Tanbihun.com – Sore itu, bertepatan dengan hari Jumat, 10 desember 2010/4 Muharram 1432H kami (KH.Ahmad Syadzirin Amin, Hj. Mustakimah Supadi Irfan (Istri KH. Ahmad Syadzirin Amin, H. Moh. Nur Zuhad Maskun serta seorang warga jamaah Rifaiyah dari Malaysia yang bernama Anggiat Tambunan), dari stasiun kereta Api Pekalongan tepat pukul 6 sore dengan KA Argo Muria menuju gambir, Jakarta. Selama perjalanan menuju Jakarta alhamdulillah tidak ada halangan apapun, sehingga sekitar pukul 11 malam tiba di Stasiun Gambir, kemudian seorang hamba Allah bernama Faried Kurnia Rahman Msc.Fin sahabat karib penulis semasa kuliah di International Islamic University Malaysia (dosen ekonomi Tazkia Bogor) mengantarkan ke Airport Soekarno Hatta yang sebelumnya kami sempatkan untuk melihat indahnya suasana ibukota Indonesia karena jadwal pemberangkatan pesawat ke Malaysia pada pukul 5 pagi WIB.
Pada pukul 3 pagi kami sudah check in untuk mempersiapkan keberangkatan ke Malaysia dengan menggunakan pesawat Malaysia Airlines MH726, yang sebelumnya kami sama-sama berjamaah shalat subuh di musholla yang telah disediakan di waiting room (ruang tunggu penumpang) untuk kemudian terbang pada pukul 5 pagi WIB. Selama perjalanan dalam pesawat KH.Ahmad Syadzirin dan istri menikmati hidangan sarapan pagi dengan minuman pembuka dan penutupnya sekali. Alhamdulillah tepat pada pukul 8 pagi waktu Malaysia(pukul 7 WIB; selisih 1 jam antara waktu Malaysia dengan Indonesia bagian barat), kami landing (mendarat) di Kuala Lumpur Airport International dengan selamat, kemudian pada pukul 9 pagi kami terus melanjutkan perjalanan ke Batu Pahat, Johor selama 3 jam dengan mengendarai Hyundai Starek WES 6966.
Setelah bertemu dengan beberapa jamaah kami sempat istirahat selama 3 jam karena melihat kondisi KH.Ahmad Syadzirin Amin terasa letih setelah melakukan perjalanan panjang sejak kemarin sore. Pukul 5 sore kami mengadakan dialog dengan beberapa murid Bapak Raden Misbah Bin Abu Bakar (hamba Allah yang menyebarkan ajaran Syeh H.Ahmad Rifai di Malaysia dan Singapura), seperti: Bapak Hamdan, Ismail, Sariat Mukmin, dan lainnya. Kemudian pada malam harinya kami beramah tamah dengan semua jamaah Rifaiyah Malaysia, yang bertempat di rumah Bapak KH.Hamdan (Barisan murid pertama Raden Misbah yang masih hidup, karena ke-3 murid lainnya seperti: Bapak Qassim, H. Syukri Bin Marwi, dan H.Ramli bin Ismail sudah meninggal dunia) di kampung Telok Bakung, Batu Pahat, Johor, Malaysia. Kemudian kami menginap pada malam itu di rumah kediaman ibunda Anggiat di kampung Taman Nira, Batu Pahat, Johor.
Ahad, 12 Desember 2010/ 6 Muharram 1432H
Setelah satu malam bertemu dengan jamaah Rifaiyah di Malaysia yang ada di Batu Pahat, pada pukul 9 pagi kami menuju ke rumah salah seorang menantu Bapak H. Syukri bin Marwi yaitu bapak Sariat Mukmin di taman Munsyi Ibrahim, Skudai, Johor Bharu, kemudian pada pukul 2 siang kami melanjutkan perjalanan ke Singapura untuk silaturrahim dengan jamaah Rifaiyah di sana, selain juga ziarah ke Makam bapak Raden Misbah bin Abu Bakar serta beberapa makam santrinya (H. Syukri bin Marwi, H.Ramli bin Ismail), juga ziarah ke makam ayahanda Anggiat (Bapak Nurdin bin Abdullah), baru kemudian pada pukul 8 malam kami langsung singgah di salah satu rumah warga rifaiyah Singapura yaitu Bapak H. Isnaini Bin Saidi di Yishun Ring Road 166 Singapura kemudian beramah tamah dengan sebagian jamaah Rifaiyah di rumah bapak Mazlan, dalam kesempatan tersebut beberapa jamaah sempat dialog dengan KH.Ahmad Syadzirin Amin tentang permasalahan yang masih berkaitan dengan organisasi Rifaiyah dan beberapa masalah penting lainnya,seperti: Rukun Islam Satu.
