KOMPOSISI DAN PERSONALIA
PIMPINAN PUSAT RIFAIYAH
Masa Khidmat 2008 – 2013 M.
============================================================
1. DEWAN SYURO RIFA’IYAH PUSAT
Ketua : KH. Ahmad Syadirin Amin (Pekalongan)
Sekretaris : Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. (Semarang)
Anggota :
1. KH. M. Syihabuddin (Pati)
2. KH. Amin Ridho (Wonosobo)
3. KH. Rois Yahya Dahlan (Pati)
4. K. Abdul Wahab (DKI Jakarta)
5. KH. Muhammad Sa’ud (kendal)
6. KH. Zaenal Abdidin, (Pekalongan)
7. KH. Abdul Hamid Rifa’i (Manado)
8. KH. Hasyim As’ari (Brebes)
9. KH. Ahmad Syatori (Karawang)
10. K. Drs. Ahmad Sowarso R.(Garut)
11. KH. Ja’far Amir (Tegal)
12. H. M. Nur Zuhad, SE. (Pekalongan)
13. KH. Abdul Kholiq (Kendal)
14. K. Afif Afdlal (Wonosobo)
15. KH. Anas Anwar (Semarang)
16. K. Alif Ayatullah
17. K. Imbuh Jumali ( Temanggung)
2. PIMPINAN PUSAT RIFA’IYAH
Ketua Umum : KH. Drs. Mukhlisin Muzarie, M.Ag.
Ketua Bidang Organisasi,
Kaderisasi dan Pemuda : H. Ali Nahri
Ketua Bidang Pendidikan,
Dakwah, Seni dan Budaya : Muhammad Sudarji
Ketua Bidang Syari’ah,
Kemasyarakatan, Usaha
dan Koperasi : KH. Khaeruddin Hasbullah
Ketua Bidang Penerbitan,
Publikasi, Penelitian
dan Pengembangan : Drs. Suparyo, M.Ag.
Sekretaris Jenderal : Imam Gozaly, S.Ag.
Wakil Sekretaris Jenderal : M. Rifa’i Al Ahsani, S.Pd.
Wakil Sekretaris Jenderal : Abdul Jamil, SE.
Wakil Sekretaris Jenderal : M. Nashrullah, St.H.I
Wakil Sekretaris Jenderal : Syakur Mashuri, SE.
Bendahara Umum : H. Kadirin
Bendahara : H. Muhammidun
Bendahara : H. Zahroni
3. BIRO – BIRO
a. Organisasi dan
Kaderisasi : 1. Drs. Mursidin Romly
2. Syukron, SE.
3. M. Nur Hamid
4. Ali Sibron
5. Mudzakir
6. Ambari Bardawi
b. Pemuda dan Wanita : 1. K. Mahfud Isrofi
2. Wahyudin, ST
3. Miskiyah, B.sc
4. Agus Salim, S.Ag.
5. Drs. Basri
6. Istiqomah
c. Syari’ah dan Sosial : 1. K. Ahmad Kamal
2. KH. Nasuha Azhari
3. M. Abidun, LC.
4. Ali Mursyidi
5. K. Nuryasin
6. Drs. Khotim Muhammad
d. Usaha dan Koperasi : 1. Siswanto, SE.
2. H. Khoerudin Syafi’i
3. Karyono, S.Pd.I
4. Ahmad Rifa’i
5. H. Bahrudin
6. K. AsnalMutholib
e. Pendidikan dan
Dakwah : 1. Drs. Nurhadi
2. M. Mashadi, S.Ag.
3. Seiful Aziz, S.Ag.
4. Sobirin, S.Ag.
5. Suhadi, S.Pdi
6. Sobikun, S.Pd.i
f. Seni dan Budaya : 1. KH. Drs. Al Burhanudin
2. H. Azizi Nuralim
3. KH. Amrudin Nasihun
4. Sodikin, S.Pd.I
5. H. Zaenudin
6. Mustajab
g. Penerbitan dan
Publikasi : 1. H. Umar Fathoni
2. Cholil Abdullah
3. H. Abdul Hafid
4. Ahmad Kamal
5. Asef Saefullah, S.Hi.
6. Lukman Hakim
h. Penelitian dan
Pengembangan : 1. DR. H. Nuruddin Siraj, M.Si.
2. Imam Baehaqie, S.Pd., M.Hum.
3. Drs. H. Hasyim As’ari, MA.
4. Ali Khumaeni, S.Sc.
5. Saeful Anam, S.Pd.I
6. Kristianto, S.Si.
4. LEMBAGA – LEMBAGA
a. Badan Wakaf
Rifa’iyah : K. Muhdhor Al Badar
b. Penerbitan,
Pustaka Dinamika : Drs. Syarofin Arba
c. Lembaga Pendidikan
Rifa’iyah : 1. Drs. Hasyim Asy’ari, MA.
2. Drs. Suparyo, M.Ag.
d. LAZIS/Mastar/BMT
Rifa’iyah : Abdullah Hamzah
e. Lembaga Dakwah
Rifa’iyah : K. M. Syihabudin
f. Lajnah Falaqiyah
dan Hisab : 1. KH. Chaeruddin Hasbullah
2. Masroni
g. Dewan Penyantun
Rifa’iyah : 1. H. Abdul Kholiq
2. H. Zahroni
h. Lembaga Ekonomi : 1.
2.
Batang, 30 Juni 2008 M.
26 Jumadil Tsani 1429 H.
PIMPINAN PUSAT RIFA’IYAH
Ketua Umum, Sekretaris Jenderal,
KH. Drs. Mukhlisin Muzarie, M.Ag. IMAM GOZALY, S.Ag.
kh syadirin amin (2),dewan syuro rifaiyah (1),kyai haji muhammad saud (1),Pengurus pusat rifaiyah (1),PROF DR H ABDUL DJAMIL MA JATENG (1)







Semoga tidak diputuskan dengan satu jari alias main tunjuk, semoga mereka paham job deskription masing2, semoga bisa kerja…..semoga….amiiiiiin
Kang,
boleh tanya? Prof. Dr. H. Abdul Djamil, MA. (Semarang) itu yang rektor IAIN walisongo? kalau iya, berarti benar rifaiyah memang dipunggawani “wong2 berilmu”, tapi kenapa masih jalan ditempat?
sebagai “wong awam” aku bingung…..
lihat barisan pengurus diatas, seharusnya rifaiyah sudah GO Internasional, minimal Go Nasional.
Jangan bilang sudah !
buktinya, belum terdengar rifaiyah bikin atau ikut kegiatan yg berskala nasional, paling banter muktamar,mukernas.terus….???
Dulu kan pernah ikut bikin stan di bazar istiqlal, doeluuuuuuuuu sekali.
Sekarang koq diam seribu bahasa, kenapa???
Benar kang, makanya itu yang menjadi perhatian kita. Bgaimana Rifaiyah itu bisa aktif sebagai ormas Islam yang turut mewarnai pentas sejarah Indonesia, bukan hanya jadi penonton. Kendalanya banyak kok kang…..salah satunya, pola kerja Rifaiyah itu masih personal bukan kolektif layaknya sebuah organisasi. Kalo ketuanya dah cape alias males ya sudah Rifaiyah kayak goyang poco-poco, maju mundur mulu….
Oleh sebab itu, mari nanti di Mukernas kita bersuara..menyuarakan apa yg patut disuarakan dan yang terpenting…BERANI BELAJAR BERBUAT…Mudah2an melihat Rifaiyah Besar..bukan hanya sebuah mimpi di sing bolong…Aamiiin
saya dukung!!
Dear : Kang Rifai
Salam kenal sebelumnya, walaupun belum bisa bertatap muka, semoga sedikit mengimprove ukhuwah.
Awalnya mencoba search nama Ali Khumaeni di google search, sedikit terkejut namanya juga masuk dalam daftar kepengurusan. Terkait dengan amanah tersebut, mohon untuk bisa diberikan kontak person khususnya Kabid. Litbang. Saat ini saya masih konsentrasi studi di luar, insya Allah akan mencoba share tenaga demi kemajuan Rifaiyah.
Btw, Rifaiyah punya another official website? bagaimana dengan website yang dibuat kang Edi, http://www.rifaiyah.com.
Regards
Ali Khumaeni
http://www.khumaeni.wordpress.com
.-= Ali Khumaeni´s last blog .. =-.
Insya Alloh nanti akan coba kami link kan ke PP…Tanbihun.com ini bukan situs resmi Rifaiyah, tapi situs komunitas peduli Rifaiyah yang kan terus bersinergis dg PP Rifaiyah demi kemajuan organisasi…web punya kang edi belum di aktifkan lagi karena kesibukan admin nya..insya Alloh nanti akan aktif kembali..bahu membahu dg tanbihun.com untuk memajukan Rifaiyah..makasih
Ali Khameini san. Watashiwa anata ni shookai shimasu. Watanashi no onamae wa Ibn khasbullah desu. Anatawa fukui ni doko ni sunde imasuka? Watashiwa Yonkai Nihon e ikimashita.Shikashi, Nihon go wa joozuu dewa nai, skooshi dake dekimasu, kanji wa zen zen wakaranai. Mukashi wa Toyota no kenshu centa de benkyo shimashita. Fukui mo watashiwa mita koto nga arimashita. Fukui wa zen zen ii kuni desu ne? Sekigahara mo ii desu ne?
(Maaf bagi yang nggak bisa bahasa Jepang, saya sedang mencoba menyapa saudara saya sesama Rifa’iyah yang sedang belajar di Jepang, ini acara kangen- kangenan.
Mohon maaf, salah tulis nama, seharusnya: Kepada Sdr.Ali Khumaeni, di Fukui- Jepang
Waahhhh..alumni Jepang ketemu dengan mahasiswa jepang….wathasi no namae wa Rifai desu….wekekeke
Konnichiwa Ibn Khasbullah san. Shookaishite yokatta desune. Alhamdulillah 2 nen kan hodo no maeni Fukuishi (Kota Fukui) ni sunde imasu. Watashi no apato wa Fukui Daigaku no tonarini arimasu. 5 fun gurai jitensya de daigaku e ikimasu. Fukui eki kara 15 fun gurai de arimasu. Fukuimachi wa shizuka ga arimasuga bunka ga totemo yasui desuyo. Omoshiro desu.
Watashi mo Toyota de tomodachi ga takusan imasu. Tokidoki 1 nen kan ikkai issyoni atsumemasu.
Mainichi kenkyushitsu de eigo de hanashimasu. Desu kara, nihongo mo sukoshi dake hanasemasu. Sukoshi zutsu ganbatte benkyoushimasu.
Kagem Pak Rifai, Sekalian belajar bahasa Jepang di sini. Semoga ada beberapa teman yang interest untuk mengetahui Jepang.
Bagi Teman2 khususnya warga Rifaiyah yang ingin sekali belajar di Jepang dengan gratis bisa korespondensi dengan ane melalui email.
Bagi teman2 yang interest untuk belajar sebagai kensyuusei bisa tanya dengan Kang Khasbullah. Beliau sudah punya banyak pengalaman di Jepang.
Senangnya hatiku…….
.-= em.yazid´s last blog ..selamat berjuang =-.
Ali san. Domo arigato…hahahahaha..kang Yazid binguuuuuunggg…
Subhanallah bisa ketemu orang2 penting Rifaiyah nih
@Khumaeni, Sebenarnya sudah lama saya nyambangin blog anda,dan mencoba kasih komentar & kabar kawan2 di indonesia,tuh.. lihat blog roll ! ada kan ling blog anda, itu aku pasang sejak blog ini ada.
Salam Kenal& selamat bergabung !
Mengenai website2 “rifaiyah” semoga segera bangkit lagi dari mati surinya. Kami sudah lama menunggu.
Tuh… kan! ada manfaatnya dipancing begini! ayo teman teman, hubungi kang Ali Khumaeni bila ingin belajar gratis ke Jepang.Tapi belajar di Jepang harus sungguh- sungguh. Tak bisa seenaknya santai seperti di Indonesia.
Ali Khameini San. Doomo arigato gozaimasu.Mukashi wa watashi wa Kariya shi Aichi ken ni sunde imasu.Aruite de ni jiu fun koojoo made kakarimasu. Doozoo Nihon ni gambatte benkyo shite kudasai!!
Assalamu’alikum wr. wb.
afwan, di tempat tinggal saya kaderisasinya kurang aktif, atau mungkin karena saya yang kuper ttg rifa’iyah.
mohon untuk digiatkan lagi..
jazakumullah….
Adik nihayh domisili dimana?
Aslinya rowosari kendal
tapi, lebih sering di semarang.
oya, rifa’iyah udah pernah menerbitkan majalah/buletin dan sejenisnya?
kalau belum, boleh usul dong…
soalnya, kalau hanya di internet, tidak semua orang bisa baca, karena harus meluangkan waktu tersendiri untuk mebacanya. Apalagi yang tidak mempunyai komputer yang ada fasilitas internetnya. Dan, {maaf} yang lebih parah lagi banyak yang masih GAPTEK {termasuk yang nulis. Mungkin, kalau lewat media cetak lebih mudah diterima masyarakat luas.
Terima kasih..
@nihayah, Pernah juga menerbitkan tabloid “ukhuwah”, tapi saat ini tawaquf dulu.
Tapi untuk kedepannya,media internet akan bisa di akses oleh semua orang, bahkan orang yang sekarang masih “GAPTEK” sekalipun, ingat sejarah HP? dulu HP barang mewah & org awam merasa ga’ bakalan mampu ngoperasiinnya boro2 beli, tapi sekarang faktanya,hampir setiap nyawa punya HP,bahkan tak cukup hanya 1.
Kita manfaatkan yang sudah ada dulu ya?
Soal kaderisasi di tempat anda, itu tantangan buat anda sekaligus ladang amal, ayo berjuang ! kami siap membantu.
Syukron kang Yazid komentarnya. Ternyata njenengan yang komentar. Sudah lama juga ane mencari.
Btw, kita sudah taaruf ketika berada di Mushola Pak Muhdhori Albadar. Saat itu menjelang pemilihan kepengurusan AMRI Kendal.
Semoga Istiqomah. Issyoni ganbarimasyou….
@ Mbak Nihayah. Sama-sama orang Rowosari ya…
@Khumaeni, iya…ya…teman lama, karena kita semua masing2 punya tanggung jawab yang kadang membuat sulit untuk bertemu secara offline, mari kita lanjutkan perjuangan melalui media ONLINE.
Kalau berkenan add ym ane : mutiara_hitam4@yahoo.com
Issyoni gambarimasyou itu coro jawane: “Ayo bebarengan cancut taliwondo”. Insyaalloh kang Khumaeni…..
Saya usul untuk menjawab keluhan dik Nihayah. Bagaimana kalau konstan bikin group training kader. Kegiatannya dilaporkan ke PP. Karena kalau PP seperti disampaikan Mang Asep, tenaga teknisnya kurang, jadi istilahnya kita bantu program PP secara independent. (Cukup laporan tanpa minta izin terlebih dulu, untuk menghilangkan birokrasi).
Misal timnya begini:
Nama materi
Mang Asep Sejarah Rifa’iyah (Kerifa’iyahan)
Kang Yazid Keorganisasian
Kang Rifa’i Leadership
Kang Khumaeni
dst.dst dll, materi yang dibutuhkan.
Schedule 3 bulanan/ 4 bulanan:
Bulan Lokasi training kader
Januari 2010 Rowosari, kendal
April Watesalit, Batang.
Juli 2010 Donorejo, Limpung.
Dst.dst. (Daerah yang menginginkan training agar
mendaftar melalui situs ini, waktunya
ditentukan oleh team).
Ini sekedar usul, untuk menjadi bahan pemikiran bersama…..Nuwun.
ibn khasbullah @Ide bagus baanget, ada YM kan pak? add YM kulo mutiara_hitam4@yahoo.com
Untuk konstan memang sudah berjalan tuh… program, semisal baru2 ini mengadakan pelatihan Komputer+internet, baru LOCAL pekalongan sich… tapi kalau memang dianggap perlu, tentu para “punggawa” KONSTAN akan menyambut baik dan siap sedia
usulan bagus bozz..dulu saya pernah usulkan di PW Jakarta agar membuat bulettin yg diedarkan di masjid2 di DKI Jakarta maksud dan tujuannya adalah dakwah dan memasyarakatkan ajaran mbah Rifa’i disamping cari dana….sebab income yg di dapat sangat menajanjikan…saya sendiri pernah mempraktekkannya dan terbukti efektif, mengena dan tepat sasaran dan yang pasti waktu itu saya dapat mengumpulkan dana sebesar 3 jt perbulan……tapi bikin team yg solid dan siap berkorban tenaga…coz untuk biaya saya rasa ga terlalu besar….gimana dong boz….
YM saya: miwitihombo@yahoo.com
Nah, sekarang sudah ada dua program unggulan KONSTAN,… bila disetujui.
Namun saya usul agar format bulletin yang diusulkan dibuat sedemikian rupa agar pesan- pesan tentang ke-Rifa’iyahan tidak terlalu menyolok, tapi harus halus dan bertahap, misalnya disisipkan sebagai sumber dalil, atau pada pojok kata- kata bernas, misalnya.
Saya akan coba kirimkan tulisan saya yang pernah dimuat disuatu majalah dimana ada sisipan tentang riwayat K.H.A.Rifa’i.
wah…ada pengurus penerbitan juga…za….klo mau menerbitkan buku bisa ga………….tapi harganya miring…za…kuak…kuak…kuak….
klo bisa ada grup di facebook….za…..
yang di atas kok sama za…desanya sama saya rowosari…eh tapi aku rowosari semarang deng…