Tanbihun.com- Alhamdulillah akhirnya turun juga hujan yang dinanti-nantikan oleh para petani terutama oleh mereka yang mau menanam tembakau dengan mengandalkan siraman air hujan, karena area persawahan yang termasuk kategori tegalan atau kisik (di daerah Cepokomulyo Gemuh Kendal Disebut Gisik;yaitu sawah bekas sungai atau sawah ditepi sungai).
Setelah tadi malam (7/5/2012) area persawahan diguyur hujan paginya para petani beradu cepat mencari tenaga penanam tembakau yang biasanya didominasi oleh kaum perempuan yang sudah berpengalaman. Sementara si istri mencari tenaga penanam, si suami langsung bergerak cepat membeli benih tembakau.
Pagi ini di tempat pembibitan benih tembakau sangat ramai, para petani beradu cepat untuk mendapatkan bibit tembakau, jam 8 pagi penulis datang ternyata disana sudah ramai bergerombol bapak-bapak, ada juga makelar. Beruntunglah penulis sudah memesan bibit 3 hari yang lalu, jadi meski datang agak siang tidak akan kehabisan.
Sambil menunggu proses pencabutan bibit tembakau penulis ngobrol menemani si empunya lahan pembibitan yang sedang sarapan, sebut saja namanya Pak Jumali, pria paruh baya yang terlihat masih segar bugar, sambil ngobrol di gubuk tengah sawah, penulis disuguhi talas rebus, utri (bahan dari singkong yang diparut, dibungkus daun pisang lebih kecil dari lontong) ditemani secangkir teh manis hangat plus rokok “tingwe” (rokok bikin sendiri) kian menambah hangatnya obrolan kami.
“bibit tembakau itu macam-macam mas, ada 2 jenis indukannya, yaitu B-at dan Srumpung, masing-masing terbagi 3 jenis; ada B-at super,HO dan kenari, Srumpung pun ada 3 jenis; srumpung kerbau,cacing dan belut” pak Jumali menjelaskan saat penulis bertanya tentang macam-macam bibit tembakau.
“untuk bahan bibit harus dipilih dari tembakau yang bagus dan dibiarkan sampai tua, tidak boleh mengambil benih (biji) dari tembakau sisa, yang didaerah Kendal dikenal dengan sebutan “Sogleng” yakni sisa tembakau terakhir saat habis panen yang menyisakan kembang dnegan biji-bijiannya” imbuh pak Jumali.
Pak Jumali memang sudah terkenal dikalangan petani di daerah penulis, itu terlihat dari antrian orang yang mau membeli, padahal dikanan-kirinya sawah pak Jumali juga banyak bibit tembakau, pembibitan dari beliaulah yang pertama kali dituju oleh para petani. Menjaga kwalitas dan jujur adalah salah satu kunci suksesnya.
Bibit tembakau biasanya membutuhkan waktu 1 bulan untuk bisa dicabut dan ditanam di sawah-sawah, terhitung dari mulai menyebar bibitnya.
Selamat menanam tembakau para petani tembakau, semoga musim kali ini tembakaunya bagus dan harganya juga tinggi, semoga hasilnya berkah.amiin
jenis tembakau,Kebaikan menanam tembakau,kriteria bibit tembakau yg baik,macam macam benih tembakau,tanaman tembakau di kendal,Tembakau srumpung



