Mukernas Rifaiyah 23 Mei 2009 Di Temanggung

Oleh Pada Monday, 11 May, 2009 8:49 PM. Under Opini  

riflogoMusyawarah Kerja Nasional ( MUKERNAS ) akan dilaksanakan tanggal 23 Mei 2009 di Temanggung. Seperti lazimnya mukernas, tentu akan menentukan langkah-langkah untuk menjabarkan  program-program kerja rifaiyah yag telah dicetuskan pada muktamar rifaiyah ke-VII di kendal. berikut ini program-programnya:

PROGRA KERJA

PIMPINAN PUSAT RIFA’IYAH

Masa Khidmat  : 1438-1433 H / 2008-2013 M

BAB I

PENDAHULUAN

A.   PENGERTIAN

1.           Yang dimaksud dengan program kerja ialah pokok-pokok pengabdian Pimpinan Pusat Rifa’iyah lima tahun ke depan dalam rangka mewujudkan tujuan organisasi sebagaimana tercantum dalam Anggaran Dasar Rifa’iyah yaitu :

a.           Untuk menghimpun para santri dan simpatisan dakwah serta perjuangan Kyai Haji Ahmad Rifa’ie agar lebih berperan dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan umat kepada Allah SWT.

b.     Untuk menjamin kesinambungan dakwah Kyai Haji Ahmad Rifa’ie, baik dalam peningkatan pemahaman dan pengalaman agama Islam yang mudah dan benar maupun dalam peningkatan kesejahteraan lahir batin melalui pemberdayaan ekonomi umat.

c.            Untuk meningkatkan partisipasi umat dalam pembangunan bangsa dan negara dalam bidang mental spiritual.

2.           Program ini lebih lanjut dijabarkan dalam program pelaksanaan oleh Pimpinan Pusat.

3.           Program Umum dan Program Pelaksanaannya merupakan pedoman yang mengikat segenap pengurus dan anggota Rifa’iyah.

B.   MAKSUD

Program ini bermaksud untuk memberikan arah dalam kegiatan dan langkah-langkah pengabdian yang ingin dicapai oleh organisasi selama lima tahun mendatang.

C.   LANDASAN

1.           Landasan organisasi : Pancasila, UUD 1945, UU No.8 Tahun 1985 dan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

2.           Landasan perjuangan : Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Rifa’iyah.

3.           Landasan dakwah : Al-Qur’an, Al-Hadits, Ijma’, Qiyas dan Kitab-kitab karya Kyai Haji Ahmad Rifa’ie serta kitab-kitab ulama Ahlussunah wal Jamaah.

D.    RUANG LINGKUP

Ruang lingkup program ini meliputi bidang-bidang sebagai berikut :

1.           Pembinaan dan pengembangan organisasi.

2.           Pembinaan ukhuwah antar anggota dan antar organisasi.

3.           Pembinaan dan pengembangan dakwah, pendidikan dan sosial.

4.           Pembinaan dan pengembangan ekonomi umat.

E.    SIKAP DASAR

Berdasarkan firman Allah SWT Surat Ali Imron : 104

ولتكن منكم أمة يدعون الى الخير ويأمرون بالمعروف وينهون عن المنكر وأولئك هم المفلحون

“Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan dan menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar, mereka itulah orang-orang yang beruntung”

Firman Allah SWT Surat An-Nahl : 125

أدع الى سبيل ربك بالحكمة والموعظة الحسة

Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik”

Dan hadits riwayat Bukhari, Muslim dan Ahmad dari Abu Musa al-Asy’ari :

يسروا ولاتعسروا وبشروا ولا تنفروا وتطاوعا ولا تختلفا

“Hendaklah kalian memberi kemudahan dan janganlah mempersulit; hendaklah kalian memberi kabar gembira dan janganlah menakut-nakuti; hendaklah kalian saling menolong dan janganlah saling berselisih”

Dari dasar-dasar tersebut, maka Pimpinan Pusat Rifa’iyah beserta seluruh jajarannya :

1.    Bertekad untuk meneruskan dakwah dan perjuangan   Kyai Haji Ahmad Rifa’ie baik dalam menyampaikan ajaran Islam kepada umat, maupun dalam pembangunan bangsa dan negara.

