1:37 pm - Jumat,20 Mei 9712

Mengapa Banjir Harus Terjadi?

Senin, 15 Nopember 2010 20:51 | Opini | 0 Comment | Read 247 Times

Tanbihun.com -Akhir-akhir ini, bencana yang melanda di bumi ini khususnya Indonesia, semakin mengganas. Tsunami di Mentawai belum berakhir, kini Gunung Merapi meletus dengan kekuatan dahsyatnya sehingga tidak sedikit ribuan nyawa manusia harus melayang. Belum lagi banjir yang terjadi di Washior Papua, telah memporakporandakan semuanya. Rumah, hewan ternak, dan harta benda lainnya dilahap habis oleh ganasnya terjangan banjir. Kerugian material pun ditaksir mencapai miliaran rupiah. Sebenarnya apa penyebab semua ini??? Apakah peristiwa ini memang fenomena alamiah yang harus terjadi setiap tahunnya??? Apakah sebuah takdir dari Allah??? Sudah semestinya kita intropeksi diri, apa yang selama ini telah diperbuat kepada lingkungan sekitar???

Saya ambil contoh bencana banjir. Tentunya pernah sempat terbeslit di benak kita, mengapa banjir terjadi??? Apa faktor penyebabnya??? Banjir disebabkan oleh banyak hal, diantaranya adalah kurangnya daerah resapan air, tersendatnya saluran aliran air, dll. Kekurangan daerah resapan air disebabkan oleh penggundulan hutan (illegal loging) yang tidak disertai dengan penanaman kembali/ tebang pilih, sehingga ruang penyerapan air oleh tumbuhan tersebut (melalui akar) otomatis berkurang. Akibatnya terjadilah run-off/ aliran air yang besar. Jika ruang vegetasi, seperti hutan terus dijarah dan digunduli maka akan semakin memperbesar nilai run-off tersebut. Akhirnya, terjadilah bencana banjir. Tersendatnya saluran air disebabkan oleh pembuangan sampah sembarangan. Sampah yang dibuang di sungai, akan mengakibatkan kualitas air menurun sehingga mengakibatkan terganggunya kehidupan fauna dan biota air juga kesehatan manusia. Selain itu juga bisa menyumbat saluran air. Jadi, semakin banyak sampah yang dibuang di sungai (saluran air lainnya), maka aliran air pun akan terhambat. Akhirnya air meluap, bencana banjir pun terjadi.

Bicara mengenai sampah memang tidak akan ada habisnya. Pernah suatu saat saya sedang di toilet kampus, kebetulan waktu itu dosen dari Jepang yang berkunjung ke kampus, juga sedang di toilet. Dosen itu tampak terburu-buru. Hidungnya ditutup saputangan dengan tangan kirinya dan tangan kanannya menjinjing celananya. Tidak heran mengapa dosen tersebut bertingkah seperti itu, karena tisu dan bungkus permen banyak berceceran di lantai toilet.
Sebagai upaya untuk mengurangi bencana banjir, para gerakan penghijauan, seperti Pecinta Alam telah mengadakan penanaman 100 pohon (misalnya) di beberapa tempat Namun, amat disayangkan. Mengapa gerakan tersebut yang notabenya sebagai pecinta alam masih saja ada yang melakukan vandalisme, seperti coret-coret di beberapa pohon dengan menggunakan cat atau pilok. Mereka masih saja meninggalkan sampah di tempat-tempat tertentu. Heran !!! Kesadaran mereka seakan setengah-setengah !!! So, …

Finally, semua itu yang menentukan memang dari kesadaran kita sendiri. Apakah kita selamanya akan terus membuang sampah sembarangan, padahal sampah plastik dapat bertahan di tanah selama 7 tahun (bayangkan !!!)(zid).

Bogor, 12 November 2010

ALI AHKAMULLOH

(Departement of Agronomy and Horticulture Faculty of Agriculture Bogor Agricultural University)

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with:

kartun banjir (48),gambar kartun banjir (16),BANJIR KARTUN (9),banjir diakibatkan oleh apa (1),binatang ternak kartun (1),gambar kartunbanjir (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner