Definisi Ma'rifat dan Penjelasannya

Hosting Unlimited Indonesia


Tanbihun.com – Ma’rifat menurut pemikiran Ahmad Rifa’i yaitu berfikir akan kekuasaan Allah atau suasana hati yang menggambarkan menuju kedekatan hamba dengan Tuhannya. Ma’rifat menurut makna dhahirnya adalah seseorang menunaikan kewajiban-kewajiban agama yang sesuai dengan syara’ serta keikhlasan hati dalam beribadah semata- mata karena Allah. Orang yang telah ma’rifat ketika dipuji oleh orang mukmin karena kebaikannya, maka bertambah imannya dan bersyukur kepada Allah, dan tatkala dihina dan dinista, tidak menjadi runtuh semangat dan ibadahnya kepada Allah, karena ia benar- benar telah meyakini bahwa apapun yang terjadi pada dirinya dan alam semesta ini adalah atas QUDRAT- IRODAT- dan ILMU Allah semata, dan semua sudah sesuai dengan apa yang tertulis di Lauh Mahfudh.

Mendekatkan Diri Kepada Allah Dan Melihat Allah

Orang mukmin yang sejati wajib memberikan apa yang dia mampu untuk mencari jalan (jalan= Thoriqot)  untuk mendekatkan dirinya kepada Allah, maka dia wajib merambah jalan menuju ma’rifat. Jalan terbaik yang dimaksud adalah dengan : ”Melakukan segala perintah wajib dan meninggalkan segala larangan”.(Lihat kitab: Thoriqoh). Maka dengan menghiasi hati dengan sifat- sifat terpuji dan menjauhkan diri dari segala sifat tercela dan selalu Tafakkur, maka berarti ia akan sampai pada jalan makrifatullah.

Orang yang telah sampai pada derajat Makrifatullah, telah dianggap dekat kepada Allah ketika perbuatannya menjadi sangat baik dan hatinya tidak henti-hentinya berfikir tentang sifat Allah yang menjadikan rasa takut (Khouf) sebagai cambuk untuk tingkah lakunya dan rasa cinta (Mahabbah) sebagai kendali dalam imannya, sebagai petunjuk kepada Allah dalam mencari keridlaan Nya.

Menurut Syeikh Rifa’i bagaimanapun juga seorang hamba sampai kepada derajat tertinggi dalam ma’rifatnya dan telah sanggup mendekatkan diri kepada Allah dengan segala pengabdiannya,mereka tetap saja takkan mungkin dapat melihat dzatnya Allah. Karena Dzat Allah hanya akan dapat dilihat “Bagaikan Bulan Purnama” di sorga nanti bagi para penghuni sorga.

Hamba yang dapat melihat di dunia ini satu-satunya hanyalah Nabi Muhammad SAW. Itupun tatkala beliau Mi’roj kelangit, bukan didunia ini. Manusia selain Muhammad tidak akan bisa melihat dengan penglihatan mata kepala dan tidak akan dapat melihat Dzat Allah kecuali bagi golongan para nabi dan rasul yang mempunyai sifat-sifat istimewa./my/10/to.

Oleh : H.Khaeruddin Khasbullah

13 Comments on Definisi Ma'rifat dan Penjelasannya

  1. hehe…..ini yg dbhas ma’rifah dari hongkong ya?
    (Ma’rifat menurut pemikiran Ahmad Rifa’i yaitu berfikir akan kekuasaan Allah atau suasana hati yang menggambarkan menuju kedekatan hamba dengan Tuhannya. Ma’rifat menurut makna dhahirnya adalah seseorang menunaikan kewajiban-kewajiban agama yang sesuai dengan syara’ serta keikhlasan hati dalam beribadah semata- mata karena Allah. )
    coba lihat kitab kitab tashawwuf,dan bacalah bab “syari’ah.thariqah.hakiqah”
    penjelasan kamu itu melenceng,kaji lagi saja sebelum belagu,dan tulis juga nama kitabnya.
    atau jangan2 syaikh rafi’i adalah tokoh aliran baru ya?

