KITAB TARAJUMAH HARUS MURAH

kitabKitab Tarajumah merupakan rujukan utama bagi warga Rifaiyah dalam menjalankan amaliyah sehari-hari, akan tetapi warga Rifaiyah jarang sekali yang memiliki kitab tarajumah secara komplit. hal ini disebabkan kitab tarajumah sangat susah didapat dan harganya sangat mahal bahkan lebih mahal dari harga kitab-kitab made in Beirut sekalipun.

Wacana untuk membuat kitab tarajumah menjadi terjangkau oleh masyarakat sempat mengemuka dalam Mukernas kemarin, akan tetapi ini hanya menjadi pembicaraan dari orang perorang dan tidak dimasukkan dalam program kerja, sungguh menyedihkan.

Mengingat akan urgennya hal tersebut, serta dalam rangka melestarikan pemikiran KH Ahmad Rifa’i agar tidak musnah hanya karena santrinya tidak mampu membeli kitab tarajumah, maka kami punggawa www.tanbihun.com berencana untuk merealisasikan ide pengadaan kitab murah tersebut.

Halangan terbesar untuk menjalankan rencana tersebut adalah dana. Akan tetapi alhamdulillah sudah ada beberapa anggota Rifaiyah fanatik yang akan mendonasikan hartanya untuk tujuan mulia ini. Namun demikian dalam rangka kebersamaan dan agar rasa saling memiliki mengalir dalam dada kita masing-masing, maka kami membuka pintu lebar-lebar kepada saudara-saudaraku semua yang berkeinginan untuk menyukseskan program suci ini, silahkan dikirim ke rekening kami. walaupun jumlahnya sedikit tidak menjadi masalah, karena yang terpenting adalah nilai kebersamaannya dan niat tulusnya.

Alhamdulillah, niat untuk mendigitalkan kitab-kitab tarajumah sudah berjalan meskipun yang di upload baru satu jilid dari kitab abyanal hawaij, namun berkat kerjasama yang solid dengan rekan-rekan pekerjaan tersebut terus berjalan sampai sekarang. Nantinya semua kitab tarajumah akan dikumpulkan dalam satu CD dalam bentuk e book sehingga memudahkan santri tarajumah dalam mendalami ajaran KH Ahmad Rifa’i.

Insya Allah, jika Allah mengizinkan sebelum tahun 2011 program -program ini yaitu mendigitalkan kitab dan mencetak kitab murah akan dapat kita wujudkan, tentunya juga berkat doa dan bantuan dari saudara-saudara semuanya. Amiin

MARI KITA MULAI DARI DIRI KITA ……BELAJAR BERANI BERBUAT

18 Comments on KITAB TARAJUMAH HARUS MURAH

  1. kitab tarjumah itu sebtulnya gak mahal, tapi susah didapat.
    karna produksinya masih manual, and dalam quantitas kecil, wajar saja klo costnya tinggi. dan itu menurut saya bukan masalah. malah itu salah satu keunikan yg harus kita pelihara. yang mahal itu adalah menyadarkan warga tarajumah untuk memiliki kitab referensi. walaupun kitab tarjumah tersedia murah, tapi klo kemauan untuk memiliki kitab tarjumah gak ada, ya tetap saja kan? contohnya banyak warga tarjumah yg mampu beli mobil, tp belum tentu dia pernah beli kitab tarjumah. klo punya pun itu mungkin warisan turun temurun. so artinya apa? yang mahal itu menyadarkannya…
    salah satu devisi or apa pun namanya or mungkin semacam lembaga yang perlu dibangun adalah lembaga yang mengurusi pengadaan kitab tarajumah. saya cenderung ada dua pilihan, original tulisan tangan (or semua hand made) dan all cetakan. INI ADALAH SATU PELUANG,
    biar ummat yg memilih. klo seorang kolektor pasti akan memilih yang hand made, disana ada berkah tertentu.
    INI ADALAH PELUANG…. peluang untuk di jadikan bahan diskusi… peluang untuk dijadikan ladang amal…. peluang untuk membangun kegiatan bisnis… peluang untuk menghimpun para penulis kitab tradisional…. peluang untuk memberi kerjaan untuk ikhwan2 yg bisa menyampul kitab ireng…. peluang untuk… dan macem2 peluang… satu masalah adalah peluang
    syukron

  2. Mungkin bagi segelintir orang akan enteng untuk mengeluarkan uang 1,3 juta demi memiliki kitab abyanal hawaij satu set, akan tetapi bagaimana dengan sodara-sodara kita yang makan aja susah…??? berdasarkan pengamatan saya, warga Rifaiyah terutama anak santri sangat ingin memiliki kitab2 tarajumah, tapi harganya sangat mahal…klo ente berada di posisi mereka, apa yang akan ente lakuin…???

  3. Rifaiyyah sdh saatnya punya perusahaan pembuatan kitab2 tarojumah dgn subsidi organisasi dan ada cop resmi rifaiyyah,biar kitab2 tarojumah itu bs murah,mudah didapat dn seragam se indonesia.
    Nnt tiap2 pengurus daerah utk menjualnya dn mensosialisasikan ke masyarakatnya.
    sy tdk setuju klu pembuatan kitab tarojumah dibisniskan krn mbah rifai dgn tulus perjuanganya,
    Silahkan wrga rifaiyyah berlomba2 dlm bisnis apa sj tp tlg yg satu ini jgn dibisniskan.
    krn selama ini kitab2 tarjumah selain susah didapat tulisanya bermacam2 bentuk blm seragam.
    Dn tlg kitab2 tarojumah mst ada cop rifaiyyah yg resmi yg mau dipakai,ibarat makanan sdh ada cop HALAL dr pemerintah.kiro2 ngono yo ra?

  4. Buat Mas Asikin,

    Kapan beraksi? masak kalah sama bapaknya? ( jangan2 udah dihabisin sama bapaknya,sehingga tidak “komanan” keberanian dan akal?

    by admin __________________________________________________

    Mohon maaf, pakai bahasa yang santun dan tidak menyinggung personal ya?

  5. Cerita dari sesepuh mengatakan bahwa dulu setiap pondok pesantren Rifaiyah, entah di Paesan, Purwosari, Kretegan, Kalipucang, dan hampir merata, santrinya mempunyai kegiatan rutin, yakni menyalin kitab Tarajumah.

    Bahkan hal itu tak jarang dijadikan kerjaan untuk biaya hidup santri selama di Pesantren. Juga ada beberapa orang yang meneruskan usaha penyalinan kitabnya sampai dia boyongan di kampung halaman mereka. Sebagaimana yang dilakukan Bapak Ahmad Rozakun asal Wonosobo, santri Ponpes INSAP paesan tahun 80-an ini sekarang menekuni dunia cetak kitab tarajumah di Paesan.

    Dulu sebelum Foto Copy masyhur di masyarakat. kitab tarajumah banyak yang asli tulisan tangan. Aku pernah lihat sendiri orang yang sangat bangga, ketika dia menemukan kitab hasil tulisan tanggannya di salah satu mushola, saking bangganya dia bilang: “iki kitab ku”. yang punya kitab itu jadi kaget, mungkin dalam hatinya berujar: “enak aja…ini kitab warisan simbah diaku-aku.”

    Kerajinan tangan ini tentunya sebuah kebanggaan bagi penulis, karena sebagai karya yang menjanjikan pahala, juga menurut KH. Saud, sebagai ikhtiar menghafal kitab, tanpa harus kita benar-benar sengaja untuk menghafal.

    Beberapa orang masih menyimpan karya tulis salinannya, kemudian ada juga yang menjadikan hasil karya salinannya itu untuk master screen sablon. Diantaranya KH. Zainal Abidin yang mempunyai banyak teks hasil salinannya waktu beliau nyantri di Purwosari. Tetapi yang menjadi keluhan sekaligus sesuatu yang tidak bisa dibantah adalah mahalnya biaya sablon. karena untuk setiap halaman kitab, butuh satu screen, kalau kitab Syarikhul Iman punya sekitar 60 muka, maka membuat 60 screen butuh kesabaran yang berlipat-lipat. Tidak cukup itu. Naik turun kertas untuk disablon dan bakat Kirologi (kiro-kiro logos) untuk mengepaskan antar screen hitam dan merah jadi kerumitan di siang bolong. Maka tak heran, kalau tidak ada regenerasi untuk masalah salinan kitab versi sablon ini.

    Untuk Versi cetak yang dipelopori oleh KH. Rohmatullah, Paesan juga teksnya terbatas, karena dia menggunakan cetak cap, bukan offset. percetakan kitab tarajumah versi offset baru dikembangkan salah seorang alumni Ponpes Cepoko Mulyo, kebetulan dia juga bernama Zaenal Abidin. kegiatan cetak kitab tarajumah ini berlangsung di Sambek Wonosobo.

