PEKALONGAN — Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah menyatakan, dana bantuan sosial (bansos) yang diberikan pemerintah harus diterima utuh bagi penerimanya dan tidak diperkenankan ada oknum yang ‘menyunat’ dana itu.
Pernyataan Mensos itu disampaikan di sela-sela pelaksanaan Haul KH. Ahmad Rifai dan tasyakuran penganugerahan gelar Pahlawan Nasional di Ponpes Al Insap Rifaiyah Dukuh Paesan, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan, Sabtu.
“Kami minta polisi harus bertindak tegas jika memang ada oknum yang memotong bansos bagi masyarakat,” katanya.
Ia mengaku, telah mendengar adanya pemotongan dana bantuan sosial yang dilakukan salah satu anggota DPRD Jawa Tengah sebagai dana aspirasi.”Memangnya itu ada, saya baru mendengar,” katanya.
Namun, katanya, soal istilah dana aspirasi memang diperhatikan oleh masing-masing daerah dan bisa saja anggota DPRD yang membantu mengambil, tetapi siapapun tetap tidak boleh melakukan pemotongan.
Pemilu 2009
Kepada ribuan masyarakat yang mengikuti haul KH. Ahmad Rifai, Mensos meminta masyarakat agar aktif dalam proses pemilu dan tidak hanya menjadi obyek dari para calon legislatif.”Kami minta masyarakat jangan golput dan hanya jadi penonton dalam pelaksanaan pemilu 2009. Pemilu sudah mulai dekat dan umat tidak boleh berpangku tangan saja sebab anggota DPR mempunyai hak budget,” katanya.
Ia mengatakan jika masyarakat salah pilih, maka anggota DPRD yang terpilih mungkin mereka yang merancang keputusan yang justru merugikan dan masyarakat sendiri yang akan menyesal.”Wajah caleg yang tersebar di tepi jalan harus diamati, dilihat ‘background dan track record’ sebab semua caleg akan bicara yang baik-baik sehingga masyarakat harus bisa berpikir jernih dalam menentukan pilihannya. Jangan mudah terpengaruh. Jadilah seperti batu karang yang teguh pendirian,” katanya.
“KH. Rifai ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2004. Saya melihat makam Ahmad Rifai saat berkunjung ke Tondano (Sulawesi) tepat di bawah makam Kiai Mojo,” katanya.ant/kpo

klu memang SBY kinerjanya baik,knp tdk?memang capres2 tu tdk ada yg smpurna,tp yg plg minim kekuranganya memang SBY dr pd CAPRES lainya.menurut kaca mata luar negri,
lagian sdh diuji coba kan?
yg lain msh tanda tanya lg….
aku jadi bimbang milih-milih. karena kita tidak tahu semua. Indonesia itu sekarang memasuki babak min khaitsu la yahtasib. babak dimana manusia tidak bisa menggunakan pengetahuannya untuk menebak, meramalkan, atau membuat arah prediksi dalam semua tingkatan keilmuwab. Buktinya dulu orang optimis dengan reformasi, pakar-pakar memprediksikan tentang Indonesia baru yang lebih cerah pasca reformasi. nyatanya yang terjadi kan kebalikannya. karena dalam babak ini, ilmu manusia sudah tidak bisa mencukupi untuk mengatasi problem bangsa indonesia yang semakin komplek. tiwasan wis milih SBY, malah pada hari H dia di kehendaki oleh ALlah lain kan bisa saja. wong misalnya sarafnya SBY ndilalah tidak diurus oleh Allah satu saja dari milyaran saraf, bisa-bisa dia batal jadi presiden kok. wong kita yang optimis dengan kinerja Antasari aja tiba-tiba ia terjungkal hanya karena “lubang sepele diantara dua paha” ya kan…..
Sebagai warga Rifa’iyah kita netral dalam memilih capres yg akan datang,silahkan pilih menurut kehendak kita masing-masing tidak ada paksaan atau unsur apapun untuk mencontreng salah satu dari ketiga calon tersebut,asal jangan golput karena satu suara pun sangat berarti bagi bangsa kita.
Selamat Mencontreng……
NADYA says:
May 9, 2009 at 1:31 am
klu memang SBY kinerjanya baik,knp tdk?memang capres2 tu tdk ada yg smpurna,tp yg plg minim kekuranganya memang SBY dr pd CAPRES lainya.menurut kaca mata luar negri,
lagian sdh diuji coba kan?
ya minim kekurangan.
dimana nasip korban lumpur lapindo? kok malah sibuk lobi2 politik.
Kenapa Rakyat kok diajari menjadi pengemis?Lewat program BLT-nya.
Kenapa sekolah SMK lebih diutamakan? padahal SMK itu adalah lebih banyak menciptakan buruh. masak cita2 jadi buruh.
