7:29 am - Wednesday May 15, 2013

Buat Yang “GALAU” Karena Putus Cinta

Friday, 27 April 2012 15:12 | Cerpen,Puisi & Sajak | 0 Comment | Read 400 Times

Galau Putus CintaTanbihun.com- Sahlan adalah seorang anak muda yang tidak terbilang muda lagi, usia hampir mendekati kepala tiga. Sehari-hari bekerja sebagai security sebuah perusahaan rokok kretek terkenal. Sementara hampir semua teman-teman sebayanya sudah berumah tangga dan mempunyai anak, Sahlan masih setia menyandang predikat jomblo sejati.

Malam itu sahlan mendapatkan shif malam, masuk jam 19:00 WIB pulang jam 5;00 WIB. Saat itu ia usai melaksanakan sholat isya’, posisi duduk tahiyat akhir masih ia pertahankan, ia keluarkan bijih tasbih dari saku baju koko yang sudah hampir 1 minggu ini sellau ia bawa. Diawali hadhoroh fatihah kepada Nabi Muhammad SAW, dilanjutkan para aulia’ Alloh, lalu membaca istighfar, sholawat Nabi dan Hasbunallah Wa Ni’mal Wakiil dalam hitungan tertentu.

Setelah wirid dari gurunya ia selesaikan, kemudian ia menengadahkan kedua tangannya, sepertinya sahlan akan memanjatkan do’a khusunya, namun tak ada suara yang keluar, “ya…Alloh……. Astaghfirullohal’adzim ……” seluruh permohonan yang sejatinya sudah disusunnya dengan rapi dalam hatinya, tiba-tiba buyar, demi melihat keagungan dan ke-Maha kasih-sayangnya Alloh, mendadak ia merasakan malu yang teramat sangat yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.

Saat segenap hati dan pikirannya dikonsentrasikan untuk permohanan spesial kepada Alloh, justru nasihat gurunyalah yang hadir, bergema keseluruh relung hatinya, sehingga jiwanya luluh, “Anakku …… bisa jadi Alloh memberimu cobaan yang berulang-ulang dengan masalah yang sama karena Alloh sangat sayang kepada dirimu” begitulah untaian nasihat gurunya ketika sahlan meminta nasihat sekaligus mengeluhkan nasib perjalanan cintanya yang selalu pupus di tengah jalan.

Sebenarnya sahlan bingung dengan maksud gurunya, dalam hatinya ia bertanya-tanya “dikasih cobaan berulang-ulang karena kasih sayang?” begitu kira-kira pertanyaan sahlan yang hanya sampai dikerongkongan untuk kemudian mengendap kedasar hatinya. Tapi gurunya seakan memahami pertaanyaan muridnya yang tidak berani mengutarakannya “Alloh memberimu satu cobaan bukan tanpa maksud dan tujuan, salah satunya adalah agar dirimu bisa belajar muhasabah, mencari kekurangan dan kesalahan dirimu sendiri atas putusnya tali kasih yang awalnya terikat kencang, selagi hal itu belum engkau temukan, maka kemungkinan terulangnya cobaan yang sama selalu terbuka lebar, itu karena Alloh sayang sama dirimu wahai anakku….. DIA masih memberimu kesempatan kedua bahkan bisa sampai ketiga dan seterusnya sampai kamu bisa mengambil pelajaran dari cobaanNya, seperti seorang guru yang memberi ujian, saat salah satu muridnya gagal mencapai nilai mimimum yang telah ditetapkan, sang guru bijak akan memberi ujian ulangan sampai muridnya mencapai nilai standart.”

Itulah keadaan yang membuat sahlan malu untuk memohon jodoh untuk yang kesekian kalinya setelah tunangan yang keduanya meminta putus. “Ya Robb….ampunilah segala dosa-dosa hamba-Mu ini, dosa kedua orang tua hamba dan guru-guru hamba, ajarilah dan bantulah hamba untuk mengurai hikmah dan pelajaran yang Engkau sisipkan dibalik cobaan-Mu.” Do’a inilah yang spontan keluar dari hati Sahlan, terdengar runtut tanpa rekayasa.

 

Cepokomulyo, 27 April 2012    15:02

Tulisan ini saya hadiahkan khusus buat sahabatku yang sedang “GALAU” mencari serpihan hati dan potongan tulang iganya. Semoga jodohmu yang dijanjikan Alloh segera engkau temukan atau dia yang menemuimu. Yang pasti Alloh jua yang akan mempertemukan kalian.amiin.
Share on :

About

Blogger yang selamanya jadi murid ... ... ... ...

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: , ,

Puisi galau putus cinta,puisi galau karena cinta,cobaan setelah tunangan,“Ya Robb… ampunilah segala dosa-dosa hamba-Mu ini dosa kedua orang tua hamba dan guru-guru hamba ajarilah dan bantulah hamba untuk mengurai hikmah dan pelajaran yang Engkau sisipkan dibalik cobaan-Mu ”

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site