    Kalau gak salah, untuk saat ini. duplikasi kitab tarajumah yang masih berjalan hanya satu di tempatnya Bapak Zaenal di Sambeg Wonosobo. Harga kitab juga tidak begitu mahal, karena menggunakan offset yang tentunya pake tenaga mesin. Adapun tempat Bapak KH. Zaenal Abidin sudah mulai istirahat tidak menyablon kitab tarajumah, semenjak kurang lebih dua tahun yang lalu.

    Tempatnya Bapak Ahmad Rozakun masih berjalan, tetapi secara teknis penanganannya memakai mesin foto copy, cuma yang menjadi kendala pembeli biasanya mempermasalahkan tinta merah yang tidak valid, alias bercampur dengan hitamnya tinta foto copy.

    selain kerajinan salin kitab juga sebenarnya sempat ada kerajinan jilid kitab tarajumah. Seperti dilakukan Bapak Turmudzi di Pandan Arum Pekalongan. untuk jaman sekarang Seribu satu orang yang mampu melakukan jilid semacam itu. Karena dalam penjilidan berbahan kertas, karton, kain, bahkan di belakang bending sampul terselip bambu yang dibalut benang untuk pegangan benang yang masuk menusuk tumpukan korasan. Jilidannya tentu tahan banting. Pengalamanku menjilidkan kamus Bahasa Inggris Jhon Echol di tempatnya Bapak TUrmudzi sangatlah bagus. dalam usia yang ke sembilan tahun, jilidan masih saja kokoh, sekokoh ayam di pagi hari.

    Sebenarnya kitab tarajumah dari dulu dicetak tidak mengatasnamakan organisasi. masing-masing orang mencetak dengan kehendak hatinya. Baru ketika Angkatan Muda RIfaiyah (AMRI) bermaksud melaksanakan Kongres II di Batang, para pengurusnya mempunyai inisiatif untuk mencetak kitab Takhyirah (Syahadat roro). alasannya tentu penggalangan dana untuk melaksanakan Konggres. hasil cetakannya bisa di jual dengan harga tak lebih dari sepuluh ribu rupiah.

    kalau bisa menggali data yang lebih luas lagi, tentunya untuk bahan melangkah sebagaimana cita-cita kita bersama: mensyiarkan kitab tarajumah seluas-luasnya.

  6. Yang namanya ide,pasti akan menimbulkan pro-kontra.

    Tapi kalau didasari ;
    – niat baik
    – Cara yang benar
    – Dikemas yang menarik

    Akan terlaksana dengan baik, kalau kitab2 dicetak banyak versi, yang diuntungkan adalah pembeli, dia bisa bebas memilih.

    Kita jangan berpolemik dengan masalah ini. Menbikin kitab dengan cetakan mesin atau tulisan tangan, masing2 mempunyai kelebihan dan kekurangan.

    Secara prinsip tidak ada bedanya.

  7. Nek aku sing penting murah..terus bisa buat mutholaah, mau sablon, ataupun cetakan offset, kapan kiro2 arep dimulai niihhh, aku sudah menunggu sejak lama kok

  8. muhaqiqin // 27 May 2009 at 2:56 pm // Reply

    Bagaimana kalau kitab-kitab tarajumah itu ada terjemahan bahasa indonesianya,untuk mempermudah mempelajari isi dari kitab-kitab tersebut karena tidak semua orang mengerti dgn bahasa jawa.

    by admin ________________________________________________

    Ini tantangan atau ladang amal buat para ahli sastra. dimana kalian?
    Kadang yang pinter agama translite bhs indonesianya blepotan, giliran yang pinter sastra, pengetahuane ttg kitab ireng masih kurang. Iniah pentingnya kerja sama.

    Sdr. muhaqiqin…….. Apa anda punya ide?

    • Mungkin bertahap dulu mas, nanti akan ada edisi revisi kayak buku2 itu…bahkan nanti rencananya juga pake syarah biar enak. Insya Allah dalam waktu dekat ini, kami akan menghubungi percetakan untuk memperkirakan anggarannya selanjutnya akan langsung kami cetak, mudah2an dalam 3 bulan ke depan sudah terealisasi dengan baik. APAPUN AKAN KAMI LAKUKAN UNTUK RIFAIYYAH.

  9. a.abdila dhim // 27 May 2009 at 5:11 pm // Reply

    Rifaiyah yes

  10. a.abdil adhim // 27 May 2009 at 5:15 pm // Reply

    Rifaiyah yes. hidupkan rifaiyah di desa-desa alternatif sukses dunia aherat.