  2. ibn khasbullah // 17 September 2011 at 11:21 pm // Reply

    Definisi tentang makrifah dari beberapa Ulama’ begitu banyak, ada yang simple mudah dimengerti, ada yang njlimet penuh teka teki sehingga sering orang menjadi bingung dan salah mengerti. Silahkan mas Umar pilih, mau yang simple sesuai syar’i atau yang penuh rahasia dan membingungkan, diantaranya anda dapat temukan dalam kitab pusaka tasawuf yakni Risalah Al- Qusyairiyah karya Abul Qosim Abdul Karim Hawazin Al- Qusyairi an Naisabury. Terjemahannya juga sudah ada (mudah- mudahan anda sudah baca). Disana ada definisi makrifat yang dekat dengan definisi yang diberikan Syekh H. A. Rifa’i, yakni: “Sebagian Ulama menyatakan bahwa MAKRIFAT adalah sifat orang- orang yang mengenal Allah dengan memahami Asma dan Sifat- sifatnya. Kemudian ia membenarkan Allah dengan cara melaksanakan ajaran Allah dalam segala tindakannya. Ia membersihkan dirinya dari budi pekerti yang rendah dan dari segala dosa, kemudian ia lama berdiri “mengetuk pintu Allah” (tekun beribadah). Dengan hati yang teguh dan istiqomah dia ber- i’tikaf menjauhi segala dosa, sehingga ia memperoleh sambutan Allah yang indah. Maka Allahpun membimbingnya dalam semua keadaannya, maka menjadi terputuslah gelora nafsu dirinya dan hatinya tidak pernah terdorong lagi untuk melakukan selain ini……(Risalah Qusyairiyah halaman 464)

  3. “Menurut Syeikh Rifa’i bagaimanapun juga seorang hamba sampai kepada derajat tertinggi dalam ma’rifatnya dan telah sanggup mendekatkan diri kepada Allah dengan segala pengabdiannya,mereka tetap saja takkan mungkin dapat melihat dzatnya Allah. Karena Dzat Allah hanya akan dapat dilihat “Bagaikan Bulan Purnama” di sorga nanti bagi para penghuni sorga.”
    Mengutif Pendapat Syeikh Rifai. Sepengetahuan saya justru terbalik. karena Derajat tertinggi dalam ma’rifattullah adalah bukan sekedar dekat dengan Allah tetapi harus menunggal dengan Allah Ta’allah mengenal Zat, sifat, asmak dan af’al Nya Allah. Coba kaji lebih dalam lagi mempelajari Ma’rifattullah jangan setengah setengah. Wasalam Suliustio – Jambi
     
     

  4. wannaaa.... // 6 June 2012 at 5:06 pm // Reply

    salam..cuma nak bertanya..ada seorang rakan, dpt tau dia mengamalkan maarifat..tapi, sy x pernah lihat dia sembahyang…rupa2nya dia mempunyai masalah haid yang tidak berhenti..setahu sy, darah yg lebih 15 hari adalah darah istihadhah…jadi, bagaimana hukumnya..?? dia kata,quran kata mesti sehingga habis bersih..tapi klu dia masih x bersih2, bukan kah itu dikira istihadhah..dan dia kata x boleh sembahyang..mcm mana ye..trma kasih…

    • setahu sy, ye. tu darah istihadhah. darah pnyakit. bukan darah kotor dah. jadi nye, wajib solat. wallahualam.

  5. Orang macam umar pasti berAliran ajarannya syeh siti jenar..

  6. biarin yg salah salah, yg bener bener,

    yg penting kita selalu istighfar.

    supaya kita diberi hidayah.

  7. orang yg ga diberi hidayah adalah orang yg sudah ditutup mata hatinya oleh Allah SWT.

  8. menurut saya marifat adalah tujuan hidup untuk mencapai kebahagian dunia dan akhirat, bukan untuk mencari sesuatu hal-hal dari sebuah kelebihan dari manusia lainya

  9. Kbranan hnY mlik Allah. . . . . . .. .

  10. Salam…..,ma’rifat itu mengenal Allah dgn sebenar-benarnya kenal,jadi tahu siapa yg kita sembah,bukan menyembah yg tdk ada…..,seorang ulamapun yg berpendidikan tinggi tertap membutuhkan guru rohani jika ingin mempelajari hal2 mengenai ketuhanan,sebab diatas langgit masih ada langgit….,setiap ilmu juga ada ahlinya masing2.salam

Leave a comment

Your email address will not be published.

*