2.           Bertekad untuk melestarikan karya-karya Kyai Haji Ahmad Rifa’ie dan upaya untuk memahami serta mengamalkannya sesuai dengan faham Ahlussunah waljamaah.

3.           Bertekad untuk menemukan kembali karya-karya Kyai Haji Ahmad Rifa’ie yang ada di dalam dan di luar negeri (di negeri Belanda).

4.           Bertekad untuk menyebar luaskan karya-karya Kyai Haji Ahmad Rifa’ie kepada masyarakat luas.

BAB II

SASARAN PROGRAM KERJA

Dalam rangka mengemban amanat organisasi dan tanggung jawab terhadap cita-cita yang telah digariskan dalam Muktamar yang untuk pertama kalinya ditetapkan oleh ulama dan cendikiawan Rifa’iyah dalam musyawarah kerja pertama di Cirebon tahun 1991, maka disusunlah sasaran Program Kerja sebagai berikut :

1. Ke dalam :

a.           Mengadakan konsolidasi organisasi dari tingkat pusat sampai ke tingkat ranting.

b.           Mengadakan kaderisasi mubaligh dan juru-juru dakwah yang mampu berkomunikasi dengan masyarakat yang maju dan modern serta mampu berprestasi dalam pembangunan nasional.

c.            Meningkatkan pemahaman, pengamalan dan pengembangan serta pemberian penjelasan terhadap karya-karya Kyai Haji Ahmad Rifa’ie sesuai dengan pendidikan dan bahasa masyarakat.

2. Ke luar :

a.           Turut aktif melaksanakan pembangunan nasional terutama dalam bidang mental spiritual.

b.           Menjalin kerja sama dengan lembaga dan organisasi yang mempunyai persamaan tujuan dengan Rifa’iyah dalam rangka meningkatkan kesejahteraan umat.

3. Potensi :

a.           Memiliki organisasi yang solid (rukun dan bersatu).

b.           Memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengamalan ajaran Islam (jazem).

c.            Kyai dan ustadz serta kaum cendekiawan cukup memadai.

d.           Secara kuantitas memiliki lembaga-lembaga pendidikan dan pondok pesantren sera sarana-sarana peribadatan yang cukup memadai

4. Kelemahan

a.           Sebagian besar masyarakat Rifa’iyah tinggal di pedesaan yang sulit dijangkau oleh kemajuan ilmu dan teknologi sehingga penyampaian informasi organisasi sangat lamban dan program-program dakwah Islamiyah tidak dapat diserap dengan cepat.

b.           Organisasi Rifa’iyah di pusat dan daerah belum memiliki sarana dan prasarana perkantoran yang mandiri. Kalaupun sebagian daerah ada yang telah memiliki kantor sebagai pusat kegiatan organisasi, tetapi jumlahnya masih sangat sedikit. Dengan demikian kegiatan organisasi menjadi terhambat.

5. Peluang

a.           Secara kuantitatif, jumlah umat yang tersebar di pedesaan yang membutuhkan bimbingan dan uluran tangan berbagai pihak merupakan peluang pengabdian organisasi untuk membangun dan meningkatkan martabat hidupnya hingga sejahtera lahir batin dan selamat dunia akhirat.

b.           Loyalitas umat yang besar terhadap para pemimpinnya merupakan peluang untuk diajak berpartisipasi melaksanakan pembangunan, terutama dalam bidang pendidikan dan dakwah Islamiyah.

c.            Meningkatnya minat umat untuk mempelajari agama secara mudah, baik dan benar merupakan peluang untuk menawarkan karya-karya Kyai Haji Ahmad Rifa’ie yang akomodatif.

d.           Kecenderungan meningkatnya peran pelaku ekonomi menengah keatas untuk memperhatikan kehidupan masyarakat bawah merupakan peluang untuk memperhatikan umat di pedesaan.

