Tanbihun.com – Ketika penulis menginformasikan kepada seorang sahabat yang sekaligus penulis anggap sebagai orang tua tentang pembakaran Al Qur’an di Amerika Serikat, beliau dengan spontan menjawab : “Umatnya saja ngga mau menghargai Al Qur’an apalagi mereka…!!!. Jawaban singkat tersebut sontak membuat penulis tertegun dan merenung dalam. benarkah kaum muslimin sudah mulai mengabaikan Al Qur’an ?.
Kalau boleh jujur, dewasa ini memang umat Islam sudah mulai menjauhi Al Qur’an. Al Qur’an hanya dibaca pada acara -acara ceremonial semata parahnya lagi, Al Qur’an kerap kali hanya digunakan sebagai Jimat penolak hantu dan thuyul, penghias lemari dan meja kerja saja. Ironis memang, padahal Nabi Muhammad Saw pernah mengadu kepada Alloh sebagaimana yang diabadikan dalam Al Qur’an surat Al Furqon : ” dan berkatalah Rasul Duhai Tuhanku sesungguhnya kaumku telah menjadikan Al Qur’an sia-sia.” Ali Ash Shobuniy dalam kitab At Tibyan fi uluumil qur’an mengutip perkataan dari Ibnu Taymiyah mengatakan : “Siapapun yang tidak membaca Al Qur’an maka dia telah menyia-nyiakannya, siapapun yang membaca Al Qur’an tapi tidak merenungi makna-maknanya maka iapun telah menyia-nyiakan Al Qur’an dan siapapun yang membaca Al qur’an dan telah merenungkan makna-maknanya namun ia tidak mau mengamalkannya, maka ia telah menyia-nyiakannya.”
Jika kita melihat dan merujuk ucapan di atas maka wajar apabila kita umat Islam saat ini dikatakan telah mengabaikan Al Qur’an dan kejadian penyobekan Al Qur’an di Amerika Serikat pada dasarnya adalah teguran dari Alloh untuk kita kaum muslimin yang telah menyia-nyiakan Al Qur’an agar kembali mau membaca, mempelajari dan mengamalkan isi kandungannya sehingga akhlak kita akan menjadi akhlak Qur’aniy.
wajar apabila kita marah kepada para penghina Al Qur’an tersebut, namun jangan lupa untuk “memarahi” diri sendiri karena telah menganak tirikan Al Qur’an. Semoga Alloh selalu memberikan taufiq dan hidayah kepada kita semua dalam mengamalkan firmanNya tersebut.
Wallahu A’lam






Saya setuju dengan pendapat bahwa sebagian besar umat Islam telah menyia-nyiakan Al Qur’an. Kebanyakan dari kita tetap berstatus anak TK yang suka menyanyi tanpa tau maksudnya. Al Qur’an dibaca dengan cara seperti membaca mantra, asal dibaca dan menunggu keajaiban dari langit. Hudan di dalamnya tidak perlu dimengerti, karena merasa telah cukup dengan membaca kitab-kitab fiqih.
Selama para ulama, ustad-ustad tidak menekankan bahwa Al Qur’an itu bukan tulisnya ataupun suaranya, tetapi maknanya yang perlu dimengerti agar dapat menjadi furqan, maka selama itu pula keutamaan Al Qur’an akan tersia-siakan.
bahwa seharusnya al que’an saja untuk dibaca saja tapi dipahami betul bahwa al qur’an itu pedoman hidup manusia dan aturan hidup di dunia …..
tapi sekarang di pahami al qur’an itu sekedar cara bacaannya atau yg Al Qur’an dibaca dengan cara seperti membaca mantra, asal dibaca dan menunggu keajaiban dari langit….
yg seharus nya sebagai pedoman hidup manusia dan aturan hidup manusia di dunia