya berjenis kelamin perempuan, kemudian mereka akan mengubur bayi perempuannya itu dalam keadaan hidup-hidup. Wanita benar-benar tidak ada nilainya pada waktu itu, sehingga ia menjadi semacam harta benda yang ketika suaminya meninggal, maka dia bisa diwarisi oleh anaknya. Masyarakat Arab melakukan thawaf di kabah tanpa memakai pakaian alias bugil.
  • Suatu ketika Umar bin Khatab melihat guratan daun pelepah kurma di punggung Nabi. Nabi tidur hanya beralaskan dau Kurma. Nabi Muhammad SAW juga tak sungkan-sungkan memperbaiki terompahnya (sandal/sepatu) yang rusak, dan menjahit pakaiainnya sendiri yang robek. Rumah Nabi Muhammad SAW hanya seluas kurang lebih 5 meter persegi, tidak seluas rumah kediaman kita. Nabi juga mengharuskan rumahnya bebas dari semua jenis makanan saat magrib tiba, seandainya masih ada makanan, maka makanan itu harus disedekahkan kepada sahabat-sahabatnya.
  • Gajah yang dalam bahasa Arab disebut sebagai al-fil seakar huruf dengan alif yang terdiri dari huruf : alif – lam – fa’. Sebagaimana alif sebagai awal dari 29 huruf arab, maka al-fiil juga bisa disebut sebagai tahun awal dari dimulainya agama dan peradaban baru yang dibawa oleh Nabi Muhammad. Peradaban itu merubah masyarakat jahiliyah menuju masyarakat islamiyah (min al-dzulumaati ila an-nur). Secara sejarah, waktu itu Raja Abrahah dengan serombongan pasukan gajah akan menyerang dan merobohkan kabah, karena Abrahah ingin agar gereja mewah yang dibangunnya dikunjungi orang-orang dari penjuru dunia seperti kabah.
  • Struktur masyarakat jahiliyah Arab terdiri dari bersuku-suku, kabilah-kabilah, dan bani-bani, sehingga mereka sering bertempur demi mempertahankan kehormatan sukunya. Mereka juga sering berebut oase (tempat sumber air) yang mereka perebutkan untuk memenuhi kebutuhan pokok, dan binatang ternak mereka. Maka setelah kedatangan Islam keadaan itu berubah, karena dalam ajaran Islam mengajarkan bahwa kita semua dengan warna macam suku, bangsa, bahasa, budaya, dan agama harus hidup berdampingan, saling mengenal, karena orang-orang beriman itu adalah bersaudara.
  • Waktu itu banjir yang menimpa kabah sudah empat kali, sehingga dinding kabah miring dan bisa menimpa orang, kalau tak dirobohkan. Semua suku yang ada di Makkah bersepakat untuk merobohkan dinding kabah dan merenovasinya. Pembiayaan ditanggung oleh semua suku yang ada di Makkah. Renovasi Kabah pada awalnya berjalan damai, kemudian ketika tiba saat akan memindahkan hajar aswad (batu hitam) itu ke pojok kabah, timbullah perselisihan antar suku untuk saling mendahului memindahkan kabah. untuk menengahi suku-suku yang segera berebut itu, muncullah ide dari salah seorang kepala suku agar suku yang akan memindahkan hajar aswad harus dia yang paling awal masuk masjidil haram melalui bab al-salaam (pintu keselamatan). Esok harinya ternyata yang memasuki masjid al-haram pertama adalah Muhammad SAW yang kemudian sesuai dengan perjanjian, beliau diberikan kekuasaan untuk memindahkan Hajar Aswad ke pojok kabah. sebelum memindahkan, beliau memintah kain agar dibentang di samping batu hitam itu. Kemudian beliau menyuruh kepada setiap perwakilan suku untuk memgangi kain itu dan mengangkat batu hitam dengan secara bersama-sama. Kemudian nabi yang meletakkan batu itu. Berarti, semua suku ikut bagian dalam pemindahan hajar aswad. Setelah peristiwa itu Nabi dijuluki Al-amin
  • Abdul Mutholib pernah berjanji di bawah kabah bahwa pada saat nanti ia mempunyai anak yang ke 11, beliau bermaksud mengorbankan anaknya untuk disembelih, layaknya Nabi Ismail yang akan dikorbankan untuk Allah oleh Nabi Ibrahim. Setelah kelahiran Abdullah, anak yang dianggap paling ganteng oleh orang-orang dinamai Abdullah oleh Abdul Mutholib. Masyarakat Makkah menanyakan tenatang nama Abdulah yang waktu itu masih sangat asing. Saat waktu ditentukan dan Abdullah segera akan disembelih, maka muncul protes dari salah seorang pengurus masjid Makkah, agar beliau tidak melakukan perbuatan nekad tersebut, karena khawatir diikuti oleh masyarakat yang menempatkan Abdul Mutholib sebagai tokoh panutan.
  • Bedanya Nabi Muhammad dengan Nabi Nuh, adalah pada pernyataan Umar bin Khotob di depan pusara Nabi, Beliau mengungkapkan bahwa usia Nabi Muhammad tidak sepanjang Nabi Nuh, tapi pengikut Nabi lebih banyak daripada Nabi Nuh. Nabi Nuh memohon adzab bagi kaumnya yang ingkar, tetapi Nabi Muhammad justru mengampuni penduduk thoif yang segera ditimpa jabal uhud oleh malaikat penjaga gunung, malah Nabi Muhammad mendoakan dan mengharap generasi anak cucu mereka mendapatkan hidayah.

Paesan, 1 April 2010

Ahmad Saifullah

Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini :

About Ahmad Saifullah


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :