Tanbihun Online

Profil Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i Aram-Aram Bulak Rowosari Kendal

Profil Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i Aram-Aram Bulak Rowosari Kendal

Profil Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i Aram-Aram Bulak Rowosari Kendal
October 29
08:25 2012

PROFIL

YAYASAN WAKAF RIFA’IYAH KAB. KENDAL

PONDOK PESANTREN TERPADU SYAIKH AHMAD RIFA’I

ARAM-ARAM BULAK ROWOSARI KENDAL

Jl. Bulak II Aram-aram Bulak Rowosari Kendal 51354 Jawa Tengah

0294-5740693, HP: 088215214166, 087832379158

_____________________________________________________________________

MUQODDIMAH

Kejayaan suatu bangsa sangat tergantung pada integritas pribadi anggota masyarakat dari bangsa tersebut . Bangsa yang  masyarakatnya tidak memiliki integritas kepribadian yang baik tidak mungkin dapat melaksanakan pembangunan dengan baik. Karena pribadi yang tidak memiliki kepribadian yang integral hanya akan menjadi obyek pembangunan, bukan subyek pembangunan.

Lembaga pendidikan pesantren sebagai lembaga pendidikan tradisional tertua di Nusantara ini, memiliki tradisi dan pola pendidikan integral yang telah terbukti mampu melahirkan tokoh-tokoh yang memiliki integritas pribadi yang tidak dapat diragukan lagi. Pendidikan yang benar-benar membina dan mengembangkan tiga potensi dasar santrinya. Yakni potensi kognetif, afektif dan psikomotoriknya. Sehingga terbentuk pribadi yang ideal. Seorang pribadi yang memiliki wasanan yang luas, penghayatan yang mendalam akan ilmunya, dan ketrampilan yang baik dalam mengamalkan ilmunya.

Pada umumnya masyarakat pesantren memiliki komitmen yang tinggi terhadap tradisi (baik keagamaan maupun sosial), dan kurang responsif terhadap perkembangan peradaban. Demikian juga banyak pesantren yang karena komitmennya pada tradisi yang diyakini sebagai kebaikan, akhirnya enggan menerima pembaharuan. Sehingga banyak pesantren yang tertinggal dalam peradaban klasik yang tidak sholih (selaras) terhadap peradaban yang sedang berkembang, sehingga out put (keluaran) pesantren tidak mampu menerima estafeta kepemimpinan bangsa dan tidak dapat mengelola kakayaan alam negeri ini sabagai rahmat Allah bagi umat islam dan bangsa Indonesia. Untuk menjawab keterbelakangan umat islam dan tantangan zaman, maka Yayasan Wakaf Rifa’iyah Pondok Pesantren Terapadu Syaikh Ahmad Rifa’i dengan spesifikasi sebagai berikut.

SEJARAH SINGKAT

Yayasan Wakaf Rifa’iyah Pondok Pesantren Terapadu Syaikh Ahmad Rifa’i didirikan pada tahun 2005; oleh seorang tokoh Agama sekaligus Pengusaha dermawan yang Peduli  terhadap dunia pendidikan, beliau adalah K.H. Abdul Choliq putra ke 5 dari mendiang K.H. Nurhasan Bin Irsyad tokoh masyarakat, sesepuh rifa’iyah sekaligus aghniya dusun Aram-aram yang aktif dan memiliki komitmen inggi untk melestarikan ajaran Syaikh Ahmad Rifa’i. Berdirinya Yayasan Wakaf Rifa’iyah Kab. Kendal merupakan sebuah cikal bakal lahirnya Pendidikan Rifa’iyah yang berbasis terpadu antara formal dan non formal. Yayasan Wakaf Rifa’iyah merupakan pusat pendidikan Organisasi Islam Rifa’iyah, yang berpusatkan di kabupaten Kendal. Kehadiran lembaga pendidikan terpadu di Kabupaten Kendal mendapatkan respon psitif serta dorongan dandukungan baik oleh masyarakat setempat maupun oleh Pimpinan Pusat Rifa’iyah yang kala itu di pimpin oleh KH. Syadzirin Amin.