6.   Ancaman

Adanya faham-faham yang menyimpang dan menyesatkan yang masuk ke peloksok pedesaan merupakan ancaman terhadap umat yang masih awam terhadap ajaran agama.

BAB III

POKOK – POKOK PROGRAM

1. Bidang organisasi dan kaderisasi

a.           Konsolodasi kepengurusan tingkat wilayah, daerah, cabang dan ranting di seluruh Wilayah Republik Indonesia.

b.           Membentuk kepengurusan wilayah di Jawa dan daerah diluar Jawa.

c.            Menyiapkan kader-kader pemimpin di semua tingkatan.

2. Bidang Pemuda dan Wanita

a.           Membina dan mengembangkan potensi dan kreatifitas pemuda serta pemudi.

b.           Membina dan mengembangkan potensi kaum wanita.

3. Bidang Syari’ah, Hukum dan sosial

a.           Mengadakan pengkajian terhadap masalah-masalah waqi’ah baik di bidang ibadah dan mu’amalah maupun di bidang sosial dan kemasyarakatan.

b.           Meningkatkan pemahaman bidang syari’ah dan bidang hukum perundang-undangan.

c.            Mempelajari dalil-dalil syara’ secara komparative yang ada di dalam kitab-kitab Rifa’iyah dan yang ada di dalam kitab-kitab kuning sesuai dengan faham Ahlussunnah waljamaah.

d.           Mengantisipasi berbagai problem hukum sehubungan dengan munculnya faham-faham baru yang menyesatkan di masyarakat.

e.           Meningkatkan ekonomi umat melalui peningkatan sumber daya manusia dan membuka usaha bersama.

f.     Membantu fakir miskin dan yatim piatu terutama mengembangkan keterampilannya.

4. Bidang Usaha dan Koperasi

a.           Membuka usaha bersama dengan perorangan atau lembaga untuk kepentingan organisasi.

b.         Mengusahakan terwujudnya koperasi dan baitul mal Rifa’iyah dan usaha lain untuk meningkatkan kesejahteraan umat.

c.          Membentuk Laziz sebagai pusat penyaluran zakat infaq dan shodaqoh kepada umat secara tepat guna dan hasil guna.

d.           Mencari sumber-sumber dana yang halal dan tidak mengikat untuk kepentingan organisasi.

5. Pendidikan dan Dakwah

a.           Mengembangkan pendidikan pondok pesantren dan madrasah diniyah dan pendidikan formal utamanya pendidikan anak usia dini.

b.           Mengintensifkan pengajian dan dakwah di mesjid-mesjid dan mushalla.

c.            Menyiapkan juru-juru dakwah yang memiliki ilmu agama yang mendalam, memiliki ilmu pengetahuan yang luas dan memiliki metode yang tepat untuk menyampaikan visi dan misi kepada masyarakat yang terus bergerak menuju masyarakat maju dan modern.

d.           Menyampaikan pemahaman kitab-kitab karya Syaikh Ahmad Rifa’iyah kepada masyarakat sesuai dengan bahasanya masing-masing.

6. Bidang Seni dan Budaya

a.           Melestarikan dan mengembangkan seni dan budaya yang Islami.

b.           Mengantisipasi seni dan budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam.

7.           Penerbitan dan Publikasi

a.    Membuat Media Informasi Rifa’iyah

b.    Pempublikasian dan Pedndokumnetasian aktifitas Rifa’iyah

c.     Mengadakan Training Jurnalisitik

8. Bidang Hubungan Masyarakat dan Publikasi

a.           Menjalin hubungan dengan lembaga, instansi dan organisasi baik di dalam maupun di luar negeri.

b.           Menjalin kerjasama dengan perorangan, lembaga, instansi, dan organisasi yang mempunyai persamaan tujuan dengan Rifa’iyah.

c.            Menerbitkan serta menyebarluaskan kitab-kitab karya Syaikh Ahmad Rifa’ie kepada masyarakat luas.

d.           Mengupayakan terwujudnya kembali radio dakwah dan media masa ( surat kabar ) untuk mensosialisasikan dan memasyarakatkan program-program organisasi.

