Pro-Kontra Hukum Hormat Bendera

Hosting Unlimited Indonesia


Upacara BenderaTanbihun – Pro kontra hukum hormat bendera atau upacara bendera menghangat lagi, pendapat pertama menghukumi syirik dengan landasan fatwa sejumlah ulama Saudi Arabia yang bernaung dalam Lembaga Tetap Pengkajian Ilmiah dan Riset Fatwa (Lajnah ad Daimah li al Buhuts al ‘Ilmiyyah wa al Ifta) telah mengeluarkan fatwa dengan judul ‘Hukum Menyanyikan Lagu Kebangsaan dan Hormat Bendera’, tertanggal 26 Desember 2003.

Pendapat Yang Mengharamkan

Dalam fatwa tersebut dijelaskan bahwa tidak diperbolehkan bagi seorang muslim berdiri untuk memberi hormat kepada bendera dan lagu kebangsaan dengan alasan:

  1. Lajnah Daimah menilai bahwa memberi hormat kepada bendera termasuk perbuatan bid’ah yang harus diingkari. Aktivitas tersebut juga tidak pernah dilakukan pada masa Rasulullah SAW ataupun pada masa Khulafa’ ar-Rasyidun.
  2. Menghormati bendera negara juga bertentangan dengan tauhid yang wajib sempurna dan keikhlasan di dalam mengagungkan hanya kepada Allah semata.
  3. Menghormati bendera merupakan sarana menuju kesyirikan. Keempat, penghormatan terhadap bendera juga merupakan bentuk penyerupaan terhadap orang-orang kafir, mentaklid (mengikuti) tradisi mereka yang jelek serta menyamai mereka dalam sikap berlebihan terhadap para pemimpin dan protokoler-protokoler resmi. Padahal, Rasulullah SAW melarang kita berlaku sama seperti mereka atau menyerupai mereka.

Yang mendukung pendapat ini dinataranya ; Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Kebudayaan, KH Cholil Ridwan,HTI,dan JAT.

Pendapat Yang Membolehkan

Ketua MUI lainnya, KH Amidhan. Menurut Amidhan, hormat kepada bendera hukumnya mubah (tidak apa-apa) karena hanya sebatas unsur seremonial.

“Kalau menganggap bendera memiliki magis atau power sehingga kita hormat, maka itu haram. Tapi kan selama ini hormat kepada bendera hanya seremonial saja,” kata Amidhan menjawab pernyataan okezone.

Ketua Majelis Ulama dan Pondok Pesantren se Indonesia, KH Noer Muhammad Iskandar SQ, kurang sependapat jika hormat ke bendera termasuk dalam kategori haram. Sebab, menghormati bendera bukan berarti menyekutukan Tuhan.

“Semua itu tergantung niat dan tafsirannya. Kalau kita hormat bendera lalu menangis karena ingat para pejuang leluhur kita, masa itu haram?” kata Nur Iskandar kepada okezone, Selasa (22/3/2011).

Menurut dia, bendera adalah simbol pemersatu bangsa dan bukan sarana untuk disucikan. Namun, pada hakikatnya, menghormati bendera adalah wujud menghormati para pejuang yang sudah memerdekakan Indonesia. Sumber : okezone.com

9 Comments on Pro-Kontra Hukum Hormat Bendera

  1. Santi Yunaeni // 9 June 2011 at 3:50 pm // Reply

    Lagi … lagi paham wahabi yang jadi rujukan, dimana-mana menimbulkan perpecahan. dikampung2 yang tadinya tentram,mauludan,tahlilan,ziarah makam, sejak kedatangan kaum wahabi menjadi rusuh. padahal kalau dilihat fatwa2 ulama2 wahabi sendiri tidak diindahkan oleh penguasa disana.
    JANGAN LUPAKAN SEJARAH WAHABI !
    JANGAN TERTIPU MUSLIHAT MEREKA !
    YANG MAU IKUT AKAN DIBAYAR !
    KALAU TIDAK PERCAYA,LIHAT TOKOH2 WAHABI ANYARAN !

  2. Menghormati dan mempertahankan bendera bukan berarti mengkultuskan bendera. Bendera adalah simbol persatuan seperti TABUT yang dipakai simbol Tholut dan Dawud dalam peperangan melawan Jalut (Goliath).

    Lihat bagaimana para sahabat Nabi mempertahankan bendera (Liwa’) bahkan dengan nyawanya saat perang Uhud; Ini masalah kehormatan sebagai simbol negara (Islam), bukan berarti menganggap LIWA” itu terlalu suci sehingga dipertahankan sampai mati.

    Al-Waqidiy menceritakan tentang perang Uhud sebagai
    berikut, ‘:

    Mush’ab bin ‘Umair terus membawa bendera itu.
    Taktala kaum Muslim tercerai berai, ia terus memegang
    bendera tersebut. Lalu datanglah Abu Qamiah –ia mengendari
    kuda–, menyabetkan pedangnya hingga tangan kanannya
    putus. Namun, Mush’ab bersya’ir dengan lantang:
    Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh
    telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. (TQS. Ali
    Imran [3]: 144)
    Bendera itu ia pungut dengan tangan kirinya. Ia terus bertahan.
    Namun tangan kirinya berhasil ditebas oleh orang kafir. Lalu ia
    menelungkupkan bendera itu di dada dan lehernya. Dia ra
    berseru dengan lantang:
    Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang Rasul, sungguh
    telah berlalu sebelumnya beberapa orang Rasul. (TQS. Ali
    Imran [3]: 144)
    Lalu datanglah serangan yang ketiga. Akhirnya beliau menemui
    syahid. Tombaknya pun patah. Mush’ab pun tersungkur ke
    tanah. Bendera pun gugur. Kemudian ia diperebutkan oleh dua
    orang dari bani ‘Abd ad-Daar, Subiith bin Harmalah dan Abu
    Ruum. Kemudian ia diambil oleh Abu ar-Ruum. Tatkala kaum
    Muslim kembali ke Madinah bendera itu terus dipegangnya
    hingga ia memasuki Madinah’.

    Dalam satu riwayat Nabi berpesan agar bendera beliau jangan sampai tersentuh orang kafir….
    …….Kemudian, Rasulullah saw
    bertanya, ‘Siapa yang bersedia menunaikan haknya (panji
    tersebut)’? Berdirilah seorang laki-laki, dan langsung berkata,
    ‘Aku akan menunaikan haknya. Lalu, apa hak panji tersebut’?
    Rasulullah saw menjawab, ‘Berperang di garis depan, dan
    tidak boleh seorang pun dari kalangan orang kafir yang boleh
    menyentuhnya’.

    Tentang bendera lihat artikel berikut: http://www.mykhilafah.com/hizib-ebook/BenderaIslam.pdf

    • pendapat seperti ini tidak ditampilkan oleh wahabi,yang digembar-gemborkan dalil2 yg mendukung kepentingan mereka. maunya mereka,yg boleh dijadikan bendera itu hanya bendera saudi arabia. mereka takut akan kepatriotikan suku bangsa lainnya.
      WASPADALAH !!!!

  3. aco to sulawesi // 10 June 2011 at 6:09 pm // Reply

    wahabi yang berpegang pada Al Quran dan Sunnah tentu memberi petunjunk yang baik buat kita semu mari kita sama 2 mengikuti denganbaik

  4. Dasar madzhab Wahabi/Salafi mau menangnya sendiri. Mereka selalu memahami ayat2 Al-Qur’an dan Sunnah Nabi saw secara tekstual dan harfiah saja. Seperti alasan yang mereka
    ajukan bahwa Rasulullah SAW melarang kita berlaku sama seperti mereka (orang kafir)atau menyerupai mereka. Nah apa kita boleh menyamakan Nabi saw tergolong kaum Yahudi?, karena beliau saw telah berpuasa tgl.10 muharam seperti halnya kaum yahudi.

    Karena menurut sumber riwayat yg benar sebelum Rasulallah saw menganjurkan pada umatnya untuk puasa bulan 10 Muharam (Asyura), beliau telah melihat kaum Yahudi yang puasa pada tanggal tsb. Kemudian ditanyakan oleh beliau saw kepada mereka, Mengapa kalian (orang yahudi) puasa pada tanggal 10 muharram ini? Mereka menjawab karena Allah swt telah menyelamatkan nabi Musa dari Fir’aun. Kemudian Nabi saw menjawab: Kami lebih berhak atas Musa daripada kalian!

    Kaum Wahabi/Salafi repot utk memahami teks dan motif ayat2 ilahi dan sunnah Rasulallah saw. Mudah sekali mengatakan bid’ah, sesat, syirik dll. kepada amalan2 mubah atau sunnah. Aku sarankan para pembaca membuka situs http://www.everyoneweb.com/tabarruk atau
    http://www.salafytobat.wordpress.com sehingga bisa mengetahui benar gimana paham mereka
    tentang hukum syariat Islam.
    semoga kita semua diberi hidayah oleh Allah swt. amin

  5. Diriwayatkan oleh Tirmidzi no 695 dari ‘Amr bin Syu’aib dari ayahnya dari kakeknya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Bukanlah bagian dari kaum muslimin orang-orang yang menyerupai orang-orang kafir. Janganlah kalian menyerupai orang-orang Yahudi ataupun Nasrani. Sesungguhnya penghormatan ala Yahudi adalah isyarat dengan jari jemari sedangkan penghormatan ala Nasrani adalah isyarat dengan telapak tangan”. Hadits ini dinilai hasan oleh al Albani dalam Sahih Sunan Tirmidzi.

    Dari Jabir bin Abdillah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Janganlah kalian memberikan penghormatan ala Yahudi. Sesungguhnya penghormatan ala Yahudi adalah dengan isyarat dengan kepala dan telapak tangan”
    (HR. Nasai dalam ‘Amal al Yaum wa al Lailah no 340. Abu Ya’la danThabrani dalam al Ausath. Dalam Fathul Bari 11/12 al Hafiz Ibnu Hajar mengatakan bahwa sanadnya adalah berkualitas jayyid. Hadits di atas juga dinilai hasan oleh al Albani dalam Silsilah Shahihah no 1783).

  6. Masalahnya para pakar dari Hejaz ini sering rancu dalam berpijak menentukan masalah hukum. Mereka sering tidak konsisten dalam menetapkan sebuah masalah, apakah masuk kedalam masalah IBADAH ESSENSIAL seperti halnya sholat, shoum dan haji, atau masuk kedalam ranah IBADAH NON ESSENSIAL seperti mencari ilmu atau bersilaturrahmi serta berdakwah, ataukah masuk kedalam ranah DUNYAWIYYAH seperti penyelenggaraan haji atau penyelenggaraan pemerintahan yang tentu saja kreativitasnya diperkenankan termasuk dalam tata cara berbaris dan memberikan penghormatan seperti foto- foto yang kami miliki ketika seorang jenderal menghormat pada Rajanya atau ketika sang Raja tabik menghormat kepada pasukan ketika berkunjung ke Inggris.
    Seandainya kita tanyakan apakah pemerintahan system kerajaan itu pernah dilakukan Nabi ataukah suatu bentuk pemerintahan yang BID’AH yang tasyabbuh dengan bentuk pemerintahan Firaun atau bentuk pemerintahan imperium Roma atau Persia, mereka pasti akan menggiring masalah ini ke ranah masalah DUNYAWIYYAH yang kreativitasnya diperbolehkan. Atau mengapa tentara kerajaan ini jenderalnya bertopi pet (tasyabuh) seperti layaknya jenderal KAFIR lainnya atau mengapa tentara mereka memakai baret dan celananya tidak ngatung, pasti mereka punya segudang dalil yang memperbolehkannya. Kalau ditanyakan mengapa ada 18000 pangeran yang hidup dan kehidupannya ditanggung Negara padahal mereka tidak produktif dan hanya berfoya- foya di luar negeri, pastilah mereka juga akan banyak melakukan pembenaran.