Dengan kesederhanannya, mulai tahun ajaran 2004-2005, Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i di bawah naungan Yayasan Wakaf Rifa’iyah Kabupaten Kendal, mulai menerima santri dengan modal sarana dan prasarana yang dimiliki, 15 ruang kelas (untuk kelas), 15 ruang asrama santri putra, 6 asrama putri, 1 ruang kantor, 1 ruang guru, 1 ruang untuk computer dan perpustakaan, 1 petak perumahan guru, dan 22 unit MCK.

Dengan bermodalkan kesederhanaan diatas, Alhamdulillah Pondok Pesantren Terpadu syaikh ahmad rifa’i mendapat perhatian dari masyarakat setempat khusnya Kecamatan Rowosari umumnya kabupaten Kendal dengan mempercayakan pendidikan putra-puterinya, seiring bertambahnya waktu dan mulai dikenalnya Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i  lewat prestasi-prestasi yang dicapai dan Alhamdulillah pada saat ini pondok Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i telah memiliki lebih dari 300 santri, yang berasal dari berbagai daerah di jawa maupun luar jawa.
Sejak tahun berdirinya, pimpinan Pondok Pesantren Terapadu Syaikh Ahmad Rifa’i langsung berperan serta dan mengikuti lomba-lomba yang dilaksanakan oleh Instansi pemerintah, Dinas Pendidikan, Departemen Agama maupun dinas pendidikan daerah dan pusat.

Meskipun masih berusia belia, banyak prestasi siswa-siswi Pondok Pesantren Terapadu Syaikh Ahmad Rifa’i patut mendapat apreisasi diantaranya : 1 kali menjadi juara finalis LIPIR di jakarta pusat kementerian pendidikan pusat jakarta,  setiap tahun tepat disetiap awal tahun Ponpes Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i menjuarai lomba MTQ dan tartil baik di tingkat kecamatan maupun di kabupaten dan pernah sampai ke provinsi jateng. Kemudian setelah kedatangan dua master bahasa inggris, Pondok Pesantren Terapadu Syaikh Ahmad Rifa’i mulai mengadakan program bahasa, sampai tahun 2009 Pondok Pesantren Terapadu Syaikh Ahmad Rifa’i terkenal dengan predikat “Pesantren Bahasa Inggris”

Alhamdilillah saat ini lulusan Pondok Pesantren Terapadu Syaikh Ahmad Rifa’i telah tersebar di berbagai pondok pesantren, Perguruan Tinggi Negeri maupun swasta yang ada di wilayah Jawa maupun luar jawa dan di berbagai instansi swasta maupun negeri.

LOKASI

Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i, berada di sebuah lokasi yang sangat strategis untuk orang yang benar-benar menghendaki belajar dengan baik. Terlindung  dari keramaian kota, tetapi mudah dijangkau dengan kendaraan umum atau kendaraan khusus. Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i berlokasi di Jalan Raya Bulak Desa Bulak Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Secara geografis lokasi pesantren berada di sebuah dataran rendah dekat pantai sekitar 2 km yang di kelilingi pematang sawah sehingga menjadikan lingkungan pondok asri dan nyaman untuk dijadikan tempat belajar.

KARAKTER PONDOK

Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i adalah  institusi yang berupaya memadukan antara:
•    Pondok pesantren salafi dengan modern
•    Pendidikan pesantren dengan sekolah (terpadu)
•    Bimbingan individu dan kelompok serta
•    Pembinaan keilmuan, ibadah, akhlak dan keterampilan.

VISI PONDOK

“BERPRESTASI DALAM SAINS DAN BERPRILAKU DENGAN AGAMA”