9. Penelitian dan Pengembangan

a.           Pendataan Jama’ah Rifa’iyah

b.           Pengembangan Materi dan Kurikulum Pelatihan dan Keriafa’iyahan.

c.            Sensus Konfrehensif Jama’ah Riaf’iyah

d.           Mencari sumber-sumber dana yang halal dan tidak mengikat untuk kepentingan organisasi.

10.  Lembaga dan Badan Otonom

Lembaga dan Badan Otonom memiliki program kerja masing-masing sesuai kebutuhannya. Adapun program-program kerja lembaga dan badan otonom dibuat sinergi dengan program kerja Pimpinan Pusat Rifa’iyah.

BAB IV

PENUTUP

Program Kerja Pimpinan Pusat Rifa’iyah Masa Khidmat 2008 – 2013 merupakan program-program garis besar, adapun untuk implementasinya akan dijabarkan lebih lanjut melalui keputusan yang ditetapkan dalam Rapat Kerja Nasional.

Demikian Program Kerja Pimpinan Pusat Rifa’iyah, untuk dijadikan pedoman PP Rifa’iah dan Lemabaga serta Badan otonomnya untuk melakasanakan tugas-tugas atau kerja-kerja organisasi. Jika dikemudian hari ada kekeliruan, maka program kerja ini dapat ditinjau kembali sesuai mekanisme Rifa’iyah.

Ditetapkan di : Kab. Kendal

Pukul     :  11.00

Tanggal   :  18 Jumadil Ula 1429 H.

24 Mei              2008 M.

MUKTAMAR RIFA’IYAH VII

PIMPINAN SIDANG

H. Ali Nahri                  Ketua          :                 ttd.

Kholiq Idris, SE.                              Wakil Ketua   :         ttd.

Imam Baehaqie, S.Pd., M.Hum.      Sekretaris     :       ttd.

Imam Gozaly, S.Ag.              Anggota        :       ttd.

H. Hafid Akmal, S.Pd.I.                        Anggota :       ttd.

Sebagai orang awam penulis senang dan antusias membaca bait-bait program diatas, tinggal bagaimana menunaikannya dalam bentuk nyata, jangan sampai program2 itu hanya menjadi slogan atau pelengkap muktamar.

Harapannya………

Tetaplah bergerak maju,sekalipun lambat. karena dalam keadaan bergerak, akan menciptakan kemajuan. Adalah jauh lebih baik bergerak maju, sekalipun pelan, daripada tidak bergerak sama sekali.

Kadang kita menemui jalan buntu, karena kita ingin mengambil satu langkah yang terlalu besar, langkah raksasa. Akibatnya, masalah kita menjadi terlihat besar sekali, kompleks dan tak terselesaikan. Hasilnya, kita hanya termenung, dan tidak bergerak.

Sabar dan coba berhenti sebentar. Perhatikan  tantangan kita, Lihat kemampuan kita, tidakkah lebih memungkinkan bagi kita untuk mengambil langkah-langkah pendek namun terus menerus, ketimbang berusaha menelan semua masalah sekaligus. Selangkah demi selangkah adalah cukup asal kita tidak berhenti. Bukankah ribuan kilometer itu diawali dengan langkah-langkah kecil?

Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini :

About admin

Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah Tingkahe dangan lan abot sayah, Tingkahe sugih miskin gagah Tuwin loro waras susah dalam manah. ( Syaikh Ahmad Rifa'i )

Artikel Yang Mungkin Berkaitan :