1:37 pm - Ahad,20 Mei 0316

Kebahagiaan Sejati

Rabu, 2 Februari 2011 1:00 | Hikmah | 5 Comments | Read 308 Times

Tanbihun.com – 4 ciri kebahagiaan sejati  yang akan membawanya ke jalan langgeng, nikmat, selalu muda, hidup kekal, mulya, bersuka-riadidalam syurga Allah rabbul Izzati :

  • Selalu menengok ke bawah (look down) dalam hal Duniawi tak pernah melihatnya keatas maksudnya ketika diberi nikmat berupa mempunyai kendaraan bermotor dia bersyukur karena Allah masih memberinya kemudahan untuk menjalankan aktifitasnya kerena memiliki kendaraan bermotor di bandingkan dengan tetangganya yang hanya mempunyai sepeda ontel sehingga sulit/berat untuk melakukan aktifitasnya, yang punya sepeda ontel bersyukur kerena untung masih punya sepeda ontel dibandingkan tetengganya yang tidak mempunyai kendaraan apa-apa hanya berjalan kaki setiap menjalankan aktifitasnya yang tidak mempunyai kendaraan ber-syukur karena untung masih hidup sehat sehingga bisa beraktifitas dibandingkan dengan saudaranya yang mati gara-gara mikirin kendaraan tetangganya, dan selalu tidak panas terhadap tetangganya yang rizkinya melimpah alhasil dia selalu me-ngembalikan nikmatnya kepada pemiliknya yaitu Allah Rabbul Izzati, insyaallah orang-orang yang tipenya selalu sederhana dan bersyukur atas nikmat-Nya akan menggendong banyak kenikmatan yang luar biasa dan kebahagiaan yang hakiki baik di dunia hingga di akhirat nanti seperti yang telah di janjika-Nya dalam alqur’an
  • Selalu melihat ke atas (look up) dalam hal Ukhrawi/dzin tak pernah melihatnya kebawah misalkan walaupun usianya masih muda tapi aktif dan giat dalam beribadah dan beramal sholeh tidak harus menunggu sampai usianya lanjut tua selalu merasa terpanggil hatinya hingga kepengen melakukanya jika melihat anak kecil yang tekun dan giat dalam beibadah dan beramal sholeh alhasil merasa tidak mau kalahnya dengan orang-orang tua yang tekun dalam beribadah dan beramal sholeh tak pernah menengok teman-teman sebayanya yang lagi asyik menikmati masa pubernya.
  • Tak pernah merasa (never think) paling kaya, paling mulya dan paling pintar disisinya karena selalu ingat bahwa kekayaan kemulyaan dan kepintaran itu hanya milik Allah semata kita hanya tertitipi dan terbebani hingga muncul rasa bertanggung jawab atas titipan itu sudah sewajarnya titipan itu akan diambil oleh pemiliknya dan kita harus menerimanya dengan lapang dada (ikhlas) merelakanya coba kita lihat dan meneladani si tukang parkir, dia mempunyai banyak kendaraan tapi apakah dia merasa sombong dan memiliki lantas digunakan dirinya untuk berfoya-foya? tentu jawabnya tidak! Kerena dia tidak merasa memiliki tapi merasa terbebani makanya dia merawatnya dan menjaganya dengan baik hingga ikhlas menunggu sampai yang memiliki mengambilnya tentu akan dipertanggung jawabkan jika salah satu diantara titipanya itu ada yang hilang atau rusak dia harus menggantinya donk! Begitu juga derajat manusia dengan Allah tuhan semesta alam manusia hanya sebagai penerima titipan atas nikmat-Nya baik nikmat dohir maupun nikmat batin semuanya akan di ambilnya oleh Allah Rabbul Izzati tinggal manusia itu sendiri bisa bertanggung jawab apa tidak? dan adakah titipan nikmat yang digunakanya untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan aturan sang penitip (Allah), semua yang kita miliki baik tenaga kekuatan pikiran dan seluruh isi badan kita hanya titipan Allah SWT belaka yang suatu saat kalau sudah tiba saatnya akan di tanyakan oleh-Nya mampukah kita menjaga titipan itu! Dan mampukah kita menjawabnya dihadapan Allah Rabbul Izzati!.
  • Selalu menengok ke belakang (look behind) (atas peristiwa yang mengandung efek negatif dan membahayakan bagi keselamatan dirinya baik keselamatan dunia maupun akhirat) setiap akan melakukan amalan apa saja selalu memikirkan, mempertimbangkan dan memutuskanya dahulu kiranya amalan yang akan dilakukanya itu mengandung efek negatif atau tidak? Atau membahayakan bagi keselamat dirinya atau tidak? Kalau sudah merasakan atas kejadianya yang muncul hanya ucapan Astaghfirullahal A’dzim serta menyesali atas perbuatanya Dengan kata lain selalu mensensor atas acting-acting yang telah dilakukanya kiranya banyak kesalahanya atau kebaikanya dalam film itu kalau banyak kesalahanya kini saatnya kita untuk mensensornya sebelum Allah mensensor film atau acting-acting kita kala hidup di dunia.

Semoga kita selalu berlaku adil dan berprilaku baik untuk menyongsong masa di akhirat nanti seraya bungah ria ketika menghadap Allah Rabbul Izzati Amin.

Oleh : Sholikhun Alfahmi

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Tagged with:

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner