Dialog Dengan Akal | Media Dakwah Rifaiyah

Dialog Dengan Akal

Januari 1st 2010 | Posted by em.yazid

mawar-berduriJika engkau melihat setiap bunga mawar segar

yang menjadi mutiara taman ini,

maka itulah sekuntum kumbang

jika engkau memetiknya, maka itulah duri

pandanglah lilin dari kejauhan, jangan mendekat,

sebab, meski kelihatan seperti cahaya,

sesungguhnya ia adalah api.

( Baha’uddin Amuli )

Berikut adalah dialog antara ‘Umar Khayyam dan akal yang sangat menarik :

Kemarin aku berbincang-bincang dengan akal, sebagian kebenaran terungkap dalam kalbuku. kukatakan kepadanya,

” Wahai engkau gudang kebijakan, Apakah kehidupan dunia ini ?”

Katanya, ” Bukan mimpi atau khayalan belaka ”

Kataku, ” katakan padaku, apa yang diperoleh dengannya?”

Katanya, ” Sakit kepala dan kemalangan.”

Kataku, ” Kapan diri ini tertundukkan?”

Katanya, ” Manakala telinganya didentam beberapa kali”.

Kataku, ” Siapakah orang-orang yang kejam dan bengis?”

Katanya, ” Mereka itulah serigala dan anjing”.

Kataku, ” Apakah pembicaraan para penghuni dunia?”

Katanya, ” Semua omong kosong dan tak bermakna ”

Kataku, ” Apa yang dilakukan para penghuni dunia?”

Katanya, ” Menumpuk-numpuk harta dan kekayaan”.

Kataku, ” Apa itu ikatan perkawinan?”

Katanya, ” Kemewahan sesaat dan kesedihan bertahun-tahun.”

Kataku, ” Dengan apa dunia bisa dibandingkan?”

Katanya, ” Dengan seorang wanita tua yang berdandan”.

Kataku, ” Bagaimana pendapatmu tentang ucapan Khayyam?”

Katanya, ” Nasihat yang cocok dalam keadaan tertentu untuk sebagian orang”.mdr/zid/10

__________________________________________________

Sumber : Dr.Mir Valiuddin_ Zikir dan kontemplasi dalam tasawuf

Artikel Terkait

Katanya Zuhud, Koq Mobilnya Banyak?

Pagi itu Kyai Makmun seperti biasanya memberikan kuliah pagi kepada santri-santrinya, pagi ini sampailah pada bab pembahasan tentang zuhud " Begitulah anak-anakku, zuhud adalah berpalingnya hati dari semua yang bersifat duniawiyah, baik itu halal apalagi yang syubhat dan haram " semua santrinya mendengarkan penjelasan kyai makmun dengan [...]

Karena Diampuni, Ia Bertobat

Oleh KH A Hasyim Muzadi Syahdan, seseorang mendatangi majelis pengajian Rabi'ah Al-Adawiyah. Kepada salah seorang wanita sufi terbesar dalam Islam itu, ia membuat testimoni seputar kehidupannya. Ia akui betapa sudah terlalu jauh meninggalkan Allah SWT dan sudah tak terhitung lagi dosa yang dia perbuat, baik dosa-dosa kabaair (dosa-dosa [...]

Nasehat Syaikh ar-Ra’is Abu ‘Ali ibn Sina kepadaku

Ketahuilah! من وجد العِرفان كأنه لا يجده بل يجد المعروف به فقد خاض لُجَّة الوصول. Barangsiapa telah menemukan kearifan, ia terlihat seperti tidak pernah menemukannya, kendati yang ia temukan tampak sebagai sesuatu yang nyata. Yang demikian, karena ia tenggelam dalam lautan pertemuan [...]

Setiap Kita Berpotensi Menjadi Waliyullah

Sebagai awalan, sering saya tadabbur setelah membaca kisah para salafusholih “bagaimana caranya seorang hamba bisa  setaqwa itu pada Robb-Nya?”. Menilik kembali pada Ushuliddin bahwa tingkatan waliyulloh terbagi menjadi tiga bagian berupa waliyulloh awam, waliyulloh khowas dan waliyulloh khowasul khowas sebenarnya kita tergolong  derajat [...]

Leave a Reply:

Name (required):
Mail (will not be published) (required):
Website:
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA

Jangan Lupa Jawab Ini:

Copyright @ 2010 Media Dakwah Rifaiyah | Tegakkan | Syariat | Tharikat | Hakikat | Hubungi Kami | fbkcl twt