MISI PONDOK

1)    Meningkatkan pendidikan dan pengajaran pada semua unit pendidikan di bawah
Yayasan.
2)    Membina manusia muslim yang taqwa, berbudi luhur, berpengetahuan sempurna, cakap dan terampil serta bertanggung jawab terhadap agama, bangsa dan negara.
3)    Membentuk Kepribadian manusia yang berfikir logis
4)    Menciptakan manusia yang kuat aqidahnya (salimul aqidah), sah ibadahnya (shahihul ibadah), dan dijiwai etika islami (matinul khulq).
5)    Mendidik manusia yang mempunyai kepribadian mandiri ( qawiyyul qasb). Dan mampu menerapkan pengetahuan ilmiah.
6)    Menciptakan manusia yang bermanfaat bagi dirinya dan orang lain (nafi’an linafsihi waghoirih).
7)    Melanjutkan gerakan dakwah  Syaikh Ahmad Rifa’i
8)    Menumbuhkembangkan semangat keunggulan kepada seluruh warga Pondok.
9)    Melaksanakan pembelajaran dan bimbingan secara efektif, bagi santri sesuai dengan potensi santri.
10)    Mengembangkan pembinaan profesionalisme guru dan karyawan.
11)    Menggalakan budaya kerja, budaya belajar dan budaya bersih.
12)    Meningkatkan dan menegakan disiplin warga belajar  pondok pesantren.

TUJUAN

•    Terbentuknya pribadi-pribadi muslim
•    memiliki tanggung jawab yang besar dalam meninggikan kalimat Allah dan
meratakan rahmat-Nya ke seluruh alam,
•    bertaqwa kepada Allah dan  berakhlak mulia,
•    cerdas dan berketrampilan hidup yg mandiri.
•    Memiliki kesehatan jism, ilmu dan jiwa (bastotan fil ilm wal jism)

PROGRAM PENDIDIKAN

Inti :

•    Muhafadhah karya Syaikh Ahmad Rifa’i minimal 10 bismillah
•    Kitab nahwu shorof system sorogan dan bandungan
•    Penyarahan kitab tarajumah
•    Hafalan (tahfidz) kitab tarajumah (ushul, fiqh, tasawuf)
•    Kajian kitab tarajumah 10 bismillah
•    Sorogan/lafal makna kitab tarajumah
•    Kajian kitab kuning system nyoret bahasa jawa
•    Pendidikan Formal
•    Bahasa Arab dan bahasa inggris aktif, dengan mengaplikasi system kursus pada kelas kepondokan bahasa.
•    Keterampilan informatika
•    Keterampilan seni rebana
•    PKL
•    Micro teaching
•    Interpreneurship

Ekstra:

•    Seni baca Al-Qur’an (Tilawah)
•    Kaligrafi,
•    Ceramah/khitobiyah 3 bahasa (Arab, Inggris, Indonesia)
•    Seni Rebana jawa
•    Kaijan Agama seputar ilmu Ushul Fiqh Tasawuf
•    Tata boga
•    Sablon

AKTIVITAS PONDOK

Dalan usaha mencetak kader-kader yang diharapkan, kepondokan melakukan proses pembelajaran sebagai berikut :
1.    Kajian kitab kuning salafiah dan khalafiah
2.    Pembinaan tilawah, qiro’at, dan tahfidz qur’an
3.    Menggunakan bahasa Ingris dan Bahasa Arab sebaga bahasa pengantar resmi pondok
dan sekolah
4.    Pelatihan pidato tiga bahasa (Inggris, Arab, Indonesia)
5.    Organisasi dan kepramukaan
6.    Diskusi-diskusi keagamaan, social kemasyarakatan serta karya ilmiah
7.    Pendidiakn keterampilan computer, kaligrafi, sablon dan rebana ala jawa
8.    Kewanitaan seperti pendidikan tata rias; dan lain-lain

AKTIVITAS HARIAN

04.00 – 05.00            Bangun tidur dan Shalat subuh berjamaah
05.00 – 06.15            Pengajian (Al Qur’an & Pengajian bandungan kitab tarajumah)
06.15 – 06.50            Sarapan pagi dan persipan sekolah pagi
06.50 – 13.30            Kegiatan pembelajaran sekolah
13.30 – 15.00            Shalat, istirahat, dan makan siang
15.00 – 15.30            Persiapan dan sholat ashar berjamaah
15.30 – 17.00            Sekolah Ma’had
17.00 – 17.45            Makan sore
17.45 – 20.00            Shalat maghrib berjamaah, pengajian kitab ireng, dilanjutkan berjamaah shalat isya
20.00 – 21.00            Taqroran/bimbel/kajian agama/khitobiyah
21.00 – 22.00            Istirahat
22.00 – 04.00            Tidur dan istirahat

