Tanbihun – Masih ingat tentang kabar Bah’tsul Masa’il Tentang Tahlilan Batal?, saat tanbihun.com menurunkan berita ini, beragam komentar pun bermunculan. Kami tertarik dengan komentar dari pati yang menyanggah informasi tersebut, terutama pada bagian penggagas acara bahtsul masa’il. Dalam tulisan tersebut kami memeberitakan, penggagas acara adalah DPD Rifaiyah Pati. namun hal ini dibantah oleh Rekan-rekan yang dari Pati.
Lalu, bagaimana kronologisnya acara ini sehingga informasi yang berkembang menjadi “liar”?
Setelah kami tabayyun kesana-kemari dengan pihak-pihak yang terkait, kami akan memaparkan apa sebenarya terjadi, silahkan disimak ;
Acara ini sebenarnya dilabeli ” Acara Mudzakarah Ulama Rifaiyah 2011″ tentang ” Aliran-aliran Sesat” yang sedianya digelar pada minggu, 13 Maret 2011, namun karena ada kendala teknis di undur menjadi 23 April 2011 bertempat di PP. Rodlotul Ri’ayah Tanahbaya Kec. randudongkal Kab. Pemalang.
Dalam catatan Undangan disebutkan ; “Agar PD/PW Rifaiyah membuat makalah tentang aliran sesat dan tanggal 10 April 2011 makalah sudah diterima oleh panitia (sekretariat PP rifaiyah)”
Kenapa kabar yang beredar “dari pati mengajak bahtsul masa’il tentang bid’ah,tawasul,tahlil yang menurut mereka sesat”?
Sejauh yang kami tahu, khususon didaerah Kendal dan Wonosobo, sang pembawa undangan mewanti-wanti “Tiap PD diharapkan membuat makalah yang isinya membantah makalah dari Pati (sambil memberikan kopian makalah dari pati) silahkan di baca makalahnya disini: Makalah Yang Bikin Heboh Warga Rifaiyah
Karena isu yang diangkat demikian, maka sangat wajar kalau dimasyarakat berkembang informasi yang mengatakan kalau dari Pati “menantang debat DPP Rifaiyah soal bid’ah”, ini dalam bahasa masyarakat yang kami tangkap. Alasannya adalah makalah itu sudah berada di DPP dan diberikan bersama Undangan, ini menunjukkan kalau memang dari patilah yang mengusulkan acara ini. Informasi ini semakin kuat manakala ditambahi sang pembuat makalah adalah tokoh yang selama ini dikenal sebagai tokoh yang menentang tahlilan,manaqib,berzanji,ziarah kubur. sekali lagi, kami hanya menyampaikan fakta dilapangan. Hendaknya ini dijadikan sebagai bahan masukan bagi pihak-pihak yang merasa terlibat, kalau dirasa informasi yang berkembang di masyarakat ini salah,mereka akan bisa meluruskannya. kami akan terbuka menerima bantahan atau tabyyun dari semua pihak.(zid)



sepertinya Anda orang fasik, yang tidak perlu dihiraukan berita-beritanya. apapun updet anda tidak perlu dibaca
wadow begini ya kalau ustadz abidun zuhri LC “ngamuk”?
ya kalau tidak suka jangan baca,gitu saja koq repot.alhamdulillah kalau kami dianggap “fasiq” paling tidak kami cukup bertanggung jawab dengan tanpa bersembunyi dibalik id lain.
mari kita belajar dewasa untuk menyikapi perbedaan,mari kita belajar arif untuk menyikapi kabar,kalau itu salah akan lebih elok kalau diluruskan.
jangan2 ….sekarang mencap fasiq,dilain hari “sesat’ atau “kafir”? santai aja mas broo…. kami tidak akan pernah terperanguh atau sakit hati. hal demikian sudah biasa menimpa pewarta,saat apa yang disampaikan dirasa getir oleh pihak2 tertentu.
yo wis sampean nek ora seneng yo kono ora usah moco, nggawe web dewe wae yo……
Banyak hal yang menarik di sini. semoga menjadi pembelajaran berharga untuk Rifa’iyah kedepan. sekiranya tanbihun.com telah memuat berita gosip, namun kita tetap tdk bisa menutup telinga. kenyata’anya bahwa fakta yang berkembang di masyrakat memanglah seperti itu adanya…
knp hal ini bisa terjadi?…oleh “pihak” yang telah dirugikan,pertanya’an serupa patutlah di alamatkan kpd panitia/penggagas acara . sampai kemudian ada klarifikasi resmi.
saya kira ini penting. mengingat banyaknya kejanggalan yang ada, satu contoh tema yang telah di labeli “mudzakaroh ulama’ Rifa’iyah tentang aliran sesat” juga mengundang bnyk pertanya’an.( jls sekali semua Ulama’ Rifa’iyah akan memiliki pandangan yang sama, nhawong referensinya sama). atau misalnya berkembang menyangkut sekte Ahmadiyah toh semuanya psti klop. sesat dan menyesatkan!..
saya justru curiga di angkatnya TEMA ini karena adanya “perbeda’an” dalam tubuh Rifa’iyah sendiri….
Insya Allah Rifaiyah ttp solid kang, ini cuma ulah segelintir orang yang sedang “kepincut” ama wahaby,mboh opo sebab mereka pada dapet isi Ondol seko kono,koq katon semangat banget.
semoga para pengurus jangan terkecoh/mau diadu domba oleh mereka. Ayo rapatkan barisan,lawan antek-antek wahaby,enyahkan dari tubuh Rifaiyah !
hahahaha….. baru mo membahas masalah aliran sesat, sudah tersesat pula. minimal yang ditangkap halayak rame sampe do undreg kabeh itu dah sesat artinya topik yg akan di sampaikan di terima lain, bukan itu artinya dah menyesatkan…..
kalau ada yg sengaja menyesatkan dengan maksud2 yng tdk diketahui, semoga Allah mengampuninya, saya yakin niat mengadakan acara ini sangat mulia, dan tulus karna cintanya dengan rifaiyah…..
kalau mau datang di acara perhelatanya, tanpa dapat undangan, bisa diterima ama tidak ya.
ya kalu gak boleh masuk, minimal bisa lihat para jawara rifayah,
bagaimana?
Lagian aku baca makalahe ga jelas sasaran tembake sopo? nek pancen pro wahaby yo ga usah isin-isinlah,ngaku wae ben jelas.nek ngene kan dddi ora jelas.
lha nek wis jelas-jelas pembawa misi wahaby,DPP Rifaiyah ga usah repot2 bahsul masail segala,lha wong sudah jelas-jelas wahaby. tinggal bikin dewan fatwa,difatwakan saja paham wahaby dilarang di Rifaiyah. bagi yang masih kekeh,dibrendel wae ga boleh membawa-bawa atribut rifaiyah,sekolah2nya juga dilarang memakai nama2 Rifaiyah. coba opo laku?
hmm knapa harus pakai nama palsu…????
jangan jangan yang di ucapkan juga palsu…
dan kehendaknya juga palsu….
cukup menarik juga…
saya yakin…acara mudzakaroh akan anti klimaks…..ga tau kenapa, saya melihat phobia kaum Rifaiyyuun terhadap ajaran wahabi membuat persoalan yang mestinya biasa berubah menjadi hal yg tendensius. makalah ustadz Abidun, menurut saya adalah sebuah wacana ilmiah yang justru membuat kita tertantang untuk menyikapi, bukan sebaliknya, malah dihujat. saya sendiri sudah menulis sanggahan terhadap makalah itu, berdasarkan keilmuan yg saya miliki. mari hidupkan tradisi para ulama’ utk selalu saling berwasiat dlm kebenaran. Kalo saja ustadz Abidun dlm makalahnya langsung memfokuskan pembahasannya pada masalah aliran2 sesat yg berkembang di indonesia misalnya, maka tdk akan terjadi kesesatan informasi yg dihasilkan dari pemahaman multi tafsir……oleh sebab itu, mari bahas makalah tersebut dg mengedepankan keilmuan, bukan sentimen pribadi…salam ( atas nama Ketua DPW Rifaiyah DKI Jakarta )
m’af..dalam makalah yang telah beredar, kentara sekali lebih mengunggulkan pengertian sesat/bid’ah ala Imam Syatibi. nampaknya ini yang di tangkap berbeda oleh mayoritas pembaca, sehingga benar mnrt ust Rifa’i. bahwa kaum Rifa’iyah merasa Phobia terhadap ajaran wahabiyyun.
PENTING untuk tidak perlu berdebat dengan yang tidak perlu: mereka yang tidak mempunyai bekal ilmu dan bangga dengan kebodohannya. mereka yang membantah dengan cara jahiliah, bukan soal benar-salah tetapi hanya soal golongan dan talian darah. mereka yang bersemangat berkeringat berdarah-darah untuk berislam, tapi kerusakan yang mereka timbulkan lebih besar dari kebaikan yang mereka kira….
PENTING bagi kita semua untuk menenggelamkan diri dalam mengenal syariat daripada menghujat, sedang boleh jadi mereka yang dihujat lebih baik dari yang menghujat.
HANYA kepada Allah kita meminta pertolongan dan petunjuk!
