1:37 pm - Kamis,19 Mei 4794

Larut Dalam Perenunganku

Sabtu, 19 Nopember 2011 11:05 | Cerpen,Puisi & Sajak | 0 Comment | Read 165 Times

Tanbihun – Perlahan ku coba gerakkan kembali jemariku yang akhir-akhir ini mulai kaku

Bukan kalimah indah yang coba ku susun untuk menggugah

Bukan belaian kata lembut yang coba ku rangkum agar membuat takjub

Juga, bukan kedahsyatan kecerdasan otak dalam olah tulisan yang bisa menggetarkan hati saat ku baca kembali

Melainkan, bait tulis sanjungan yang teramat polos juga lugu dari insan dhoif sepertiku

“Apa yang akan kau lakukan andai Rasulullah ada dihadapanmu sekarang?”

Langsung seketika saat ada salah seorang sahabat mengajukan pertanyaan seperti ini, hatiku merinding

bulu kuduk seakan berdiri seolah siap untuk berlari mencari jawaban terbaik dari hati

Tapi sayang tak mampu ku jawab

Hanya bisa berucap “aku langsung ingin memeluk beliau…”

Ya Rasulallah…

Aku cemburu dengan bumi yang dulu pernah kau pijaki

Aku cemburu dengan udara yang kau hirup dalam setiap asa

Aku cemburu dengan air yang membasuh wudlumu sebagai permulaan berkumandangnya takbir

Aku cemburu dengan kain yang menghangatkan tubuhmu dari tusukan angin

Aku cemburu dengan sendal yang melindungi telapak kakimu dari kerikil yang menjegal

Aku cemburu dengan tempat dimana kau meletakan kening sujudmu dalam taat

Sebagai pelipur lara melatih menghadirkanmu dalam kerinduanku

Ku baca kembali tentang kisah detik-detik kepergianmu meninggalkan ummatmu

Namun aku sadar, aku bukanlah Abu Bakar yang begitu tegar mengiringi kepergianmu

Namun aku sadar, aku bukanlah Ummar yang begitu gempar mendengar kabar kepergianmu

Tapi aku hanyalah ummatmu yang berusaha menitikan air mata haru saat membaca kembali kisah kepulanganmu

Tapi aku hanyalah pembaca hadits tentang syariatmu juga kisah perjungan hidupmu

Tapi aku hanyalah ummatmu yang selalu berharap syafaatmu, meski sering kali malas membacakan shalawat untukmu.

Padahal aku tahu hanya amalan itu yang bisa sampai kehadirat Rabbmu meski ada riya saat lisan melafadzkan untukmu.

Ya Rasulallah…

Maaf, aku belum bisa menghadirkan sepenuhnya kerinduan itu

Maaf, aku belum bisa merasakan kehilanganmu, seperti halnya ketika aku kehilangan orang-orang disekitar ku

Maaf, aku belum bisa kalau sampai detik ini, ungkapan kecintaanku padamu hanya sebatas ungkapan semu

Malam itu benar-benar ku adukan kepadaNya yang telah mengutusmu

Tentang jalan hidup yang ku tempuh, tentang kedurjanaan jiwaku

Malam itu benar-benar ku ingin menjadi perayu handal buat sukmaku

Berharap supaya bisa tergerak menghadirkan namamu dalam kelembutan cinta kasihku

Ya Rasulallah…

Andai saat ini engkau berada didepanku

Ku ingin mengadukan kepayahanku dalam merawat keimananku

Andai saat ini engkau mendengarku

Ku ingin mencurahkan kepadamu bahwa fitnah dunia ini amatlah keji dan teramat susah untuk ku hindari

Andai saat ini engkau melihatku

Ku ingin engkau mendoakanku membersihkan bau anyir sifat munafiqku, juga membersihkan bau busuk dosa ku

Meski harus ku tanggung rasa malu karena raga dan hati yang bobrok ini tampil di pelupuk mata sucimu

Andai saat ini engkau dibelakangku sembari mengamati caraku menulis tentangmu

Remukkan jemari ini andai tidak engkau sukai

Ya Rasulallah…

Di padang mahsyar nanti

Akui aku sebagai ummatmu, meski kelakuanku belum pantas pendapat predikat itu

Akui aku sebagai ummatmu, meski aku yang terahir dari sekian banyak ummatmu

Astaghfirullahal’adzim…

(dari seseorang yang ingin di akui sebagai ummat Muhammad saw.)

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Hamba Allah, yang selalu mencari kemilau hikmah disetiap kejadian yang ditangkap oleh panca indra dan hati. Untuk mengenal saya lebih jauh, silahkan kunjungi blog saya; MurtakibudzDzunub.com

Tagged with: ,

syafaat rasulullah (11),Apakah aku di akui oleh seseorang (1),kapan syafaat rasulullah (1),syafaat RossuLLULLOH (1),tulisan dan kata kata indah (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner