TANBIHUN ONLINE

Mursyid Tarekat K.H. Asrori Utsman Meninggal Dunia

 Breaking News
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com- Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa...
  • Petunjuk Nabi saw Tentang Konflik Yaman (antara hijrah dan iqomah) Tanbihun.com- al iimaanu Yamaanun wal hikmatu Yamaniyyatun, Yaman adalah poros dan gambaran kuatnya iman dan hikmah.. Hingga Nabi saw pun menegaskannya Ditengah konflik perang “saudara seislam”, banyak ijtihad ulama dalam...
  • Kartini apa ‘Aisyah? Tanbihun.com- Jika Kartini dianggap mendobrak kejumudan berpikir wanita, Aisyah yg jauh-jauh hari melawan mainstream Jahiliah yang mendiskreditkan wanita. sampai beliau mengatakan: وقالت عائشة نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء...
  • Pengajian Bab Nikah ...
  • Video: Rebana Sifate Murid ...
August 22
00:07 2009

SURABAYA–Mursyid (guru) Tarekat Qodiriyah wan Naqsabandiyah Jawa Timur dan pengasuh Pesantren Al-Fitroh, Kedinding Lor, Semampir, Surabaya, K.H. Ahmad Asrori Utsman Al-Ishaqi, Selasa (18/8), pukul 04:03 WIB, meninggal dunia.

“Kami kehilangan ulama dan guru yang aktif mengembangkan ajaran ‘Ahlussunnah wal Jamaah’ melalui tarekat,” kata Wakil Katib Syuriah PW NU Jatim, K.H. Abdurrahman Navis Lc, didampingi Wakil Sekretaris PW NU Jatim, H.A. Sujono.

Menurut Navis, kiai Asrori merupakan putra keenam dari mursyid tarekat K.H. Utsman yang merupakan generasi penerus ayahandanya untuk mengajar tarekat kepada masyarakat, sehingga jemaahnya mencapai puluhan ribu orang.

“Beliau memang sudah lama sakit, bahkan akhir-akhir ini beliau sudah tidak boleh keluar rumah, karena komplikasi penyakit yang dideritanya. Tapi beliau selalu hadir dalam kegiatan PW NU Jatim, meski bukan pengurus struktural, karena itu kami sangat kehilangan,” katanya.

Ia menilai, kiai Asrori merupakan ulama kharismatik yang ihlas dan jujur dalam mengembangkan tarekat, karena itu jemaahnya berasal dari berbagai kalangan mulai dari petani hingga pejabat, bahkan dia tidak membedakan penghormatan kepada jemaah yang bertamu.

“Beliau sebenarnya masih muda, karena usianya tidak terpaut terlalu jauh dengan Ketua Umum PBNU K.H. Hasyim Muzadi, namun beliau mampu menyatukan umat dari seluruh Jawa hingga Jakarta dan Asia Tenggara lewat tarekat. Kalau ceramah, beliau sangat menyejukkan,” katanya.

Almarhum mengasuh ratusan santri di Pesantren Al-Fitroh yang berdiri di atas lahan seluas 2,5 hektare yang memiliki bangunan lantai dua untuk asrama putra, ruang belajar mengajar, penginapan tamu, rumah induk dan asrama putri, dan bangunan masjid yang cukup besar.
“Rencananya, beliau dimakamkan sehabis Shalat Zuhur,” katanya. ant/taq

Yang mau download mujahadah-mujahadah manaqib K.H. Asrori Utsman klik disini

sumber : republika online

Share

Artikel Terkait

0 Comments

  1. em.yazid
    em.yazid August 22, 00:14

    Innalilahi wainna ilahi roji’un
    _______________________________
    Beliau ini salah satu idola saya,taushiyah2nya sungguh pas dihati,akan sulit menemukan ulama seperti beliau. Semoga ruh beliau diangkat derajatnya berkumpul bersama-sama para nabi,syuhada’ wassholihin.
    Semoga saya selalu ingat nasihat2 beliau.amin.

    Reply to this comment
  2. asep
    asep August 23, 01:43

    pesan beliau yang masih menyangkut dihati: “rokokane ambe’ sholate kon iku kiro-kiro suwe ndi?” “bisone wong sholat gak khusuk, gak tuma’ninah iku mergo nduwe anggepan sholate kuwe rumongso suwe.”

    Reply to this comment
  3. Herdoni Wahyono
    Herdoni Wahyono August 26, 14:42

    Inna lillahi wa inna ilaihi roojiuun.
    Seorang ulama yang kharismatik telah pergi meninggalkan kita. Salah satu lampunya jagad telah padam.

    Reply to this comment
  4. Dzul Qurnain
    Dzul Qurnain August 27, 10:26

    Inna lillahi wa inna ilaihi Roji’un, Semuanya dari Allah dan kembali kepada Allah…

    Reply to this comment

Write a Comment

Latest Comments

Maaf, link downloadnya koq kosong. keterangannya file deleted.. . ...