Menggali makna taqwa

Nabi pernah bersabda,” At Taqwa ha huna ,” ( taqwa itu di sini…sambil menunjuk dada beliau ). beliau mengisyaratkan bahwa letak dari sebuah ketaqwaan adalah di dalam hati. hati yang oleh al Ghozali di ibaratkan sebagai seorang raja yang menguasai seluruh anggota badan. Bila raja itu baik maka baiklah semua pengikutnya, begitupun sebaliknya. ketaqwaan seseorang bukanlah diukur dari ibadah-ibadah lahiriyyah yang dilakukan oleh seseorang, akan tetapi lebih kepada seberapa berhasil ia memformat hatinya sehingga mampu menampung cahaya keagungan Alloh, dan mendepak segala jenis penyakit hati yang bersarang dan anak pinak dihatinya.

Dalam Minhajul abidin Al Ghazali membagi definisi taqwa menjadi tiga : Pertama, taqwa yang berarti takut, Alloh berfirman :واياي فاتقون (dan hanya kepadakulah kalian harus takut ). Kedua, taqwa bermakna taat, sesuai dengan firman Alloh Ittaqulloh Haqqo tuqootih, Ibnu Abbas menafsirkannya dengan athiulloha haqqo thooatih. Ketiga, taqwa yang berarti tanziihul qulub anidz dzunuub ( membersihkan hati dari segala dosa ), makna taqwa yang ketiga inilah yang sejalan dengan sabda Nabi bahwa taqwa itu letaknya dihati. Indikasi nabi tersebut menunjukkan bahwa orang yang bertaqwa adalah orang yang mampu membersihkan hatinya dari noktah-noktah dosa.
Pengosongan hati dari sifat tercela seperti Itbaa’ulhawa (mengikuti hawa nafsu ), Ujub (membanggakan diri), Riyaa ( pamer dlm ibadah ), sum’ah ( mendengar2kan amalannya ), takabbur (sombong ), Thoma’ ( rakus ), hasud ( dengki ), hiqdu ( dendam ) dan hubbuddunya ( cinta dunia berlebihan ). kemudian menghiasinya dengan sifat-sifat terpuji semacam syukur, ridho, sabar, qonaah (merasa cukup dg pemberian Alloh ), zuhud, tawakkal,dan ikhlas merupakan manifestasi dari ketakwaan yang sebenarnya yang nantinya akan terpancar keluar lewat sikap dan perilaku lahiriyyahnya.

Berkutat pada dimensi furuiyyah dan terjebak pada dikotomi halal dan haram, sah dan bathil, sunnah dan bid’ah tanpa sedikitpun menengok pada perawatan hati yang optimal akan menghasilkan pribadi-pribadi dengan hati yang keras, kaku, mau menang sendiri dan kosong tanpa rasa.hati yang diliputi sifat mahmudah akan mampu membimbing pemiliknya untuk dapat mengamalkan ibadah yang sesuai tuntunan syariat karena ia secara langsung akan mendapat pencerahan dari cahaya Alloh yang memenuhinya.

1 Comment on Menggali makna taqwa

  1. ferimakasih dgn materi ini semoga dapat diamalkan buat peribadi saya ..syukroan

Leave a comment

Your email address will not be published.

*