Mutiara Terpendam Dari Muqaddimah Riayatal Himmah

Hosting Unlimited Indonesia


Tanbihun.com - Beliau adalah Syaikh Ahmad Rifa’i yang selalu menekankan kepada seorang Mukalaf untuk mempelajari ilmu Ushuliddin, Fiqih dan Tashawuf.  Yang beliau tulis dengan “Wajib saben mukalaf ngumpulaken ngilmu telung parkoro” [Wajib bagi seorang mukalaf untuk mempelajari tiga ilmu].

Ada satu nadhoman dari muqaddimah beliau [salah satunya dalam kitab Riayatal Himmah] yang sebelumnya saya berfikir itu adalah mukadimah yang biasa ternyata tersirat nasihat mutiara kata yang sangat indah.

Nadhom itu berbunyi “Wajib syukur ing Allah pangeran kagenah”.  [Wajib bersyukur kepada Allah Tuhan yang haq]

Bahwa kalimah tadi bisa memberi artian sebelum kita memulai aktifitas jangan pernah lupa jika  sudah selayaknya kita harus mendahulukan rasa syukur kepada Allah.

Juga seakan beliau ingin menyampaikan “Dahulukanlah rasa syukur kepada Allah sebelum engkau memulai aktifitas yang padanya kamu akan menjumpai berbagai hal. Ada ketidak puasan, selalu merasa kurang, rasa kecewa, suka membanding-bandingkan nikmat kepada orang lain dan lain sebagainya.”

Terlebih adalah rasa syukur  akan nikmat Iman karena ini yang sering dilupa, hingga tak jarang saat melakukan ibadah seolah hanya menjadi rutinitas lahir yang biasa dan tidak mempunyai ruh dalam beribadah.

Bagaimana seorang mukalaf bisa merasakan nikmatnya talabul ‘ilmi jika dalam hatinya masih menyimpan ketidak puasan dengan nikmah yang sudah Allah beri?

Bagaimana seorang mukalaf bisa menemukan kebahagiaan dalam hidupnya, jika masih selalu merasa kurang dengan pemberianNya?

Apa jadinya jika rasa syukur atas semua yang seorang mukalaf miliki itu sudah sudah tidak ada dalam hatinya?

Maka, diwajibkan bagi kita [hususnya mukalaf] untuk dapat bisa bersyukur kepada Allah. Karena dengan bersyukur kita tidak akan menemukan sikap berburuk sangka kepada Allah Azza Wa Jalla.

Wallahua’lam

Leave a comment

Your email address will not be published.

*