2:05 pm - Friday July 16, 4354

Menggali makna taqwa

Wednesday, 17 February 2010 10:36 | Tasawuf | 1 Comment | Read 1064 Times

Nabi pernah bersabda,” At Taqwa ha huna ,” ( taqwa itu di sini…sambil menunjuk dada beliau ). beliau mengisyaratkan bahwa letak dari sebuah ketaqwaan adalah di dalam hati. hati yang oleh al Ghozali di ibaratkan sebagai seorang raja yang menguasai seluruh anggota badan. Bila raja itu baik maka baiklah semua pengikutnya, begitupun sebaliknya. ketaqwaan seseorang bukanlah diukur dari ibadah-ibadah lahiriyyah yang dilakukan oleh seseorang, akan tetapi lebih kepada seberapa berhasil ia memformat hatinya sehingga mampu menampung cahaya keagungan Alloh, dan mendepak segala jenis penyakit hati yang bersarang dan anak pinak dihatinya.

Dalam Minhajul abidin Al Ghazali membagi definisi taqwa menjadi tiga : Pertama, taqwa yang berarti takut, Alloh berfirman :واياي فاتقون (dan hanya kepadakulah kalian harus takut ). Kedua, taqwa bermakna taat, sesuai dengan firman Alloh Ittaqulloh Haqqo tuqootih, Ibnu Abbas menafsirkannya dengan athiulloha haqqo thooatih. Ketiga, taqwa yang berarti tanziihul qulub anidz dzunuub ( membersihkan hati dari segala dosa ), makna taqwa yang ketiga inilah yang sejalan dengan sabda Nabi bahwa taqwa itu letaknya dihati. Indikasi nabi tersebut menunjukkan bahwa orang yang bertaqwa adalah orang yang mampu membersihkan hatinya dari noktah-noktah dosa.
Pengosongan hati dari sifat tercela seperti Itbaa’ulhawa (mengikuti hawa nafsu ), Ujub (membanggakan diri), Riyaa ( pamer dlm ibadah ), sum’ah ( mendengar2kan amalannya ), takabbur (sombong ), Thoma’ ( rakus ), hasud ( dengki ), hiqdu ( dendam ) dan hubbuddunya ( cinta dunia berlebihan ). kemudian menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji semacam syukur, ridho, sabar, qonaah (merasa cukup dg pemberian Alloh ), zuhud, tawakkal,dan ikhlas merupakan manifestasi dari ketakwaan yang sebenarnya yang nantinya akan terpancar keluar lewat sikap dan perilaku lahiriyyahnya.

Berkutat pada dimensi furuiyyah dan terjebak pada dikotomi halal dan haram, sah dan bathil, sunnah dan bid’ah tanpa sedikitpun menengok pada perawatan hati yang optimal akan menghasilkan pribadi-pribadi dengan hati yang keras, kaku, mau menang sendiri dan kosong tanpa rasa.hati yang diliputi sifat mahmudah akan mampu membimbing pemiliknya untuk dapat mengamalkan ibadah yang sesuai tuntunan syariat karena ia secara langsung akan mendapat pencerahan dari cahaya Alloh yang memenuhinya.

Share on :

About

Manusia yang berusaha untuk menjadi manusia yang bermanfaat untuk manusia lainnya, lahir di Demak, nyantri di Pati, kuliah di Jakarta, rumah di Bekasi...........

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with:

makna taqwa,makna takwa,definisi takwa,pengertian takwa,apa perbedaan takwa dan taat ?,apakah taqwa dapat diukur dari segi ibadah,pengertian taqwa menurut al-ghazali

Anda mungkin juga menyukaiclose