TANBIHUN ONLINE

Perkembangan Kasus Tahlil Haram

 Breaking News
  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Tanbihun.com- Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan...
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Tanbihun.com- “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri...
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com- Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa...
  • Petunjuk Nabi saw Tentang Konflik Yaman (antara hijrah dan iqomah) Tanbihun.com- al iimaanu Yamaanun wal hikmatu Yamaniyyatun, Yaman adalah poros dan gambaran kuatnya iman dan hikmah.. Hingga Nabi saw pun menegaskannya Ditengah konflik perang “saudara seislam”, banyak ijtihad ulama dalam...
  • Kartini apa ‘Aisyah? Tanbihun.com- Jika Kartini dianggap mendobrak kejumudan berpikir wanita, Aisyah yg jauh-jauh hari melawan mainstream Jahiliah yang mendiskreditkan wanita. sampai beliau mengatakan: وقالت عائشة نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء...
July 21
16:58 2009

Tanbihun.com – Perkembangan masalah kelompok oknum rifaiyah yang mengharamkan,tahlil,ziarah kubur,membaca al-barzanji, masih sangat menarik dicermati. Karena ini menyangkut amaliyah yang sudah menjadi amaliyah mayoritas jamaah rifaiyah.

“saya membaca diinternet,tentang kasus pengharaman tahlil di wilayah semarang,itu hanya beberapa oknum,bukan pengurus rifaiyah” begitu kata pak sudardji selaku ketua DPW Rifaiyah Jawa tengah dalam sambutan pada pengajian peringatan isra’ mi’raj di Cepokomulyo Gemuh Kendal. Lebih lanjut beliau menegaskan, Insya Alloh dalam waktu dekat masalah ini akan segera tuntas”.

Faham ini kelihatannya memang sengaja dihembuskan dan disebar luaskan, dan buktinya faham ini sudah menyebar,yang baru terlihat selain disemarang,adalah di temanggung,dan pekalongan.

Bahkan dipekalongan sudah beredar foto copy kitab Syaikh Ahmad Rifa’i yang menjadi acuan “pengharaaman” tahlil. Untuk persisnya kami sampai tulisan ini di upload belum bisa mendapatkan copyannya, kepada kawan2 di pekalongan,kalau bisa tolong dicari dan ditulis disini,biar bisa kita diskusikan.

Bunyi dari nadhomnya kira2 begini endi becike wong podo tahlilan # Rame2 dzikir kerono kadunyan. Itu sepenggal nadhom yang diingat oleh Ustadz Rifai ketika beliau mengisi tausyiah pengajian rajaban di Pekalongan, namun sayang beliau tidak mendapatkan copyannya.

Sebenarnya bukan masah pengharamannya yang dipermasalahkannya,orang mau tahlil atau tidak itu hak azazi masing2,namun ketika paham itu dihembuskan dan dengan menghakimi kelompok lain yang tidak sepaham dengan sebutan “bid’ah”, maka itu menimbulkan keresahan ditengah masyarakat. Kalau memang menurutnya tahlil itu haram ya haram saja jangan menghakimi orang lain, sebab ini masih wilayah yang memang terbuka pintu khilaf. Bukankah semua punya landasan dalil dari para ulama’ salaf?

Kalau pengusung anti tahlil dari kalangan rifaiyah ini memang mempunyai jiwa ilmiah, anggap saja ini undangan dari kami, ayo kita gelar diskusi terbuka membahas masalah ini.paling tidak lewat blog ini.

Yang mempunyai pedapat, silahkan diskusikan disini.

Baca Juga:

Bah’tsul Masa’il Tentang Tahlilan Batal?

(Update) Bah’tsul Masa’il Tentang Tahlilan Batal?

Melaknat Tahlilan Mendukung Tahlil

Konsep Bid’ah Dalam Perspektif KH Ahmad Rifa’i

Inilah Kitab Yang Memuat Anjuran KH.Ahmad Rifa’i Untuk Ziarah Kubur Dan Kirim Do’a

Kitab ADABUZZIARAH Karya KH.Ahmad Rifa’i,Membahas Tata Cara Ziarah Beserta Do’anya

Artikel Terkait

0 Comments

  1. em.yazid
    em.yazid July 21, 17:18

    Belajarlah dari Syaikh Ahmad Rifa’i, beliau dengan tegas mengatakan “utawi rukune islam iku sawiji beloko”, tapi sepanjang pengetahuan saya, belum pernah dijumpai dalam kitab2 beliau yang menyalahkan “rukun islam 5″. itu karena beliau begitu menghormati ijtihad ulama’ lain, sebab masalah rukun islam itu terbuka khilafiyah, tidak seperti orang2 sekarang,ilmu belum seberapa sudah merasa benar sendiri.

