4:48 pm - Friday September 19, 2014

Persebaran Rifa’iyah di Indramayu

Tuesday, 1 February 2011 1:46 | Profil Ulama | 17 Comments | Read 2520 Times

Raden Misbah

Tanbihun.com – Dalam literatur sejarah lisan yang bersumber dari beberapa koresponden sesepuh tokoh Ulama Rifa’iyah Jawa Barat yang selama menjadi tokoh pejuang gerakan ajaran Rifa’iyah Jawa Barat, dapat penulis ambil sejarahnya mengenai persebaran ajaran Rifa’iyah di Jawa Barat. Ajaran Rifa’iyah mulai pertama kali masuk ke Jawa Barat di bawa oleh seorang santri Syaikh Ahmad Rifa’i yang bernama Kyai Idris bin Kyai Ilham Batang. Kedatangan Kyai Idris sangatlah membawa pengaruh keagamaan yang begitu tepat dan sebagai penolong kehancuran dan kemerosotan nilai-nilai akhlak dan moral masyarakat Indramayu, beliau menetap pertama kali di desa Larangan Jambe Kec. Kertasmaya Kab. Indramayu dengan menyebarkan doktrin yang telah di bawa oleh gurunya. Beliau di temani seorang ulama besar dari Jateng yaitu Kyai Kosim dalam menyebarkan ajaran Rifa’iyah di Jabar. Saat itu pula ajaran Rifa’iyah mulai di kenal dan di terima oleh masyarakat awam Indramayu dan masyarakat Jawa Barat umumnya. Murid-muridnya berdatangan dari berbagai daerah daintaranya dari Cirebon, Kerawang, Subang, Indaramayu dan Cikampek. Diantara santri-santrinya antara lain:

  • Kyai Tasmiyah santri pertama
  • Kyai Toyyib, setelah menimba ilmu dengan Kyai Idris kemudian mengajarkanya di daerah asalnya yaitu daerah cidempet hingga sampai ke daerah indramayu barat tepatnya desa patrol dan mempunyai seorang santri yang hingga kini masih melestarikan ajaran gurunya yaitu Kyai Warkum
  • Kyai Tohir, setelah selesai belajar dengan Kyai Idris kemudian melanjutkan perjuanganya untuk mengajarkan ajaran Rifa’iyah di desa Bogis, santrinya yang masih aktif hingga sekarang ialah Kyai Marzuq.
  • Kyai Jalil, berasal dari Cidempet. Beliau di tugaskan untuk melanjutkan perjuangan Kyai Idris ke daerah Sukamandi kamplong, namun setelah lama menyebarkan Ajaran Rifa’iyah terdapat informasi bahwa istrinya dinikahi oleh Penjajah Kolonial Jepang hingga beliau pulang ke daerah asal dan mempunyai keturunan diantaranya Kyai Ahmad Ghozali dan Kyai Komarudin yang selama ini masih melestarikan perjuangan bapaknya.
  • Kyai Das, berasal dari Desa Pranggong Waled yang di mandatkan untuk menyebarkan ajaran Rifa’iyah di daerah asal. Diantara putra-putranya yang selama ini masih aktif melestarikan ajaran bapaknya ialah Nyi Mut, Kyai Tali, Kyai wadi (Abdullah).
  • Kyai Madarum (Abu Bakar), berasal dari Desa Pranggong Waled dan mempunyai dua putra diantaranya, Abdul Kohar sebagai (anak tirinya) dan Raden Kyai Misbahul Munir atau biasa di panggil Wa Misbah.
  • Dan masih banyak lagi santri-santri dari Kyai Idris. Namun pemulis tidak dapat menyebutkanya satu persatu karena waktunya tidak cukup untuk mencari data-data tentang Pergerakan dan Persebaran Ajaran Rifa’iyah secara sempurna.

Biografi dan Sejarah Perjuangan Raden Kyai Misbahul Munir

Raden Kyai Misbahul Munir (Wa Misbah), di lahirkan dari pasangan Raden Abu Bakar atau santri-santrinya memanggilnya dengan sebutan Kyai Madarum.  Raden Abu bakar di kenal sebagi seorang yang sakti di kalangan orang awam Indramayu kala itu, disamping itu beliau juga di sebut sebagai tokoh Ulama yang cerdas dan wira’i, bahkan konon ceritanya pada waktu istrinya mengandung putra keduanya yaitu Wa misbah Raden Abu bakar sempat membuat Syi’iran jawa dengan bahasa jawanya, yang sampai saat ini pula sya’ir-syair karanganya biasa di bacakan oleh para santrinya terutama di bacakan pada saat qobalan menjelang pengajian di berbagai majlis ta’lim seperti masjid dan mushola. Diantara isi dari sya’ir-syair tersebuta yang berisi tentang suatu saat nanti akan di lahirkan putra kedua yang akan diberi nama Raden Misbahul Munir, dan suatu saat nanti setelah Penjajahan Kolonial Jepang dikalahkan oleh bangsa Indonesia akan terjadi pengeboran minyak bumi pertamina di desanya dan dari karyawan pertamina tersebut akan menerima gajian setiap bulanya jatuh setiap hari sabtu, juga menceritkan tentang rumah kediamanya akan di gusur oleh pihak PT Pertamina namun tidak bisa. Dari isi syair-syair yang telah di karangnya itu dinilai oleh para santrinya yang masih hidup sampai sekarang telah menjadi bukti yang nyata di saat sekarang ini. Raden Abu bakar kemudian hijrah dan bersinggah di suatu desa yaitu desa Bangong Kec. Kroya Kab. Indramayu yang masih minim bahkan masyarkat di desa itu belum pernah menyentuh akan keagamaan untuk menyebarkan Ajaran Rifa’iyah di sana. Hingga beliau menghembuskan nafas terakhirnya disana dan dimakamkan di pemakaman umum, namun dalam ceritanya kini makam beliau telah dialihkan oleh cucunya (Kyai Abdul Jalil) di dekat rumah ponakanya itu tujuanya agar makam itu tidak hilang dan dapat di ziarahi oleh para santri-santrinya.

Kembali pada sejarah dan biografi Raden Haji Kyai Misbahul Munir.

Nama : R.H. Misbahul Munir
Alamat : Desa Pranggong Waled
Lahir : Sekitar tahun 1930 an
Wafat : Pada Hari Minggu tanggal 09 Ramadhan tahun 1995 M.

Raden Misbah dilahirkan bersamaan dengan ramehnya isu pemberotakan penjajahan kolonial jepang. Sejak kecil Raden Misbah telah mempunyai sikap dan karakter yang berbeda dengan teman-teman sebayanya, dia seorang pendiam dan penakut. Kiranya sikap itu sama dengan yang dimiliki ayahnyanya keika masih kecil. Beliau di anggap mempunyai kelebihan dan keanehan dalam dirinya hingga ayahnya (Abu Bakar) tidak berani untuk memberikan ilmu-ilmu kesaktianya kepada Misbah, melainkan Abdul Koharlah yang sempat di bekali dengan ilmu-ilmu kesaktian oleh ayahnya itu. Ayahnya menilai misbah belum saatnya untuk di bekali ilmu-ilmu kesaktian dan di biarkan untuk mencari ilmu itu kepada orang lain. namun semua ilmu-ilmu kesaktian dan sikap kealiman itu malah di turunkan dan diwarisi oleh Misbahul Munir pada Abdul Kohar sebagai anak tirinya itu.

Setelah Raden Misbah menginjak masa remaja sikap keberanianya mulai ditonjolkan, saat itulah Raden Misbah mulai populer dan terkenal hingga di berbagai daerah dan disegani oleh orang-orang. Layaknya seorang remaja normal sama dengan remaja lainya Raden Misbah mulai memendamkan rasa cinta dengan seorang gadis cantik putri dari seorang kontraktor tanah kaya raya di desa Bangong kala itu, ia bernama Mutinah. Berawal ketika ia main kerumah temanya. Dan ia punya cita-cita untuk menikah dengan seorang gadis yang ia cintai itu hingga akhirnya cita-cita yang telah lama di pendam itu terkabulkan, akhir cerita ia menikah dengan Mutinah dan menjalani rumah tangga yang harmonis dan romantis penuh dengan kasih sayang kerena keduanya saling mencintai satu sama lain. namun dalam hubungan perjalanan rumah tangganya tidak begitu lama hanya sekitar 2 tahunan dan tidak dikaruniayai seorang putra.

Asal masalahnya karena mertuanya tidak suka dengan melihat sikap Misbah yang begitu aneh dan membebankan keluarga istrinya. Karena Raden Misbah sering pergi tanpa pamit kepada mertua dan istrinya layaknya seorang yang masih bebas dan tidak punya tanggung jawab keluarganya, setiap kali ia pulang mesti membawa teman untuk menetap di rumah istrinya serta di tanggung oleh istrinya kemudian ia pergi lagi dalam waktu yang lama lalu pulang lagi dengan membawa teman lagi sama persis ceritanya dengan teman yang pertama kemudian Raden Misbah pergi lagi dan begitu seterusnya sehingga mertuanya tidak suka melihat menantunya yang bersikap seperti itu sampai sempat ia melarikan istrinya bersama dengan teman-temanya ke suatu hutan diwilayah dekat tempat tinggalnya. untuk menghindar dari kebakhilan mertuanya itu, namun setelah sampai di hutan itu sikap Raden Misbah tidak mau berubah masih seperti biasa ia sering meninggalkan istrinya di hutan, hingga istrinya tidak sabar menahan amarahnya terhadap sikap suaminya yang selalu aneh itu akhirnya istrinya memutuskan untuk dipulangkan kepada ayahnya.

akhir cerita keduanya bercerai saat itu pula. Setelah ia cerai dengan istri pertamanya ia hidup seorang diri ditemani bersama teman-temanya. Disela sela kesendirianya beliau aktif sebagai anggota DI kemudian setelah lama menjadi aktifis DI, R.H. Misbah di tunjuk menjadi seorang ketua DI di alas Loyang ketika itu bersamaan dengan peristiwa NIPON dan ditemani oleh Kyai Rustam. R.H. Misbah di kenal sebagi sosok pemimpin yang cerdik dan pandai dalam memimpin anggotanya termasuk dalam mencarikan dana kesejahteraan para anggotanya untuk hidup selama tinggal di hutan. diantara kisah yang sangat menggembirakan anggotanya suatu saat R.H. Misbah pulang dengan membawa banayak alat-alat perang seperti senapan dan tembak entah darimana sumbernya, yang jelas beliau sangat handal dan pintar dalam mencarikan bekal hidup dan alat alat perang, namun sumber dana yang pasti yang dapat penulis ambil sumbernya dari dana swadaya masyarakat (himpunan zakat) dari berbagi daerah termasuk yang terbesar dalam mendonaturinya yaitu Kyai Jambari (Mama Jambari).

Pada tahun 1960an R.H. Misbah mulai keluar dari DI bersama sebagian anggotanya, sangatlah aneh ketika R.H. Misbah keluar dari hutan, namun sebelum keluar beliau berpesan kepada sebagian anggotanya agar supaya memejamkan matanya dan terus mengikuti jejak langkah dirinya, bagi yang patuh dengan pesan itu tentu selamat namun bagi yang melanggar pesanya itu justru malah ketangkap oleh Penjajah Jepang. Setelah R.H. Misbah keluar, kemudian di gantikan oleh Danu dari Plumbon. Beliau melanjutkan perjuanganya di berbagai daerah termasuk di ambon, bali, sumatra dan masih banyak lagi daerah-faerah yang menjadi pusat perjuanganya.

R.H. Misbah Menikah dengan Nyi Sukesih keturunan darah keraton cirebon

Isitri kedua setelah beliau pisah dengan Mutinah kemudian menikahi sukesih asli darah keturunan kerajaan keraton Cirebon. Demi mendapatkan gadis keturunan keraton cirebon itu beliau mati-matian berjuang untuk mendapatkanya. Awal mulanya R.H. Misbah mendapatkan inormasi dari temanya “siapa yang bisa mengalahkan calon suami Nyi Sukesih yang telah dipilih oleh ayahnya maka akan mendapatkan Nyi Sukesih”, dengan motifasi tersebut R.H. Misbah mulai mengasah ilmu kebatinannya dengan bertapa di sekitar keraton cirebon, setelah beberapa waktu lamanya beliau bertapa kemudian beliau menjadi optimis untuk bisa mengalahkan calon suami dari Nyi Sukesih, saat itulah mulai terjadi pergulatan yang begitu sengit dengan beberapa calon yang telah ditetapkan oleh ayah Nyi Sukesih, namun pada akhirnya pertandingan itu di menangkan oleh R.H. Misbah.

Sejak itulah kedigjayaan dan kesaktianya mulai dikenal dan diakui oleh masyarakat luas terutama masyarkat indramayu dan Cirebon sampai pemerintah kolonial Jepang pun menilai bahwa R.H. Misbah adalah seorang yang mempunyai kesaktian yang luar biasa, sehingga beliau dikagumi oleh kolonial jepang ketika masa itu. Singkat cerita Nyi Sukesih di nikah oleh R.H. Misbah namun dalam perjalanan hidup bersama Nyi Sukesih belum sampai dikaruniai keturunan. Kemudian R.H. Misbah menikah lagi dengan seoang gadis dari Ciledug- Cirebon yang bernama Nyi Ratmawati dari hasil pernikahan denganya dikaruniai seorang putra yang bernama Bahrudin namun belum sampai menginjak masa remaja bahrudin meninggal dunia. Kemudian beliau menyebarluaskan keilmuawan yang dimilikinya sampai ke beberapa wilayah Indonesia sekitar tahun 1982-an. Selain dikenal sebagai orang sakti dan digjaya beliau juga dikenal sebagai seorang pengusaha karet terkenal hingga sampai ke luar jawa.

Pada tahun 1985-an R.H. Misbah mulai membangun rumah kediamanya di Desa Pranggong Waled hidup rukun bersama istri ketiganya yaitu Nyi Ratmawati, namun sepertinya karakter dan sikapnya yang sangat agresif dan penuh semangat dedikasi tinggi dalam menyebarkan kesaktianya beliau jarang sekali tinggal dikediamanya walau sudah punya rumah sendiri melainkan selalu pergi untuk berdagang sekalian mengembangkan dan menyebarkan keilmuwanya sampai-sampai rumah kediamanya yang terletak di desa Pranggaong itu rameh di penuhi oleh santri-santri dari berbagai wilayah terutama dari luar jawa hingga luar negri, malasyia dan singapur. Berkat dari perjuangan dan keseunguh-sungguhanya itu kemudian beliau mendirikan sebuah yayasan Pendidikan yang diberi nama Rifa’iyah Syafi’iyah.

Perjalanan Menuju Ke Singapur dan Malasyia

Konon menurut teman akrabnya sebut saja (Wakarman) ketika di Pranggong, Pada awal mulanya R.H. Misbah pergi ke malasyia dan singapur mengikuti temanya yang berdagang ke sana, perlu di ketahui bahwa kepergian beliau ke malasyia dan singapur bukan bertujuan untuk menyebarkan ilmunya melainkan tujuan utamanya yaitu berdagang karet, namun prinsip beliau ketika barang daganganya itu laku dan berhasil beliau justru malah meninggalkanya beliau malah menyebarkan dan mengajarkan keilmuwanya itu, terbukti ketika beliau masih berdagang di sumatera konon ceritanya beliau hampir saja di bohongi dan di bunuh oleh seorang bajingan yang licik, namun pada akhirnya R.H. Misbah sudah tahu bahwa bajingan itu akan membunuhnya.

Dalam perjalanan dagang ke malasyia dan singapur beliau mengalami lika-liku dan sangat rawan pembunuhan hampir saja beliau terbunuh dan akhirnya selamat. Setelah beliau mendarat di pelabuhan singapur didapati dua kelompok islam dan kristen yang sedang berkelahi entah gara-gara apa melihat tragedi itu mengundang R.H. Misbah untuk membantu dan menolong kelompok islam yang kala itu dari kelompok islam di pimpin oleh H. Abu Bakar, setelah R.H. Misbah mulai maju ke barisan medan perkelahian itu akhirnya kemenangan itu di bawa oleh kelompok islam, hingga akhirnya H. Abu Bakar mengajaknya ke sebuah restoran ternama di singapur sambil bercerita dan mengucapkan terimaksih atas bantuanya. Dalam pertemuan kedua orang sakti itu menyimpulkan bahwa R.H. Misbah ditarik dan dimohon untuk mengajarkan dan mengembangkan keilmuanya di singapur. Singkat cerita beliau menetap dan tinggal disana selama tiga tahun lamanya di samping beliau mengajari keilmuwan bathin juga mengajari tentang kitab-kitab tarajumah karangan Syaikh Ahmad Rifai, namun bahsanya telah dialihkan oleh R.H. Misbah dengan menggunakan bahasa melayu.

Diantara ilmu kesaktianya yang sangat terkenal ialah “pukul siji tapak telu” artinya pukul siji yaitu makrifat tapak telu yaitu syari’at, thoreqot, dan hakikat. Adapun diantara ilmu tarajumahnya yang sangat populer diajarkan disana ialah mengenai ilmu tauhid (ushuludin) dan tasawuf (sifat terpuji dan cinela), kiranya kedua keilmuan yang beliau ajarkan sangatlah linear dan berkorelasi tinggi. Beliau adalah orang yang sangat fanatik dengan ketauhidan, makanya bagi siapa saja diantara santrinya yang mau belajar tentang ilmu kesaktian maka harus terlebih dahulu mengucapkan dua kalimah syahadat beserta artinya. Yang sangat unik dalam metode dan konsep pengajaranya yaitu sebelum para santri mengaji kitab tarajumah diajak dulu untuk bermain ilmu silat, begitulah seterusnya, dengan konsep seperti itulah mengundang banyak santri-santri yang kepengen belajar kesaktian sekaligus belajar kitab tarajumah.

Selama beliau di singapur selalu menganjurkan para santri-santrinya untuk memakai pakaian putih-putih terutama saat beribadah seperti sholat dan lain sebagainya, beliau meyakini bahwa ketika beribadah menghadap yang maha kuasa haruslah dalam keadaan suci dan bersih makanya menganjurkan santrinya untuk selalu memakainya. Hingga sekarang pun tradisi dan budaya itu masih selalu dipakai oleh santri-santrinya, malahan sampai di juluki dengan jamaah golput (golongan putih). Sebenarnya anjuran itu telah menjadi prinsip bagi beliau ketika masih di Indramayu, namun beliau masih belum berani untuk mewajibkan santri-santrinya dikhawatirkan bertentangan dengan para kyai di desanya sehingga itu hanya sebatas anjuran saja kepada santrinya. Diantara para santrinya yang hingga kini masih aktif melestarikan ejaran perjuangan beliau di singapura yaitu bapak H. Isnen dan bapa H. Hamdan di malasyia, malahan putra dari kedua orang itu sempat dipondokan di desa Sukawera dengan bapak Kyai Nashori Effendi. Beliau tidak pernah pulang ke rumah kediamanya (Indramayu), bahkan konon ceritanya selama tiga tahun disana beliau sering hilang tanpa jejak entah kemana perginya kemudian kesitu lagi dan itu dilakukan secara terus menerus, sampai sempat ada isu bahwa R.H. Misbah telah meninggal dunia, masyrakat singapur dan indramayu terutama para santri-santrinya menganggap R.H. Misbah telah meninggal karena tidak ada kabar beritanya, bahkan ada diantara salah satu santrinya yang mengistikhoroi bahwa beliau telah meninggal.