Senin, 13 Desember 2010 / 7 Muharram 1432H
Rangkaian acara silaturrahim di Singapura kami akhiri pada pagi pukul 10 Waktu Singapura, kemudian kami serombongan dengan diikuti seorang warga Singapura yaitu H. Isnaini dan istri melakukan perjalanan kembali ke Kuala Lumpur, Malaysia untuk silaturrahim dengan jamaah rifaiyah asal Meduri, Tirto yang bernama: H. Muchamad Almufidu Dahlan di Telok Gedong, Jalan Yadi 41250 Klang, Selangor untuk kemudian menginap di rumah salah seorang ibu angkat penulis yaitu Ibu Hajjah Zubaidah binti H. Mohd Ali pada senin malam selasa.
Selasa, 14 Desember 2010 / 8 Muharram 1432H
Pada pukul 11 siang hari, Kami beserta rombongan pergi kepada salah satu jamaah penulis yang baru saja pulang menunaikan ibadah Haji, yaitu Ibu Hajjah Asmah, di Taman Teluk Gedung Indah, Port Klang untuk silaturrahim dengan keluarganya, baru kemudian pada pukul 3 sore kami sempat berkunjung ke Masjid Besi dan Masjid Putra (Ke-2 masjid ini merupakan masjid terindah yang ada di Malaysia, dan merupakan masjid yang dibangun di sekitar jabatan Perdana Menteri Malaysia serta berdekatan dengan parlemen-parlemen yang ada di Malaysia). Kemudian kami shalat maghrib di masjid Asy-Syakirin, Kuala Lumpur Convention Centre (atau sering disebut Masjid KLCC= Menara Kembar Petronas kebanggan rakyat Malaysia). Dan pada rangkaian acara malam itu kami menginap di apartement penulis tepatnya di Taman Serdang Perdana, Sungai Besi, Kuala Lumpur.
Rabu, 15 Desember 2010 / 9 Muharram 1432H
Tepat pada pukul 11.30 siang kami pergi mencari oleh-oleh untuk kerabat, family yang ada di Indonesia, KH. Ahmad Syadzirin dan istri, H. Zuhad maskun, kami ajak keliling di Central Market, Pasar Seni (Tempat Jual beli dan oleh-oleh khas Malaysia), kemudian 2 jam berikutnya kami langsung on the way menuju Kuala lumpur International Airport karena jadwal penerbangan ke Jakarta pada pukul 4.30 sore (3.30 WIB) dengan pesawat Malaysia Airlines MH 727, dan alhamdulillah pada pukul 6.00 WIB KH. Ahmad Syadzirin Amin selamat sampai di Jakarta kemudian melanjutkan ke Pekalongan dan sampai di kediaman di desa Paesan tengah dengan selamat tanpa ada halangan apapun. Semoga perjalanan spiritual beliau ke jamaah Rifaiyah yang ada di Malaysia dan Singapura pada ujung tahun 2010 ini, senantiasa mendapatkan rahmat, dan kita selalu mendoakan untuk beliau semoga di berikan panjang umur, luas rezeki, dan ilmunya selalu bermanfaat untuk kemajuan ummat Islam pada umumnya serta jamaah warga Rifaiyah pada khususnya.
Wallahu A’lam
Sholli Ala Muhammad Wa Aalihi
Ibnu Dahlan El-Madary
Kamis, 10 Muharram 1432H/ 16 Desember 2010
Taman Serdang Perdana, Sg. Besi, Kuala Lumpur, 4.00PM.





