Kenapa Harus Berpikir?

Wednesday, 1 September 2010 9:27 | Tasawuf | 2 Comments | Read 739 Times

Tanbihun.com – Ada ungkapan ” resep untuk sehat dan bahagia adalah seimbangnya antara jasmani dan ruhani ” . pro-kontra pun ikut mewarnai ungkapan tadi, ada yang bilang ” Apa ukurannya untuk bisa dikatakan seimbang antara keduanya? “. pendapat lain mengatakan ” ketika hak dan kebutuhan keduanya terpenuhi secara berimbang, itulah hakikatnya keseimbangan “.

Terlepas dari bisa tidaknya menyeimbangkan jasmani dan ruhani, ada satu hal yang pasti, antara jasmani dan ruhani saling mempengaruhi, apa yang menimpa ruhani ( batin ) seseorang sering membawa dampak bagi jasmani ( tubuh ) orang tersebut. hati yang gundah, pikiran yang kacau membuat selera makan berkurang, tidur pun tidak nyenyak.

Pikiran

Salah satu unsur ruhani manusia adalah ” fikrah “/pikiran, ada banyak definisi tentang pikiran, namun saya tidak akan menyebutkannya disini. Berpikir bukanlah hal yang asing bagi kita, hampir setiap orang melakukannya, bahkan ada yang tanpa dikehendakinya, yang selanjutnya dinamakan ” kepikiran “. Berpikir bisa tentang hal-hal yang positif, tentunya akan menghasilkan sesuatu yang positif pula. Sebaliknya, berpikir tentang hal-hal yang negatif, niscaya menimbulkan sesuatu yang negatif juga.

Berpikir Tentang 5 Hal

Berpikir tentang hal-hal yang positif bukan saja dianjurkan oleh Islam, tapi juga sangat besar manfaatnya bagi seorang hamba untuk lebih yakin akan Sang Penciptanya, atau juga sebagai pengingat ketika kesadaran kita mulai layu. Lebih rincinya Syaikh Ahmad Rifa’i rahimahullah dalam kitab abiyanal hawaij jilid 6, menjelaskan macam-macam berpikir, yaitu ada 5 :

1.  Berpikir tentang ayat-ayat ( tanda-tanda ) Allah SWT, baik yang tersurat berupa kitab suci al-Qur’an atau ayat-ayat yang tersirat berupa wujudnya alam semesta. tak ada satu pun kejadian yang terlewatkan oleh-Nya, semuanya telah ditulis di ilmu azali-Nya. jangankan gunung meletus, daun yang berguguran pun tak lepas dari kekuasaanNya. Berpikir yang demikian akan menumbuhkan keyakinan akan keberadaan dan kebesaran Allah.

2.  Berpikir tentang nikmat-nikmat Allah. Semua manusia lahir tanpa pengetahuan, tanpa pakaian, kita semua lahir ke dunia dalam keadaan lemah, jangankan makan-minum, kita pun tidak mampu mengenali orang tua kita saat itu. dengan kasih-sayang mereka yang telah Allah turunkan kepada kedua orang tua kita akhirnya kita tumbuh menjadi dewasa, yang mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. atau lihatlah bagaimana Allah memberi rizki kepada laba-laba? ia hanya menunggu mangsa datang ke sarangnya dengan sabar. dengan berpikir yang demikian ini akan menentramkan hati serta bertambah iman kita, akan semakin yakin bahwa Allah Maha pengasih dan penyayang.

3.  Berpikir tentang janji Allah. Setiap yang kita kerjakan akan menuai balasan baik didunia maupun kelak di akhirat. tak ada perbuatan yang tak terbalas. dengan mengingat ini akan timbul kembali rasa senang dengan amal ibadah yang baik, sebaliknya kita akan dengan sungguh-sungguh menghindari perbuatan inkar dan salah.

4.  Berpikir tentang kecerobohan dan kebodohan diri sendiri, yang sering menjauhkan diri dari keta’atan dan ibadah, disertai berpikir bagaiamana kebaikan-Nya, kasih sayang-Nya telah menggerakkan hati kita, sehingga timbul rasa malu, yang pada akhirnya memperkokoh keinginan untuk taubat, kembali kepada-Nya.

5.  Berpikir tentang ancaman azab Allah. salah satu cara mustajab agar kita segera kembali ke jalan-Nya adalah dengan mengingat-ingat siksa dari perbuatan maksiat yang kita jalani. dengan begitu kita pun akan sangat berharap ampunan-Nya.

______________________________________________

Oleh : em.yazid

disarikan dari kitab abiyanal hawaij kurasan 81 jilid 6

Share on :

About

Syaikh Ahmad Rifa'i: Lumakuho siro kabeh nejo ing Allah,Tingkahe dangan lan abot sayah,Tingkahe sugih miskin gagah,Tuwin loro waras susah dalam manah. Follow @tanbihun_com

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: , ,

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site