Ajari Aku Taubat Nashuha

Hosting Unlimited Indonesia


tobat1Aku pernah ditanya oleh seorang santri, ” Pak, ajari aku taubat nashuha, aku ingin tobat pak…, aku jenuh dengan

maksiyat..apakah mungkin aku akan diampuni pak..!!” Mendengar pertanyaannya yang lugu tersebut aku tersenyum sambil mengingat-ingat beberapa ayat dan qaul ulama yang pernah aku baca ataupun yang aku dengar dari para guruku.

Sebenarnya aku sedikit bingung, hendak memulai jawaban dari mana. Namun sambil mengelus jenggotku yang jarang-jarang, lidahku pun berucap. ” Ehhmmm…coba perhatikan ayat ini, Surah ali Imron ayat 135-136 yang artinya :

135. Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri[229], mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah? dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka Mengetahui.

136. Mereka itu balasannya ialah ampunan dari Tuhan mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka kekal di dalamnya; dan Itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal.

Nahh..Allah dengan tegas menyatakan dalam ayat diatas bahwa salah satu cirri orang yang bertaqwa kepada Allah bukanlah orang yang tidak pernah berbuat dosa dan tidak punya salah, akan tetapi, orang yang bertaqwa yaitu mereka yang apabila melakukan kesalahan, mereka kemudian mengingat Allah serta bertaubat atas segala kesalahan yang dilakukannya. Mengingat manusia adalah tempat salah dan lupa maka Allah dengan sifat Rahman dan RahimNya senantiasa membuka pintu taubat dan ampunanNya sampai kelak matahari terbit dari arah barat saat dimana kiamat kubra akan segera terjadi. Jadi janganlah kamu berputus asa dulu dari Rahmatnya Allah.” Ujarku dengan lantang agar santri tersebut paham.

” Paham kau nak..!!. Agar engkau lebih mengerti lagi berikut aku paparkan sebuah hadits Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan akan hal itu dalam sabdanya yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim yang artinya: “ Sesungguhnya Allah taala membentangkan tanganNya pada waktu malam untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu siang, dan Ia membentangkan tanganNya pada waktu siang untuk menerima taubat orang yang berdosa pada waktu malam, sehingga matahari terbit dari arah barat ( sampai kiamat ).” ( H.R. Muslim )

” Tapi pak…lalu tobat itu apa sih sebenarnya ? kok banyak yang suka bilang tobat tapi masih mengulang lagi..katanya tobat sambel…jelasin yang detail ya pakk..!!! ” potong anak itu. Lagi-lagi aku tersenyum melihat antusias anak itu.

“Begini nak….secara etimologi Taubat berasal dari kata –taaba-yatuubu-tauban- yang artinya menyesal, atau taubatan yang artinya kembali.Taubat menurut terminologi syariat Islam adalah menyesali perbuatan dosa atau kesalahan yang telah diperbuat dengan menghentikan perbuatan dosa dan kembali kepada kebenaran seperti yang sudah digariskan oleh Allah SWT. Dengan demikian taubat itu berarti melepaskan diri dari keadaan yang dibenci dan dikutuk Allah untuk menuju pada kebenaran yang dicintai dan diridhoi Allah SWT…ngerti kan…???.

” Lalu hukumnya tobat sendiri seperti apa pak ?”

” Wah kamu nanya mulu dari tadi…kagak sopan tau..!” sergah santri yang lain.

“yee..pak Rifa’inya aja ga protes, kok lo yang sewot siihh, so what githu loh..!! “

” Ga apa-apa kok, yang penting dia paham .” jawabku

” Harap di ingat an dicamkan ya ..taubat itu hukumnya wajib ain atas orang-orang yang melakukan dosa. Hal ini dapat dilihat dalam surat An Nur ayat 31, surat Hud ayat 3, At Tahrim ayat 8.

” Pak..tobat kan berkaitan dengan dosa, mohon dijelaskan dengan gamblang dong pak..!’ seru santri lainnya yang tak kalah semangatnya.

“Ok kalau githu…simak yaaaa…!!!

