Orang Bijak Selalu Menulis

menulisTanbihun.com – Ibnu Bathutah berkeliling dunia pada usia tiga puluh tahun. Dalam perjalanannya, ia menemukan berbagai keajaiban yang kemudian ditulis dalam sebuah buku yang membuatnya terkenal dimasanya sampai sekarang.

Ibnu khaldun menyendiri di kastil selama bertahun-tahun ketika menulis buku sejarahnya. Dan setelah itu, bukunya pun menjadi rujukan banyak kalangan.

Ibnu Asakir al-Hafizh menulis buku sejarah damaskus pada usia enam puluh tahun. Hebatnya lagi, tidak seorang pun dari kalangan ulama, sastrawan, atau penyair Damaskus yang luput dari rekamannya.

Ibnu Taimiyah menulis empat buku tipis dalam sehari, satu diantaranya disempurnakannya dalam satu minggu. Ia menulis satu buku lengkap dalam sekali duduk. Lalu, lebih dari seribu pengarang menulis tentang dirinya.

Ibnu Jarir menulis seratus ribu halaman. Ibnu al-Jauzi menulis seribu buku. Dan Ibnu al-Anbari menghafal empat ratus buku tafsir.

Kh. Ahmad Rifa’i menulis ratusan kitab dalam bentuk nadhom yang bernilai sastra tinggi,bukan hanya kedalam bahasa jawa,tapi juga kedalam bahasa melayu.

Kita ????

Tags:
5 Comments

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *