3 Tingkatan Wali Allah

Hosting Unlimited Indonesia


Tanbihun.com – Kekasih Allah (waliyullah) adalah orang yang menuruti perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan yang telah di tetapkan Allah dan utusan Nya dan  segera bertaubat ketika tergelincir berbuat dosa.

Dalam kitab-kitab Syaikh Haji Ahmad Rifa’, para wali mempunyai tiga tingkatan ialah: Wali Awam, Wali Khusus, Wali Sangat Khusus.

  1. Wali tingkat yang pertama, adalah orang mukmin yang jujur dalam keimanannya dan fasiq dalam perbuatannya dan akan masuk surga setelah di hisab /siksa sesuai dosa yang dilakukannya tatkala didunia.
  2. Tingkat kedua, adalah orang mukmin yang adil yang tampak keadilannya dalam melanggengkan ibadah yang benar sesuai aturan syar’I berdasarkan petunjuk Nabi, meninggalkan dosa-dosa besar dan tidak merasa nyaman tatkala melakukan dosa kecil serta selalu melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
  3. Adapun tingkatan yang ketiga adalah manusia sempurna (Insan Kamil), yakni oramg yang adil dan berpengetahuan (agama) yang luas yang selalu menuruti perintah-perintah dan meninggalkan larangan-larangan Allah dengan segala macam bentuk dan kesulitannya. Dialah yang mampu meninggalkan dosa-dosa besar dan dosa kecil, baik lahir maupun bathin. Tidak disertai cinta pada kenikmatan dunia, tapi dia benar-benar berusaha dalam jalan ma’rifat kepada Allah SWT. Yaitu dia selalu berusaha Amar makruf Nahi Mungkar/ memerintahkan kebaikan dan mencegah kemungkaran, dan yang demikian itu adalah termasuk orang yang menghidup- hidupkan ilmu Allah dan Rasulnya di tengah-tengah umat. Dia selalu bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmatnya dan bersyukur atas segala karunia Nya. Sedang apapun yang terjadi, termasuk tekanan para orang kafir, adalah memang sudah merupakan Sunnatullah dan tak menyebabkan kurang syukurnya kepada Allah.

Tingkatan yang terendah atau yang lemah dari para waliyullah adalah mereka menyingkir (Uzlah), menyendiri dari riuh rendah aktivitas masyarakat, karena mereka merasa tidak mampu dan tidak ada kekuatan untuk dakwah agama dan mengajarkan ilmu-ilmunya. Wali seperti ini tidak tergolong berpengetahuan (luas) tetapi dianggap adil dalam menuruti perintah-perintah Allah dan meninggalakan larangan-larangannya. Dan karena kelemahannya dia di anggap sebagai wali yang dimaafkan.

1 Comment on 3 Tingkatan Wali Allah

  1. Seorang wali allah yg menyingkir, menyendiri dari riuh rendah aktivitas masyarakat bukan berarti dia wali allah yg paling rebndah tingkatanya, kalau di anggap begitu bagaimana dg wali “ABDAL”, dan bagaimana dg always al qarna’i?? Silahkan baca.kitab futu hatul makkiyah karangan ibnu arobi

Leave a comment

Your email address will not be published.

*