    Reply to this comment
  2. Rifai
    Rifai July 21, 17:30

    Dalam ushul Fiqh..ada hal yang ga boleh di Ijtihadkan lagi yaitu yang sudah Qoth’iyyuts tsubuut dan Qoth’iyyud dalaalah..sedangkan perkara yang masih bersifat Dzonniyyud dalaalah masih sah untuk diperdebatkan….kalau semua orang memahami hal ini maka tentunya akan bersikap tasamuh terhadap segala jenis perbedaan

    Reply to this comment
  3. ramaperdana
    ramaperdana July 21, 20:04

    sebaiknya disammbut dengan kepala dingin,apapun penomena yang ada adalah sebuah rahmad,agar senantiasa dapat berfikir secara sehat.
    kalo dibahas secara ilmiah saya tidak setuju,apapun alasannya agama tidak akan sampai apabia dibahas secara alamiah,keblinger nanti.
    berfikir ilmiah punya hukun yang tidak bisa ditembus agama.
    kalo mau dibahas secara ikmiah materi bendanya apa,padahal dalam kajian ilmiah harus ada benda yang bisa diselidiki,coba anda buka madilog-nya tan malaka,bagaimana hukum logika/imiah bekerja.agama itu dogma bukan matter/benda yang diseidiki.

    Reply to this comment
    • em.yazid
      em.yazid July 21, 20:23

      @ramaperdana, “dengan kepala dingin” riilnya bagaimana bos?(aku sakit gara2 kepala sering kedinginan,mode kidding :ON)
      Maksud saya ilmiah itu dikaji dengan dasar dalil yang jelas,seperti kita ketahui rifaiyah itu pengambilan dasar berpatokan pada 4 : Al-Qur’an,Hadits,Ijma’Qiyas.
      Kasih kami pencerahan bos,

      Reply to this comment
  4. ramaperdana
    ramaperdana July 21, 20:20

    saya mengajak semua pihak agar tidak melangkah terlalu jauh terhadap hukum agama,sekali lagi agama adalah dogma,bukan benda yang punya sifat,ukuran,warna,berat jenis,dan kepastian yang dapat dikaji denagn cara ilmiah.
    dalam kajian filsafat heggel,engel,marx selalu di tekankan bahwa agama adalah hasi pikiran manusia,bukan agama yang menciptakan manusia tapi manusialah yang menciptakan agama dalam angan-angannya.
    pikiran bekerja atas dasar subyek-subyek yang ditangkap bukan denngan indra manusia tapi dengan hayalan manusia,dari sebongkah otak.
    saya tidak akan pernah setuju apabila agama dikaji dengan hukum ilmiah,tapi agama di kaji dengan hasil musyawarah(baca:ijmak).

    Reply to this comment
    • Rifai
      Rifai July 21, 20:25

      @ramaperdana, woww…kereeen..antum ternyata mendalam juga ilmu filsafatnya..saya setuju bahwa kajian ilmiah itu ada standartnya dan ada materi yg dikajinya…Maksud kang Yazid adalah membahasnya dengan menggunakan dalil2 yang shorih jelas, valid dan akuntabel…kalo wong jowo bilang emang dianggap ILMIAH LAAAHH…so bukan ilmiah menurut yang antum kemukakan…
      MANA TULISAN ARTIKELNYA MAS RAMA..AKU TUNGGU DI EMAILKU KOK…..

      Reply to this comment
    • em.yazid
      em.yazid July 21, 20:32

      @ramaperdana, heggel,engel,marx>>>>> sopo kuwi koq koyo wong londho kabeh jenenge?
      terus kalau ulama mengatakan :”Dien adalah peraturan dari Tuhan untuk manusia” jadi salah bos?
      Kalau manusia yang menciptakan agama,hebat donk !!! sampeyan sudah menciptakan berapa agama kalau boleh tahu?
      jadi ingat Kama qola kho ping ho, saya masih penasaran dan menunggu jawaban dari mas ramaperdana, langkah konkrit “dengan kepala dingin” itu bagaimana?