AKTIVITAS NON HARIAN

1    Khutbah iftitah
2    Ulangan tulis sekolah dan kepondokan
3    Ulangan lisan dan praktek sekolah dan kepondokan
4    Ulang tahun pondok (Milad)
5    Ulangan tengah semester, UN, UAS, dan Ujian Praktek
6    Ujian Pondok
7    Haflah Takhrij (Wisuda)
8    Peringatan Hari Besar Islam, dan Nasional
9    PPL
9.    Program goo green ponpes

BENTUK PENDIDIKAN

Pendidikan di pesantren ini berbentuk integral dan berjenjang. Integral dalam arti penggabungan antara model pendidikan formal, informal dan nonformal dalam satu menejemen. Dan berjenjang dalam arti setiap santri harus berada dalam suatu jenjang pendidikan  yang sesuai dengan tingkatan akademik formalnya. Yaitu; MTs. (MTs Al Islam) SMA (SMA Rifa’iyah).

STATUS LEMBAGA

Lembaga yang menaungi pesantren ini adalah Yayasan Wakaf Rifa’iyah Kab. Kendal yang didirikan pada tanggal 20 November 2006, dengan Akta Notaris: Ida Putra Rajikan SH, nomor; 20 Nopember 2006. dan terdaftar di Kementerian Agama dengan nomor statistik: 512332417169

FASILITAS

•    Dewan pengasuh yang terdiri dari para sarjana  (S1) dari berbagai disiplin ilmu sesuai
dengan keilmuan yang dimilikinya. Dan sekaligus alumni dari berbagai pesantren, serta para
ustadz alumni pesantren salaf.
•    Lembaga Pendidikan Formal : MTs (MTs. Al Islam), SMA (SMA Rifa’iyah)
•    Lembaga Pendidikan Non Formal: Madin Ma’had, Kursus Komputer dan Bhs.Inggris.
•    Laboraturium: Bahasa, Komputer, IPA, Pertanian, dan multimedia informatika.
•    Gedung 3 lantai, asrama 2 lantai, mushola dan lapangan olah raga (semua) milik
•    Gedung asrama pembina 1 lantai
sendiri.
•    Letak pesantren jauh dari keramaian kota yang cocok bagi anak yang serius mencari ilmu.
•    Ruang Perpustakaan rerlengkap dan terbesar se kabupaten kendal
•    Ruang makan
•    Kantin
•    Koperasi

PERPUSTAKAAN TERPADU

Perpustakaan pesantren merupakan perpustakaan yang lebih memfokuskan diri sebagai perpustakaan yang menyediakan buku-buku bacaan bernilai Islam, walaupun ada sebagaian koleksi yang bersifat umum. Keberadaannya akan sangat penting dalam memenuhi kebutuhan akan ilmu-ilmu keislaman dikalangan santri dan siswa di pondok pesantren.
Untuk lebih meningkatkan peran dalam hal penyampaian nilai-nilai keislaman tersebut maka perpustakaan pesantren bermaksud mengadakan kegiatan perbanyakan bahan pustaka. Mengigat kemajuan teknologi dan media saat ini maka bahan pustaka tersebut tidak hanya terbatas pada buku saja, tapi bisa juga berupa CD, majalah, tabloid, komik islami dan lainnya. Untuk itu kami bermaksud mengajak kepada berbagai pihak terkait untuk bersama-sama beramal dalam kegiatan ini. Kami sangat berharap bantuan dan sumbangan dari berbagai pihak untuk perbanyakan bahan pustaka ini, agar kehausan akan nilai-nilai Islam tersebut dapat terjawab.
Koleksi perpustakaan pesantren terdiri dari llmu yang berkaitan dengan Al-Qur’an, llmu Hadits, Aqidah, Akhlaq, Fikih, Sosial Budaya Islam, Aliran dalam Islam, Tarikh Islam Dan Biografi Tokoh-Tokoh Islam, kamus-kamus, ensiklopedi, Ekonomi Islam, Sejarah Perkembangan Islam, Syariah, Dakwah, Kristologi, Manajemen, Ekonomi, Politik, Pertanian, Komputer, Psikologi, Kewirausahaan, dan lain-lain.

