1:37 pm - Senin,21 Mei 9810

Dalam Berdo’a Utama Memakai Bahasa Arab atau Bahasa Sehari-hari?

Rabu, 11 Mei 2011 23:17 | Tasawuf | 3 Comments | Read 608 Times

Tanbihun – Pertanyaan seperti judul artikel ini bagi orang yang sudah tahu memang tidak penting lagi, namun bagi orang yang belum tahu, pertanyaan seperti ini mungkin pernah terlintas dalam benak kita.

Berdo’a Tidak Harus bahasa Arab

Mungkin selama ini kita tahunya keutamaan berdo’a adalah dengan memakai bahasa arab, karena bahasa arab adalah bahasa yang dipilih Allah untuk menyampaikan risalah-Nya yang terakhir, bahasa arab pula yang dipakai bahasa resmi di surga kelak. Namun demikian mengejar keutamaan saja dengan mengabaikan fungsi dari berdo’a akan berakibat fatal. Fungsi utama do’a adalah sebagai komunikasi saat kita mempunyai permohonan kepada Allah SWT.

Alih-alih memakai bahasa yang afdhol, malah terjadi kesalahan disana-sini, salah baca sebab tidak mengetahui arti dan kaidah ilmu tajwid. Yang mestinya huruf shod dibaca syin, yang harusnya tasydid dibaca tanpa tasydid. Dan kesalahan semacam ini fatal,karena akan merubah makna do’a yang kita ucapkan. Apalagi kalau niat dalam hatinya berdo’a memakai bahasa arab biar kelihatan ‘alim, ini namanya riya.

Syaikh Ahmad Rifa’i dalam kitab wadhihah bab do’a mengingatkan ;

Wus nyoto haram dosa gede kateqsiran

Wong milih utomo dedungo bahasa araban

Gholat wacane tondo haram riya’an

Iku gawe rusuh anut pakone syetan

Arti bebasnya :

“Haram (dosa besar) bagi orang yang memilih keutamaan do’a bahasa arab yang terdapat salah baca,kesalahan ini sebagai pertanda dari pamer (riya) ingin dinggap ‘alim atau lainnya.”

Oleh karena itu, bagi kita yang belum fasih atau tidak tahu arti do’a arab lebih baik memakai bahasa sehari-hari yang bias kita pahami. Bagaimana jadinya kalau kita meminta sesuatu yang kita sendiri tidak paham dengan yang kita mohonkan lewat ucapan-ucapan kita.

Syarat Sah Berdo’a

Seperti halnya dengan amal ibadah lainnya yang ada syarat sahnya, berdo’a juga ada syarat sah yang harus dipenuhi agar do’anya sah (benar). Adapun syarat sahnya do’a/berdo’a ada 2 :

  1. Yang diminta adalah perkara yang halal. Seperti meminta kesehatan, kecerdasan, cepat bertemu jodoh. Kita dilarang meminta sesuatu yang diharamkan oleh syari’at, seperti memohon nomor togel,meminta aman saat korupsi.
  2. Hatinya yakin Allah pasti mengabukan do’anya, bisa langsung diijabah seketika, atau ditunda.
Guru Online
Sebarkan Dan Simpan Dalam Bentuk Word & Pdf !

Penulis:

Blogger yang selamanya jadi murid ... ... ... ...

Tagged with: ,

doa bahasa arab (36),doa nikah dalam bahasa arab (24),doa dalam bahasa arab (20),doa nikah bahasa arab (13),doa arab (12),doa sehari-hari dalam bahasa arab (10),doa pernikahan dalam bahasa arab (3),kumpulan do\a arab (1),doa sehari-hari arabnya saja (1)

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda

Masukkan email disini,jangan lupa cek email anda untuk pengaktifannya :

Delivered by FeedBurner