10:26 am - Saturday May 18, 2013

Kenalilah Hakikat Was-was Dan Pengobatannya (bag.2)

Friday, 24 February 2012 11:41 | Tasawwuf | 0 Comment | Read 1090 Times

Formulasi Dalil – dalil Tentang Was-was

An-Nawawi menuturkan beberapa dalil Al-Quran dan hadis tentang perbedaan syakk dan  waswas seperti berikut ini (An-Nawawi, Al-Adzkar, bab waswasah) :

Firman Allah swt, QS. An-Nas: 1-5:

قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ  مَلِكِ ٱلنَّاسِ   إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ   مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ   ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ    مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ

“Katakanlah: “Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia, raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia.”

Firman Allah swt dalam surat Fussilat ayat 36.

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌۭ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

“Dan jika syetan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS. Fussilat: 36).

Firman Allah swt dalam QS. Al-Araf: 201.

  إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌۭ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُوا۟ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari syaitan, mereka ingat kepada Allah, Maka ketika itu juga mereka melihat kesalahan-kesalahannya.”

Hadis riwayat Abu Hurairoh dari sahihain.

قال رسول الله   يأتي الشيطان أحدكم فيقول من خلق كذا؟ من خلق كذا؟ حتى يقول من خلق ربك؟ فإذا بلغ ذلك فليستعذ بالله ولينته

“Rasul saw bersabda, “Setan akan datang pada salah satu di antara kalian, lalu dia berkata, ‘siapa yang menciptakan ini? siapa yang menciptakan ini?’ sehingga dia berkata, ‘siapa yang menciptakan Tuhanmu?’ jika sampai di situ, maka mohonlah perlindungan kepada Allah dan berhentilah”. (HR. Bukhari Muslim)

وفي رواية في الصحيح قال لا يزال الناس يتساءلون حتى يقال هذا خلق الله الخلق، فمن خلق الله؟ فمن وجد من ذلك شيـئا فليقل آمنت بالله ورسله

“Dalam riwayat sahih, Nabi saw bersabda, “Manusia selalu bertanya-tanya (dalam hati), sehingga ditanyakan pula, ‘ini adalah ciptaan Allah, lalu siapakah yang menciptakan-Nya?’ jika seseorang menemukan hal itu, maka katakan, ‘aku beriman kepada Allah dan rasul-Nya’.

Nabi saw bersabda saat ditanya sahabat, “Sesungguhnya ada di antara kami yang apabila ia dijatuhkan dari langit ke bumi itu jauh dia senangi ketimbang mengatakannya”. Kemudian beliau bersabda:

الحمد لله الذي رد كيده إلى الوسوسة

“Segala puji milik Allah yang telah mengembalikan siasat kepada waswasah” (HR. Ahmad)

Riwayat Aisyah ra bahwa Nabi saw bersabda;

من وجد من هذا الوسواس شيئا فليقل آمنا بالله وبرسله ثلاثا فانه يذهب عنه

“Seseorang yang menemukan sesuatu dari penyakit waswas ini, maka katakan, ‘aku beriman kepada Allah dari rasul-Nya’ tiga kali, sesungguhnya penyakit itu akan hilang darinya”.

Riwayat Usman bin Abil Ash ra, dalam sahih Muslim. Beliau bertanya pada Nabi saw, “Wahai Nabi, sesungguhnya setan merintangi salat dan bacaanku sehingga mengaburkan qiroahku”. Beliau menjawab:

ذلك شيطان يقال له خنزب فإذا أحسسته فتعوذ بالله منه واتفل عن يسارك ثلاثا

“itu adalah setan yang disebut Khanzab. Jika kamu merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah dan meludahlah ke kiri tiga kali”.

Sabda Nabi saw:

إن الله تجاوز لأمتـي عما وسوست – أو حدثت – به أنفسها ما لم تعمل به أو تكلم

“Sesunggunya Allah swt memaafkan bagi umatku dari apapun yang waswas atau terbersit hatinya, selagi dia tidak melakukan atau mengatakannya.” (HR. Bukhari)

Nabi saw ditanya tentang waswas, kemudian beliau menjawab:

تلك مـحض الإيـمان

“Itulah kemurnian keimanan” (HR. Muslim)

Dalam riwayat Abu Daud dengan sanad jayyid. Abi Zamil bertanya kepada Ibnu Abbas:

قلت لابن عباس ما شئ أجده في صدري قال ما هو؟ قلت والله لا أتكلم به، فقال لي أشئ من شك؟ وضحك وقال ما نجا منه أحد حتى أنزل الله تعالى فإن كنت في شك مما أنزلنا إليك الآية فقال لي إذا وجدت في نفسك شيئا فقل هو الأول والآخر والظاهر والباطن وهو بكل شئ عليم

“Aku bertanya kepada Ibnu Abbas tentang sesuatu yang kurasakan dalam hati. Beliau bertanya, “apa itu?”. Aku menjawab, “Demi Allah. Aku tidak akan mengatakannya”. Lalu beliau bertanya, “Apakah semacam syakk?” beliau tersenyum dan berkata, “tidak seorang pun yang terhindar darinya sehingga Allah menurunkan ayat, “jika kalian meragukan apa yang Kami turunkan”. Kemudian beliau berkata, “Jika engkau merasakan sesuatu dalam hatimu, maka ucapkan, ‘Dialah yang awal, akhir, lahir, dan batin, dan Dia Maha Tahu segala sesuatu” .

Share on :

About

Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul 'Ulum Kayen Pati Jawa Tengah.

 

EBOOK GRATIS UNTUK ANDA !

Artikel Gratis Langsung Ke Email Anda, Jangan Lupa Cek Email Anda Untuk Aktifasinya !

 
Tagged with: ,

Anda mungkin juga menyukaiclose

Switch to our mobile site