“Taubat itu selalu berkaitan dengan perbuatan dosa, dan dosa terjadi karena dua hal, yaitu mengerjakan larangan Allah dan meninggalkan laranganNya.

Ditinjau dari keterkaitanya, dosa dibagi atas:

  1. dosa manusia dengan Allah ( haqqulloh), seperti meninggalkan sholat lima waktu, tidak mengerjakan puasa Ramadhan, berlaku syirik dan melekukan pelanggaran-pelanggaran yang bersifat individu.

  2. Dosa manusia terhadap sesamanya ( haqqul adamiy), seperti menghilangkan nyawa seseorang, ghibah, mencuri dan pelanggaran-pelanggaran yang bersifat umum.

Ditinjau dari bobot pelanggarannya, dosa dibagi atas dosa kecil dan dosa besar. Imam Dzahabi dalam kitabnya Al Kabair menjelaskan ada 70 macam dosa besar yang berpotensi mendatangkan murka Allah apabila sipelaku tidak segera bertaubat kepadaNya. Dan dari 70 macam dosa besar itu ada dosa yang disebut dengan dosa yang paling besar yaitu sebagaimana yang disabdakan Nabi Muhammad SAW:” Maukah engkau saya beritahukan dosa yang paling besar?” Para sahabat menjawab:” Ya, Rasulullah”Nabi bersabda: “ Menyekutukan Allah, Durhaka kepada orang tua, Nabi bertelekan lalu duduk dan berkata:” dan perkataan bohong dan saksi palsu.” ( HR. Bukhori dan Muslim )

Oleh sebab itu agar Allah mengampuni segala dosa yang telah kita lakukan maka Allah memerintahkan kepada hambanya yang berdosa agar segera bertaubat kepada Allah dan tidak pernah berputus asa mengharap rahmatNya. Namun taubat seorang hamba hanya akan diterima apabila memenuhi rukun-rukun taubat yang meliputi:

1. Menyesali segala perbuatan dosa yang pernah dilakukannya.

2. Berhenti secara total dari segala bentuk maksiat yang akan ditaubati.

3. Tidak berniat mengulangi kembali perbuatan dosa tersebut.

Rukun diatas adalah rukun taubat yang berkaitan dengan haqqulloh, sedangkan apabila taubat yang hendak dilakukan itu berkaitan dengan haqqul adamiy maka ditambah satu rukun lagi yaitu meminta ridho/ maaf kepada orang yang bersangkutan. Demikian imam Nawawi menjelaskan dalam kitab Riyadhussholihinnya serta Syaikh Ahmad Rifa’I dalam Takhyirah nya.

Oleh karena kita sebagai manusia tidak pernah lepas dari kesalahan dan dosa maka sudah seharusnyalah apabila kita setiap saat dan waktu bertaubat kepada Allah, dengan memperbanyak membaca istighfar kepadaNya. Mudah-mudahan Allah berkenan menrima taubat kita serta mencurahkan ampunanNya kepada kita semua beserta kaum muslimin dimanapun mereka berada. Amiin..

” gimana sudah puas kaaannn…??? seru ku setelah menenggak segelas air putih.

” puas paaakkkk, tapi lain kali bahasanya jangan ketinggian pak…nggak mudeng aku..!!

mendengar seloroh yang sepontan tersebut, akupun tertawa..emang sampe langit ya bahasanya..aya-aya wae sampeyan kang….


3 Comments on Ajari Aku Taubat Nashuha

  1. Wahhhh……baru nyadar aku….teruss orang macam saya yg dosanya masih numpuk dimaaf ngga yaaa…???

  2. Wah cerita yang bagus….semoga tulisan anda mendapatkan ganjaran nya mas…

    *Salam kenal

  3. ahmad mujahidin // 16 September 2014 at 11:21 am // Reply

    ‎​​اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ
    Saya lahir di tayu kab pati, alamat tinggal sekarang di tambun bekasi no hp 087879307338, klo di perkenankan saya minta alamatnya pa, matursuwunوَاَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ

Leave a comment

Your email address will not be published.

*