1:37 pm - Kamis,19 Mei 5155

Ayo Berkawan Dengan “Teroris”!

Selasa, 19 April 2011 2:32 | Opini | 4 Comments | Read 241 Times

terorisTanbihun- Tiba-tiba saja nama Muhammad Syarif menjadi terkenal hampir menyamai ketenaran Briptu Norman kamaru, bukan karena aksinya di youtube melainkan karena aksi bom bunuh dirinya di masjid polres Cirebon.

Menyimak penuturan ayah dari Muhammad Syarif dan beberapa teman,tetangga, dia adalah sosok yang mudah meledak emosinya,dia selalu tampil beda diantara teman-temannya. dimata ayahnya Syarif tergolong anak yang “berani”, dia sering melawan orang tuanya. kata para pakar syarif ini mengalami cacat secara psikologis,keadaan ini diperparah dengan kondisi perekonomian yang tak kunjung membaik. saat orang mengalami banyak tekanan hidup, dia akan menjadi mansusia yang sensitif,mudah marah,mudah tersinggung.

Saat himpitan hidup semakin dirasa kian memojokkan seseorang,dia akan mencari celah untuk melepaskan diri dari jeratannya. pada saat kondisi seperti ini,ada satu tawaran menarik, “matilah syahid,maka diakhirat akan menemukan kemuliaan”. tawaran ini bisa didapat dari mendengar atau membaca. doktrin-doktrin semacam ini memang benar,tapi akan menjadi tidak pas ketika ini dijadikan dalih untuk “merayu” seseorang untuk melakukan aksi-aksi yang akan mengancam ketentraman dan keamanan orang lain dan lingkungan. seseorang yang sudah dibidik, otaknya akan terus dicuci, dihadapankanlah semua permasalahan hidup yang menjeratnya adalah akibat ulah atau kesalahan-kesalahan pihak-pihak yang sudah menjadi target (musuh) mereka.“dan inilah kesempatan baik bagimu, biarlah kamu gagal didunia,tapi kamu akan mulia diakhirat.” begitulah kira-kira paham yang ditanam diotak si syarif.

Berbicara mengenai penanggulangan atau memeberantas teror bom,tidak semudah menggelar acara jumpa pers, harus dimulai dari semua lini,faktor ekonomi,pendidikan,kesehatan,sosial-politik, semua harus dicermati,karena saling terhubung dan membawa dampak. Semua pihak harus terlibat, kita berperan sesuai bidangnya masing-masing. dan yang terpenting,bukan cuma mencari “kambing hitam” tapi mencari solusi yang tepat untuk mengatasi semua ini.

Kalau hanya mencari aktor intelektual atau jaringan-jaringannya semata, lalu menangkap dan menjebloskan mereka ke penjara atau menghukum mati. maka yang terjadi  malah akan semakin menyulut kebencian mereka, dan ini sudah kita buktikan. usaha pendekatan itu jauh lebih baik, jangan-jangan mereka berulah begini karena merasa disisihkan,tidak pernah diajak ikut serta dalam bidang-bidang yang sesuai keahlian mereka.

Sebagai penutup, semoga dimasa yang akan datang kita akan banyak belajar dari masa lalu. Kita hanya bisa melarang kegiatan,tapi tidak untuk paham.Komunis boleh dilarang,namun tidak serta merta pahamnya juga ikut sirna.semoga kesadaran dan kepedulian kita terhadap lingkungan semakin hidup.saling bantu,saling menghormati.

motto :

“Berbeda tidak berarti harus bermusuhan”

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with:

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner