11:28 am - Saturday May 25, 2013

Rifaiyah Di Longkeyang

Tuesday, 5 May 2009 23:31 | Sejarah | 2 Comments | Read 802 Times

sholat1Orang yang pertama mengajarkan ilmu Agama Islam Di Longkeyang

Menurut Tokoh sejarah yang bersumber dari sesepuh kauman Longkeyang diantaranya, Romo Kyai Kasad, Romo Kyai Castro, Mbah Dahun, Mbah Rasadi, Nyi Jariyah ( istri dari Romo Kyai Tarji’an ) dan lain-lainnya yang tidak kami sebutkan satu persatunya, bahwa orang yang pertama mengajarkan Agama Islam di desa Longkeyang adalah  Mbah Kyai  Nafsiah,Mbah Kyai Qoyimah dan Mbah Kyai Kholifah, antara mereka ada garis keturunan yang sama terutama Mbah Kyai Qoyimah dengan Mbah Kyai Kholifah, beliau mbah kyai Qoyimah adalah kakak dari mbah Kholifah, sedangkan Mbah kyai Nafsiah masih ada garis keturunan dari mereka berdua Mbah Qoyimah dan Mbah Kholifah.

Dalam sejarah disebutkan bahwa dahulu kala orang – orang Longkeyang menganut ajaran tarjumah semua, yang dibawakan dari ketiga tokoh islam tersebut. Berikut beberapa kisah tokoh islam pembawa kitab tarajumah di desa Longkeyang. Adapun dari ketiga tokoh diatas kami kesukitan melacaknya hanya Mbah Kyai Kholifah saja yang sedikit kami tahu dari sesepuh kauman.

  • Mbah Kyai Kholifah

Mbah kyai Kholifah nama lengkapnya adalah Syekhina Kholifah Istrinya bernama Nyi Kholifah dahulu sebuah nama dijadikan satu, terkadang misalkan ayahnya namanya si A anaknya ikut nama si A,  begitulah konon ceritanya. Syekhina Kholifah berasal dari desa Longkeyang kcamatan Bodeh kabupaten Pemalang dan mempunyai seorang Kakak bernama Mbah Qoyimah, sekitar pertengahan abad XIX atau sekitar tahun 1870. Mbah kyai Kholifah pernah berguru kepada Syekhina Haji Ahmad Rifa’I bin Mihammad marhum ( 1786 – 1875 ), Pendiri dan pembangun ajaran dan tuntunan tarajumah Rifa’yah, selama kurang lebih tiga tahun. Selama masa remajanya Mbah Kholifah sering bersama-sama dengan Mbah qoyimah kakaknya bekiau. Pada saat itu menurut nara sumber sesepuh kauman, bekiau berdua ( Mbah Qoyimah dan Mbah Kholifah adiknya ) pertama bertemu dengan Gurunya yaitu Syekhina Haji Ahmad Rifa’i pada masa penjajahan belanda, dan disitu Syekhina Haji Ahmad Rifa’i sedang berkelana atau mengamati negeri ini sampai ke daerah Longkeyang, di daerah tersebut Syekhina Haji Ahmad Rifa’i bertemu dengan Mbah Qoyimah dan Mbah Kholifah. Setelah berbincang-bincang dengan Shekhina Haji Ahmad Rifa’i akhirnya mereka berdua diajarkan kitab Tahyiroh ( rukunan ) setelah beliau berdua hafal kitab tersebut, Syekhina Haji Ahmad Rifa’i pulang ke Kalisalak, tetapi sebelum ke Kalisalak Syekhina Haji Ahmad Rifa’i melanjutkan perjalanan menuju ke Tanah Baya kecamatan Randudongkal Kabupaten Pemalang.

Mbah Kholifah dan Mbah Qoyimah  setelah bertemu  dengan Syekhina Haji Ahmad Rifa’i, Beliau menyampaikan ilmunya ke istrinya. Setelah beberapa bulan Mbah Kholifah mempelajari ilmu yang diajarkan oleh Syekhina Haji Ahmad Rifa’I, beliau punya keinginan untuk berguru lagi menambah wawasan kekalisalak,akhirnya niat bulat dan tekad yang suci beliau Mbah Kholifah pergi berguru ke Syekhina Haji Ahmad Rifa’i yang waktu itu masih dikalisalak. Sementara Mbah Qoyimah tidak ikut berguru karena mungkin banyak sekali kesibukan yang harus diselesaikan. Mbah Kholifah belajar (berguru) kepada Syekhina Haji Ahmad Rifa’I kurang lebih  tiga tahun dan mendalami ilmunya disana. Setelah selesai berguru mbah Kholifah pulang ke longkeyang dan menurut sumber berita Mbah kholifah berguru kepada Syekhina Haji Ahmad Rifa’I sambil berdagang untuk membiayai dalam menuntut ilmu. Mbah Kholifah sendiri sesudah berguru yang paling utama diajarkan kepada keluaganya terutama istrinya Nyi Kholifah adalah hafalan Fatihah, Hafalan Sahadat, dan praktek sholat. Berkat kecerdasan dan keuletan serta kewibawaan beliau

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with:

sesepuh pemalang

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site