Tanbihun.com – 4 ciri kebahagiaan sejati yang akan membawanya ke jalan langgeng, nikmat, selalu muda, hidup kekal, mulya, bersuka-riadidalam syurga Allah rabbul Izzati :
- Selalu menengok ke bawah (look down) dalam hal Duniawi tak pernah melihatnya keatas maksudnya ketika diberi nikmat berupa mempunyai kendaraan bermotor dia bersyukur karena Allah masih memberinya kemudahan untuk menjalankan aktifitasnya kerena memiliki kendaraan bermotor di bandingkan dengan tetangganya yang hanya mempunyai sepeda ontel sehingga sulit/berat untuk melakukan aktifitasnya, yang punya sepeda ontel bersyukur kerena untung masih punya sepeda ontel dibandingkan tetengganya yang tidak mempunyai kendaraan apa-apa hanya berjalan kaki setiap menjalankan aktifitasnya yang tidak mempunyai kendaraan ber-syukur karena untung masih hidup sehat sehingga bisa beraktifitas dibandingkan dengan saudaranya yang mati gara-gara mikirin kendaraan tetangganya, dan selalu tidak panas terhadap tetangganya yang rizkinya melimpah alhasil dia selalu me-ngembalikan nikmatnya kepada pemiliknya yaitu Allah Rabbul Izzati, insyaallah orang-orang yang tipenya selalu sederhana dan bersyukur atas nikmat-Nya akan menggendong banyak kenikmatan yang luar biasa dan kebahagiaan yang hakiki baik di dunia hingga di akhirat nanti seperti yang telah di janjika-Nya dalam alqur’an
- Selalu melihat ke atas (look up) dalam hal Ukhrawi/dzin tak pernah melihatnya kebawah misalkan walaupun usianya masih muda tapi aktif dan giat dalam beribadah dan beramal sholeh tidak harus menunggu sampai usianya lanjut tua selalu merasa terpanggil hatinya hingga kepengen melakukanya jika melihat anak kecil yang tekun dan giat dalam beibadah dan beramal sholeh alhasil merasa tidak mau kalahnya dengan orang-orang tua yang tekun dalam beribadah dan beramal sholeh tak pernah menengok teman-teman sebayanya yang lagi asyik menikmati masa pubernya.
- Tak pernah merasa (never think) paling kaya, paling mulya dan paling pintar disisinya karena selalu ingat bahwa kekayaan kemulyaan dan kepintaran itu hanya milik Allah semata kita hanya tertitipi dan terbebani hingga muncul rasa bertanggung jawab atas titipan itu sudah sewajarnya titipan itu akan diambil oleh pemiliknya dan kita harus menerimanya dengan lapang dada (ikhlas) merelakanya coba kita lihat dan meneladani si tukang parkir, dia mempunyai banyak kendaraan tapi apakah dia merasa sombong dan memiliki lantas digunakan dirinya untuk berfoya-foya? tentu jawabnya tidak! Kerena dia tidak merasa memiliki tapi merasa terbebani makanya dia merawatnya dan menjaganya dengan baik hingga ikhlas menunggu sampai yang memiliki mengambilnya tentu akan dipertanggung jawabkan jika salah satu diantara titipanya itu ada yang hilang atau rusak dia harus menggantinya donk! Begitu juga derajat manusia dengan Allah tuhan semesta alam manusia hanya sebagai penerima titipan atas nikmat-Nya baik nikmat dohir maupun nikmat batin semuanya akan di ambilnya oleh Allah Rabbul Izzati tinggal manusia itu sendiri bisa bertanggung jawab apa tidak? dan adakah titipan nikmat yang digunakanya untuk kepentingan yang tidak sesuai dengan aturan sang penitip (Allah), semua yang kita miliki baik tenaga kekuatan pikiran dan seluruh isi badan kita hanya titipan Allah SWT belaka yang suatu saat kalau sudah tiba saatnya akan di tanyakan oleh-Nya mampukah kita menjaga titipan itu! Dan mampukah kita menjawabnya dihadapan Allah Rabbul Izzati!.
- Selalu menengok ke belakang (look behind) (atas peristiwa yang mengandung efek negatif dan membahayakan bagi keselamatan dirinya baik keselamatan dunia maupun akhirat) setiap akan melakukan amalan apa saja selalu memikirkan, mempertimbangkan dan memutuskanya dahulu kiranya amalan yang akan dilakukanya itu mengandung efek negatif atau tidak? Atau membahayakan bagi keselamat dirinya atau tidak? Kalau sudah merasakan atas kejadianya yang muncul hanya ucapan Astaghfirullahal A’dzim serta menyesali atas perbuatanya Dengan kata lain selalu mensensor atas acting-acting yang telah dilakukanya kiranya banyak kesalahanya atau kebaikanya dalam film itu kalau banyak kesalahanya kini saatnya kita untuk mensensornya sebelum Allah mensensor film atau acting-acting kita kala hidup di dunia.
Semoga kita selalu berlaku adil dan berprilaku baik untuk menyongsong masa di akhirat nanti seraya bungah ria ketika menghadap Allah Rabbul Izzati Amin.
Oleh : Sholikhun Alfahmi
Guru Online






oke sippp!!!
ayo yang lain ditunggu laporannya.:))
*Bila Shubuh utuh, Pagi tumbuh – Hati teduh – Pribadi tidak angkuh,
Keluarga tidak keruh maka Damai berlabuh.
*Bila Dzuhur teratur, diri Jujur – Hati tidak Kufur – rasa slalu Syukur,
Amal tdk Udzur keluarga Akur maka pribadi Makmur.
*Bila Ashar kelar, Jiwa sebar, Raga tegar Senyum menyebar maka Rizqi lancar.
*Bila Magrib tertib, Ngaji Wirid wajib jadi Karib…
jauh dari Aib maka Syafaat tidak Raib..
*Bila Isya terJaga, malam bercahaya..
Saat kau bangun pagi hari,
AKU memandangmu dan berharap engkau
akan berbicara kepada KU,
walaupun hanya sepatah kata,
meminta pendapatKU atau bersyukur kepada KU
atas sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu
hari ini atau kemarin ……
Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk mempersiapkan
diri untuk pergi bekerja ……
AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
AKU tahu akan ada sedikit waktu
bagimu untuk berhenti dan menyapaKU,
tetapi engkau terlalu sibuk ………
Disatu tempat, engkau duduk
disebuah kursi selama lima belas menit
tanpa melakukan apapun.
Kemudian AKU Melihat engkau menggerakkan kakimu.
AKU berfikir engkau akan berbicara kepadaKU
tetapi engkau berlari ke telephone dan menghubungi
seorang teman untuk mendengarkan kabar terbaru.
AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja
dan AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.
Dengan semua kegiatanmu
AKU berfikir engkau terlalu sibuk
mengucapkan sesuatu kepadaKU.
Sebelum makan siang, AKU melihatmu memandang sekeliling,
mungkin engkau merasa malu untuk berbicara kepadaKU,
itulah sebabnya mengapa engkau tidak menundukkan kepalamu.
Engkau memandang tiga atau empat meja sekitarmu dan
melihat beberapa temanmu berbicara
dan menyebut namaKU dengan lembut
sebelum menyantap rizki yang AKU berikan,
tetapi engkau tidak melakukannya …… .
masih ada waktu yang tersisa
dan AKU berharap engkau akan berbicara kepadaKU,
meskipun saat engkau pulang kerumah
kelihatannya seakan-akan banyak hal yang harus kau kerjakan.
Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,
engkau menghabiskan banyak waktu
setiap hari didepannya, tanpa memikirkan apapun
dan hanya menikmati acara yg ditampilkan.
Kembali AKU menanti dengan sabar saat
engkau menonton TV dan menikmati makananmu,
tetapi, kembali kau tidak berbicara kepadaKU ………
Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
Setelah mengucapkan selamat malam kepada keluargamu,
kau menuju ketempat tidur dan tertidur
tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut.
Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir untukmu.
AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau sadari.
AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana bersabar terhadap orang lain.
AKU sangat menyayangimu,
setiap hari AKU menantikan
sepatah kata, do’ a, pikiran atau syukur dari hatimu.
Keesokan harinya …… engkau bangun kembali, dan kembali
AKU menanti dengan penuh kasih bahwa hari ini
kau akan memberiku sedikit waktu untuk menyapaKU …… ..
Tapi yang KU tunggu …… .. tak kunjung tiba ……
tak juga kau menyapaKU.
Subuh … Dzuhur …Ashyar …Magrib ……… Isya dan Subuh kembali,
kau masih mengacuhkan AKU … ..
tak ada sepatah kata,
tak ada seucap do’ a, dan tak ada rasa,
tak ada harapan dan keinginan untuk bersujud kepadaKU ……… .
Apa salahKU padamu …… wahai UmmatKU?????
Rizki yang KU limpahkan,
kesehatan yang KU berikan,
harta yang KU relakan
makanan yang KU hidangkan,
anak-anak yang KUrahmatkan,
apakah hal itu tidak membuatmu ingat kepadaKU ..!!!
Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan
AKU tetap berharap suatu
saat engkau akan menyapaKU,
memohon perlindunganKU,
bersujud menghadap KU
…… Yang selalu menyertaimu setiap saat …
Note:
mohon sebarkan catatan ini,
buat family kita, sahabat kita dan teman2 kita
yg lupa/lalai, padaNYA
apakah kita memiliki cukup waktu
untuk mengirimkan berita ini kepada orang2 yang kita sayangi???
Sekedar Untuk mengingatkan mereka, bahwa
segala apapun yang kita terima hingga saat ini,
datangnya hanyalah dari ALLAH semata…
…smoga, catatan ini bermanfaat bagi sobat2ku semua, amin
Surya Oktriawan _ ───────── ☆ Jangan bersedih karena miskin, toh masih banyak orang di sekitar anda yang dililit hutang. Jangan bersedih karena tidak memiliki kendaraan, toh masih banyak orang di sekitar yang berkaki buntung. Jangan bersedih karena menderita sakit, toh masih banyak lagi yang telah bertahun-tahun tergolek lemah dia atas ranjang putih. ☆ ♫♫ met hari Jum’at ♫♫ ─────────