2:16 am - Thursday April 11, 2013

Catatan Kecil Saat Ziarah Ke Makam KH.Ahmad Syadzirin Amin

Monday, 23 April 2012 19:55 | Galery Photo Kegiatan | 1 Comment | Read 421 Times

Tanbihun.com- Sabtu Malam minggu, 21 April 2012 pukul 19.00 WIB penulis bersama 2 sahabat menyempatkan diri ziarah ke makam KH. Ahmad Syadzirin Amin di Paesan Kedungwuni Pekalongan. Berikut adalah beberapa catatan yang kami dapatkan selama dalam perjalanan dan ziarah seklaigus silaturrahim dengan keluarga almaghfurlah KH. Ahmad Syadzirin Amin.

Kira-kira pukul 19.00 WIB mobil kami sudah memasuki kawasan pertokoan di pasar Kedungwuni, terlihat para pedagang kaki lima berderet rapi di kanan-kiri jalan, kami sengaja mencari warung Nasi Megono ciri khas Pekalongan, kebetulan kami bertiga memang belum makan malam. Sego Megono racikan 2 orang ibu di sebuah warung di dekat pasar Kedungwuni sudah didepan mata, dengan ditemani tempe goreng plus sambel, kami nikmati bertiga. Rasanya tidak mengecewakan.

Setelah perut kenyang, kami melanjutkan perjalanan ke Paesan, kami langsung menuju area pemakaman, dengan diantar seorang pemuda kami sampai di makam, dari pintu gerbang terlihat beberapa anak muda duduk, sepertinya mereka ini pemuda AMRI yang mendapat giliran jaga, karena masih banyak orang yang mau ziarah. Setelah bersalaman, kami langsung menuju makam KH. Ahmad Syadzirin Amin. Selepas acara ziarah, kami menuju kediaman Almarhum.

Sekitar jam 20:00 WIB kami sudah duduk bercengkrama dengan tuan rumah, saat itu kami bertemu dengan salah satu putra KH.Ahmad Syadzirin Amin yang sudah kami kenal dengan akrab, yaitu mas Ahmad Saifullah yang biasa kami panggil mas Asep. Banyak hal yang menjadi topik obrolan kami, terutama berkenaan dengan aktifitas almaghfurlah KH.Ahmad Syadzirin Amin, penulis termasuk orang yang sangat kehilangan, sebelum beliau jatuh sakit, beliau mempunyai azam, keinginan untuk ziarah ke makam syaikhina Haji Ahmad Rifa’i di Jawa Tondano, suatu hari beliau menelpon penulis “mas yazid, nanti antara bulan maret-april kita ziarah ke makam mbah Rifa’i ya? kita berdua saja, tidak usah bawa rombongan, kita naik kapal, sambil napak tilas merasakan guru kita dulu pernah terombang-ambing di atas laut”. penulis langsung mengiyakan dengan semangat. Namun keinganan itu kini menjadi kenangan yang belum tertunaikan. Penulis anggap itulah wasiat atau keinginan terakhir beliau untuk penulis, semoga suatu hari Alloh memberi jalan bagi penulis untuk ziarah ke makam Syaikhina Haji Ahmad Rifa’i. amin.

Dan satu pesan beliau kepada penulis khususnya dan pemuda-pemuda Rifaiyah pada umumnya:

“Kang Yazid…Kang Rifai….dan Mas-mas yang lain….teruslah berjuang….kami orang tua sangat mendukung, dan sangat senang. Mohon Maaf apabila keringat kami di Rifaiyah kurang bercucuran, seperti Mas-mas ini. doa kami selalu menyertai kalian….semoga bermanfaat dunia akherat…amin “

Bersambung ……………
Share on :

About

Blogger yang selamanya jadi murid ... ... ... ...

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

feeds feedburner com,Ahmad syadzirin amin kedungwuni pekalongan,makam ahmad rifai,peta jalan menuju makam mbah sholeh,Ziyarah makam kh a rifa\i tondano

Anda mungkin juga menyukaiclose