Tanbihun – Dari Anas bin Malik ra. katanya : “kami bertanya kepada Rosulullah SAW ; “Ya Rosulallah, haruskah kami amar ma’ruf, sedangkan kami belum dapat melakukan seluruhnya, dan haruskah kami nahi munkar, sedang kami belum dapat menjauhi seluruhnya? jawab beliau : “Bahkan lanjutkanlah menjalankan amar ma’ruf sekalipun kamu belum dapat melakukan seluruhnya, dan teruslah nahi munkar, sekalipun kamu belum dapat menjauhi seluruhnya”.
Maka bagi orang-orang yang masih berbuat kemunkaran,hendaklah jangan berhenti amar ma’ruf nahi munkar, supaya tidak menumpuk 2 dosa,dosa melakukan kemunkaran dan meninggalkan amar ma’ruf nahi munkar. Sebagaimana telah dikatakan ; “ambillah nasihat ‘alim ulama yang jahat itu, tapi jangan sekali-kali mencontoh perbuatannya, sebab ucapannya itu dari yang haq, sedang perbuatannya dari syetan.
Perbedaan Ulama Zaman Dulu & Sekarang
Diceritakan, bahwa ada seorang pria bertanya kepada Abu Qosim al-Hakim, sahutnya ; “kenapa para ‘ulama diabad mutakhir/zaman kita sekarang ini, masyarakatnya tiada peduli dengan nasihat mereka, jauh berbeda dengan ulama salaf/zaman dahulu yang selalu diperhatikan dan diikuti fatwa/nasihatnya? jawab Abu Qosim :
“sesungguhnya ulama salaf dalam keadaan terjaga (tiada tidur atau sadar),sedangkan umat dalam keadaan tertidur, lalu mereka yang dalam keadaan insyaf/sadar mwngingatkan meraka yang lengah. Sedangkan Ulama-ulama masa kini keadaan mereka saja tertidur (lengah atau tidak sadar) dan umat dalam keadaan mati, maka bayangkan saja ! dapatkah kiranya orang yang tengah asik terbuai mimpi membangunkan orang yang sudah mati?”.
Kalau ulama-ulama zaman Syaikh Abu Qosim saja sudah banyak yang “tertidur” pulas, terbuai dengan mimpi-mimpinya, apalagi zaman kita sekarang ini? pantaslah banyak korupsi,penipuan dimana-mana, karena jiwa mereka sudah mati dan tiada yang sanggup membangunkannya lagi.(zid)
tanbihun (12),nasihat ulama (8),Kisah ulama zaman dulu (1),kumpulan syair ulama zaman dulu (1),Nasehat para alim ulama (1),Ulama ulama Salaf Zaman sekarang (1)