      Reply to this comment
  5. asikin
    asikin July 21, 21:59

    untuk diskusi boleh2 saja, and semua sangat terbuka untuk di kritisi, masalah amaliahnya ya terserah masing2, sesuai dengan alur yang diyakininya. mungkin itu yang indah.
    hasil diskusi tidak harus diikuti oleh semua yg terlibat. silakan beda pendapat, silakan punya tafsir yang berbeda, karna kita di ciptakan juga berbeda. itu sunnatullah kan? gak usah takut pengikut akan terkikis, masing2 kita bisa tahu mana yg mesti diamalkan.
    banyak dari kita mungkin punya pikiran beda dengan pakem yang selama ini dianut, sehingga kadang untuk menjaga kebersamaan, kita menulis sesuai pakem tersebut.
    ikhwan dari semarang itu salah satu yang berani melawan pakem ini.
    matur nuwun

    Reply to this comment
    • em.yazid
      em.yazid July 21, 22:20

      @asikin, setuju !!! yang kita yakini,ya amalkan saja,ga’ usah pakai menghakimi orang lainlah.
      Yang perlu saya koreksi dari mas asikin,rifaiyah secara organisasi mungkin tidak takut “terkikis” pengikutnya,karena tidak semua murid mbah rifa’i masuk organisasi rifaiyah.
      Yang dipermasalahkan,acara menghakimi jamaah yg tidak sepaham,kalau ini dibiarkan,akan menimbulkan keresahan dimasyarakat. dan itu sudah terjadi di semarang.
      Kalau saya pribadi ga’ ambil pusing,mau tahlil monggo,yg haram silahkan.
      Kalau tidak diredam,yang terjadi di masyarakat awam adalah saling ejek,dan menghakimi dirinya yang benar.
      Pada dasarnya saya sangat menghormati orang2 yang anti tahlil,tapi yang saya tidak setuju,jika itu menjadi bahan untuk mengecap bid’ah orang yang tahlilan.
      Kalau kita2 yang disini,insya Alloh sdh terbiasa dg perbedaan,tp masyarakat awam blm bs sepenuhnya menerima perbedaan itu.
      Yang tidak mau tahlil ya sudah,ga’ usah nyari2 dalil segala macam,kita semua sudah tahu kan?
      Sekali lagi saya tekankan,jangan menghakimi dan melabel org lain dg “bid’ah” dalam lingkup masalah agama yg memang terbuka khilafiyahnya.

      Reply to this comment
  6. asikin
    asikin July 22, 17:27

    itu mungkin tafsir serulah manusia kpd jalan Tuhanmu bil hikmah, artinya yang smart klo mengajak orang itu ya mas. semoga saja gak ada sensasi-sensasi lain, dimasyarakat kita ya. yang muda hrs bisa memahami pakem alur pikir masyarakat.
    tapi mungkin juga harus difikirkan, mengkritisi kelompok mapan, dengan cara yang smart, cerdas, santun dan bisa diterima.

    Reply to this comment
  7. khumaeni
    khumaeni July 22, 18:02

    Ayat-ayat Allah swt bisa berupa kauliyah dan kauniyah. Kalau ingin berma`rifat kepada Allah bisa melalui firman2 Allah dan melalui alam. Adalah haqqul yakin tidak ada pertentangan di dalam nya. Selama ini Allah masih menganugerahkan ane untuk tetap lebih memperkuat ma`rifat kepada Allah lewat sains mikroskopik setelah sedikit sekali di bekali qauliyah. Islam adalah addin bukan sekedar agama (kalau ada salah arti mohon diluruskan ustadz) sebagaimana yang lain.
    Saudara2 kita di Rifaiyah masih berkutat pada masalah-masalah ini. Masalah yang terjadi di Kebontaman Semarang, di Purwosari, di Siwalan Rowosari dll. Tidak merasakan bagaimana pemuda rifaiyah di cuci otaknya dengan pemikiran liberal. di cuci agar meniru style barat. Di dakwahi setiap hari dengan sajian TV. Digiring untuk berpikir sekularistik dengan membedakan dunia dan akhirat. Coba lihat kampung kita, sudah tidak seramai dulu ketika ba`da maghrib anak2, remaja2 berduyun2 ngaji di tempat pak Kyai. Saya usul dengan konkrit bahwa majelis syuro Rifaiyah benar2 bisa bekerja dengan optimal untuk membuat kondisi tenang antar anggota jamaah. Membuat fatwa yang menentramkan masyarakat dengan tetap berdasar pada Alquran, hadits, ijma` dan qiyas…
    Btw Kang Rifai katanya pengen me link kan dengan Kabid Riset, ditunggu yah..

