Tanbihun – Tak tahu harus dimulai dari mana menyusun artikel ini, namun satu hal yang pasti, “ketika hati ini teringat akan mati, juga teringat tentang kepayahan singgah di tempat peristirahatan terahir yakni liang lahat”.
Sebagai renungan.
“Sahabat,
Ketika ajal menjemputku nanti
Ku harap
Ada bias-bias kebaikan amal yang sedia menemani
Ketika maut merenggutku nanti
Aku ingin Bersandar pada tirai warna pelangi
Bertudung sutra senja dari ketulusan budi
Dengan iman di hati
Sebagai bekal yang akan ku bawa nanti
Ketika malaikat maut mengunjungiku nanti
Diatas pembaringan jasad ku
Ku nanti bimbinganmu
Menuntun lafadz thayyibah nan indah
Ketika sakaratul maut nanti
Meski tak sempat
Sebenarnya ada yang ingin aku sampaikan kepadamu sahabat;
‘sebentar lagi akan sirna semua nikmat duniawi, beberapa detik lagi tak kan kau
jumpai senyum, canda, bahkan tangis dari raut muka kotor ini. Hanya berharap
semoga ikatan yang di jalin diatas pondasi cinta dan benci semata karena Allah
bisa mempertemukan kita nanti. Ku nanti syafaatmu, ketika malaikat penjaga
neraka meluluh-lantahkan ragaku dan membakar kulit tipis ku, supaya aku bisa merasakan wangian surga bersamamu’
Saat jasad ku di usung di dalam keranda berbalut harum kenanga dan melati
Do’akan aku
Semoga setelah kau kuburkan nanti
Dengan Rahmat dan belas kasihNya,
Bisa ku jawab pertanyaan-pertanyaan dari kedua malaikat itu
Agar lapang kuburku
Supaya tak kualami penyempitan kubur yang akan meremukkan tulang-tulang rusukku”
Dari sahabat Anas r.a. mengatakan Nabi saw. bersabda,
“(Sesungguhnya) manusia apabila diletakkan di dalam kuburnya, setelah teman-temannya berpaling dan pergi darinya sehingga ia mendengar ketukan bunyi sandal mereka, lalu datanglah dua orang malaikat. Kemudian mereka mendudukkannya dan bertanya kepadanya,
“Apakah yang kamu katakan dahulu ketika di dunia tentang orang ini, Muhammad?”
Adapun orang yang beriman menjawab,
“Aku bersaksi bahwa beliau adalah hamba dan utusan Allah.”
Lalu dikatakan kepadanya,
“Lihatlah tempat dudukmu di neraka, Allah telah menggantikannya untukmu dengan tempat duduk di surga.”
Lalu ia melihat keduanya (surga dan neraka).
(Qatadah berkata, “Dan diterangkan kepada kami bahwa orang itu dilapangkan di dalam kuburnya.”)
Adapun orang kafir atau munafik maka ditanyakan kepadanya,
“Apa yang engkau katakan mengenai Muhammad ini?”
Ia menjawab, “Aku tidak tahu. Aku dulu mengatakan apa yang dikatakan oleh orang-orang.”
Maka, dikatakan kepadanya,
“Kamu tidak tahu dan tidak mau membaca.”
Kemudian ia dipukul dengan palu dari besi di antara kedua telinganya. Lalu, ia berteriak sekeras-kerasnya yang didengar oleh apa yang didekatnya selain jin dan manusia.” (HR. Bukhari, Muslim)
Imam Bukhari menambahkan dalam periwayatannya, “Adapun Orang Munafik dan orang kafir akan ditanya : “Apa yang kamu katakan tentang orang ini?. Ha hah.. Aku tidak tahu. Aku mengatakan sebagaimana orang – orang mengatakan, kemudian malaikat berkata, “kamu tidak tahu..!” dan memukulnya dengan palu besi”
Prahara seperti inilah yang paling di takut kan sehingga membuat hati selalu gelisah, Karena ada rahasia yang diinginkan Allah Swt. Di balik menjawab pertanyaan ini. Seorang mukmin bisa menjawab. Sedangkan munafik dan kafir tidak bisa menjawabnya, meski ketika masih di dunia sangatlah mudah untuk menjawab pertanyaan itu.
Firman Allah,
يُثَبِّتُ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا بِالْقَوْلِ الثَّابِتِ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الآخِرَةِ وَيُضِلُّ اللَّهُ الظَّالِمِينَ وَيَفْعَلُ اللَّهُ مَا يَشَاءُ
“Allah meneguhkan (iman) orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang-orang yang lalim dan memperbuat apa yang Dia kehendaki.” (QS. Ibrahim ayat: 27).
Al-Bukhari meriwayatkan dari Al-Barra bin ‘Azib radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘’Apabila seorang muslim ditanya di dalam kubur, maka dia bersaksi babwa tiada Tuhan melainkan Allah dan bahwa Muhammad adalah rasul Allah. Itulah maksud firman Allah, Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh di dalam kehidupan dunia dan di akhirat’’ (HR. Bukhari dan Muslim)
Juga, Imam Ahmad meriwayatkan dari al-Barra bin Azib Allah SWT berfirman,‘’Tuliskanlah catatan hamba-Ku di dalam surga yang tinggi dan kembalikanlah dia ke bumi karena dari bumilah Aku menciptakan mereka dan ke bumilah Aku mengembalikan mereka serta dari bumilah Aku mengeluarkan mereka pada kali yang kedua.
Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, Kemudian ruh itu dikembalikan ke jasadnya. Ia didatangi oleh dua malaikat lalu mendudukkannya.
Kedua malaikat berkata kepadanya, “Siapakah Tuhanmu?”
Dia menjawab, “Tuhanku adalah Allah.”
Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”
Dia menjawab, ”Agamaku Islam”
Kedua malaikat bertanya,”Siapakah orang yang diutus kepadamu?”
Dia menjawab, ”Orang itu adalah Rasulullah”
Kedua malaikat bertanya, ”Apa pengetahuanmu?”
Dia menjawab, ”Aku membaca kitab Allah, maka aku mengimani dan membenarkannya.”
Tiba-tiba ada penyeru dari langit, “Benarlah hamba-Ku. Maka hamparkanlah untuknya. Sebagian dari hamparan surga dan kenakanlah kepadanya sebagian pakaian surga serta bukakanlah baginya sebuah pintu dari surga.”
Nabi shalallahu ’alaihi wa sallam bersabda, ‘’Maka didatangkanlah kepadanya ruh dan kebaikannya. Allah melapangkan kuburan itu baginya seluas mata memandang.
Kemudian datanglah kepadanya seorang laki-laki berwajah tampan, berpakaian bagus, dan berbau harum, lalu bertanya, “Bergembiralah dengan apa yang menggembirakanmu. Inilah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu.”
Mayat orang mukmin berkata, “Siapakah kamu? Wajahmu merupakan wajah yang datang untuk membawa kebaikan.”
Orang itu menjawab, “Aku adalah amal salehmu.”
Mayat orang mukmin berkata, “Ya Tuhanku, segerakanlah kiamat agar aku dapat kembali kepada keluargaku dan hartaku’’.
(Semoga jawaban seperti ini bisa kita lafadz kan kelak. pent)
Sedangkan apabila seorang hamba yang kafir meninggalkan dunia dan menuju akhirat, maka turunlah kepadanya para malaikat dari langit yang berwajah hitam. Mereka membawa tenunan kasar dan duduk di dekatnya sambil mengawasinya. Kemudian datanglah malaikat maut dan duduk di dekat kepalanya seraya berkata,
“Hai ruh yang buruk, keluarlah untuk menuju kemurkaan dan kemarahan dari Allah.”
Hingga sampai pada hadits…
Kemudian ruh itu kembali ke jasadnya. Lalu datanglah dua malaikat seraya mendudukkannya dan berkata, “Siapakah Tuhanmu?”
Dia menjawab, “A… e… aku tidak tahu.”
Kedua malaikat itu bertanya, “Apa agamamu?”
Dia menjawab, “A… e… aku tidak tahu.”
Kedua malaikat bertanya, ”Siapakah orang yang diutus kepadamu?”
Dia menjawab, “A… e… aku tidak tahu.”
Tiba-tiba ada penyeru dari langit, “Hamba-Ku berbohong. Maka hamparkanlah untuknya sebagian dari hamparan neraka dan bukakanlah baginya sebuah pintu dari pintu neraka.”
Lalu datanglah kepadanya panas dan racun api neraka. Allah menyempitkan kuburan itu baginya hingga tulang rusuknya berceceran. Kemudian datanglah kepadanya seorang laki-laki berwajah buruk, berpakaian buruk, dan berbau busuk, lalu berkata “Bergembiralah dengan apa yang menyedihkanmu. Inilah hari yang dahulu dijanjikan kepadamu.”
Mayat orang kafir berkata, “Siapakah kamu? Wajahmu merupakan wajah yang datang untuk membawa keburukan.”
Orang itu menjawab, “Aku adalah amal burukmu.”
Mayat orang kafir berkata, “Ya Tuhanku, janganlah Engkau menyegerakan kiamat.”
(Na’udzubillahi min dzaalika, dari jawaban yang seperti ini, pent)
(Hadits ini diriwayatkan dari Abu Daud dari hadits al-Amasy, an-Nasa’i, dan Ibnu Majah dari hadits al-Manhal bin Amr)
Wallahu’alam.
cerpen renungan alam (14),Renungan alam kubur (1)






terima kasih atas artikelnya,sangat membantu diriku.
semoga dilain waktu saya bisa berkunjung kembali ke blog tanbihun.com
salam sejahtera buat semuanya.