KURIKULUM

Kurikulum yang diterapkan dalam pembinaan santri adalah berbentuk modifikasi antara kurikulum Diknas (untuk pendidikan Formal), Depag. (untuk pendidikan nonformal dan madrasah diniyah) dan kurikulum khas Pendidikan Kerifa’iyahan (untuk pendidikan informal).
KITAB YANG DIKAJI
1.    Kitab Jawa (kitab ireng) meliputi:
a.    Tahyirah Muhtashor
b.    Riayatal Himmah
c.    Tasyrikhatal Muhtaj
d.    Tabyinal Islah
e.    Husnul Matholib
f.    Asnal Maqasid
g.    Wadihah
h.    Muslihat
i.    Wadihah
j.    Tahsinah
k.    Syarhul Iman
l.    Ringkasan Usfita
m.    Manaqib Syaikh Ahmad Rifa’I
n.    Rahmatul Ummah (karya almaghfurllah Abah KH. Ahmad Syadzirin Amin)
2.    Kitab Arab meliputi:
a.    Tuhfatul Atfhal
b.    Hulasoh Nurul Yaqin juz 1-3
c.    Lughotul Arabiyah
d.    Ahlakul Banin
e.    Qatrul Ghois
f.    Fathul Qorib
g.    Minahussaniyah ala wasiyatul musthofa
h.    Safinatunnaja
i.    Qawaidu Sorfiyah
j.    Nahwu Wadih juz 1-3
k.    Qawaidul iqlal
l.    Jurmiyah
m.    Nadhom Imrithi
n.    Arbain Nawawi
o.    Lubabul Hadits
p.    Muhtarul Ahadits

POLA ASUH

Setiap santri berada di bawah asuhan pembina (musyrif). Dan seorang musyrif hanya membina santri maksimal tujuh  orang. Dalam pelaksanaan dan pembinaan serta pengawasan santri secara umum dilakukan oleh murobbi. Sehingga musyrif bertindak sebagai wakil pengasuh (murobbi).

Dalam pembinaan integral kepribadian santri, santri harus mengikuti pengembangan kognesi yang berupa  pendidikan pola tutorial dan klasikal, diskusi kelompok serta kajian agama. Sedangkan untuk pengembangan afeksi santri harus mengikuti kegiatan dzikir, mujahadah, hafalan dan tartil al-qur’an. Adapun untuk pengembangan psikomotorik santri harus mengikuti praktek ibadah, praktek ketrampilan profesi dan penugasan-penugasan oleh musyrif secara disiplin.

METODE PENDIDIKAN

Seperti  yang lazim di pakai di setiap pondok pesantren khususnya ponpes Rifa’iyah yaitu dengan menggunakan system pengajaran dengan tiga metode yaitu, system hafalan, lafal makno (sorogan) dan bandungan. Namun di Ponpes Terpadu SAR nampaknya ada beberapa keunikan tersendiri yaitu dengan tambahan metode system kursus (course system) khusus untuk program bahasa English dan arab dan program micro teaching. Diantara beberapa metode yang diajarkan di ponpes SAR yaitu:

1.    Metode hafalan, dalam hal ini tidak hanya kitab kitab karya Syaikh Ahmad Rifa’I saja, namun juga banyak kitab arab yang dikaji dan dihafalkan oleh setiap santri. Diantara kitab arab yang diajarkan dengan metode hafalan di Ponpes Terpadu SAR diantaranya ialah:

a.    Kitab Jurumiyah (nahwu wadih)
b.    Kitab imrity
c.    Kitab tasrifan ala termas
d.    Qawaidul I’lal
e.    Hadits (arbain nawawi)

Kitab jawa (kitab ireng) yang diajarkan dengan metode hafalan di Ponpes Terpadu SAR diantaranya seputar tentang ilmul hal (mudoyyiq) yang meliputi ilmu ushul, fiqh dan tasawuf yang diambil dari kitab Tahyirah Muhtashar, Riayah Awal, akhir, nukilan karya generasi kedua dari santri Syaikh Ahmad Rifa’i. kegiatan hafalan ini dilakukan dua kali dalam seminggu yaitu hari senin dan kamis setiap habis sholat maghrib. Dengan catatan semua santri harus memiliki buku setoran hafalan yang telah di buatkan oleh pengurus ponpes. dengan demikian tidak ada alasan bagi santri yang tidak mengikuti kegiatan hafalan, karena data dan namanya telah terkordinir secara afektif oleh para asatidz. Pada metode hafalan ini bagi santri pemula (baru) harus menghafal kitab Tahyirah Muhtasor (ilmu ushuludin) terlebih dahulu sebelum melanjutkan ke kitab Ri’ayatal Himmah (ilmu fiqh, tasawuf).

Untuk kitab arab metode hafalan dilakukan setiap hari sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan oleh asatidz, pada sekolah sore (sekolah ma’had).

2.    Metode Lafal Makno (sorogan)

Pada dasarnya metode ini tidak jauh berbeda dengan metode sorogan, hanya beda istilah saja, namun juga system pengajaranya sedikit berbeda. Kalau system sorogan yang biasa dipakai oleh setiap pesantren arab itu dengan menggunakan kitab kuning yang sama sekali tidak ada harakat dan I’rabnya, tapi kalau system lafal makno yaitu dengan menggunakan kitab jawa (kitab ireng) yang sudah ada harakat dan I’rabnya, hanya saja santri tinggal mengamati dan memahami batasan batasan arti perkalimat yang telah dibacakan oleh ustadz. Pada metode ini sebenarnya paling efektif bagi ustadz dan santri, karena dilakukan dengan satu persatu, jadi ada kesempatan untuk ustadz untuk mengevaluasi dan mengamati kompetensi serta kemampuan setiap santri. Begitu juga sebaliknya santripun punya semangat tinggi untuk menelaah dan membacanya dengan berulang ulang (tiqrar) sebelum mengaji dengan ustadznya. System lafal makno yang digunakan di ponpes SAR khusus hanya umtuk kitab jawa (kitab ireng saja) dilakukan setiap hari setelah sholat maghrib sampai isya.

3.    Metode Bandungan

Kendatipun ponpes SAR bermodelkan pendidikan Ribath (terpadu), namun konsep pengajaranya tidak kalah penting dengan ponpes salaf Rifa’iyah yang lain. Metode pengajaran bandungan ini sudah menjadi kebiasaan dan tradisi yang dipakai disetiap ponpes Rifa’iyah, namun di ponpes SAR agak sedikit berbeda dengan ponpes lainya. Perbedaanya terletak pada alokasi waktunya, satu minggu hanya 4 kali yaitu setiap malam selasa dibimbing langsung oleh pengasuh ponpes, hari jum’at, sabtu dan minggu di baca oleh asatidz.

Metode bandungan yang diterapkan di ponpes Rifa’iyah sangat jauh berbeda dengan metode bandungan yang diterapkan diponpes arab, persoalanya terletak pada kitab yang diaji dan pemahaman yang diserap oleh para santri, kalau diponpes arab dengan menggunakan kitab arab (kitab kuning) yang sedikit agak sulit untuk dipafahmi karena membutuhkan beberapa pemahaman yang saling berhubungan. Pasalnya untuk dapat menyerap kafahaman kitab kuning seorang santri terlebih dahulu harus mengerti maknanya (leksikal meaning) kemudian susunan (terkibnya) karena yang dibaca adalah bahasa arab. Namun dalam metode bandungan yang diterapkan di ponpes Rifa’iyah pada umumnya seorang santri tidak begitu dituntut untuk memahami dan mengerti secara mendetail tentang kerangka diatas, seorang santri cukup dengan mendengarkan dan memahami penjelasan dari seorang murabbi (ustadz), karena substansi (pejelasan) yang disampaikan oleh ustadz (murabbi) menggunakan kitab jawa dan penjelasanya pun memakai bahasa jawa walaupun terdapat beberapa dalil Alqur;an dan Hadits yang disampaikan namun tidak secara global.

