Tanbihun Online

FPI Sama Dengan Jemaat Ahmadiyah

FPI Sama Dengan Jemaat Ahmadiyah

FPI Sama Dengan Jemaat Ahmadiyah
February 17
20:46 2012
Pembubaran fpi
courtesy cellcomnews.blogspot

Tanbihun.com- Belum juga usai pengungkapan bos besar,apel malang, ketua besar publik disuguhi berita heboh lagi, yaitu demo pembubaran fpi, wacana penertiban atau pembubaran ormas yang sering berbuat anarkis kembali muncul kepermukaan, ini disulut oleh demo penolakan berdirinya cabang fpi oleh masyarakat Kalimantan Tengah yang mengatas namakan masyarakat adat batak. Meskipun oleh Ketua Bidang Dakwah dan Hubungan Lintas Agama FPI, Al Habib Muhsin Ahmad Alattas dibantah “Yang menolak itu preman, bukan warga Dayak”.

Tidak hanya sampai disitu bola panas pun berkembang, disinyalir pengangkatan isu pembubaran fpi ini merupakan upaya pengalihan isu atas kasus besar yang sedang menjadi pembicraan dan sorotan publik. Siapa lagi yang dituding kalau bukan partai demokrat yang memang sedang mengalami “prahara”, dimana para elite politikusnya banyak yang tersangkut kasus korupsi dan kasusnya sedang disidangkan di pengadilan.

Perlukah FPI dibubarkan?

Jika pertanyaan ini diajukan kepada fpi atau yang mendukungnya, tentu jawabannya adalah “TIDAK PERLU!”, sebaliknya jika pertanyaan ini diajukan kepada orang-orang yang membenci atau tidak setuju dengan keberadaan atau sepak terjang fpi jawabnya adalah “PERLU”. Tentu masing-masing akan memperlihatkan argumen dan alasan-alasannya. Pro-kontra ditengah-tengah masyarakat akan satu dua hal maslaah adalah wajar dan tidak bisa dielakkan, untuk memutuskan pendapat mana yang paling baik tidak mungkin dipoling, apalagi masyarakat sendiri yang diminta memutuskannya. Dan disinilah pentingnya dan gunanya pemerintah beserta aparat-aparat terkait yang berhubungan dengan masalah yang sedang menjadi pro-kontra.

Pemerintah Terjebak Simalakama

Idealnya posisi pemerintah adalah pengayom, pemberi keadilan,keamanan dan ketentraman rakyat, dalam kasus seperti FPI pemerintah harus bertindak tegas. Untuk membubarkan satu ormas, misalnya dalam hal ini fpi bukanlah perkara mudah, kalau hanya membubarkan memang tidak sulit, tapi efek dari pembubaran fpi tidak bisa dikesampingkan begitu saja, para pendukungnya tentu tidak akan tinggal diam, belum lagi jika dilihat dari kaca mata hukum dan HAM, ironis juga saat FPI demo menuntut pembubaran jema’at ahmadiyah rame-rame para penggiat HAM teriak “pembubran jemaat ahmadiyah adalah pelanggaran HAM dan melanggar UUD 45″. pertanyaannya sekarang “apakah menuntut pembubaran fpi tidak melanggar HAM dan UUD 45?”

FPI sama dengan jemaat ahmadiyah

Kesamaannya jika dilihat dari dampak dilema yang melanda pemerintah, dibiarkan di demo, mau dibubarkan juga di demo. Mungkin ada yang bilang “fpi beda sama ahmadiyah mas,fpi kan sering berbuat onar dan anarkis”. Anarkis….. inilah pointnya, yang perlu ditindak tegas oleh aparat (pemerintah) adalah sifat anarkisnya, dengan alasan apapun anarkis tidak dibenarkan oleh undang-undang yang berlaku di Indonesia, kalau ada aksi fpi yang anarkis, tangkap dan adili, penulis rasa sikap tegas aparat ini akan mampu “menghilangkan”  setidaknya mengurangi aksi anarkis bukan saja oleh fpi tapi oleh ormas lainnya bahkan oleh individu sekalipun.

Belajar dari penanganan kriminalitas di daerah

Penulis kurang ingat betul kapan mulainya, yang penulis ingat betul, era sebelum tahun 2000 tindakan anarkis oleh perseorangan atau kelompok masih marak, yang penulis amati adalah di Kabupaten Kendal Jawa Tengah, saat itu tawuran antar kampung nyaris tiap hari terjadi, nampaknya penjara tidak bisa menyurutkan aksi mereka, namun aparat dalam hal ini kepolisian, membuat terobosan baru, mungkin diilhami dari sekian banyak orang yang masuk bui atas kasus penganiyaan kebanyakan akan “menyuap” agar segera bebas (ini hanya perkiraan penulis, semoga salah), dari sini kepolisian menetapkan bagi siapa saja yang melakukan penganiyaan walapun hanya menempeleng sekali meskipun tidak mencederai dan si korban lapor ke pihak berwajib, maka si pelaku dikenai denda (harus membayar sejumlah uang) sesuai kesepatkan dengan si korban, biasanya 3-5 juta.

Ajaib….. cara yang dilakukan pak polisi berbuah manis, terbukti, orang yang tadinya ada urusan sedikit main pukul, dia malah lebih suka dipukul alasannya, dapat duit, orang-orang pun mendadak menahan diri untuk berbuat aniaya kepada orang lain. Alhasil tindak penganiyaan di Daerah Kendal sukses diredam dan berkurang secara signifikan.

Kasus diatas hanyalah satu contoh tidakan tegas aparat ternyata akan menimbulkan efek jera bagi pelaku tindakan anrkis. Semoga kasus-kasus anarkis yang sering melanda ditengah-tengah kita dapat diredam oleh aparat tanpa harus “melukai” hati masyarakat itu sendiri, bukankah kita terdiri dari dia, saya dan mereka?.(zid)

Cepokomulyo, 17 Februari 2012     20:25

About Author

admin

admin

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Related Articles

Hubungi Kami:

Admin1:
Admin2:
Admin3:
Admin4:
Admin5:
Admin6:

Home Office :
Jl.Napak Tilas No.2 Cepokomulyo Gemuh
Kendal Jawa Tengah 51356
Email: admin@tanbihun.com
Phone: +62 8154 201 8950

Who's Online

32 visitors online now
Anda mungkin juga menyukaiclose