TANBIHUN ONLINE

Ulil Vs Kyai NU

 Breaking News
  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Tanbihun.com- Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan...
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Tanbihun.com- “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri...
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com- Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa...
  • Petunjuk Nabi saw Tentang Konflik Yaman (antara hijrah dan iqomah) Tanbihun.com- al iimaanu Yamaanun wal hikmatu Yamaniyyatun, Yaman adalah poros dan gambaran kuatnya iman dan hikmah.. Hingga Nabi saw pun menegaskannya Ditengah konflik perang “saudara seislam”, banyak ijtihad ulama dalam...
  • Kartini apa ‘Aisyah? Tanbihun.com- Jika Kartini dianggap mendobrak kejumudan berpikir wanita, Aisyah yg jauh-jauh hari melawan mainstream Jahiliah yang mendiskreditkan wanita. sampai beliau mengatakan: وقالت عائشة نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء...
October 14
08:20 2009

Masalah Liberalisasi agama yang dimotori oleh JIL yang dipandegani oleh Ulil Abshar Abdalla ternyata membuat kalangan muda NU berontak, baru-baru ini di pesantren bumi sholawat Sidoarjo di adakan acara debat terbuka antara kyai muda NU melawan Ulil Abshar Abdalla.

Pemikiran-pemikiran yang dikembangkan oleh Jaringan Islam Liberal (JIL) tidak bisa dikaitkan dengan NU meskipun beberapa orang dari kelompok ini adalah anak NU, bahkan menantu salah seorang tokoh NU.

Juru bicara Forum Kiai Muda (FKM) Jawa Timur KH Abdullah Syamsul Arifin (Gus A’ab) menyatakan, NU mempunyai garis-garis yang jelas.

Ia menyatakan, keberadaan JIL sangat merisaukan warga NU, karena salah seorang pentolannya, Ulil Abshar-Abdalla adalah warga NU.

“Kalau Ulil sudah bukan NU, ya silakan mau berkata apa saja. Tidak masalah,” ungkapnya di Sidoarjo usai mengikikuti debat terbuka dengan JIL di Pondok Pesantren Bumi Sholawat, Tulangan Sidoarjo, Ahad (11/10) kemarin.

Forum Tabayyun dan Debat Terbuka berjalan cukup menarik. Tak kurang dari 500 orang hadir dalam kesempatan itu. Mereka datang dari Jember, Banyuwangi, Situbondo, Pasuruan dan Probolinggo. Seolah-olah forum itu menjadi tempat penumpahan uneg-uneg warga NU terhadap gagasan dan pemikiran Ulil mengenai Islam liberal yang diusungnya selama ini.

Debat yang dimoderatori Kiai Abdurrahman Navis itu mengangkat dua pemikirian Ulil yang sangat kontroversial, yaitu soal pluralisme agama dan kesakralan Al-Qur’an. FKM diberi kesempatan pertama untuk menyampaikan “uneg-uneg” terkait dengan pemikiran Ulil.

Menurut Gus A’ab, tulisan-tulisan Ulil soal pluralisme agama patut disayangkan. Pasalnya, Ulil telah menyamaratakan semua agama. Menurut Gus A’ab, pemikirian Ulil yang  menyatakan bahwa semua agama itu benar adalah salah besar. Yang betul, katanya, orang Islam wajib meyakini bahwa agama Islamlah yang benar, walaupun keyakinan itu tidak boleh sampai  menghilangkan toleransi terhadap kebenaran agama lain sesuai keyakinan  penganutnya.

“Jadi jangan pernah mengagggap semua agama benar. Kita harus tetap meyakini Islam itu yang benar tanpa harus menafikan kebenaran agama lain sesuai yan diyakini pemeluknya,” tukasnya Gus A’ab.( www.nu.or.id )

Mendapat serangan itu, Ulil menghindar. “Tidak benar saya mengatakan  semua agama itu benar. Yang sama itu hanya agama Yahudi, Nasrani dan Islam. Karena, tiga agama itu minimal mempunyai landasan teoleogi yang sama,” jelas Ulil.

Debat semakin panas, karena pengunjung banyak yang berteriak ketika Ulil lagi-lagi menghidari pernyataannya sendiri di berbagai tulisannya. Padahal, FKM membawa segepok foto copy tulisan Ulil yang berisi pemikiran  kontroversial itu.

Ketika terpojok, Ulil malah berlindung kepada Gus Dur. Ia mengaku pemikirannya sudah dikembangkan oleh Gus Dur. “Sebanarnya pemikiran soal pluralisme sudah diungkap oleh Gus Dur, kenapa baru sekarang ramai,”  ungkapnya.

Tags
Share

Artikel Terkait

18 Comments

  1. ibn khasbullah
    ibn khasbullah October 14, 09:44

    Bravo untuk angkatan muda NU!!!. Kami sudah sejak lama menginginkan angkatan muda NU bereaksi terhadap pemikiran2 ULIL yang kontroversial dan amat menjatuhkan citra NU, karena sesungguhnya dengan pernyataan- pernyataan ULIL, simpatisan NU jadi merosot tajam, khususnya di Jawa Barat. Mohon maaf, menurut teman- teman saya JIL itu kepanjangan dari: Jaringan Iblis Laknatullah. Menurut teman- teman, pemahaman itu mungkin muncul dari TURBULENCY pemikiran, bahasa Jawanya “pikirannya MUNYENG” atau “KEDER”. Orang Komunis pasti menganggap system komunis itu yang terbaik. Orang Yahudi pasti menganggap agama Yahudi yang terbaik, begitu juga orang Muslim yang sedang “tidak munyeng” pasti seharusnya menganggap, agama Islam yang terbaik, dengan tetap menghormati agama lain seperti tercermin dalam “Piagam Madinah”. Turbulency pemikiran sering bisa ditimbulkan karena rasa rendah diri(Inferiority Complex). Mungkin ULIL pernah ke Amerika, ke Eropa atau ke Jepang. Dia melihat kenapa bangsa- bangsa lain yang tidak beragama Islam bisa maju, sedang kaum Muslimin hampir sebagian besar sedang dalam keadaan terpuruk. Dia secara tidak sadar sedang mengagumi dan terperangah melihat “budaya” lain.Padahal kaum muslimin terpuruk salah satunya adalah karena conspiracy mereka. Kita dijajah, dirampok, dikuras kekayaan kita, diadu domba,dsb.dsb. Maka sudah seharusnya kita menguatkan tekad untuk bersatu dan jangan mau dilemahkan, apalagi dengan pemahaman yang nyleneh dari JIL yang justru tambah melemahkan Ummat. Maaf, komentar ini saya sampaikan karena saya amat bangga dengan NU, seperti kebanggaan saya kepada Muhammadiyah, dll. jangan sampai anda- anda yang sudah berprestasi di bumi pertiwi dalam penegakan Islam tercemar gara- gara pikiran “MUNYENG”.

    Reply to this comment
  2. rifai
    rifai October 14, 09:52

    Bravo ahlusunnah….berangus paham liberalisasi dalam agama, hidup NU..hidup Rifaiyyah..Merdekaaaaa

    Reply to this comment
    • sesama muslim
      sesama muslim October 14, 11:22

      ha ha ha padahal (sebagian) orang NU bilang rifaiyah bukan ahlussunnah..
      (semua mengaku kekasih layla, sedang layla jauh dari semua pengakuan)

      Reply to this comment
  3. asep
    asep October 14, 10:59

    Yang liberal-liberal itu kelihatannya jadi biang kerok. Neo Liberal mempunyai nafsu menghalalkan segala milik rakyat menjadi di monopoli perusahaan. Islam Liberal berfikiran ingin membebaskan manusia dari segala jeratan aturan teks-teks suci. karena semua penafsirannya bersandar pada kepentingan dan nafsu manusia. lama-lama manusia bisa jadi Tuhan. salah satu contoh yang biasa menjadi isu pemikirannya adalah mengenai hak asasi manusia. Islamlib mendewakan hak asasi manusia, tetapi tak pernah membahas hak-hak Tuhan atas manusia. sebenarnya kalau keyakinan dalam Islam mengatakan bahwa sesungguhnya semua yang ada miliknya ALlah. maka yang patut diperhatikan bukan haknya manusia sendiri, tetapi bagaimana menjadi hamba yang terus-menerus melaksanakan hak-hak Allah atas manusia.

    Reply to this comment
    • rifai
      rifai October 14, 11:15

      @asep, akuur kang….

      Reply to this comment
    • said
      said March 29, 15:17

      Ketika adanya nama Liberal berarti ada yang namnya Konservatif/ Tradisonil/Kolot…

      la kang kamu menolak Liberal Berarti secara otomatis memposisikan diri kamu sebagai orang yang KOLOT….

      Reply to this comment
  4. nonong
    nonong October 15, 09:37

    ah.. ulil, gak jantan. kalo nulis di media aja seolah piawai, begitu di forum kok menghindar dari ucapannya sendiri. bohong kalau dia hanya mengatakan yang sama itu Islam, kristen dan yahudi. orang dia pernah menulis “bahkan pada atheis pun ada Islam di sana”. dulu saya pernah menyimpan artikelnya nanti kalau ketemu saya posting sumbernya

    Reply to this comment
    • asep
      asep October 15, 16:08

      @nonong, kurang pasnya Ulil itu bukan pada pemikiran-pemikirannya. tetapi pada label dan lembaga islam liberalnya. jadi ketika ia berpikiran macam-macam tanpa bawa-bawa gerbong islam liberal mungkin dia lebih tidak membawa madlarat. tapi tanpa lembaga JIL kan tidak membawa efek mendatangkan sponsor dari para funding yang berkepentingan. ya namanya komentar gini inilah walau lidah tanpa tulang dan jari-jari tetap ada tulang-tulangnya…

      Reply to this comment
  5. maman
    maman October 15, 14:07

    kebetulan saya gak pernah baca tulisanya ulil,…. klo saya baca tulisan sesorang, ternyata ulil itu lulusan pesntren ya kang…. pesantren jawa timur. di NU sendiri ulil itu punya akar yg kuat ya…. semoga saja nnt bisa back to basic lagi…..

    Reply to this comment
    • nonong
      nonong October 17, 09:48

      @maman, betul ulil pernah nyantri tapi dia juga pernah kuliah di AS bahkan sekarang kuliah lagi di AS, tinggal lebih berpengaruh mana antara yang didapat di pesantren NU dan ‘pesantren’ AS

      Reply to this comment
  6. em.yazid
    em.yazid October 15, 17:00

    Selagi manusia masih punya akal dan pikiran, akan berkembang terus pemikiran2 yang berlawanan dengan pakem yg sdh mendarah daging.
    tidak menutup kemungkinan dimasa akan datang, akan muncul pemikiran2 yg lebih extrem dari JIL.
    Hanya orang2 yang mandiri dan teguh pendiriannya yang tak akan terlampau “kempranan’ digerus oleh pemikiran2 baru.

    Dan inilah fakta yang harus dimengerti oleh para ustadz dan kyai sepuh, bagaimana beratnya kami, anak-anak muda,yg harus menerima informasi2 pemahaman yang tidak ditemukan dilembaga2 pesantren apalagi pengajian2 umum atau rutinan di masjid2. kadang malah terkesan ada kesengajaan dari paham2 tertentu untuk menggalang massa dan menancapkan pemikiran mereka ke relung hati dan pikiran generasi muda.
    Terutama anak-anak muda yang sedang menuntut ilmu di bangku kuliah, betapa mereka hrs memilah-memilih dari sekian banyaknya aliran2 pemikiran yang sebelumnya tidak mereka ketahui.

    Mereka akan terluka hatinya,jika secara tiba2 disalahkan oleh orang tuanya, meski demikian, apapun bentuk pemikiran2 itu, tidak akan mengurangi kemuliaan dan kebenaran islam.
    Lihat ! sdh berapa nabi2 palsu !
    Sudah berapa banyak yang menghujat islam dan merendahkan Nabi Muhammad !
    semuanya hilang terlempar ke dasar sejarah yang kebanyakan hilang ditelan jaman, namun islam tetap terjaga sampai akhir kiamat. maka yang patut di waspadai adalah diri kita sendiri, kemana pikiran kita akan menjatuhkan haluan?

    wallahu a’lam bisshowab
    salam !!!