Kedigjayaan dan Kesaktian R.H. Misbahul Munir

Dari berbagai literatur koresponden yang dapat penulis ceritakan diantara kesaktian dan kedigjayaan R.H. Misbah yang sangat nampak di mata para muridnya yaitu saat tragedi keributan dan peperangan di Pasuruan. Saat itu R.H. Misbah dengan usahanya dalam merendamkan dua kelompok yang sedang bentrok hingga akhirnya kedua kelompok itu dapat damai dan saling memaafkan. Kemudian pada saat tragedi Bali, seperti yang telah menjadi adat istiadat orang bali ketika merayakan hari agamanya yaitu dengan membakar mayat massal namun dengan taktik dan usahanya pesta perayaan tersebut dapat dibatalkan dan akhirnya banyak dari orang-orang budha sendiri yang mau belajar kesaktian lantaran kagum dan salut dengan kesaktian beliau dan akhirnya tidak sedikit dari mereka yang memeluk islam. Kemudian saat tragedi penggempuaran rumah kediamnya oleh pihak pertamina untuk dijadikan jalan menuju pengeboran minyak bumi pertamina, beliau menolaknya karena beliau masih pengen menetap di lokasi itu, bahkan beliau sanggup menggantinya dengan tanah yanag lebih luas dari rumah kediamanya itu. Tapi pihak tetap bersikukuh akan menggusurnya, namun apa yang terjadi? Alat yang digunakan untuk mengeruk dan merusak rumah itu rusak dan fatal. Bukanya beliau pelit dan ingin menang sendiri, namun beliau prihatin dan merasa kasihan dengan tanah dan rumah-rumah yang ada di sekelilingnya karena andaikata beliau merelakan rumahnya untuk di gusur secara otomatis banyak tanah dan rumah-rumah yang akan digusur oleh pihak pertamina. Inilah bukti keberanian dan kasih sayangnya terhadap warga masyarakat di sekelilingnya. Dari kisah ini dapat kita ambil teladanya, Kemudian juga pada saat tragedi pembakaran kitab tarajumah di kab. Demak, beliau juga ikut andil dalam mensumbangsih untuk mengamankan keributan di sana. Pertamanya beliau diajak oleh KH. Khalali arjawinangun untuk menuntaskan keributan disana KH. Khalali menganggap Raden Misbah ialah orang yang sakti. Juga saat trgedi keributan di kerawang dan Taman Mini Jakarta. Dan masih banyak lagi diantara kedigjayaan dan kesaktian beliau yang telah tampak disoroti beberapa banyak orang.

Wafatnya R.H. Misbahul Munir

Tepat pada hari Hari Minggu tanggal 09 Ramadhan tahun 1995 M. beliau menghembuskan nafas terakhirnya setelah lama menahan rasa sakit. Beliau wafat di negeri singapura, saat setelah wafat beliau sempat mau di makamkan di tempat kelahiranya, namun ketika itu dari keluarga dan saudara-saudaranya merasa kesulitan untuk menjemputnya di bandara singapur dikarenakan biaya transportasi yang begitu melunjak, lagi pula beliau sudah tidak punya keluarga lagi di tempat kediamannya itu, hingga dari pihak santri-santri mengikhlasknya untuk dimakamkan di negeri singapur. Mengenai masalah wafatnya hingga kini masih menjadi kontradiksi, sebagian diantara santrinya ada yang meyakini bahwa beliau masih hidup dan kini berada di negara Brunai Darussalam, malahan belum lama sekitar tahun 2000an ada seseorang yang mengaku bertemu dengan beliau. Sebagianya lagi menganggap bahwa beliau telah wafat. Namun yang jelas beliau telah tiada. R.H. Misbah adalah sosok yang penuh dengan misterius.

Nb:
Sebenarnya masih banyak sekali sejarah dari perjuangan dan pergerakan beliau selama hayatnya, namun penulis mohon maaf sekali karena tidak dapat menyempurnakan secara lebih luas lagi karena untuk menulis dan melacak sejarah itu butuh waktu lama. Dan penulis mohon maaf  bila ada penulisan yang salah dan sejarah yang tidak valid dengan realita yang ada. Dan ini sangat memungkinkan sekali karena penulis hanya mengambil dari beberapa koresponden saja. Sebenarnya masih banyak lagi koresponden yang akan penulis mintai keterangan tentang sejarah beliau namun waktu yang begitu singkat sehingga penulis belum sempat untuk mencarinya.(zid)

Oleh: Sholihun Alfahmi

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: , ,

Raden misbahul munir

BACA JUGA!close