TANBIHUN ONLINE

Asal Api Neraka

 Breaking News
  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Tanbihun.com- Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan...
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Tanbihun.com- “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri...
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com- Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa...
  • Petunjuk Nabi saw Tentang Konflik Yaman (antara hijrah dan iqomah) Tanbihun.com- al iimaanu Yamaanun wal hikmatu Yamaniyyatun, Yaman adalah poros dan gambaran kuatnya iman dan hikmah.. Hingga Nabi saw pun menegaskannya Ditengah konflik perang “saudara seislam”, banyak ijtihad ulama dalam...
  • Kartini apa ‘Aisyah? Tanbihun.com- Jika Kartini dianggap mendobrak kejumudan berpikir wanita, Aisyah yg jauh-jauh hari melawan mainstream Jahiliah yang mendiskreditkan wanita. sampai beliau mengatakan: وقالت عائشة نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء...
September 17
18:30 2009

Tanbihun – Bahlul, sufi pandir tapi bijaksana, suatu hari bertemu dengan khalifah Harun Al-Rasyid, raja akbar Dinasti Abbassiyah.”Habis dari mana kau, Bahlul?” tanya sang penguasa dengan nada selidik.
“Dari neraka,!” jawab sufi cuek ini dengan enteng.
“Apa yang kau lakukan disana?”, tanya khalifah dengan penuh keheranan, “Cepat jelaskan padaku!” desak Harun memaksa.

Bahlul dengan ringan kemudian menjelaskan, “Saya sedang membutuhkan api, tuan. Jadi saya pikir lebih baik saya pergi ke neraka untuk meminta sedikit percikan api.
Tapi hampir semua penjaga neraka berkata: “Kami tak punya api disini.!”
Tentu saja saya bertanya: “Lho, kok begitu? Bukankah neraka tempat yang penuh dengan api?”
Penjaga neraka menjawab, “Begini, sebenarnya disini tak ada api sedikitpun. Setiap orang yang datang kesini membawa apinya masing-masing.”

Menurut Sayyid Haidar Amuli dan para ulama ruhani, bahwa segala ‘amal (baik atau buruk) kita di dunia ini kelak di alam kubur akan mewujud menjadi nyata. Amal baik akan berubah menjadi seorang pemuda tampan yang menemani dan menghibur kita sambil menunggu hingga hari kebangkitan, sedangkan amal buruk akan menjadi seorang yang berwajak buruk, berbau busuk, penyiksa serta memberi kesengsaraan, serta di akhirat menjadi api yang membakar diri kita sendiri. Jadi api neraka (an-nar) bukan tempat yang sudah disediakan akan tetapi sebenarnya adalah wujud dari segala perbuatan dosa kita sendiri yang kita lakukan di dunia ini.
Jadi jangan bawa api ke neraka..!

Tags
Share

Artikel Terkait

0 Comments

No Comments Yet!

There are no comments at the moment, do you want to add one?

Write a comment

Write a Comment

Latest Comments

Maaf, link downloadnya koq kosong. keterangannya file deleted.. . ...