TANBIHUN ONLINE

Makrifat Menurut KH Ahmad Rifa’i

 Breaking News
  • May Day 2015 Buruh Wacanakan Pembentukan Partai Tanbihun.com- Pengusaha dan Buruh adalah dua sisi keping mata uang yang tak mungkin dipisahkan. Buruh butuh pengusaha dan pengusaha butuh buruh. Tapi dalam perjalanan waktu sering buruh tidak setara dan...
  • Mary Jane Ditunda Eksekusinya, Bagaimana Penundaan Hukuman Ini Menurut Islam? Tanbihun.com- “Eksekusi Mary Jane ditunda” ujar Kapuspenkum Kejagung Tony Spontana saat dihubungi, Rabu (29/4/2015). Keputusan ini diambil setelah Presiden Filipina menelpon Presiden Jokowi, bahwa perekrut Mary Jane telah menyerahkan diri...
  • Keistimewaan Senior Atas Yunior “Qod Yuujadu fil Mafdhuul Maa Laa Yuujadu Fil Faadhil” (Kadang ditemukan keistimewaan bagi yunior yang tidak ada bagi senior) Tanbihun.com- Kaidah ini yg digunakan menjawab ulama ketika ditanya: mengapa Isa...
  • Petunjuk Nabi saw Tentang Konflik Yaman (antara hijrah dan iqomah) Tanbihun.com- al iimaanu Yamaanun wal hikmatu Yamaniyyatun, Yaman adalah poros dan gambaran kuatnya iman dan hikmah.. Hingga Nabi saw pun menegaskannya Ditengah konflik perang “saudara seislam”, banyak ijtihad ulama dalam...
  • Kartini apa ‘Aisyah? Tanbihun.com- Jika Kartini dianggap mendobrak kejumudan berpikir wanita, Aisyah yg jauh-jauh hari melawan mainstream Jahiliah yang mendiskreditkan wanita. sampai beliau mengatakan: وقالت عائشة نعم النساء نساء الأنصار لم يمنعهن الحياء...
June 08
07:04 2009

makrifatAkhir-akhir ini kata-kata ” Makrifat” sering terdengar ditelinga kaum muslimin Indonesia, tingkatan ilmu ini seringkali dipahami dengan tingkatan ilmu yang paling tinggi. Lalu apasih sebenarnya makrifat itu ?. Syaikh Haji Ahmad Rifa’i memberikan penjelasan bahwa yang dimaksud dengan makrifat yaitu ” Pemandenge ati tan kesamaran Ing Alloh dzat wajibul wujud tinemune, luweh sempurno ora ono kekurangane, dipandeng kelawan nurulloh peparingane kang diselehaken ing dalem telenge atine, dadi hasil waspodo ati tiningalan, ing barang opo penggawe saking pangeran qodrat, irodat, ilmu tan nono liyanikulah pemandenge wong makrifat ingaranan.”

Artinya, Pandangan hati kepada Alloh wajibul wujud yang Maha sempurna lagi tiada cela, Dipandang dengan Nurulloh, cahaya  pemberian Allah yang diletakkan dalam mata hati, sehingga hati menjadi waspada dan penuh kesadaran bahwa apapun perbuatan yang dilakukan merupakan perbuatan Allah dan tiada lain merupakan qudrat, irodat serta IlmuNya yang maha sempurna, itulah yang dinamakan pandangan orang ahli makrifat.

Jadi yang dimaksud dengan makrifat menurut Syaikh Ahmad Rifa’i adalah selalu melihat fenomena yang terjadi dialam raya ini serta apa yang terjadi pada dirinya merupakan wujud dari qudrat, irodat dan ilmu dari Allah swt. Dengan demikian yang dimaksud dengan orang yang arifun billah adalah orang yang senantiasa melihat Allah melalui bukti-bukti akan kekuasaan Allah yang tergambar dengan sangat jelas dari lubuk hatinya.

Melihat Allah dengan mata kepala adalah hal yang tidak mungkin dilakukan di dunia ini, akan tetapi melihatnya dengan mata hati dapat dilakukan oleh mereka para pencariNya dengan jalan memperhatikan makhluk ciptaanNya yang senantiasa menunjukkan eksistensi kholiqnya, itulah sebenarnya makrifat.

Sudahkah kita bermakrifat ? Jika sudah bersyukurlah kepada Allah atas nikmat yang diberikanNya, namun jikalau belum, perhatikanlah apa yang ada pada diri kita. Wa fil ardhi aayaatul lil muuqiniiin, wa fi anfusikum afalaa tubshiruun. ( Dan di bumi ada ayat bagi orang-orang yang yakin, dan juga didalam diri kalian, apakah kalian tidak memperhatikannya ? )

Wallohu A’lam

Di tulis oleh KH Khoiruddin Hasbullah dan di nukil serta di edit seperlunya oleh Rifa’i Ahmad

Artikel Terkait

0 Comments

  1. asep
    asep June 09, 01:54

    kalo marifat menurutku sih mengetahui sesuatu dan langsung meyakininya. anda tahu kalo tembelek lancung itu gak enak, berarti anda telah marifat terhadap tembelek lancung. kalo udah ma’rifat tak usah di ilmui, dalam arti pingin ngerti segala takaran, ukuran, timbangan, dan explorasi yang lain tentang tembelek lancung. karena semua explorasi yang menghasilkan penemuan yang bisa dikonfimasi itu adalah hasil dari proses ilmu, lebih dalam dari sekedar makrifat…kalo gak salah sih….

    Reply to this comment
    • rifai
      rifai June 09, 05:52

      @kang Asep : kang….justru yang di sebut dengan ilmu itu adalah Ma’rifatusy syai’ bi haqiiqatihi ( mengetahui sesuatu dg sebenar2nya ) dan ilmu itu di bagi menjadi dua Tashdiiq dan tashowwur, jadi ma’rifat itu selalu sinergis dg ilmu, baik itu ilmu tashdiiq ataupun ilmu tashowwur. mngenai contoh sampeyan tentang tembelek itu…itulah ilmu tashdiiq yang ga butuh lagi pada proses perenungan melalui tahapan ontologi dan epistimologi untuk diambil hipotesanya.

      sementara itu makrifat yang dikemukakan oleh Mbah Rifa’i di atas adalah penemuan sebuah hipotesa setelah merenung, mengamati dan memikirkannya. dalam beberapa kitab tauhid yg pernah saya baca, makrifat itu memang dikelompokan menjadi dua, yang pertama makrifat yang sifatnya ijmaliy ( umum ) dan yg kedua adalah makrifat yang sifatnya tafshiliy.
      @kang Yazid….Makrifat itu isim bozzz,,so dia pasti bukan kata kerja..jadi makrifat adalah pengetahuan, bukan mengetahui sebab mengetahui adalah kata kerja ( fi’il )…hehehehhehehehe…..pissssssss bozzzz..sengajaaaa cari masalah

      Reply to this comment
  2. em.yazid
    em.yazid June 09, 04:04

    Ma’rifat berarti : Mengetahui atau pengetahuan. objeknya adalah kebenaran, baik dalam arti teoritis maupun praktis (etis). Ma’rifatul haq berarti ; mengetahui kebenaran atau pengetahuan tentang kebenaran dalam arti teoritis. Memiliki pengetahuan yang benar tentang realitas sesuatu menurut apa adanya. Seperti mengetahui bumi ini berputar pada sumbunya.

    Dalam arti praktis, memiliki pengetahuan yang benar tentang baik buruknya manusia.kemudian diamalkan demi tercapainya kehidupan yang ideal bagi setiap manusia.

    Reply to this comment
  3. asep
    asep June 09, 22:01

    akur

    Reply to this comment
  4. almoeabazz
    almoeabazz October 30, 00:39

    leres niku

    Reply to this comment
  5. sapto
    sapto December 07, 19:04

    ass.
    kenapa tembelek dibwa”
    bukankah itu kalimat kotor ,
    saya orang bodoh tp sy jelas tahu mahrifat tidk mengkaji hal semacAm kotoran terzebud. .

    sblumnya sy minta maaf.

    Reply to this comment

Write a Comment

Latest Comments

Melu nimbrung... amber Olih tambah ilmu ...

Assalamu'alaikum W W Kepada Admin Yth. ini sangat bagus sekali karena masyarakat luas bisa menikmati hasil karya...

maaf izin share, terima kasih :) ...