    Reply to this comment
    • Rifai
      Rifai July 22, 21:33

      @khumaeni, saya juga berusaha mencari Info, tapi belom dapet…bagi sahabat lain yang punya info tentang Kabid Riset Rifaiyah silahkan di share disini…sumonggo..

      Reply to this comment
  8. ramaperdana
    ramaperdana July 23, 18:33

    saya tidak mengatakan saya bisa menciptakan agama,tapi orang-orang atheis bilang demikian,saya tahu atheis bukan berarti saya atheis donk…,….
    manusia boleh belajar apa saja,tidak terbatas pada pengetahuan agama aja to,
    salam untuk kang rifai,aku baru menyiapan posting yang extrim,tapi masih harus saya pertimbangkan kelayakannya,nanti kalau terjadi salah paham hasilnya malah very very extrim

    Reply to this comment
    • Rifai
      Rifai July 23, 19:29

      @ramaperdana, wahhh jangan terlalu extrim mas….ntar warga kita malah muntah2….kasih yang lunak2 dulu sambil dilatih untuk bisa menyikapi sebuah perbedaan dengan sangat arif…okeee

      Reply to this comment
  9. maspem
    maspem July 23, 23:23

    ekstim no eskrim yess!!!

    Reply to this comment
  10. ibnu main
    ibnu main July 31, 17:51

    ya kita harus hormati perbedaan. dari sejak dahulu pra sahabat banyak yang berbeda pendapat, juga para ulama islam setelahnya.

    tapi, menurut saya, adalah hak seseorang ketika melihat suatu perbuatan itu bid’ah menurut pemahamannya, ia mengatakan itu bid’ah karena memang itulah ilmu ia sampai kepdanya. meskipun demikian, hormat-menghormati harus saling dijaga ketika masalahnya masih dalam ruang lingkup ijtihadiah.

    suatu ketika, dalam sebuah perjalanan utsman tidak mengqashar shalat, lantas ibnu mas’ud mengatakannya bid’ah. utsman tetap pada pendiriannya. ia mengimami shalat dengan tidak menqashar dan ibnu mas’ud tetap mau jadi makmum.

    liht juga kisah imam syafi’i yang tidak qunut subuh ketika ia berada di antara murid-murid abu hanifah di irak demi menghargai pendapat abu hanifah dan murid-muridnya.

    tetapi, kadang-kadang orang tidak berilmu mudah memvonis pihak lain yang tidak sependapat dengannya sebagai pihak yang keluar dari ahli sunnah dan lainn sebagainya. sikap ini hampir menghinggapi siapa sja dan kelompok apa saja, kecuali yang dibersihkan allah dari sikap fanatik.

    ikhwan fillah, hindarilah ta’asub dalam suatu pendapat.

    tapi, untuk upaya penelitian, marilah kita berupaya untk adil, meskipun terhadap orang yang tidak kita senangi.
    allah berfirman, walaa yajrimannakum syana`aanu qaumin an la ta’dilu, i’dilu huwa ‘arabu li at-taqwa.

    kita berupaya untuk mencari kebenaran, dari siapapun datangnya kebenaran itu.

    Imam syfi’i berkata, “Sungguh kaum muslimin telah sepakat bahwa ketika telah jelas bagi seseorang snnah rasulullah, maka tidak ada hak baginya untuk meninggalkannya demi mengikuti pendapat seseorang.” (I’lamul Muwaqq’in).
    perhatikanlah, imam syafi’i mengatakannya ijma’ dan beliau mengukuhkannya dengan kata qad (sungguh).

    barangkali dapat memberi manfaat, untuk masalah acara tahlilan, lihatlah dalam kitab i’anatut-thalibin bagian akhir dari bab jenazah. ini kitab yang banyak dipunyai santri. di situ dilansir pendapat mufti makkah dari empat mazhab tentang masalah ini. silahkan bka bagi yang belum membacanya. wallau a’lam

    untuk rama perdana yang ingin posting tulisa ektrim, silahkan, nanti akan kita bahas bersama. seperti apa ekstimnya.

    salam damai

    Reply to this comment
    • Rifai
      Rifai August 01, 12:45

      @ibnu main, ( suatu ketika, dalam sebuah perjalanan utsman tidak mengqashar shalat, lantas ibnu mas’ud mengatakannya bid’ah. utsman tetap pada pendiriannya. ia mengimami shalat dengan tidak menqashar dan ibnu mas’ud tetap mau jadi makmum.) alangkah indahnya yaaa klo seperti mereka, tidak saling mengkafirkan….Ibnu mas’ud tetep mau makmum sama Utsman meskipun beliau mengatakan perbuatan utsman itu bid’ah….ada ga yaaa orang yang mengatakan tahlil itu bid’ah tapi tetep masih mau tahlilan…hemmmmm…ditunggu realisasinya dehhhh….yang penting kepala tetep adem en jgn mengatakan saudara kita bukan ahlu sunnah, apa lagi kafiir..wal iyadzu billah min dzalik

      Reply to this comment
  11. asikin
    asikin July 31, 21:34

    kita punya pandangan seperti sampean semua mas(semoga). dalam ranah diskusi, biarlah berkembang saling ektrim2an. warna kita memang sudah macem2. dan yang patut di syukuri bahwa walaupun warna sudah beda2, kita tetap masih mau ngaku warga tarjumah, entah sama orang tarjumahnya masih di akui apa tidak, lha wong pola fikir bahkan mazhabnya sudah beda sama pakem tarajumah. klo di test ngapalin tanbihun mungkin juga udah gak lancar lagi…. hahahaha.
    dalam pencarian untuk menuju kesempurnaan, sering kita bertransformasi menjadi beda dengan yg dulu. dan kita harus berhusnuzzon semoga semua kita menuju pada titik yang sama.
    semakin banyak yang ditahui, akan semakin bijak melihat keaneka ragaman warna. ibarat seorang naik ke angkasa, semakin tinggi dia naik, bumi yang yang dilihat akan semakin luas.
    semoga diskusi kita kian hari akan menjadi lebih bijak. artinya setiap hari kita berusaha bermi’roj. dan berusha menuju maqom yang lebih tinggi.
    matur nuwun

    Reply to this comment
  12. ibn khasbullah
    ibn khasbullah August 01, 09:41

    Kita sungguh- sungguh sangat butuh dengan ustadz- ustadz yang memiliki nuansa pemikiran luas seperti Kang Ibnu main dan kang Asikin, yang sangat yakin akan keabsahan pengamalan mereka, namun sekaligus tidak menganggap yang berbeda dengan mereka adalah pasti salah. Nuansa keyakinan seperti ini tidak sama dengan TA’ASSHUB yang menganggap dirinya paling benar. Bukankah Allah telah menyatakan: Walaa tuzakkuu anfusakum”= ” Jangan kalian menganggap diri kalian paling suci…”. Ta’asshub hanya boleh satu- satunya dalam hal Islam- non Islam, inipun masih harus dalam kerangka pagar “Lakum diinukum waliya diin” yang maknanya juga menghormati mereka yang tidak memerangi kita.
    Contoh- contoh kisah perbedaan para sahabat yang seperti diceriterakan oleh Kang Ibnu main perlu diperbanyak untuk memperkaya wawasan. Saya juga ingat kisah tatkala kaum muslimin dikhianati oleh orang Yahudi Madinah tatkala perang Ahzab terjadi.
    Waktu itu telah disepakati “Ikatan Perjanjian /pakta Pertahanan Bersama” antara kaum Muslimin dan kaum Yahudi Bani Quroidhoh. Kaum muslimin bertanggung jawab menghadapi musuh “Face- to face”, sedang kaum Yahudi bertanggung jawab mempertahankan pintu gerbang belakang kota Madinah. Namun kenyataannya kaum Yahudi berkhianat dengan membuka gerbang belakang kota Madinah, untung segera diketahui Sofiyyah. Maka setelah perang selesai Nabi memerintahkan untuk menghukum tindakan pengkhianatan Bani Quroidhoh terhadap perjanjian pakta pertahanan bersama tersebut. Nabi bersabda,.. saat itu setelah selesai sholat dhuhur:” Siapapun yang mengaku ber-iman kepada Allah dan Rasulnya berangkatlah ke perkampungan Bani Quroidhoh, jangan berhenti (dalam riwayat lain: jangan sholat ashar) kecuali kalau sudah sampai disana!”.Berangkatlah seluruh pasukan kaum muslimin…Baru sampai ditengah jalan, sholat ashar tiba..begitu matahari mulai menguning, mulailah terjadi perbedaan pendapat dan adu argumentasi diantara mereka. sebagian pasukan berhenti untuk sholat ashar..Dasar mereka: sholat itu tiang agama, sedang perintah Nabi agar jangan berhenti dst itu adalah untuk menyatakan: Harus bersegera- jangan ditunda.Kelompok pasukan ini sampai di sasaran sesudah Isya’. Sebagian pasukan lagi tidak melakukan sholat ashar tapi terus ke sasaran yang dituju karena mengamalkan secara “Letter lijk” sabda Nabi. Mereka cepat sampai disasaran dan sholat ashar disaat sudah habis maghrib. (Lihat kisah dan masalahnya pada sohih bukhori- sebagian Ulama berpendapat hukum sholat jama’ belum turun). Setelah perang Bani Quroidhoh selesai mereka bertanya kepada Nabi, mana diantara mereka yang benar dan mana yang salah?
    Ternyata jawaban Nabi adalah bukan jawaban benar/ salah, tapi merupakan Kaedah Umum / Adagium yang luar biasa dan berlaku untuk segala keadaan; dulu, kini dan masa mendatang: “Manij tahada Fa ashooba falahuu ajrooni, wamanij tahada fa akhtho’a falahuu ajrun waahidun” = ” barang siapa ber- ijtihad, dan ternyata ijtihadnya sesuai, maka ia dapat dua pahala, dan barang siapa berijtihad ternyata ijtihadnya salah, maka ia dapat satu pahala..”. Tentu saja ijtihadnya harus dilakukan oleh orang yang berwenang dan selalu mengacu pada Allah dan Rasulnya, bukan ijtihad tanpa dasar.

    Reply to this comment
  13. Tetua Adat
    Tetua Adat August 01, 17:14

    Lha opo gegeran mbahas tahlilan???
    kancane sudah pada mikir kemajuan,lha iki malah kembali ke masa lalu,kapan bisa maju rifaiyah?

    Reply to this comment
    • Lilis S Tambak
      Lilis S Tambak April 11, 06:42

      @Tetua Adat,

      Betul mbah aku setuju komentar njenengan saya jadi teringat sama lagunya mbak yuni sara:

      Sepanjang kita
      Masih terus begini
      Takkan pernah ada
      Damai bersenandung.

      Kemesraan antara
      Kita berdua
      Sesungguhnya keterpaksaan saja

      Senyum dan tawa
      Hanya sekedar saja
      Sebagai pelengkap
      Sempurnanya sandiwara.

      Berawal dari manisnya
      Kasih sayang
      Terlanjut kita hanyut
      Dan terbuai

      Ku coba bertahan
      Mendampingi dirimu
      Walau kadang kala
      Tak seiring jalan

      Ku cari dan slalu
      Ku cari jalan terbaik
      Agar tiada penyesalan
      Dan air mata

      Berbagai masalah terkadang tak bisa di selesaikan dengan logika,walaupun kita sudah berusaha semaksimal mungkin.
      Alternatif terbaik adalah coba buka forum diskusi antar pemuda rifaiyyah dan organisasi lain walaupun saya pesimis tidak akan menemukan titik persamaan,karena ini menyangkut khilafiyah.Tapi setidaknya kita tahu siapa yang paling alim di antara kalian.

      Kalau hanya bermujadalah di dunia maya seperti ini,itu berarti hanya kamuflase saja.

      A GOOD BEGINNING IS HALF BATTLE……?????????????? P