  7. salmah umar // 13 July 2011 at 7:08 pm // Reply

    @anto
    saudaraku anto gimana pengertian anda mengenai hadits ttg asyura diatas? Nabi saw setelah melihat tingkah kaum yahudi malah menganjurkan kepada umatnya agar berpuasada pada 10 muharram? Jawab dulu dong masalah tsb. jangan mengeluarkan hadits, lagi2 yang dishohihkan oleh Al-albani? Tahukan anto siapa tuh Syeikh Al-Albani? Apakah dia seorang ahli hadits atau seorang yang hanya menukil atau mengkopi hadits tanpa meneliti sebelumnya? Lagi2 sekte wahabisme menukil hadits2 yg ditulis oleh Al-Albani padahal si syeikh ini banyak dikecam para ulama berbagai madzhab, sudah tentu selain madzhab wahabi,

    Saudaraku anto, aku sarankan iseng2 buka situs everyoneweb.com/tabarruk bab 2 atau salafytobat.wordpress.com. Setelah anda membaca dengan pikiran jernih, insya Allah akan mengetahui dengan jelas siapa golongan wahabi dan bagaimana paham mereka!

    Kalau kita mengikuti hadits yang anto cantumkan diatas secara tekstual berarti kita tidak boleh melambaikan tangan kepada sesama muslim. Padahal banyak sekali para ulama maupun awam memberi salam sambil melambaikan tangannya dan kadangkala menganggukkan kepalanya bila kelihatan seorang muslim dari jarak yang tidak bisa dijangkau dengan berjabatan tangan. Nah, berarti semuanya itu menyerupai kaum yahudi dan nashrani dan dilarang oleh syariat?

    Berapa banyak masalah yang meniru atau mengambil dari amalan kaum yahudi dan nashrani, dalam hal ini kita bisa lihat dikitab-kitab ilmu figih. wallahua’lam

  8. Bpk.kita kartono // 14 July 2011 at 3:00 pm // Reply

    hahahaha.. sekte ini kegenitan (baca:wahabiyun).cek lagi sejarah masuknya islam di indonesia bro..betapa para pembawa islam di negeri ini sangat memahami betul kultur budaya NKRI, Mereka bgt luwes menerapkan nilai2 islam kdalam tatanan khdupan bermasyarakat.dan penuh toleransi..tak heran bila islam berkembang sgt pesat dan diterima dg sukacita..ya..nyaris tak ada pemaksa’an,tak ada pertumpahan darah…
    oleh karenanya anda tk perlu heran bila brktptan singgah di kota kudus lalu disuguhi soto kerbau yg tekenal lezatnya itu… lho..kok..betul, mereka tidak memotong sapi konon demi menghormati warga hindu…wah..hebat kan?..eitt..bkn bid’ah lho ya..

    sementara di belahan bumi yang lain,selang beberapa abad berikutnya tepatanya di daratan yang bernama najd, embrio wahabisme dilahirkan, mula2 sang sang penggagas aliran ini, muhammad bin abdul wahab mendapat kecaman dari para Ulama’ stmpt,karena pemikiranya di nilai menyimpang dan mengkafirkan siapapun yang berseberangan dengan pemikiranya..perlahan namun pasti.ia berkomplot dg
    bani sa’ud, sukses menjungkalkan keraja’an utsmaniyah…
    wahabisme sebenarnya bukanlah suatu hal yang penting, ia bernasib baik karena berada di semenanjung arab,berdekatan dg Haramain,tumpuan geografis bagi dunia islam..ia bernaung dibawah penguasa.dg kekaya’an yang brlimpah,konon ia brmaksud menyebarkan fahamnya ke berbagai tmpt.trmasuk indonesia..
    tanpa dua faktor tsbt, wahabi hanya akan berlalu dlm sejarah…dan hanya di kenali sbg paham pinggiran belaka…

    selamat datang di indonesia bung..! tp sptny anda tdk akan kerasan dsini…hahahaha

Leave a comment

Your email address will not be published.

*