4.    Metode kursus (course system)

Seperti yang telah saya ungkapkan diatas bahwa metode ini khusus hanya digunakan untuk program bahasa (arab inggris). Metode ini penulis terapkan sesuai yang pernah dialami di kampong bahasa tepatnya di pare Kediri (BEC). Tidak cukup hanya dengan memakai metode dari BEC saja namun selebihnya penulis kombinasikan dengan beberapa metode yang parnah penulis serap dari berbagai tempat kursusan ketika masih di pare. Metode ini memiliki dua sisi kelebihan dan kekurangan. Kelebihanya metode ini sangat efektif dan mudah untuk difahami dan dimengerti bagi para pelajar terutama bagi para pemula karena metodenya very fun dan menyenangkan. Dengan memakai konsep game, English area, grammer, speaking, speak contest, walking program, weekly meeting, discussing program serta penjelasan kitab jawa (kitab ireng) dengan memakai bahasa inggris.

Dengan beberapa kelebihan diatas membuat para santri semakin tertarik dan tersimpati untuk mengikuti. Kelebihan lain pada metode ini lebih dominan praktik daripada teori, alhasil untuk bahasa English dan arab lebh banyak diserap dari ponpes dibandingkan dengan dari sekolah, karena konsep pengajaran di sekolah lebih mengutamakan aspek teori namun praktiknya sedikit, sehingga sedikit sekali ruang bagi santri untuk mengaplikasikan pengetahuan bahasanya dalam kehidupan sehari hari. Berbeda dengan konsep yang diajarkan dipesantren lebih mengutamakan pada aspek praktis (praktik) sehingga semua pelajaran yang telah diserap oleh para santri bias langsung dipraktikan dalam kehidupan sehari hari.

Kelemahan pada metode ini sebenarnya hanya sedikit yaitu minimya minat dan antusias santri untuk lebih menguasai bahasa, karena mengingat hampir seluruh santri yang mondok disini bukan keinginan dan inisiatif dari santri itu sendiri melainkan beberapa dari mereka atas dorongan dari orang tua. Berbeda dengan praktik yang ada di kampong bahasa terutama di BEC, hampir seluruh pendatang (siswa) minat dan antusisnya begitu tinggi untuk mendalami dan menguasai pengetahuan bahasa, karena sebagian besar mereka datang kesana atas keinginan dan hasrat mereka sendiri. penulis melihatnya ini sebuah kewajaran dan kemakluman. Karena apa? Kerena yang dipelajari di ponpes SAR bukan hanya program bahasa saja melainkan banyak sekali program yang harus dipelajari dan dikuasai oleh para santri, sehingga penulis sangat menyadari betul keadaanya.

5.    Metode Kajian Agama

Metode kajian agama (bahsul masail) yang dterapkan diponpes SAR sedikit berbeda dengan metode yang diterapkan diponpes ponpes lain, kebanyakan metode ini yang dipakai oleh ponpes ponpes lain dengan menggunakan metode pemaparan terlebih dahulu oleh sang presentator (penyaji materi) dengan membacakan dan mejelaskan batasan materi yang telah ditentukan oleh asatidz ponpes. Namun keunikan sekaligus sebagai ciri khas metode kajian agama yang diterapkan diponpes SAR yaitu dengan menggunakan metode gaya perkuliahan,yaitu dengan konsep metodologi diskusi aktif, dalam artian kelompok penyaji harus membuat makalah batasan materi yang akan disampaikan kemudian makalah tersebut dicopy dan dibagikan kepada audience sebagai bahan kajian. Jadi satu minggu sebelum hari H bagi kelompok yang bertugas harus bersiap siap dan mendalami materi yang akan disampaiakan semaksimal mungkin dalam membuat makalah.

Metode ini diterapkan dengan tujuan agar setiap santri memiliki kemampuan dan kompetensi untuk menjadi seorang penyaji (presentator) yang handal, kemudian agar santri tidak begitu kaget, down  ketika telah masuk diperguruan tinggi karena telah terbiasa dengan makanan diskusi secara formal.

6.    Metode micro teaching

Metode ini diberlakukan khusus bagi santri kelas XII SMA yang notabenya mendekati kelulusan. Metode ini mulai diterapkan pada tahun ini, rencananya sebagian santri senior kelas XII SMA yang telah memiliki kompetensi tinggi serta mendapatkan rekomendasi dari murabbi dan para asatidz akan di tugaskan untuk mengajar di berbagai Madrasah Diniyah Rifa’iyah yang berada di daerah Kendal, seperti desa bulak, kebonsari, tanjunganom, lebosari, cepoko mulyo, juwiring, triharjo, dasri ringinarum, dan desa lainya. Sebelum mereka diserahkan ke madrasah masing masing dua bulan sebelumnya mereka dibimbing dan dibreafing metode pembelajaran dan pendidikan sebagai bekal untuk mengajar bagi calon guru (ustadz).

