Tanbihun.com- Mat Sani hanya bisa pasrah da tertunduk lesu, capek seharian mencangkul di sawah belum apa-apa jika dibandingkan dengan letih yang mendera pikirannya. Mata berkunang-kunang, persendian seakan copot, nafas tiba-tiba saja tersengal, sms itu nyaris menghentikan detak jantung Mat sani.
“Mas, nikahlah lagi mas, saya disini sudah mempunyai suami lagi, entah kapan bisa pulang kampung, yatun pamit tidak bisa lagi menjadi istrimu” begitu isi sms di hape mungil milik Mat Sani, pengirmnya tidak lain adalah Mayatun istrinya Mat Sani yang sudah hampir 5 tahun menjadi TKW di Arad Saudi.
Tiga tahun terakhir Mat sani sudah mendengar desas-desus tetangga kiri-kanan terutama mereka yang mempunyai famili kerja di Saudi, apalagi yang model kerjanya sama dengan Mayatun, entah dari mana asal-usul istilah ‘UMROH’, yaitu tenaga kerja wanita yang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT), system harian atau mingguan, tidak seperti PRT konvensional yang makan dan tidurnya ikut majikan, model UMROH makan dan tidur tidak ikut majikan, ia bebas menentukan pekerjaan dan membiayai kehidupannya sendiri.
Hidup bebas di kontrakan inilah yang memicu hubungan ‘gelap’ antara TKW dan TKI yang kebanyakan di negaranya (kampung halamannya) sebenarnya sudah berkeluarga, bahkan ada yang sudah mempunyai cucu, tapi fitrah manusia mudah tertipu oleh kebutuhan biologisnya, sehingga istilah “Tak Ada Rotan Akar pun Jadi” di salah persepsikan menjadi “Tak Ada suami/istri karena jauh, Yang Dekat Pun Jadi”.
Demikian pula Mayatun dikabarkan sudah mempunyai suami lagi yang entah bagaimana prosesi pernikahannya koq demikian mudahnya memproklamirkan diri sudah menikah sedangkan status Mayatun masih istri sah Mat Sani.
Susah payah Mat sani mencoba menampik kabar miring tersebut, bukan hanya kepada orang lain, tapi ia juga mati-matian berusaha tidak mempercayai rumor, meskipun keyakinan akan kesetiaan istrinya kadang menipis saat ia menyadari sudah 2 tahun sejak keberangkatan Mayatun baru 2 kali ia bisa menghubunginya, itupun sebatas sms, nomer hapenya selalu ganti-ganti. Namun demikian Mat Sani masih melawan rasa was-wasnya.
Tahun ke 3, 4, 5 pun dilalui Mat Sani dengan hati kadang bimbang kadang yakin, kabar pun semakin liar berhembus kemana-mana, konon Mayatun sudah mempunyai anak dari perkawinannya di saudi dengan seorang TKI asal Indonesia juga. Anehnya si laki-laki itu jauh lebih tua dari Mat Sani.
SMS yang baru saja di terima Mat sani menghancurkan keyakinan akan kesetiaan istrinya yang dengan susah payah di jaganya. Pamitnya Mayatun melengkapi penderitaan Mat Sani, Uang hasil kerja Mayatun belum pernah Mat sani rasakan karena memang belum pernah dikirim oleh Mayatun, kini Mayatun pun raib direbut orang.
Mata Mat Sani berkaca-kaca, tangannya gemetar, ia tak mampu untuk membalas SMS Mayatun apalagi menelponnya, membaca SMSnya saja sudah membuatnya lunglai.
Cepokomulyo, 30 Oktober 2012 10:04
Em.Yazid
* Ditulis dari kisah-kisah nyata seperti dituturkan oleh para sumber kepada penulis bersambung …………..pengakuan seorang istri,cerita hubungan suami istri,cerita hubungan gelap,kisah nyata,Cerpen kisah nyata,cerita nyata,Kisah nyata pernikahan,kisah nyata suami istri,kisah suami istri



Astaghfirulloohal’adziim
kok bisa begitu ya?
sabar buat mat sani, lupakan mantan istrimu itu yg blom tntu memkirkn mu..
menikah lah lagi dengan perempuan yg lebih layak..
Yang dialami teman saya dari sebuah kota pegunungan di Jabar lebih dahsyat dari itu. Bahkan aku hampir tak percaya itu bisa terjadi. Dia dari pesantren dan dikaruniai wajah cukup tampan. Maka menikahlah dia dengan seorang wanita yang cukup cantik didesanya. Waktupun berlalu dengan bahagia sampai mereka dikaruniai 3 orang anak, dan teman saya itu bekerja diluar kota membuka kedai dan cukup berhasil sampai akhirnya punya tiga kedai..Setiap sabtu dan minggu dia pulang kampung. Sampai suatu saat teman saya menemukan selembar photo yang dahsyat: Istrinya bersanding di pelaminan dengan seorang lelaki lain dengan diapit kedua anaknya!!! anak ketiganya tak nampak (belum lahir?). Seakan pecah dadanya menyaksikan photo tersebut, hampir saja mata gelapnya mendorongnya untuk mengayunkan sebilah kapak ketubuh istrinya. Namun kesadarannya menuntun dia untuk bersabar. Pengadilan keluargapun digelar dan akhirnya sang istri mengakui bahwa ditengah perkawinannya ia telah menikah lagi dengan lelaki lain dan didepan saksi ia mengaku janda dengan dua anak!!! Dan yang lebih dahsyat lagi, menurut pengakuan istrinya, dua anaknya yang terakhir adalah anak dari suami gelapnya itu. Orang kampung sepakat untuk mengarak kedua pasangan hitam itu keliling kampung, namun suaminya melarang. Bagaimanapun ia tahu aib itu akan mengenai juga dirinya dan traumatik untuk anak- anaknya. Akhirnya mereka pun bercerai dan dua anak yang terakhir dibawa ibunya. Kini teman saya hidup bersama anaknya yang pertama. Karena kasihan saya ingin mencarikannya istri lagi namun teman saya menolak karena walau sudah 5 tahun, hatinya masih terasa sakit dibodohin istrinya sedemikian rupa. Rupanya dihatinya yang paling dalam dia tidak yakin lagi akan kesetiaan seorang wanita. Saya mencoba meyakinkan dia bahwa tidak semua wanita seperti itu bahkan sebagian besar mereka adalah para wanita setia termasuk ibunya sendiri. Entah sampai kapan dia akan hidup menduda seperti itu.
SubhanAllah,yg sabar ya ??? Serah kan semua pada Sang Pencipta,krn apa yg kt perbuat semua nya akn mndpt Balasan.
pk Ustatt kpn sambungan,nya qu tgu za
Maaf karena kesibukan belum bisa nerusin kisah ini. Insya Allah kalau sudah longgar akan diteruskan. Terima kasih
klik http://www.mtsrifaiyahwoker.blogspot.com
kasi komen ya
kapan sambungannya ustad yazid