Kenapa mengklaim program kerjanya adalah milik Partainya? wah tidak kayak soekarno yang gentle
wah pokoknya lebih baik tidak ada Negara, tidak ada hak milik semua ada milik bersama. sesuai dengan Konsep Marxisme dengan pulau ideanya. tidak ada yang kaya, tidak ada yang miskin. karena hidup adalah untuk kepentingan sosial.
begitu juga dengan Rifaiyah. bukan hanya bukan hanya membesarkan diri pribadi. tetapi rifaiyah juga harus memikirakan orang lain. karena kita bisa besar juga dibesarkan orang lain.
bukankah sebuah ilmu pengetahuan tidaka akan dihargai oleh masyarakat, sebelum ilmu pengetahuan tersebut digunakan untuk kepentingan masyarakat.
fiat jutice roet coelom. tegakkan keadilan walaupun samapi langit runtuh.
sebaiknya Rifaiyah sebgai institusi gak usah ikut2 deh di kencah politik…. nnt malah bubrah, biar saja ummat memilih sesuai kesukaan sendiri2. sebagai institusi jagan masuk ke ranah situ. tp memang kadang2 para elit itu banyak maunya, pingin deket sama yg berkuasa, biar dapat cipratan. iya klo yg nyiprat itu air neing, lha klo yg nyiprat itu lumpur yg campur dg kotoran2 dan bau, trs kita lagi pake baju yg masih putih, berabe deh. biasanya yg nyiprat itu memang lumpur.
ummat sudah faham siapa yg harus di pilih. klo mr bahtiar ngajak, ya itu sudah maklum, karna dia punya misi, and kalo dpt nggiring, dia pastri dapat point yg gede. klo mo jd team sukses atas nama pribadi aja.
bodo ah, menteri datang sebagai menteri tapi nyambi kampanye, tapi ya gak pa pa namanya juga penguasa. cuek aja lagi?!
SANGAT SETUJU. KENAPA..JGN MENUTUP MATA…
Terlepas saya keturunan Rifa’iyah dari orang tua, yang pasti memilih pemimpin itu wajib hukumnya, dan g salah kan siapa yang promosi asal itu baik utuk kepentingan umat, kalo qt bicara apa sih untungnya, baca kitabnya Mbah Rifa’i dulu dong…………. menurut aq si identitas warga rifa’iyah sekrang perlu dimunculkan lagi, krn identitas itu sekarang semakin terkikis karena qt tidak mencoba mempertahankan itu, klopun ada pasti akan dibilang kuno. karena kemasanya yang memang kurang dan isi dr pribadi dan organisasi yang harus selalu ditingkatkan……… dan yang penting APUPUN PARTAINYA..SBY PRESIDENNYA…..
GOLPUT is Human right
AKu Dewe iki yo bingung milih siapa pada pilpres besok.
Secara formal/fiqh ketiga pasangan capres dan cawapres baik dan benar semua. Baik dan benar dalam arti secara visi dan misinya. Saya merasa yakin bahwa para capres mempunyai good will/niatan baik untuk membawa negeri INDONESIA ini ke arah “baldatun toyyibatun”.(wa robbun ghofurun nya ALLAH YANG TAHU just only)
Namun demikian, meskipun secara formal mereka bagus dan benar, yang namanya manusia itu tetap mempunyai kelemahan dan kesalahan.Wajar to…. Al insanu mahallul khoto’wan nisyan. Ora ono seng Sampurna Ijo.:”Emange rokok….”
Lha wong Nabi SAW saja pernah “salah”. (Seingat saya kesalahan dalam menentukan strategi perang,yang kemudian ditegur ALLAH via salah satu ayat AL QUR’AN).
Lha Enaknya jadi nabi SAW itu kan MA’SUM.jadi santai to
KAPAN YA GUSTI ALLAH menerima pendaftaran NABI BARU..?!?
kembali ke PILPRES… Kalo ketiga capres itu baik semuanya tentu ada yang “the bester among the best” yang terbaik di antara yang baik. Serahkan saja pada rakyatnya (suara rakyat is suara TUHAN).Indonesia Katanya NEGARA democrazy…
Enaknya ikut qaulnya Ibn Taymiyah
waqila IBN TAYMIYAH fil as-Siyasah asy-Syar’iyyah “SEMALAM DIPERINTAH OLEH PEMIMPIN YANG DZALIM LEBIH BAIK DARI PADA TIDAK ADA PEMIMPIN SELAMA ENAM PULUH TAHUN”
Coba bayangkan…
Tapi bingung lagi ketika ngomong kewajiban negara kepada warga negaranya. Maksudku bahwa ketika merujuk pada UUD 45 apakah negara sudah melaksanakan 100% kewajibannya.
Akhirul kalam…
Dari pada bingung jaRE AKU kok pilih kabeh wae…alias golput. GOLPUT adalah hak saya sebagai WNI yang bingoeng. Amin….
Setiap kita punya alasan untuk memilih,begitu juga yang ga’ mau milih.
kalau yg ga’ mau milih dikasih gelar “GOLPUT” apa yang milih ga’iri,setujukah kalau dikasih gelar “GOLTAM”? or GOLMER or GOLNING or GOLBIR ????
.-= em.yazid´s last blog ..PENGAJIAN KITAB AL HIKAM =-.