Tanbihun.com- Kita yang suka cari-cari berita atau tak sengaja mendapat kabar mungkin sering dibuat pusing lima keliling. Pasalnya, kita mendapat berita dari banyak sumber, dan antara sumber yang satu dengan yang lainya tidak sama dalam menginformasikan tentang suatu kejadian, tokoh atau perwatakan seseorang.
Untuk mengatasinya kita perlu tau, dari sisi konteks mana opini(pendapat) dan mana fakta. Memang benar, untuk menyesatkan khalayak seorang politikus tak perlu berbohong. Mereka hanya merekonstruksi sebuah realitas dengan cara mereka. Sehingga apa yang dipahami khalayak adalah realitas versi mereka bukan yang lain.
Khalayak didekte dalam memahami sebuah realita. Dan jika dilihat dari sumber berita sebagaimana yang tersurat dalam buah karya K.H.A.Rifa’i yaitu kitab Takhyiroh Mukhtashor disitu disebutkan bahwa khabar atau berita itu ada tiga yaitu;
- Khabar Shidik(pasti benar) yaitu khobarnya para Nabi, orang Adil dan khobar mutawatir.
- Khabar Ihtimal(bisa benar bisa tidak) yaitu khobarnya orang fasiq, anak kecil dan orang gila.
- Khabar kidzib(bohong) yaitu khobarnya orang yang suka ngawur apalagi terbukti kebohongannya.
Sehingga dengan mengdtahuinya kita tidak menelan mentah-mentah sebuah berit apalagi masalah agama, akhirnya kita pun tidak mudahterseret pada aliran-aliran informasi tak bertanggung jawab.
Ditulis Oleh: Rifa’i Ahmad


