Yang di alami belum berhenti
Dan yang sedang terjadi sangatlah berarti dalam diri
Masa lalu kian menyingkap hijab yang menuntut untuk segera di ungkap
Haruskah manis dan indahnya fatamorgana tentang cinta meracuni hati?
Kini hijaunya daun telah menguning bersama menuanya waktu
Mengering dan terombang-ambing
Tersapu benda halus yang tak serius
Yang sedang dirasa..
Seolah membentuk peta yang tak bersekala
Hingga tak mampu diterjemahkan dalam bahasa tulisan
Yang di rayu
Dan yang merayu
Tak ubahnya insan bodoh tak berinduk semang
Melong-long seperti gendang tiada irama
Yang dirasakan tentang rahasia hati
Tak mungkin sang permaisuri bersembunyi
Dalam gaung hati yang tak terkendali
Yang ditakuti kini telah terjadi
Hingga cerminan tentang pilihan ia atau tidak
Meraung garang tak bersarang
Terkadang galau menjadi peranan utama dalam sandiwara hidup
Yang menunggu retaknya jalinan yang tak se-iman
Yang di ingini belum tentu selamanya membutuhkan bukti
Hingga terkadang sulit mencari penawar bagi kelopak yang kian bengkak
Dimana bisa ditemukan obat dari prahara yang kian lama tidak mahu bersahabat?
Biarkanlah bahagia dan sedih bersanding di hatimu
Karena itulah satu-satunya penawarmu
“Orang yang bahagia ialah yang dijauhkan dari fitnah-fitnah dan orang yang bila terkena ujian dan cobaan dia bersabar.” (HR. Ahmad dan Abu Dawud)
(Di Dedikasikan Untuk sahabat)






Serasa tiada henti pencarian ini…
fikiran dan hati pun takan pernah mampu mengungkapnya..
kini manisnya cinta menusuk dalam sekali di lubuk hati..
takan lah mampu aku tuk lukiskan ataupun tuliskan gejolak yang sedang kurasa semua ku jalani dan berhembus begitu adanya tak bisa di rencana…
hatiku kuturuti layaknya laku air yang mengucur derasnya dan trus mengucur dan takan pernah aku tahu kemana muaranya..
Oh semoga di luruskan jalan ku menuju-nya
Diri ini serasa buih di lautan biru nan luas yang jika di tengahnya maka takan tahu mana barat utara timur dan selatan nya terombang ambing tak tau kan kemanakan langkah…