Nasehat Syaikh ar-Ra’is Abu ‘Ali ibn Sina kepadaku

Oleh Pada Monday, 28 December, 2009 2:50 PM. Under Tasawuf  

muhasabahKetahuilah!

من وجد العِرفان كأنه لا يجده بل يجد المعروف به فقد خاض لُجَّة الوصول.

Barangsiapa telah menemukan kearifan, ia terlihat seperti tidak pernah menemukannya, kendati yang ia temukan tampak sebagai sesuatu yang nyata. Yang demikian, karena ia tenggelam dalam lautan pertemuan dengan-Nya.

العارف هشٌّ بشٌّ ، بسامٍ ، يبجل الصغير من تواضعه كما يبجل الكبير ، وينبسط من الخامل مثل ما ينبسط من النبيه . وكيف لا يهش ، وهو فرحان بالحق وبكل شيء فإنه يرى فيه الحق . وكيف لا يستوي ، والجميع عنده سواسية أهل الرحمة قد شغلوا بالباطل

Ia selalu bergembira dan tersenyum, ia hormati anak kecil dengan rendah hati sebagaimana menghormati orang tua, ia menghargai yang hina sebagaimana menghargai yang mulia. Bagaimana ia tidak gembira? Jika hatinya telah mengenal-Nya, setiap sesuatu yang ia saksikan, ia melihat Yang Mahasuci berada di dalamnya. Bagaimana ia tidak memperlakukan manusia secara sama? Jika dalam pandangannya, semua manusia dianggapnya sama, semua berhak mendapat rahmat-Nya, kendati mereka bergelimang dosa.

العارف هشٌّ بشٌّ ، بسامٍ ، يبجل الصغير من تواضعه كما يبجل الكبير ، وينبسط من الخامل مثل ما ينبسط من النبيه . وكيف لا يهش ، وهو فرحان بالحق وبكل شيء فإنه يرى فيه الحق . وكيف لا يستوي ، والجميع عنده سواسية أهل الرحمة قد شغلوا بالباطل

Ia tidak akan mengintip-intip kelemahan orang lain, tidak pula mencari-cari kesalahannya. Ia tidak akan marah, meski melihat yang mungkar sekalipun, karena jiwanya diliputi cinta dan kasih sayang. Yang demikian, karena ia memandang rahasia Allâh terbentang di dalam kuasa-Nya.

وأما إذا أمر بالمعروف أمر برفق ناصح لا بعنف معير وإذا جسم المعروف فربما غار عليه من غير أهله

Jika ia mengajak kebaikan, ia melakukannya dengan lemah lembut, tidak dengan kekerasan dan celaan, hal itu juga ia lakukan saat menjelaskan tentang kebaikan. Yang demikian, supaya ia tidak melukai perasaan orang lain.

العراف شجاع ، وكيف لا ، وهو بمعزل عن تقية الموت . وجواد ، وكيف لا ، وهو بمعزل عن محبة الباطل ، وصفاح للذنوب ، وكيف لا ، ونفسه أكبر من أن تخرجها ذلة بشر ، ونساء للأحقاد ، وكيف لا ، وذكره مشغول بالحق

Ia memiliki sifat pemberani. Bagaimana ia tidak pemberani? Jika ia sangat mencintai kematian. Ia selalu bersifat dermawan. Bagaimana ia tidak dermawan? Jika cintanya terhadap benda tidak berbekas lagi. Ia senantiasa memaafkan. Bagaimana ia tidak pemaaf? Jika jiwanya sedemikian lapang untuk menampung segala kesalahan. Ia tidak akan mendendam. Bagaimana ia mampu mendendam? Jika seluruh ingatannya hanya tertuju pada keagungan Yang Mahasuci.

Naskah dikirim Oleh : Mufid Ahmad Rofii

Mari Beramal Dengan Menyebarkan Artikel Ini :

About


Artikel Yang Mungkin Berkaitan :