    Reply to this comment
  7. Laila Majnun Asmara sama si Qois
    Laila Majnun Asmara sama si Qois October 17, 10:34

    dalam al Alquran, nggak perlu atau perlu ya ditambah satu surat berjudul Surat Libralism..??????

    Reply to this comment
  8. maman
    maman October 18, 08:46

    kita doakan, semoga saja semakin tua Ulil semakin bijaksana and mendapat pencerahan, dan siapa tahu malah nanti……..
    dalam masa pencarian, kadang seperti itu, and kadang kita tahu itu dari berita pihak ketiga, yg mana pihak k3 itu kadang2 inginnya spt itu. apalagi kalo ada pesan sponsor, dan keduanya dapat pesan sponsor, akan lbh rame deh….
    berbaik sangka saja, dan itu akan menentramkan.
    mereka punya rencana, tapi Allah juga punya rencana…..

    Reply to this comment
  9. andrew
    andrew May 13, 23:21

    dasar ulil sibibir sumbing , bacain huruf S (…baca essss..) aja bisa jadi huruf F (effffff…)
    ga salah yg ngasih hadiah book bomb

    Reply to this comment
    • anwar
      anwar February 19, 10:14

      idea yang dibawa oleh ulil sebenarnya pembaratan di Indonesia, barat ingin melihat ummat Islam Indonesia gontok-gontokan sesama sendiri sekaligus melemahkan semangat persatuan kaum muslim.Intinya fikrah Kaum Orientalis memang demikian mereka tidak ingin melihat Islam itu Kuat, bersatupadu, makmur dan sejahtera ia diibaratkan seperti maling teriak maling padahal maling yang sebenarnya adalah mereka (Barat) Ulil adalah pak comblangnya dan antek-antek barat.Barat amat suka melihat anak Kiyai belajar Islam pada mereka Barat dan sekutunya ingin melihat Pondok-pondok Pesantren yang ada di Indonesia dan para santrinya gulung tikar dan sekurang-kurangnya berantem sesamanya.Bukankah itu yang diperingatkan oleh Allah dalam firmannya yang berbunyi: Orang-orang Yahudi dan Nashrani pasti tidak akan tidur lena selagi kamu (umat Islam) tidak mengikut kehendak dan telunjuk mereka ( Millah mereka)

      Reply to this comment
      • anwar
        anwar February 19, 14:29

        Pada dasarnya para sarjana Barat pasti tidak suka dengan Islam.Mereka melabelkan ummatnya mundur dan ortodok.Mereka cuba meggambarkan bahwa kemajuan dan Pemodenan itu milik mereka 100%.Penyebab utamanya adalah mereka terpaku oleh konsep-konsep ajaran Islam itu sendiri.

        Reply to this comment
  10. Rosidi
    Rosidi October 24, 15:51

    Kalau jil bener2 islam,tolong selesain secara jantan,,kalau jil tujuanya mengadu domba yah wiss,,,soalnya kalau rame kaya gini,,orang laen mengambil keuntungan,,,kata rosullallah musuh paling berat adalah sodara sendiri alias musuh islam adalah orang islam itu sendiri,,karena harus kita sadari,,ada ratusan pemahaman dan gangguan islam sampai pada hari kiamat,,,yuuk selesain secara dewasa,,jgn saling mencaci,,,yg enak kalau kita begini yah agama lain toh….sholat 5 waktunya pada benerin dulu yah

    Reply to this comment
  11. salman
    salman November 27, 22:42

    ayo dukung fkm muda NU. ulil tidak sendirian. kita cermati satu persatu banyak sekali ulil ulil yang lain. tokoh utamanya memang gus dur seperti pengakuan ulil sendiri

    Reply to this comment

Write a Comment

Latest Comments

Melu nimbrung... amber Olih tambah ilmu ...

Assalamu'alaikum W W Kepada Admin Yth. ini sangat bagus sekali karena masyarakat luas bisa menikmati hasil karya...

maaf izin share, terima kasih :) ...