1:37 pm - Ahad,20 Mei 3066

Berselingkuh dengan ilmu pengetahuan

Kamis, 7 Mei 2009 23:45 | Tasawuf | 0 Comment | Read 162 Times

setan2Sebuah Refleksi tentang Hawa Nafsu

Pencarian sahabat sejati memang sulit,apalagi guru yang mampu membimbing dan memberikan makna sejati tentang jiwa manusia.namun sekiranya anda membutuhkan untuk menjadi sebuah tauladan pada diri anda dan pada setiap detik hidiup kita ini. Ibnu atta’illah  As-Sakandary mengatakan : ” wahai manusia engkau berguru atau mencari sahabat yang bodoh, yang ia tidak menuruti hawa nafsunya, itu lebih baik dari pada engkau berguru pada orang alim yang merelakan dirinya untuk mengikuti hawa nafsunya. Lalu ilmu macam apa yang ada pada orang alim yang mengikuti hawa nafsunya itu ? dan disebut kebodohan macam apa jika orang itu mampu tidak menuruti hawa nafsunya?” setidaknya inilah etika yang menjadi penuntun, tatkala jiwa kita mencari sesosok manusia yang mampu memberikan atau menunjukan jalan kepada kesejatian jiwa. Kepentingan hawa nafsu seringkali dijadikan umpan setan untuk berselingkuh dengan ilmu pengetahuan,kebenaran,agama dan hal-hal yang suci. Maka berhati-hatilah dan waspada, jauhi tiga kreteria orang berikut ini :

  • Orang yang apabila membaca Alqur’an penuh dengan kepameran
  • Orang-orang alim yang bodoh
  • Seorang pemimpin yang lupa diri.

Niscaya engkau akan menemukan dirimu yang sejati. amin

Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

Kesejatian jiwa (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner