Tanbihun – Rahmat mempunyai dua toko seluler kecil kecilan yang sudah hampir besar dan baru bisa mempekerjakan lima orang karyawan.
suatu hari para karyawanya pada libur ya tepatnya karna lebaran idul fitri jadi mereka pada libur dan singkat cerita salah satu motor inventaris di bawa oleh karyawanya buat lebaran ya mungkin untuk mempermudah acara silaturrahim, dan hari pun berganti lima hari kemudian toko seluller miliknya sudah mulai buka.
yang mengagetkan si rahmat pada suatu pagi itu adalah motor yang buat pegangan karyawanya kok gak di bawa kok malah bawa motor lain dia pun bertanya sama si saiful karyawan yang membawa motor inventaris itu.
“ful lha… motor nya di mana kok malah bawa motor lain?”
saiful menjawab “motor di bawa adiku”
si rahmat pun menjawab “loch kenapa bukanya motor itu di kasih ke kamu untuk permudah kamu bekerja biar gak telat agar keja kamu jadi lancar tanpa kendala lha….kok malah di bawa adikmu ? mana kamu berangkat kesiangan lagi, gimana coba jangan di ulangi lagi” tegasnya.
Rahmat pun segera beranjak dari tempat duduknya untuk segera berangkat kerja karena matahari pun sudah mulai terasa agak panas atau hari sudah siang jadi si rahmat pun menyuruh karyawanya yang sekaligus sodara nya itu untuk segera berangkat katanya “ya, sudah sana berangkat udah siang mudah mudahan toko nya rame ya dan jangan lupa banyak berdo’a” imbuhnya.
dan ke esokan harinya ketika hari telah menjadi pagi lagi aktvitas kerja pun sudah kembali di mulai dan motor yang kemaren sama si rahmat di tanyakan pun telah di bawa tapi keadaan sudah lain, motor sudah berubah jadi tidak karuan, body-body nya di copotin, si rahmat pun kaget lagi dan dia pun bertanya lagi,”loh kenapa kok body motornya di copotin ful?”
” e e…. itu bautnya pada copot lagi di cari’in sama adiku” si saiful menjawab dengan gugup katanya
“oh ya.. sudah kalok begitu,tapi kan seharusnya di jaga biar kamu nyaman berangkat kerja bisa siap setiap sa’at” jawabnya
tapi yang terjadi di rumah si rahmat berbeda Ibu, dari si rahmat mungkin kurang terima melihat motor yang buat kerja itu menjadi berantakan,dan saat sore tiba kakak dari si saiful berkunjung ke rumah bibi atau tantenya yang juga ibu si rahmat itu. dan ibu si rahmat pun menceritakan unek uneknya sama kakak dari si saiful itu,nah ternyata itu semua menjadikan keluarga dari si saiful tersinggung dan sampai-sampai bapak dari si saiful menyuruh saiful pulang dan berhenti bekerja.
dan alangkah kagetnya Rahmat ketika melihat syaiful pulang belum pada saatnya dan mengundurkan diri,rahmat pun berfikir ini ada apa kok mendadak dan sepertinya terciaum aroma tak enak kok bapaknya saiful menyuruh saiful berhenti kerja.
dia pun menanyakan alasan si syaiful kenapa mendadak bapakmu nyuruh berenti kerja ada apa
si syaiful pun menjelaskan dengan sangat gugup ” e.e….ee… ini masalah motor itu bapak gak terima kok adiku yang di tuduh ngerusakin.”
rahmat pun menjawab “lah yang nuduh itu siapa.”
dan usut punya usut ternyata motor itu di copotin body nya karna rusak dan sedang di service sama adiknya.
Rahmat pun langsung beranjak ke tempat bapak si saiful dan menanyakan ada apa sebenarnya karna rahmat merasa sangat sangat tak enak hati.
dan s’at dia sampai di tempat kediaman saiful dia menanyakan
“ada apa pakde kok nyuruh saiful berenti kerja apa ada yang kurang atau ada apa?”
bapak saifulpun dengan marah menjawab “terus terang saja saya gak terima kalau anak saya di tuduh ngerusakin motor,karna bukan dia yang ngerusakin dia cuma di suruh untuk memperbaiki motor yang rusak” dengan nada marah bapak saiful menjelaskan.
Rahmat pun menjawab “sebelumnya saya minta ma’af pakde walau saya yakin saya gak salah ini gini ceritanya kemaren motor itu nggak di bawa kerja dan saya tanya motor kemana ful saiful pun menjawab motor di bawa adikku,terus hari berikutnya motor di bawa tapi kok body nya di copotin saya tanya lagi jawab saiful katanya baut bautnya ilang besok di cariin katanya.
dan pakde(bapak saiful) pun menceritakan yang sebenarnya dan kali ini dengan nada yang slow dan tampaknya sudah gak marah lagi “sebenernya motor itu rusak ama saiful karna tabrakan terus saiful menyuruh adiknya buat nyervisin ke bengkel dan bukan adiknya yang membuat kerusakan itu motor”
nah sekarang kan sudah terang masalahnya kesalahan mutlak ada pada saiful kenapa gak ngomong jujur aja kalok motor rusak dan adiknya di suruh nyervice si Rahmat pun tahu betul kenapa sayiful sampai berbohong ya mungkin karna takut di marah atau di karnakan taku di salahkan.
ternyata kejujuran itu sangatlah berharga walaupun sangat pahit untuk di ungkapkan
dan pesan buat adik adiku berusahalah jujur sejujur nya walaupun sangat berat untuk mempraktikanya.
dan biasakanlah bicara apa ada nya iya katakan iya, jika memang tidak ya katakan tidak.
jika membuat kesalahan berusahalah agar tidak menutup-nutupi,bicaralah apa adanya jangan pernah takut untuk berkata jujur.(nang)
berkata apa adanya (1),hikmah dari berkata jujur (1),sulitnya jujur (1)






Ingin dapat tulisan sulitnya berkata jujur apa adanya