PENGASUH DAN ASATIDZ

Seperti telah di singgung diatas Pondok Pesantren Terpadu SAR di asuh (murobbi) oleh KH. Ahmad Syadzirin Amin,  (Dewan Syuro Rifa’iyah Pusat) beserta dewan asatidz dan beberapa orang musyrif (pembina) dan musyrifah (pembina putri) yang secara penuh menyertai aktifitas keseharian santri selam 24jam dan tinggal bersama dalam satu pesantren.
DAFTAR NAMA MUROBBI, MUSYRIF, MUSYAROFAH PONPES

No     Nama     L/p     Ttl     Alamat     Pnd.terakhir
1    KH. A. Syadzirin Amin     L     Pkl, 15 November 1954    Pekalongan     S1
2    KH. Abdul Kholiq    L     Kndl,     Kendal     Pesantren
3    KH. Abdul Khamid     L    Kndl, 09 Juni 1940    Kendal     Pesantren
4    Alif Ayatullah     L    Pkl, 15 Juni 1979    Pekalongan     Pesantren
5    Mahful Umar     L    Pkl, 20 Juli 1983    Pekalongan     Pesantren
6    Sholihun Alfahmi, S.Pd.I     L    IM, 15 februari 1989     Indramayu     S1
7    Syamsul Ma’arif     L    Pkl, 15 Juni 1979    Pekalongan     Pesantren
8    M. Nasrullah, S.Th,I    L    Pkl, 28 April 1977    Pekalongan     S1
9    Ahmad Saifullah, S.Sos     L    Pkl, 10 Februari 1982    Pekalongan     S1
10    Misbachudin, S.Pd.I    L    Pmlg, 27 Januari 1986    Pemalang     S1
11    H. Muntaha, Lc     L    Kendal, 15 April, 1983    Kendal     S1
12    M. Nur Miftakhul Huda, S.Pd.I     L             S1
13    Imrodin     L     Kendal, 13 Januari 1970    Kendal     Pesantren

BIAYA PENDIDIKAN

I. Ma’had
* Pendaftaran Awal     : 30.000.00
* Syahriyah Ponpes    : 30.000.00
* Kost Makan perbulan     : 160.000.00

II. SMA Rifa’iyah
•    Daftar Ulang            : 490.000.00*
•    SPP                 : 80.000.00*
•    Biaya Ujian Akhir Nasional    : 700.000.00*
* berubah setiap tahun

III. MTs Al Islam
•    Daftar Ulang            : 300.000.00*
•    SPP                : 20.000.00*
•    Biaya Ujian Akhir Nasional    : 50.000.00*
*  berubah setiap tahun

PENUTUP.

Iman dan ilmu yang integral dalam kepribadian yang unggul adalah bekal paling berharga bagi anak cucu kita. Masukkan anak cucu anda pada Pesantren Terpadu yang didirikan oleh Yayasan Wakaf Rifa’iyah Pondok Pesantren Terpadu Syaikh Ahmad Rifa’i.Insya allah siap mengemban amanat anda. Dan insya allah putra-putri anda akan menjadi generasi masa depan yang berkualitas. Memiliki 2 keilmuwan Bastotan fil ilmi wal jism & hafidzun alim. Dhohiron wa Bathinan.

Wallahu a’lamu.
Rowosari, 10 Oktober 2012

Mengetahui,
Pengasuh Ponpes Terpadu SAR

KH. ABDUL KHAMID

______________________________________________________________

Foto-Foto Dokumentasi:

About Author

admin

admin

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Related Articles

Hubungi Kami:

Admin1:
Admin2:
Admin3:
Admin4:
Admin5:
Admin6:

Home Office :
Jl.Napak Tilas No.2 Cepokomulyo Gemuh
Kendal Jawa Tengah 51356
Email: admin@tanbihun.com
Phone: +62 8154 201 8950

Who's Online

58 visitors online now
Anda mungkin juga menyukaiclose