Semoga yang suka menghujat membaca nasihat baik ini.
promosi kegiatan yang cukup efektif……………..
wah, mbah yazid ni ada-ada saja. dalam hal ini saya hanya berkata sebagaimana aisyah (padahal isteri nabi) berkata ketika dituduh berzina!, “Kalau saya membantah tuduhan, maka mereka tidak percaya, dan kalau saya mengakui, maka semakin memperkuat tuduhan. lebih baik saya berdiam saja.” apa sampean lihat komentarku selama ini ada yang menghujat, mencela, atau memvonis tanpa dasar, walaupun saya sering menerima perlakuan semacam itu? sampean mestinya tahu.
malah, sebagian teman bercerita kepada saya, kalau komentarnya terhapus di tanbihun ini. semoga ini bukan unsur kesengajaan. sebab itu sama saja penerbit wahabi yang menghapus sebagian karya ulama karena tidak sesuai dengan idenya, sebagaimana yang dulu pernah saya baca di sini.
tentang sebagian teman yang banyak menghujat, mencerca, atau fanatisme tanpa dasar ilmu, bukankah ini yang sering membuat mafsadah terhadap rifaiyah? bukankah organisasi rifaiyah pernah dilarang pemerintah di sebagian daerah karena hal seperti itu?
mari, teman-teman yang suka menghujat ataupun tidak sependapat dengan isi makalah dari pati, silakan datang ke acara dan tunjukkan hujjah-hujjahmu!
hatu burhanakum in kuntum shadiqin…
.tapi, kalau teman-teman tidak punya kapasitas untuk itu lebih baik diam saja. bukankah rasul telah bersabda, “Barangsiapa yang beriman kepada allah dan hari akhir hendaklah berkata baik atau diam saja?”
mari kita kedepankan sikap yang ilmiah. menolak atau menerima berdasarkan hujjah dan dalil. bukankah syaikh ahmad rifai sering berpesan masalah ini? misalnya beliau mengatakan,
Haram wong ngalem becik nyela ing salah
Ingatase wong tan weruh kitabullah
Ngarani bener lan salah anut ing lumrah
Iku tekade wong pada sasar Bid’ah. (Abayanal Hawaij, juz 3)
mari kita kedepankan sikap-sikap ilmiah. artinya, kita menerima atau menolak berdasarkan dalil. jika kita mengadakan mudzarakah atau diskusi, kita kedepankan dalil, bukan semangat kosong tanpa landasan ilmu atau cercaan dan hujatan yang semua orang bisa melakukannya. syaikh ahmad rifai mengatakan,
mudzakaratun mudarasatun muthala’atun
muhafazhatun mubahatsatun muraja’atun.
dalam menafsiri muraja’ah, syaikh ahmad rifai mengatakan,
lan ruju’ nalika ngenggoni kesalahan
anut maring kang bener dalil panggeran.
jadi, seandainya kita ternyata keliru setelah mudzakarah dan sejenisnya, maka kita wajib mengikuti yang benar berdasarkan dalil.
kami pun seandainya ternyata keliru, siap rujuk kepada kebenaran karena inilah wasiat syaikh ahmad rifai.
adapun orang mau mengatakan, saya orang wahabi, orang lemkari, ldii, muhammadiyah dan sebagiannya atau bahkan ingin mengeluarkan dari rifaiyah, semua itu tak apa bagi saya…tapi, itu model fir’aun, haman, qarun, namrud, abu jahal dan tokoh-tokoh quraisy lainnya ketika tidak mampu menunjukkan hujjah, melakukan hujatan, ancaman, pemboikotan, penindasan bahkan sampe pembunuhan. bahkan, dalam sejarah, imam syafi’i termasuk korban model fir’aun ini dimana beliau wafat setelah dipukul penganut mazhab maliki yang fanatik buta. saya bukan bermaksud menyamakan, tetapi, hanya sekadar menyampaikan apa yang saya tahu. wallahu a’lam.
Nah gitu dong….. jadi pada tau siapa anda?kalau bersembunyi kan jadi ga jelas.
Lha kuwi masalahe….. “ikut yg benar” >>>,sayangnya “kebenaran” banyak versi.,,,, versi wahaby,NU,MD,Rifaiyah,Ahmadiyah dll……..kalau ditanya harus sesui Qur’an hadits…. semua juga begitu. ada dalil2nya sendiri2.
soal komentar yg hlg,yg bnr masuk spam,dan kadang kami tdk punya waktu untuk mmeriksa spam tiap hari,dan folder spam otomatis hilang tiap 24 jam.
soal kedatangan ke acara,saya wakil sama murid2ku wae,,,,,,,dah lebih dari cukup.
pinter bersilat lidah,yo ngene iki pinter kitab arab tapi ogak tau ngaji langsung/mondok dipondok rifaiyah.mbukae kitab tarjumah perlune muhung ngutip yang mendukung pendapate.persis modele wahabi
sayangnya isi makalahnya belum bisa dibaca di sini……. pasti nanti debatnya akan rame, and seru, …………………
sudah bisa mas,silahkan di download : http://forum.tanbihun.com/viewtopic.php?f=12&t=32….
MENYEDIHKAN karena perdebatan di artikel dan komentar ini tidak substansial…
semoga temen2 sunde hanya mengadakan semangat pembaharuan dan pemurnian….bukan pengkotoran dg ajaran wahabi……..