  11. Pada prinsipnya semua ingin kitab tarjumah itu gampang di dapat, artinya setiap saat klo ada yg ingin memilikinya tersedia dengan mudah. adapun murah dan mahal itu kembali pada selera dan kualitas kitabnya.
    sekarang ya mulai saja, bagi ikhwan2 merasa terpanggil or dapat amanah untuk mengurusi, silakan mulai…. Insya Allah lancar, berkah.
    untuk mencetak buku or kitab, tidak harus mempunyai percetakan, banyak perusahaan percetakan yang bisa mengerjakan dengan sistim sub contract produksi. tapi mungkin ada minimum order saat memesanya. tp saya percaya klo sekali cetak 5000 eksemplar, insya Allah akan terserap oleh ummat. pasar cukup besar.

    by admin___________________________________________________

    Nah…. ini yang ditunggu-tunggu, nyemangati. dewe kabeh kan lagi belajar ; belajar muktamar,mukernas,belajar melu nyengkuyung program-program rifaiyah, najan sesuai kemampuane. yang baru bisa omong ; nyemangati k2 omongane , yang baru punya fulus ; ndanai programe, yang baru datang? selamat datang.hehehe…

    Mas asikin ….. Album sholawate wis jd blm? semoga sukses

  12. setuju kitab tarjamase syaijhina murah, dadi setelah tuku gak asal dadi pajangan kmar belokoko… Trus kami harap bukan agenda mukernas atau muktamar yang dikedepankan, perlu kita agenda yang lain. seperti penyerataan kurikulum antar sekolah rifaiyah2 du indonesia dan lan sebagainya. Tidak lain sepenggal ikut semboyan SBY meju dan lanjutkan!!

  13. Kami sedang berusaha menerjemahkan beberapa poin dari ajaran syech A. Rifa’i kedalam B. Indonesia, ada rencana mau dicetak dan di bikin e-booknya, yang sudah kami terjemahkan akan lang sung kami upload ke blog http://kitabireng.wordpress.com, mohon masukan dan koreksinya…
    terimakasih

  14. yooooiiiiiiii…..

  15. untruk mengadakan kitab tarajumah scala komersial, sebenarnya sederhana saja kok, itu spt mslh bisnis biasa saja, asal pasarnya bisa di jamin, pendanaan bisa di carikan. ya kegiatan ini enggak pure bisnis, tp hitunganya spt bisnis.
    kita ambil sample sederhana. kita cetak 2.000 eksemplar kitab tarjumah. klo saya beli buku dg kualitas hard cover dg jumlah halaman 600 halaman (eqifalen dg kitab tarjumah 30 kuras – satu kuras 20 halaman), harga eceran di toko buku sekitar sekitar 120 rb (cost produksi + tax + profit + dll). dengan asumsi kasar, biasanya cost produksinya sekitar 50%nya(60.000).
    so untuk mencetak 2.000 eksemplar butuh pendanaan 60 rb x 2000 = 120 jt. gak perlu investasi mesin ofset dll. produkisinya dg sistim sub contract. saya punya pengalaman menangi kegiatan seperti ini,
    Dana bisa di cari dari dana komersial(artinya bukan dari dana urunan),
    ayo siapa yg mau ambil amanah ini, Insya Allah saya bantu. kita buat bisnis plan nya yang bagus. kita bikin team yg solid.
    saya tunggu ikhwan2 yang tergerak. ayo kita mulai.

  16. Saya diBangka selatan, murid dari alm kyai tuparul Ikhsan, setuju dengan niat mulia ini, lanjutterus

  17. Mohammed Ali // 5 March 2014 at 1:07 am // Reply

    Salam semua.. Saya ingin mengetahui gimana saya dapat memiliki kitab tarajumah itu.. saya pernah ketemu Tok Raden diwaktu kecil saya…

6 Trackbacks & Pingbacks

  1. Al Baqarah Ayat 23-24 – SabilaRosyad.com
  2. Al Baqarah 23-24 – SabilaRosyad.com
  3. ADART Rifaiyah | Rifaiyah Online
  4. Manunggaling kawula Gusti: Tabir seorang syeikh siti jenar | muhammadridwan442
  5. Syekh Ihsan Al-Jampesi | yusadavid
  6. Kode Matematik Angka 19 Dalam Al- Qur’an Penjaga Keotentikan Al Qur’an | Kelompok Ilmiah Matematika (KIM)

Leave a comment

Your email address will not be published.

*