10:13 am - Jumat,18 Mei 2012

Mengenang Terbang Jawan Versi Rifaiyah

Rabu, 22 Desember 2010 1:52 | Rifaiyah | 0 Comment | Read 331 Times

Tanbihun.com – Salah satu kelebihan manusia dibandingkan makhluk lainnya adalah adanya rasa dalam setiap jiwa manusia atau juga sering disebut emosi. emosi lebih mudah dipahami ke arah konotasi amarah, padahal ada banyak rasa yang menjadi bagian dari emosi, diantaranya; rasa suka(termasuk cinta dan kasih sayang),sedih,marah dll.

Dan salah satu rasa tersebut adalah rasa suka terhadap seni, cita rasa akan kesenian ini memang begitu unik, sulit dilukiskan dan tidak bisa dipaksakan. Sehingga seseorang yang menyukai sesuatu atau hal kadang dianggap aneh bahkan lucu oleh orang lain. Seperti seseorang yang sangat menyukai batik,semua bercorak batik,dari mulai pakaian,rumah hingga kendaraannya pun tak luput dari seni batik. Ada rasa kepuasan tersendiri yang tidak bisa dilukiskan dengan kata. Bagi penikmat seni, mereka merasakan jiwanya hidup,melayang,membumbung tinggi tanpa dapat dicegah. Rasa nyaman,bebas tiada beban menyusup sampai kedalam jiwa, hingga tak heran seorang yang berjiwa seni mereka cenderang bertindak,bertutur kata dan bersikap apa adanya sesuai dengan nurani yang sudah bebas merdeka dari memikirkan kepentingan-kepentingan.

Salah satu kesenian orang rifaiyah khususnya di jawa tengah adalah terbang jawan, lain daerah lain pula komposisi,jumlah rebana yang ditabuh,beda pula cengkoknya. Konon terbang jawan adalah salah satu warisan  ajaran Syaikh Ahmad Rifa’i. Di kampung penulis,yakni desa Cepokomulyo kecamatan Gemuh kabupaten Kendal juga demikian, punya karakteristik dan keunikan tersendiri. Terbang jawan versi cepokomulyo ada banyak ragam, penulis sendiri masih mengumpulkan data tentang macam-macam cengkok atau judul dari terbang jawan tersebut. Namun sewaktu penulis masih kecil, penulis masih ingat ada satu judul yang sangat digandrungi oleh simbah penulis, judulnya “Gelang Keroncong”.

Syair terbang jawan dalam judul ini mengambil dari kitab Ri’ayah jilid akhir yang menerangkan perihal kehidupan mukmin di surga. Ada yang menarik dalam tahapan terbang jawan gelang keroncong ini, ada semacam jeda setiap beberapa nadhoman, dimana disaat jeda tersebut terbang/rebana tidak ditabuh,kemudian sang vokalis melanjutkan syair dengan suara yang agak tinggi,dalam taahap ini disebut suluk atau orang-orang tua cepokomulyo lebih akrab memanggilnya “kluruk”. Dulu saat awal-awal mendengar terbang jawan ini penulis tidak menagkap keasikan aatau ketertarikan, tapi karena hampir tiap malam mendengarkan kaset yang harus penulis putar sambil menemani simbah akhirnya penulis menemukan suatu rasa yang sungguh unik.

Tidak banyak orang yang mampu memainkan terbang jawan ini, apalagi bagian vokalnya, sangat jarang yang mampu membawakan syair-syair gelang keroncong terutama pada babak sulu/kluruk, bisa dihitung dengan jari, di cepokomulyo yang terkenal mampu membawakan cengkok gelang keroncong dengan apik adalah almarhum simbah Mulyani,yang lainnya masih berada dibawah beliau,diantaranya Almarhum Bapak yaskur. Sedangkan yang masih hidup adalah Bapak H.Sumar Ja’far Shodik. Sedangkan yang paling kesohor bagian penabuh adalah pak de Sudar almarhum, penulis dan rekan-rekan pernah belajar sama beliau,tapi baru menguasai dasarnya saja, belajar sampai tangan bengkak belum juga bisa.

Bersama wafatnya para perintis dan pendahulu terbang jawan ini ikut redup juga pamor terbang jawan, generasi sekarang lebih suka rebana gaya salafudin pekalongan atau Badur. Sebenarnya terbang jawan versi rifaiyah tidak kalah disandingkan dengan rebana-rebana lainnya. Penulis pernah melihat di youtube di jawa tondano juga ada terbang jawan mirip dengan cengkok yang ada di jawa, konon itu adalah peninggaalan Syaikh Ahmad Rifa’i seperti yang diajarkan juga oleh beliau di tanah jawa.

(zid)

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with: ,

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner